
Hari esok telah tiba, semua murid A-10 sudah berkumpul di dalam kelas kecuali Minami, Haruka, dan Honoka yang masih belum datang. Lima menit lagi mereka akan terlambat, Hana mulai merasa khawatir kepada mereka bertiga karena bisa saja sesuatu menghambat mereka untuk masuk ke dalam kelas itu.
"Jangan terlalu mengkhawatirkan mereka, kakak. Pasti mereka terlambat karena Honoka yang lambat itu." Rokuro mulai berbicara.
Sebelum lima menit berlalu, Haruka dan Minami tiba sambil bernafas berat... Mereka dipenuhi dengan keringat dan sepatu mereka juga terlihat kotor, kemungkinan besar mereka saling mengejar satu sama lain karena iseng. Honoka terlihat damai ketika digendong punggung oleh Haruka karena dia saat ini sedang menikmati donat-nya.
"Akhirnya kalian datang juga... Kenapa kalian datang berkeringat dan kotor seperti itu?" Tanya Asriel penasaran.
"Si kucing garong ini selalu saja bertingkah laku ketika mencuri sarapan." Kata Haruka sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.
"Kau yang memulainya...!!! Kau yang menyuruh-ku...!!!" Jawab Minami sambil menunjuk Haruka.
"Sudahlah, jangan bertengkar. Kalian kesini sebentar." Hana menyuruh mereka bertiga untuk mendekati dirinya, Honoka turun dari punggung Haruka lalu ia pergi menghampiri tempat duduk-nya lalu duduk sambil mengunyah donat-nya dengan pelan.
Hana memejamkan kedua matanya hingga semua keringat yang dimiliki oleh Haruka dan Minami mulai berubah menjadi air suci yang membersihkan tubuh mereka kembali seperti semula, sekarang mereka terlihat baru saja selesai mandi dan menggunakan sebuah parfum
"Hohh... Sihir yang cukup praktis." Kata Haruka sambil menatap kedua telapak tangan-nya dengan ekspresi yang terlihat senang.
Beberapa murid dari kelas lain mulai datang dan mengintip kelas itu sambil menatap Honoka yang sedang mengunyah donat itu, rata-rata murid yang datang laki-laki karena mereka sangat terpesona dengan keimutan yang dimiliki oleh Honoka, bukan hanya Honoka saja tetapi Hana-pun mereka lihat sampai air liur mereka keluar.
"Rawwrrrrr!!! Raaawwwrrrrr!!! Berani-beraninya kalian datang tanpa ijin sang cahaya keadilan...!!!" Minami mengancam mereka semua dengan meraung sangat imut sambil menunjukkan taring-taringnya yang mulai menajam, semua murid itu langsung ketakutan dan pergi meninggalkan kelas tersebut.
"Hohhh..." Mitsuki mulai bertepuk tangan, "Kau terkadang menggunakan keadilan itu dengan benar ya, Minami."
"Terkadang kamu cukup berguna." Kata Marie.
Beberapa menit kemudian, Korrina masuk ke dalam kelas lalu menutup pintu. Ia merasa senang bahwa semua murid-muridnya hadir, tetapi terdapat beberapa murid yang tidak terlihat bersemangat apalagi Haruka yang sedang melamun sambil menatap jendela.
__ADS_1
Sebelum memulai pelajaran Korrina mulai mengabsen mereka satu per satu dan ia juga sudah berjanji kepada mereka untuk memilih siapa ketua kelas yang pantas untuk kelas A-10 ini. Hampir semua-nya mengacung, tidak untuk Haruka dan Asriel karena mereka tidak tertarik untuk menjadi ketua kelas.
Karena enam orang ingin menjadi ketua kelas, Korrina mulai menentukan ketua kelas melalui sebuah voting. Mereka semua sepertinya saling mendukung satu sama lain tidak untuk Minami yang mendapatkan vote sangat kecil, Hana mendapatkan vote terbanyak karena dia terlihat sangat cocok untuk menjadi seorang ketua murid.
Mitsuki mendapatkan vote yang paling besar kedua jadi dia dipilih menjadi wakil ketua murid, tidak ada satupun murid yang protes dan itu adalah hal bagus. Honoka masih merasa kecewa terhadap dirinya sendiri yang sudah memberanikan diri untuk menjadi ketua murid tetapi gagal, dia mulai berpikir bahwa mereka tidak mempercayai dirinya.
Sekarang pelajaran telah dimulai, Korrina mengeluarkan sebuah kapur lalu menulis di papan tulis. Dia menjelaskan beberapa asal usul sihir yang berbeda, intinya dia mengajarkan mereka semua tentang pelajaran yang akan muncul di dalam tes persaingan nanti. Beberapa dari mereka masih terlihat bingung dan ada juga yang tertidur
"Fuuuhhh... Hahhh... fuuuhhh..." Minami tertidur sambil mengeluarkan air liur yang banyak.
"Nyam..." Honoka memperhatikan dan mendengar penjelasan Korrina sambil memakan donat diam-diam.
"... ..." Asriel memperhatikan apa yang Korrina katakan sambil memainkan pulpen-nya.
"Sihir air dan es adalah kombinasi yang sempurna..." Kata Marie sambil menulis apa yang Korrina katakan di buku, Mitsuki mulai menyontek apa yang Marie tulis karena ia tidak mampu merancang kata-kata yang baru saja Korrina katakan dengan cepat dan panjang.
"... ..." Rokuro memperhatikan Korrina dengan serius sambil mengingat kembali beberapa sihir yang baru saja dia ingat.
"Korrina!" Hana mengacungkan tangan-nya.
"Ya, Hana, ada apa?" Tanya Korrina.
"Apa yang akan terjadi jika sihir Crimson dan Sacred bergabung menjadi satu?"
"Ahhh... Soal itu ya, terkadang kedua sihir memiliki efek dan kemampuan mereka sendiri... Jika digabungkan malah salah satu dari kemampuan mereka akan mendominasi. Misalnya kemampuan Sacred yang dapat menciptakan ilusi, itu artinya sihir Crimson dapat menciptakan ilusi dimana seseorang yang menyentuhnya akan merasakan nyeri dan pegal." Korrina menjelaskan-nya panjang lebar, ia tidak pernah menjelaskan sesuatu langsung kepada intinya.
Waktu istirahat telah tiba, Korrina menghapus papan tulis-nya lalu ia menatap mereka semua, "Pelajaran pertama telah berakhir, kalian boleh istirahat dulu." Kata Korrina yang mulai duduk di kursi-nya sambil menikmati secangkir kopi.
__ADS_1
"Ini adalah jam yang aku tunggu-tunggu!!!" Haruka bangkit dari kursi-nya lalu ia menggendong Honoka yang masih memakan donat itu dengan pelan, menghabiskan satu donat saja bisa memakan waktu selama sepuluh menit karena Haruka memakan-nya dengan pelan dan sedikit demi sedikit.
"Hanacchi, kantin yuk!"
"Ayo, Haruru--- Ehh? Honono masih makan donat daritadi?" Hana tercengang melihat donat yang dimakan oleh Honoka masih tersisa setengah-nya.
"Nyahahahahaha!!! Sudah waktu-nya kita semua untuk menikmati kantin, makanan yang lezat pasti sudah ada di sana...! Mari pengikut cahaya keadilan, aku akan mengantar kalian semua...!!!" Kata Minami sambil menaiki meja itu dengan ekspresi yang terlihat serius, ia mulai tertawa terbahak-bahak.
"Dengan ini aku...! Sebagai ketua dari cahaya keadilan akan menantang kalian semua untuk memakan makanan paling pedas!!!"
Seketika Minami sadar bahwa teman-temannya sudah tidak ada di kelas itu, mereka semua pergi duluan meninggalkan Minami karena dia terlalu bisik, selalu saja membicarakan tentang cahaya keadilan. Kelas terasa hening dan Korrina sedang menahan rasa tawa-nya ketika melihat Minami yang terus berkhyal.
"M... Me... Mereka sudah pergi ke kantin." Kata Korrina sambil menahan rasa tawa-nya.
***
Kantin saat ini sungguh ramai dan dipenuhi oleh murid-murid, Haruka melihat antrian yang cukup panjang untuk memesan sebuah makanan jadi dia lebih memilih untuk menggunakan sihir waktu-nya agar antrian itu bisa secepatnya selesai jadi mereka semua bisa memesan makanan mereka.
Makanan sudah mereka pesan, tanpa basa basi lagi Haruka menyantap semua makanan itu dengan cepat, jiwa legenda yang asli adalah memakan makanan mereka dengan cepat sampai perut mereka sudah tidak muat diisi dengan makanan lagi.
Mereka semua menikmati makanan mereka yang dipenuhi dengan kalori, protein, dan lemak. Honoka sendiri berbeda karena apa yang dia pesan saat ini dipenuhi dengan manisan, dia memakan makanan itu pelan-pelan sampai Minami bersama yang lainnya sudah menghabiskan makanan mereka tetapi Honoka belum karena dia sedang menikmati es krim-nya.
"Mmmm..." Honoka menjilat es krim dengan pelan.
"Imut juga..." Kata Hana sambil mengelus pipi-nya dan Honoka tidak menghiraukan dirinya karena dia sedang fokus menikmati rasa manis dari es krim tersebut.
"Ayo, Honoka. Kita akan terlambat jika kamu terus menikmati makanan itu." Kata Haruka yang mulai menggendong dirinya, mereka semua segera bergegas masuk kembali ke dalam kelas dan melihat Korrina yang sedang menulis di papan tulis.
__ADS_1
"Selamat datang, anak-anak... Mari kita mulai pelajaran yang kedua..."
"...Kerja sama."