
"Bangsa Legenda, petarung yang dikatakan lahir pertama di dalam dunia ini hanya ditugaskan untuk mencatat sejarah berdasarkan masalah dan konflik yang mereka alami..." Brimgard melihat Shira di hadapannya yang terlihat frustrasi.
"Mungkin sudah saatnya era bangsa Legenda berakhir ketika Zerdian yang akan menjadi ras baru untuk mencatat sejarah!" Tubuh Brimgard melepaskan banyak sekali aura yang berhasil mendorong semua pasukan Touriverse di sekitarnya.
Shira kembali bangkit dari atas tanah tetapi Brimgard sudah berada di hadapannya dengan melancarkan satu pukulan yang menembus tubuhnya itu, ia langsung mengangkat lengan kanannya yang putus karena serangan Brimgard.
"Sudah cukup melempar alam semesta lagi dan lagi, Shiratori Shira!!!" Brimgard melesat ke depan tetapi Haruki langsung melepaskan lubang putih yang mementalkan dirinya ke belakang.
"Bantuan ini... adalah batasan yang menghalangi dirimu, aku tidak menyangka kau akan membutuhkan bantuan hanya untuk mencoba melawan Zerdian seperti diriku."
Arata mendarat di belakang Shira yang terlihat hancur karena kalah melawan Brimgard tanpa perlawanan apapun dengan keseriusan tertentu, "Kau sudah melakukannya dengan baik, Shira."
"Tetapi cobalah untuk tidak bersikap gegabah dan nekat lagi karena taruhannya adalah nyawamu sendiri, kami masih membutuhkan dirimu untuk memancarkan cahaya harapan itu---"
Anacondrai mulai menghantam mereka semua sehingga mengacaukan formasi lainnya karena pergerakan mereka bisa dibilang cukup cepat, dan Shizen tidak bisa mengikutinya satu per satu.
Brimgard dan ketiga Legenda legendaris itu pada akhirnya berpisah sehingga mereka disambut oleh musuh lainnya, tetapi ketika Arata membicarakan sesuatu tentang pancaran cahaya harapan maka Touriverse's Hope kemungkinan akan memberinya jalan.
Arata dan Shira tidak berpisah begitu jauh karena mereka terjatuh di tengah-tengah pasukan Gems yang mengepung mereka semua, "Tetapi bagaimana caranya aku menggunakan Touriverse's hope dalam tengah-tengah Medan perang?"
Shinobu, apakah menurutmu dia masih hidup?" Tanya Arata yang mulai melancarkan beberapa tebasan menuju arah pasukan Gems itu.
"Ya, aku masih bisa merasakan keberadaan aslinya, dia bisa dibilang cukup menakjubkan untuk bisa bertahan melawan Brimgard yang dapat membunuhnya dalam sekejap."
"Mungkin dengan bantuan telepati dari Shinobu, semua pasukan Touriverse dapat memberikan dirimu harapan dan kepercayaan untuk menggunakan Touriverse's Hope...!"
"Ah! Itu ide yang bagus, tetapi posisi Shinobu saat ini jauh sekali mungkin karena ia terlalu sibuk melarikan diri agar tidak ditandai oleh Brimgard."
Anacondrai yang lepas dari perhatian Shizen berhasil menghancurkan berbagai macam formasi dan pertarungan mereka sehingga Zephyra mulai mengangkat kaki kirinya.
"Mungkin sudah saatnya aku mengatur perpindahan acak agar hasilnya bisa terlihat lebih menarik lagi...!" Zephyra menepuk tapaknya dua kali sehingga terjadi perpindahan total dimana mereka semua langsung kebingungan.
Mereka semua kembali berperang lima detik kemudian, bisa dibilang posisi mereka yang sedang melawan satu sama lain tidak berpindah cukup jauh karena Megumi dan Chloe kembali bertemu dengan Memoria.
Tetapi kali ini banyak sekali yang mengganggu, sihir dan serangan fisik serta senjata mulai terjadi dimana-mana sehingga menyebabkan banyak sekali ledakan serta suara bising yang dihasilkan dari benturan tinju dan senjata.
__ADS_1
Pasukan Giblis mulai menerobos semua pertahanan barisan depan sehingga mereka berhasil melompat menuju arah pasukan Kitsuna hanya untuk membunuh mereka satu per satu.
Pasukan Zerdian juga sudah mengacaukan sihir pendukung yang dilepaskan oleh pasukan Malaikat, Mermaid, dan Dryad sampai jumlah mereka terus berkurang drastis.
Koizumi mulai melesat menuju arah beberapa Anacondrai yang mencoba untuk mengacaukan formasi lainnya tetapi ia bisa melihat Beast Kitsuna di hadapannya bersama Skales yang mencoba untuk menghalangi.
Koizumi menginjak kepala Skales lalu ia berputar ke depan sampai berhasil memutuskan kepala Beast Kitsuna itu, dan membunuhnya. Sisanya ia mulai mendarat di atas tubuh Anacondrai itu lalu ia menusuk kedua pedangnya di atas daging ular itu.
"HIIIIISSSSSS!!!" Anacondrai itu mulai berputar di atas daratan untuk mengganggu Koizumi menebas tubuhnya menjadi potongan kecil, ia mulai memegang erat kedua pedangnya lalu maju ke depan sampai kedua bilah itu mulai menyayat dagingnya sampai menjalar luas.
Koizumi muncul di hadapan Anacondrai itu lalu ia menebas wajahnya menggunakan pedang Greed sampai ia menyerap seluruh resistensi yang dimiliki oleh Anacondrai itu.
"Shizen!" Panggil Koizumi yang mulai kembali terbang menuju arah Skales lalu menabrak tubuhnya, setelah itu mereka mulai saling melancarkan beberapa tebasan yang berbenturan tanpa henti.
Shizen melompat ke atas lalu ia melepaskan sihir ledakan yang begitu dahsyat sampai mengubahnya menjadi debu hitam yang tidak menyisakan apapun.
"Demetrio!!!" Shinobu memberikan Demetrio sinyal sehingga ia langsung melepaskan aura coklat yang begitu besar sehingga tubuhnya mulai mengeluarkan banyak sekali tanah.
Tidak lama kemudian, tubuhnya berubah menjadi planet besar sehingga wajahnya muncul dalam planet itu dengan senyuman serius, "Ini adalah kombinasi dari kedua Legenda yang memiliki riwayat bermusuhan!!!"
Demetrio menerima banyak kekuatan cahaya dari Shinobu yang memberikan dirinya kesempatan untuk menindih beberapa Anacondrai sampai mengubah mereka menjadi ular panggang.
Ako dapat melihat Shinobu di atas planet yang terbakar itu, ia hanya bisa menghela nafasnya lega bahwa ia terlihat baik-baik saja dan sekarang dirinya bisa terbang menuju arah Shinobu untuk menanyakan keadaan.
"Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Ako.
"Ya... Koneko aman kok." Shinobu menyentuh helmnya yang langsung terbuka sampai memperlihatkan wajahnya itu.
"Kita hanya perlu mengurus pasukan Anacondrai sebelum mereka melakukan kekacauan lainnya seperti memisahkan para petarung yang sibuk bertarung---" Shinobu melihat seekor Beast Kitsuna mendatangi dirinya.
Untungnya Shinobu bergerak cepat untuk menghantam wajah Beast Kitsuna itu sampai terjatuh, "Kita harus bisa fokus dengan perang Ragnarok ini karena Cyber dapat mengalkulasi seluruh jumlah kedua pihak yang berkurang secara seimbang dan setara."
"Kalau begitu mari kita basmi lebih banyak musuh agar bisa mempertahankan kemenangan itu...!!!" Ako mengeluarkan sebuah senjata yang dapat membentuk menjadi apapun.
"Ya, setuju!" Shinobu mengeluarkan Rapier nya lalu ia bersama Ako turun menuju medan perang untuk mengurusi beberapa Beast Kitsuna.
__ADS_1
Haruki mendarat di atas tanah lalu ia melepaskan satu tebasan yang meluncurkan gelombang lubang hitam ke depan sampai menarik seluruh pasukan yang menghalangi jalannya.
Brimgard dan Haruki langsung berpapasan, melihatnya saja sudah menyebabkan jantung Haruki berdetak cepat sampai keringat mulai berjatuhan dari wajahnya karena ia perlu melawan musuh satu ini.
Musuh yang sudah mengalahkan Shira sampai dirinya langsung mengerahkan kekuatan penuh hanya untuk mencoba melawan Brimgard sesuai dengan kemampuannya sendiri.
"Brimgard, musuhmu adalah diriku sekarang juga...!!!"
Orihime mulai menghindari semua serangan yang dilakukan oleh Asuka dan Akina, kecepatannya sangat unggul dibandingkan mereka semua sampai ia dapat mengakhiri mereka lebih cepat.
Namun, ia menunjukkan kelemahan yang tidak diperlihatkan sama sekali kepada Brimgard karena dirinya masih ingin bermain dengan kedua pasangan malaikat yang tidak normal itu.
"Aku kira Kitsuna akan memberikan kami pertarungan yang cukup menegangkan seperti melawan Neko Legend, tetapi kau hanya mengulurkan waktu sampai Ragnarok selesai." Kata Akina.
"Jadi begitu ya... kalian ingin kehidupan menyedihkan itu untuk habis secepat mungkin agar diriku bisa melihat ekspresi putus asa yang diperlihatkan?" Tanya Orihime yang mulai membuka kipasnya.
"Baiklah, aku akan menerimanya selama kalian masih bisa memberikan kepuasan yang besar untuk diriku sendiri..."
Megumi terpental ke belakang ketika menerima satu serangan gelombang cinta dari Memorial yang menyegarkan lengan kanannya mulai meninggalkan luka bakar sampai ia sekarang tidak merasakan apapun di bekas luka itu.
"Sekali saja kamu terkena oleh serangan cinta maka dirimu tidak akan pernah bisa menggunakannya lagi dalam waktu yang lama..."
"...termasuk dengan menggunakan apapun yang berkaitan sihir atau serangan---" Memoria memunculkan aura pedang di atas tongkatnya itu menahan serangan pedang besar dari Chloe.
Chloe melesat maju ke depan lalu ia mengarahkan perisainya ke depan untuk menahan tembakan gelombang cinta yang dilepaskan oleh Memoria sampai tubuhnya menerima hantaman dari perisainya itu.
Chloe langsung melakukan putaran hanya untuk menendang wajah Memoria sampai ia terdorong ke belakang tetapi sayap kupu-kupu itu membantu dirinya untuk menyeimbangkan tubuhnya.
Memoria melesat melewati Chloe hanya untuk menyerang punggungnya tetapi ia berhasil menggunakan perisai itu untuk menahannya lalu menyerang balik dengan menabrak tubuhnya beberapa kali menggunakan perisai tersebut.
Memoria melepaskan tembakan hati tetapi Chloe muncul di belakang lalu melancarkan tebasan pedang besar itu yang merobek bahu Memoria sampai ia terjatuh di atas tanah.
"Brengsek...!!!" Semua warna merah muda itu sempat berubah menjadi hitam tetapi tongkat Butter membantu dirinya untuk bisa mengendalikan kekuatan Magical Girl.
"Megumi, aku akan menahannya... kau beristirahat saja---" Chloe melihat Megumi yang tidak berdaya langsung dikepung oleh banyak sekali pasukan Witchest.
__ADS_1
"---gawat!"