
"Kau benar-benar dipenuhi dengan tekad ya...? Apakah sihir es dan kegelapan yang kau miliki itu bisa menghentikan diriku? Tekadmu cukup dalam sekali tetapi tekad dan rasa percaya diri bisa membunuh siapapun ya..." Asriel melesat menuju arah Kuharu lalu ia menggunakan sihir es untuk menciptakan berbagai senjata yang ia lepaskan untuk mencoba melukai Kuharu, ia juga menyempatkan diri untuk melancarkan beberapa serangan tetapi Kuharu menghindari semua serangan itu dengan memperlambat waktu, menghentikan waktu, dan melompati waktu.
Asriel terus melancarkan beberapa serangan ke arah Kuharu sehingga Kuharu terkejut ketika tubuhnya membeku, ia mencoba untuk menyerang Asriel tetapi hasil yang ia dapatkan adalah tubuh yang membeku. Mencoba untuk melarikan diri menggunakan lompatan waktu saja tidak berguna karena wilayah itu dipenuhi dengan angin dan kegelapan yang dapat mengubah apapun menjadi es, Kuharu menoleh ke belakang dan melihat Asriel hampir saja menusuk punggungnya, ia berhasil menghindari serangan itu dan menahannya walaupun kedua lengannya terus membeku.
Kuharu terus melarikan diri selagi memfokuskan satu titik terhadap sihir Crimsonnya, tubuhnya terus dibekukan oleh sihir es Asriel yang berada dimana-mana tetapi Kuharu masih sempat untuk melarikan diri tanpa mengenai luka, kulitnya saja yang terluka karena terkupas oleh es yang sangat dingin itu. Lompatan dan penghentian waktu memberi dirinya waktu untuk melepaskan seluruh sihir es yang membekukan dirinya itu, Kuharu telah mengisi penuh kekuatannya dan ia perlu mengorbankan beberapa sihir waktunya untuk menggunakan sihir Crimson yang memiliki tipe berbeda.
Kuharu menghadapi Asriel lalu mengangkat kedua tangannya sehingga tekanan besar mulai dirasakan oleh Asriel, ia terjatuh di atas tanah dengan tatapan yang terlihat kesal. Asriel mencoba untuk bergerak tetapi ia dalam pengaruh waktu yang berjalan lambat. Kuharu tersenyum lalu ia menggunakan sihir waktunya untuk mengembalikan waktu dan memutarnya kembali, hampir sama seperti [Time Loop] tetapi kemampuan satu ini dapat melukai Asriel dengan membanting tubuhnya dengan daratan beberapa kali.
Kuharu melepaskan gelombang Crimson besar yang mengenai tubuh Asriel, dengan hasil ia terlempar jauh ke belakang. Asriel menyambut Kuharu dari belakang dengan menghantam wajahnya menggunakan kedua tinjunya yang diselimuti dengan es, setelah itu ia melancarkan beberapa serangan yang mengenai tubuh Kuharu sehingga ia tidak bisa melihat pergerakan Asriel dan kemunculan dirinya yang muncul secara tiba-tiba. Serangan es itu melukai Asriel cukup fatal karena seluruh organ dan darah di dalam tubuhnya mulai membeku, ia segera mengundurkan waktu ke awal dimana ia melakukan [Time Loop] kepada Asriel.
Asriel menatap Kuharu kesal, ia merasakan sesuatu yang berbeda tetapi tidak mengingatkannya karena faktor dari pengunduran waktu. Kuharu menatap tajam Asriel dengan ekspresi yang sangat kesal, ia membaca masa depan dan melihat Asriel mencoba untuk melakukan kemampuan yang sama. Ia sepertinya dapat merubah tubuhnya menjadi patung es dan keberadaannya yang sebenarnya berpindah menuju area es dan dingin yang ada, sekarang ia hanya perlu berhati-hati dalam melawan dirinya karena kemampuan untuk membaca masa depan itu tidak bisa ia gunakan secara terus menerus.
__ADS_1
Asriel melesat menuju arah Kuharu dan Kuharu mencoba untuk menghentikan Asriel menggunakan sihir waktu tetapi ia berhasil menghindari kemampuan itu dengan berubah menjadi es lalu menciptakan badai salju dan es yang sangat ekstrim. Kuharu melebarkan matanya untuk membaca masa depan, ia tidak melihat serangan apapun karena badai salju itu terus mengepung dirinya, ia mencoba untuk menghentikan waktu tetapi badai itu tetap membekukan tubuhnya sehingga ia memaksakan tubuhnya untuk mengundurkan waktu kembali.
Dengan hasil genangan darah keluar melalui kedua mata dan mulut Kuharu, Asriel masih mengingat kejadian dimana ia menghadapi Kuharu, secara tiba-tiba Kuharu berdarah dan darah itu berjumlah sangat banyak. Sesuatu pasti terjadi dan Asriel ingat bahwa kemampuan waktu juga memiliki kemampuan yang dapat mengundurkan waktu selama beberapa menit, sepertinya Kuharu terbatas dalam mengontrol sesuatu seperti mengulang kembali waktu, sesuatu yang sangat dilarang dan berbahaya bahkan dapat menyebabkan sesuatu jatuh tidak stabil.
Badai es dan salju itu masih tetap berlanjut, bukan hanya badai yang Kuharu lihat melainkan penglihatannya dipenuhi dengan sesuatu yang terlihat sangat menggelapkan. Kuharu melebarkan matanya ketika melihat banyak sekali Asriel yang bermunculan, ia menghentikan waktu lalu menyerang mereka semua dengan melempar sabit yang terbentuk melalui aura Crimson, semua sabit itu mengenai tubuh Asriel yang tiba-tiba berubah menjadi es yang hancur lalu melepaskan kegelapan untuk menyelimuti tubuhnya bahkan sampai membuat dirinya tidak bisa bergerak, "A-Apagghhh...!?"
Kuharu melepaskan tekanan besar di sekitarnya dan ia bisa melihat beberapa serpihan es di sekitarnya yang membekukan tubuhnya lagi sehingga Asriel yang asli menyambut dirinya dari depan dengan satu pukulan yang terarah ke wajah Kuharu. Satu pukulan mengenai wajahnya bahkan menyebabkan setengah dari kepalanya berubah menjadi es yang retak, es yang retak itu mengeluarkan beberapa darah dan nanah. Lagi-lagi kekuatan yang cukup menyulitkan jika Kuharu terus membiarkan Asriel melukai dirinya seperti ini.
Kuharu melakukan lompatan waktu untuk melarikan diri, ia melepaskan aura Crimson yang membentuk dirinya. Tubuhnya masih belum terbiasa dengan milik Haruka jadi ia tidak bisa menggunakan ilusi, ia hanya perlu mempelajari dan menyempurnakan kemampuan ilusi maka semuanya sudah bisa berjalan dengan lancar. Satu-satunya yang dikhawatirkan oleh Kuharu hanyalah serangan yang berkaitan dengan kecepatan tinggi atau sesuatu yang dapat memutar kembali waktu seperti sihir yang dimiliki oleh Honoka, pengendalian realita.
Kuharu menghapus semua darah yang berada di wajahnya, ia menghela nafas dalam-dalam lalu menghembuskan-nya pelan-pelan, memperingati Asriel bahwa serangan yang selanjutnya bisa saja berakhir dengan sangat fatal. Sebuah es kristal besar di muncul tepat di belakang Kuharu tetapi ia menunjuknya dengan jari telunjuk untuk membakarnya menggunakan api Crimson, Asriel bisa melihatnya dari dalam badai tersebut dan ia mulai berkeringat lalu bertambah fokus karena Kuharu sepertinya akan belajar dari kesalahan yang akan ia buat.
__ADS_1
Badai itu mulai membesar dan melepaskan beberapa kristal es yang dilapisi dengan kegelapan, Kuharu tersenyum lalu mengayunkan kedua lengannya untuk membakar semua es itu tetapi ia masih melihat serangan kegelapan itu. Cara mudahnya adalah menghentikan waktu dan melompatinya untuk menghindari semua serangan itu, "Ckk... Sialan...!" Asriel melihat Kuharu mengalami perpindahan tanpa aba-aba, ia bisa melihat Kuharu melakukan kemampuan waktu itu lagi.
"Asriel... aku mengerti sekarang, cara untuk mengalahkan dirimu...!" Kuharu menunjuk Asriel dengan tatapan yang dipenuhi dengan rasa kesal, ia muak melihat penerus dari masing-masing keturunan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk bisa bertahan sejauh ini melawan sesuatu yang berkaitan dengan waktu, "Jika kau ingin bermain dengan badai maka aku akan menyambut dirimu dengan potensi Crimson lainnya yang tidak bisa Haruka sempurnakan...!"
Tubuh Kuharu melepaskan aura merah yang menciptakan hembusan angin besar bahkan menciptakan badai yang sama besarnya dengan Asriel, Asriel tercengang ketika melihat badai tersebut, ia bisa merasakan tekanan dan rasa nyeri yang menyebar di sekitar tubuhnya, badai itu berhasil mengalahkan badai es yang ia gunakan sehingga Asriel mencoba untuk melarikan diri tetapi beberapa ledakan gelombang yang sama seperti gunung meletus mengenai punggungnya dan meninggalkan luka bakar.
"Ck... Kau terus bertambah kuat maka aku akan coba mencari cara untuk bertambah lebih kuat lagi...!" Asriel melepaskan beberapa sihir kegelapan yang dapat menahan semua badai Crimson itu dan mengubahnya perlahan-lahan menjadi es, dengan hasil es itu mencair dan berubah menjadi air sehingga air itu menciptakan gelombang Crimson besar yang muncul tepat di hadapan Asriel bahkan sampai mendorongnya ke belakang, "A-Apa...?!"
"Tidak berguna... apa yang kau coba lakukan itu tidak ada artinya, Asriel..." Kuharu tersenyum serius karena ia dapat mengubah air yang sudah terkena aliran sihir Crimson menjadi sebuah sihir juga, gelombang air itu bergerak cukup cepat dan Asriel berhasil mengubahnya menjadi es lalu ia mengubahnya menjadi udara dingin yang menyembuhkan beberapa lukanya yang berlambang garis merah, "Sihir dan kemampuan kita sepertinya saling berlawanan, pertarungan ini akan berjalan cukup panjang tetapi aku tidak akan membiarkan dirimu mendapatkan Legend's Boost."
Kuharu menggerakkan jari telunjuknya dan Asriel bisa melihat badai Crimson itu mulai menyebar kemana-mana dan menciptakan beberapa api yang keluar melalui daratan. Hampir sama seperti gunung yang mengalami letusan. Asriel mencoba untuk menghindari tetapi Kuharu menghentikan waktu sehingga ia terkena letusan Crimson itu yang membakar seluruh tubuhnya dan melempar dirinya ke atas langit.
__ADS_1
"Sungguh menyenangkan ya... mendapatkan kembali tubuh Eternal ini di dalam tubuh Haruka yang sudah terkena segel, aku bisa melakukan apapun yang aku mau tanpa harus mengandalkan sihir waktu sekarang. Seranganku bertambah fatal dan aku hanya perlu menunggu ilusi... ya, tubuh ini hanya akan bertambah kuat ketika aku menerima serangan dari mereka! Kemampuan sihir kuno Crimson..."
"...sungguh yang terbaik."