Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 19 - Kemarahan Neko Legenda


__ADS_3

Korrina muncul di depan mereka semua selagi menunjukkan senyuman serius-nya, "HAARRGGHHH!!!" Korrina langsung menendang semua Legenda itu dengan menggunakan kaki saja, kedua lengannya tersilangkan karena ia tidak mau melawan mereka menggunakan kedua tinjunya atau itu akan berakhir dengan cepat, Korrina menendang-nendang ke depan agar semua Legenda itu bisa memberi Korrina jalan untuk melarikan diri.


"Sacred Meteor Burst...!!!" Kedua kaki Korrina langsung terbakar dengan api-api sacred yang besar, ia mundur ke belakang lalu ia melompat ke depan selagi menendang ke depan, Legenda yang menghalangi Korrina langsung meledak dan hancur karena tendangan Korrina yang sangat kuat dan dahsyat.


Semua Legenda yang ada di sekitarnya langsung terpental ke belakang dan ke atas karena dorongan yang Korrina buat melalui kedua kakinya ketika ia menghantam seseorang, Rionald langsung berkeringat ketika ia merasakan bahwa kekuatan dan Lenergy Korrina meningkat secara pesat, "J-Jadi ini kekuatan dari seorang Legenda yang memiliki sihir kuno... Sacred...?" Tanya Rionald kepada dirinya sendiri karena sepertinya ia benar-benar meremehkan Korrina.


"Sihir Sacred rumornya mampu membaca pergerakan apapun dan Korrina... Anak terkuat dari keluarga Comi memiliki sihir ilusi yang sangat kuat hingga para Dewa dan Dewi bisa mengenalnya, kenapa dia tidak menjuluki dirinya atau mengakui dirinya sebagai Dewi...?! Dia lebih pantas menjadi seorang dewi melainkan seorang Mortal yang sangat tidak sopan karena memiliki kekuatan yang menyetarai para dewa dan dewi."


Korrina menginjak beberapa wajah Legenda yang ada di depannya lalu ia menendang-nenendang sekitar hingga kedua kakinya mulai meluncurkan beberapa api Sacred berwarna biru tua, Korrina melompat ke atas lalu ia mendarat di tengah-tengah pasukan Legenda yang mencoba untuk menyerangnya. Ketika ia mendarat di atas lantai, api-api sacred mulai muncul di sekitar Korrina dan membesar sehingga semua Legenda itu langsung terpental ke belakang dan sebagian terbakar habis oleh api-api itu.


Korrina melihat Legenda lainnya mulai mendarat di belakang dan depannya, mereka semua mulai menyerang Korrina, tetapi ia langsung menendang tangan mereka dan setelah itu mereka menendang kepala mereka hingga semua Legenda itu terpental dan mengenai rekan-rekannya, Korrina menghindari semua serangan sihir, senjata, dan pukulan mereka semua.


Korrina melihat seorang Legenda yang melempar bola api yang akan meledak ke arahnya, ia langsung menendang itu ke belakang lalu ia melompat ke depan tanpa melihat ledakan yang ada di belakang. BAAMMM!!! Korrina mulai menghantam semua Legenda yang ada di depannya sampai hancur menggunakan hanya kakinya saja, Korrina melihat seluruh Legenda yang ada di sekitarnya mulai mengayunkan senjata mereka ke arah Korrina, tetapi Korrina langsung menghantam semua senjata itu menggunakan kakinya saja sampai hancur.


CRACK! CRACK! CRACK!


Lantai yang Korrina injak mulai terbuka lebar, Korrina langsung melayang dan ia mulai melepaskan api-api sacred dari tubuhnya hingga mereka semua yang mencoba untuk memegang Korrina langsung terbakar hingga hangus, Korrina melesat ke depan selagi menghantam semua Legenda-Legenda itu menggunakan kedua kakinya hingga ia saat ini tiba di pintu keluar, tetapi ia sadar bahwa masih terdapat banyak sekali Legenda yang menghalangnya.


Korrina bisa melihat pergerakan mereka dengan mudah menggunakan kedua matanya, ia juga tahu kemana mereka akan menahan. Korrina menendang kepala mereka sampai hancur menjadi beberapa daging-daging kecil, darah mulai tersebar kemana-mana karena Korrina melawan mereka dengan cara sadis, tendangan Korrina ini tidak bisa diremehkan begitu saja karena kedua kakinya mengandung Lenergy dan kekuatan yang besar karena ia sering berlatih keras sejak kecil.


Korrina mulai melompat ke depan lalu ia menendang dada Legenda yang ada di depannya menggunakan kedua telapak kakinya hingga Legenda itu langsung terpental ke belakang, "Sacred Blooming Flower...!!!" Korrina membuka kedua matanya dengan sangat lebar hingga Legenda yang ia barusan tendang mulai berubah menjadi bunga Sacred yang sangat besar, pohon itu terbakar dengan api-api biru tua, "HAHH!!!" Korrina mengepalkan tinju kanannya hingga bunga itu meledak dan membesar kastil itu sampai hangus.


BAAAAAAMMMMMMMMM!!!!


Korrina berhasil terlindungi dari ledakan itu menggunakan barrier-nya sendiri, ia mulai mengusap bahu kanannya selagi menatap ke depan dimana ia melihat bahwa Rionald menjebaknya menggunakan sihir tanah, Korrina melompat ke atas lalu ia mengangkat kaki kanannya tinggi, "Sacred Blazing Ball!!!" Korrina menciptakan bola api sacred yang besar melalui kaki kanannya, Korrina berputar lalu ia melemparnya ke depan.


"AAHHHHHHHH!!!" Teriak para Legenda yang mulai menghalang sihir itu, tetapi mereka tidak bisa karena ketika mereka menyentuh bola sacred itu, mereka semua langsung terbakar hangus, "UAAAAAAGGGHHH!!!" Korrina menepuk kepalanya ketika ia melihatnya, para Legenda yang mengikuti Rionald sama bodohnya dengan Rionald.


BAAAAMMM!!!


Batu-batu yang menghalangi jalan Korrina untuk melarikan diri telah hancur karena sihirnya yang dahsyat, ia menatap Rionald yang sedang berdiri selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, "Aku akan kembali denganmu nanti...!" Korrina menunjuk Rionald hingga tiba-tiba ia meluncurkan aura sacred-nya ke arah dirinya, "Stone of Vanishing...!" Rionald berubah menjadi batu-batu kecil dan ia langsung melarikan diri dari Korrina, Korrina hanya bisa diam selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.


"Kau bisa lari dan sembunyi, tetapi kau tidak bisa melakukan itu selamanya." Ucap Korrina yang mulai terbang ke atas langit lalu ia melesat menuju kota Ghisaru karena ia berencana untuk pulang dan membebaskan beberapa Neko Legenda yang selamat. Korrina baru saja menyelamatkan ibu dari Megumi jadi sangat pas untuk dirinya pulang karena Rionald adalah raja yang tidak boleh diremehkan begitu saja karena dia ini memiliki kekuatan dan sihir tanah yang sangat kuat.

__ADS_1


 


Beberapa menit kemudian, Korrina mendarat di depan kastil-nya, Rexa langsung lari menghampiri Korrina selagi menggendong Haruka yang sedang menangis, "Hwwwwweeeeeeeehhhhh...!!! HWEEEEH!!! MAMA!!!" Teriak Haruka yang sedang menangis, sepertinya ia baru saja bangun dari tidurnya dan dia juga sadar bahwa ia ditinggal oleh Mama-nya. Walaupun Rexa sudah mencoba untuk menenangkan-nya, Haruka masih saja menangis dan membutuhkan Korrina.


"Ohh... Cup... Cup... Jangan nangis... Mama gak lama kok." Korrina menghampiri Rexa lalu ia menggendong Haruka yang sedang menangis selagi menggerakkan lengannya ke atas dan bawah, ketika Korrina menggendong-nya Haruka langsung tenang. Ia menatap wajah Korrina yang sedang tersenyum, "Cucu..." Haruka mulai memegang baju pendek Korrina dan setelah itu Korrina mengangguk dan mulai menyusui-nya.


"Sudah... Shhh..." Korrina mulai mengusap-usap kepalanya, "Maafkan Mama ya, tadi Mama memiliki pekerjaan yang harus diurus." Korrina mulai menatap Rexa yang terlihat seperti kelelahan mencoba untuk menenangkan Haruka yang terus menangis, "Haruka sudah menangis selama Mama pergi... Dia susah sekali untuk tenang." Rexa menghela nafasnya.


Korrina merasa cukup bersalah melihat Haruka menangis dan Rexa kelelahan karena mencoba untuk menghibur Haruka, "Rexa, nanti Mama latih ya?" Korrina mulai membayar kerja keras Rexa dengan sebuah hadiah, Rexa membulatkan kedua matanya lalu ia tersenyum dengan sangat lebar, "HMM!!! AYOO!!!" Teriak Rexa dengan penuh semangat karena ia ingin sekali berlatih bersama Korrina agar ia bisa menggunakan dan menyempurnakan sihir Sacred.


"Tahan dulu, kita berlatih setelah Mama berbicara dengan Megumi dan Shira dulu." Ucap Korrina yang mulai menatap Haruka yang sedang tertidur, ia berhenti menyusuinya lalu ia menatap Rexa dengan tatapan yang terlihat serius, "Dimana Megumi dan Shira?" Tanya Korrina.


 


Megumi dan Shira saat ini sedang duduk di atas kursi sofa selagi menunggu kedatangan Korrina, ia tiba-tiba mulai melihat Korrina yang menghampirinya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius dan tegas, Megumi mulai ketakutan melihat Korrina yang terlihat seperti ingin memarahi mereka berdua.


Shira bisa melihat bahwa tubuh Korrina berkeringat dan bajunya juga entah hilang kemana, sepertinya Korrina baru saja pulang dari sebuah pertarungan yang besar, "Syukurlah... Kalian masih hidup." Korrina tersenyum.


Mika melompat keluar dari portal itu selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut, "... ..." Mika menatap Megumi lalu ia mulai menunjukkan ekspresi terharu ketika ia menatap Megumi yang terlihat baik-baik saja.


"Megu... Mi...?" Mika menghampiri Megumi dengan kedua mata yang mulai berkaca-kaca, Megumi mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut karena ia bertemu dengan ibu-nya, "M-Mama...?" Kedua mata Megumi mulai berkaca-kaca.


"... ..." Shira hanya bisa diam dan tersenyum ketika melihat mereka bedua saling bertemu, Mika dan Megumi mulai saling berpelukan lalu mereka berdua menangis terharu.


"MEGUMI...!!!"


"MAMA...!!!"


Korrina tersenyum dan senang bahwa ia bisa menyelamatkan Mika dan mempertemukan dirinya dengan Megumi. Megumi menatap Korrina dengan ekspresi yang terlihat sangat bersyukur, "Terima kasih, nona Korrina...!!! Terima kasih...!!!" Megumi menghampiri Korrina lalu ia bersujud di depannya.


"O-Oi...!!!" Korrina mulai menunjukkan ekspesi yang terlihat terkejut karena ia sudah mendapatkan banyak sekali Legenda yang sujud kepadanya, ia sangat tidak suka di anggap seperti Dewi karena dia sendiri bukanlah seorang Dewi walaupun suaminya ini seorang Dewa, dia lebih baik memilih menjadi seorang Mortal yang memiliki pikiran cerdas.


Beberapa menit kemudian, Korrina menjelaskan semua hal tentang kelicikan dan kemunafikan yang Rionald buat di mulai dari awal hingga akhir yaitu menculik semua Neko Legenda lalu membunuhnya, Korrina ingin sekali memberitahu Megumi tentang Ayah-nya yang telah terbunuh, saat ini Korrina masih belum memberitahunya karena ia tidak memiliki keberanian yang besar untuk memberi berita yang sangat buruk.

__ADS_1


Shira, Megumi, dan bahkan Agfi merasa sangat kesal mendengar apa yang Korrina katakan. Rexa dan Yuuki tidak ada di tempat itu karena mereka berdua memiliki kesibukan mereka masing-masing, "Cih... Rionald sialan itu... Bagaimana bisa dia terpilih menjadi seorang raja...?" Tanya Shira kepada dirinya sendiri, ia sadar bahwa Rionald pasti melakukan perbuatan yang licik untuk menjadi seorang raja, terkadang semua pemimpin palsu mendapatkan gelar pemimpinnya melalui kelicikan dan kemunafikan mereka, itu yang Shira ketahui ketika ia sadar bahwa Rionald bisa menjadi seorang raja.


"Yah... Kau tahu sendiri, Rionald ini licik sekali... Seleksi pemilihan raja Ezlento juga bahkan ia membayar dan menyewa pembunuh paling berbahaya di semesta Yuusuatouri demi membunuh calon raja Ezlento, ia bisa menang karena uang dan kematian dari calon-calon raja itu." Jawab Korrina selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


"Dia benar-benar harus diberi pelajaran." Ucap Megumi yang mulai mengepalkan kedua tinjunya, Korrina menatap Megumi dengan ekspresi yang terlihat serius, di dalam pikirannya terdapat beberapa kemungkinan bahwa Megumi atau Shira bisa saja mengalahkan Rionald demi keselamatan kota Ezlento, ketika mereka melawannya Korrina ingin memberitahu semua kebenaran tentang Rionald kepada penduduk kota Ezlento.


Ia sepertinya akan merekam dan memberitahu semua rahasia tentang Rionald, ia baru saja ingat bahwa Rionald memiliki ruangan bawah tanah yang paling rahasia di bawah kastilnya dan ia yakin bahwa ruangan bawah itu masih utuh karena ia bisa melihat sebuah pintu yang berkamuflase menjadi batu. Cukup beresiko juga untuk Shira dan Megumi melawan Rionald karena dia ini kuat sekali bahkan sihir batu-nya itu kuat, "... ..." Korrina mulai memegang dagunya selagi memikirkan sebuah cara untuk mengalahkan Rionald.


Megumi menatap Mika yang terlihat masih sedih, "Mama... Dimana Papa...?" Tanya Megumi selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan, Mika dan Korrina langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut. Korrina mulai menatap Mika selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, Korrina berharap bahwa Mika bisa menatap wajahnya karena ia ingin sekali memberitahu Mika bahwa ia harus menjawab pertanyaan Megumi dengan jawaban yang bohong, "... ..."


Mika menatap Korrina lalu ia menggelengkan kepalanya seakan-akan ia mengatakan untuk tidak berbohong kepada anaknya, "T-Tunggu..." Mika menghela nafasnya lalu ia menghampiri Megumi dan setelah itu ia memegang kedua bahunya, "Papamu..." Mika mulai meneteskan beberapa air mata.


"...tidak akan pernah pulang dan kembali kepada kita..." Ketika Megumi mendengar jawaban Mika bahwa ayah-nya benar-benar mati, ia langsung menunjukkan ekspresi yang perlahan-lahan mulai sedih, kedua pupil matanya mulai terlihat kosong dan wajahnya mulai berubah menjadi ekspresi yang terlihat histeris, "...K-Kenapa...? Kenapa dia tidak pulang...?" Tanya Megumi dengan nada yang terdengar menyedihkan, Shira bahkan bisa mendengar nada Megumi yang terdengar seperti sedih di campur dengan suara monster.


Shira juga merasa sangat kesal mendengarnya karena Ayah Megumi sepertinya telah terbunuh oleh Rionald, yang hanya bisa ia lakukan hanyalah diam selagi menatap Megumi, "Megumi..."


"Dia sudah mati..." Ucap Mika.


"TIDAK!!! MAMA BOHONG!!!" Megumi langsung mencakar pipi Mika dengan sangat pelan hingga itu meninggalkan luka gores, Mika mundur beberapa langkah selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat putus asa. Megumi harus mengetahui tentang Ayahnya yang sudah mati karena suami Mika di detik-detik sebelum kematiannya menyuruh Mika untuk memberitahu Megumi tentang dirinya yang akan mati, "Hiks...!!! HIKS...!!!" Megumi mulai menangis selagi teriak keras, ia mulai melepaskan dorongan yang besar di sekitarnya hingga mampu membuat Shira dan yang lainnya terpental ke belakang.


"A-Apa...!?" Korrina merasa sangat terkejut melihat Megumi yang mengamuk dan menangis, seakan-akan kekuatan Megumi meningkat cukup pesat ketika ia mengamuk dan menangis, "Itu kenyataan Megumi..." Ucap Mika dengan ekspresi yang terlihat putus asa, "Kau tidak perlu mengamuk..."


"TIDAK MUNGKIN...!!! PAPA SUDAH BERJANJI BAHWA DIA AKAN PULANG BERSAMA IBU DENGAN KEADAAN YANG SEMPURNA... TIDAK ADA LUKA SAMA SEKALI...!!! MAMA DAN PAPA BILANG BAHWA KALIAN AKAN PERGI SEBENTAR...!!!" Kedua pupil Megumi mulai berubah menjadi merah hingga bentuknya berubah menjadi tajam layaknya seperti rubah yang mengamuk atau hewan bertaring yang sedang mengamuk.


"DIA BILANG BAHWA DIA AKAN PULANG DENGAN SELAMAT... DIA BILANG BAHWA IA AKAN PERGI UNTUK MEMBAWA NEKO LEGENDA YANG HILANG...!!!


"Sebagian Neko Legenda terselamatkan karena Papa-mu mengorbankan dirinya sendiri, karena itu Papamu sudah berusaha keras." Ucap Mika selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, seorang Legenda tidak boleh menangis berlebihan ketika mereka mendapat sebuah berita tentang Legenda yang mereka sayangi dan cintai mati maka jika mereka menangis berlebihan maka mereka ini bukanlah seorang Legenda yang layak.


"SEMUA YANG PAPA LAKUKAN ITU PERCUMA...!!! APA MAKSUDNYA DIA PERGI DENGAN MENGATAKAN LEGENDS NEVER DIES...!?" Shira memeluk Megumi dengan sangat erat, "Tenangkan dirimu, Megumi!" Ucap Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, Megumi langsung menendang perut Shira dengan sangat dalam hingga ia terpental ke belakang lalu ia mengenai tembok yang ada di belakang, "Guagh...!!!"


"BUNUH...!!!" Teriak Megumi keras hingga ia melompat ke atas dan meninggalkan mereka, "Ini gawat... Seorang Neko Legenda yang mengamuk adalah kelemahan terbesar bagi jenis mereka sendiri, jika mereka bisa mengendalikan kemarahan mereka maka kemarahan mereka bisa saja menjadi bantuan bagi mereka sendiri." Ucap Korrina selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


"Oi! Megumi...!!!" Shira terbang mengejar Megumi dengan kecepatan penuh.

__ADS_1


__ADS_2