Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 305 - Kedamaian yang Hangat ini


__ADS_3

"Mempersiapkan...? Apa yang kau maksud, hah!?" Rokuro bangkit dari atas lantai karena ia tidak mau menunggu lebih lama lagi, ia ingin mereka semua bersatu kembali seperti biasanya tanpa Haruka itu dunia terasa kurang karena dia adalah alasan kenapa mereka masih bisa hidup, pahlawan yang tidak ia diakui dan mengakui karena ia hanya melakukannya demi keluarga dan kesamaan terhadap seseorang yang ia percayai.


"Rokuro... tidak, kalian semua lebih baik mendengarkan-ku, apa yang aku bicarakan itu masuk akal dan kalian harus tetap menurut dengan ucapan-ku sampai waktunya tiba." Okaho menatap mereka semua dengan tatapan yang terlihat serius, kedua iris-nya memancarkan cahaya berwarna merah lalu mereka mulai terdiam dan memilih untuk mendengar.


"Aku sudah merencanakan-nya sejak awal, aku memiliki rencana yang sangat sempurna tetapi sayang sekali rencana itu harus menunggu entah itu kapan... tetapi kuncinya adalah terus menunggu. Sejak Kakak tidak sadarkan diri aku sudah merancang sebuah rencana tetapi aku tidak menemukan informasi yang cukup sehingga aku terus menunggu dan mendapatkan berita tentang mesin pemulihan itu dari Mama."


"Mesin pemulihan itu bersama dengan cairan hebat itu masih belum cukup karena mesin itu juga terdapat beberapa penyimpanan... penyimpanan barang yang dapat di ubah menjadi sebuah aura atau cairan yang dapat masuk ke dalam tubuh Kakak, intinya 50 persen yang kita cari itu sangat sulit dan perlu waktu yang cukup lama... aku sendiri tidak yakin bisa berhasil melakukannya sendiri bersama kalian, kita membutuhkan kekuatan orang dewasa."


"Apa yang kau maksud itu? Jelaskan langsung ke intinya." Kata rokuro.


"Penyimpanan yang aku maksud itu seperti mesin juga... cara bekerja-nya seperti mengubah barang menjadi aura dan cairan, kita membutuhkan kristal waktu dan semua benda yang berkaitan dengan waktu. Aku mempunyai beberapa kristal waktu yang diberikan oleh Kakak tetapi aku menggunakannya untuk nanti." Mereka semua sontak kaget ketika mendengarnya karena misi mereka benar-benar sulit ketika Okaho membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan waktu.


"Apakah yang kau maksud tentang benda yang berkaitan dengan waktu itu... benda yang terdapat di Realm of Time?" Tanya Asriel.


"Benar sekali, Realm of Time saat ini sedang tidak stabil... mungkin karena Haruka, kita hanya perlu menunggu sampai wilayah itu kembali stabil dan portal menuju wilayah itu juga... aku tidak tahu cara mengaktifkan-nya, intinya kita harus menunggu sampai wilayah itu kembali stabil." Okaho duduk di atas kasurnya lalu ia membuka jendela agar sinar matahari bisa masuk ke dalam kamar Haruka yang begitu gelap dan dingin.


"Bagaimana caranya kita mengetahui kestabilan dari wilayah itu, nya?" Tanya Minami.


Okaho mengulurkan lengannya ke depan lalu tapaknya mulai mengeluarkan sebuah kubus waktu yang menunjukkan dua warna berbeda, setengahnya berwarna hijau bening dan setengahnya lagi berwarna hitam juga diselimuti dengan kegelapan. Mereka semua menatap kubus itu lalu mencoba untuk menyentuhnya tetapi tidak ada satupun yang terjadi.


"Kita hanya perlu menunggu sampai kubus ini kembali menjadi warna hijau..." Okaho menghilang kubus itu untuk menjaganya dengan baik karena tidak mau kehilangan satu-satunya kunci kesempatan untuk mengembalikan Haruka yaitu kubus waktu.


Mereka mulai menatap Haruka dengan ekspresi yang terlihat serius bahwa mereka berjanji akan mengembalikan dirinya, Okaho sendiri memberitahu mereka untuk tidak memberitahu soal ini kepada orang tua mereka walaupun ia tadi awalnya mengatakan membutuhkan bantuan dari orang tua, ia tidak ingin menyusahkan mereka yang sudah berjuang keras dalam bertarung melawan Zangetsu, urusan Haruka bisa di urus oleh Okaho bersama dengan teman-temannya.


Kou masuk ke dalam ruangan sambil membawa banyak camilan dan minuman, ia tersenyum sambil membuka mulutnya dan memejamkan kedua matanya sehingga Hana sontak kaget ketika di serang dengan keimutan-nya bahkan Minami sendiri mencoba untuk memeluknya lagi tetapi Okaho menarik ekornya karena Kou saat ini sedang kesusahan memegang semua camilan dan minuman itu.

__ADS_1


Mitsuki dan Marie membantu Kou menempatkan semua camilan dan minuman itu di atas karpet sehingga mereka bisa mencium aroma yang lezat di dalam camilan itu, mereka pertama kalinya melihat camilan yang berbentuk seperti bintang angkasa dan planet-planet tetapi memiliki aroma yang lezat.


"Ini camilan apa?" Tanya Mitsuki.


"Ahh, itu camilan yang dibuat oleh Kou." Okaho mengambil satu bintang yang diselimuti dengan selai mangga lalu ia memakannya sehingga ia melebarkan kedua matanya karena rasa yang lidahnya rasakan itu sangat lezat seolah-olah satu gigitan itu mampu mengubah camilan itu menjadi cair dan terasa lebih kenyal.


"Wahhh... Kou masih berusia kecil tetapi bisa memasak ya." Mitsuki mengambil camilan itu lalu ia memakannya, mereka juga mulai memakannya sehingga reaksi yang sama mulai terjadi dimana mereka langsung menghabiskan camilan itu sampai Kou terkekeh sambil mengusap rambutnya sendiri bahwa ia merasa senang melihat semua teman-temannya menikmati camilan yang ia buat.


"Hampir setara dengan masakan Ayah..." Kata Hana.


"Yahh... ini boleh juga tetapi masih belum aku akui dengan kata setara sih." Kata Rokuro.


"Kou, bagaimana cara kamu membuat camilan lezat ini?" Tanya Asriel.


"Kou, ajarkan aku cara membuatnya ya!" Seru Marie.


Kou mengangguk lalu Korrina masuk ke dalam kamar dan melihat mereka semua sepertinya bersenang-senang, ia juga melihat Haruka yang baik-baik saja, "Apakah aku boleh masuk?"


""Silahkan""


Korrina menatap piring besar yang kosong, ia berniat untuk meminta camilan itu tetapi sepertinya mereka sudah menghabiskannya sehingga ia menundukkan kepalanya penuh dengan rasa kecewa karena ia ingin sekali merasakan camilan madu itu, ia menatap Kou yang sedang tersenyum lalu ia menggendong dirinya dan mengingat sesuatu yang sangat penting, sesuatu yang ia lupakan beberapa hari yang lalu karena sibuk bekerja.


"Apakah kalian besok akan datang kembali?" Tanya Korrina.


"Ehh...? Ada apa, Korrina?" Tanya Asriel.

__ADS_1


"Yahhh... ahahaha, seperti pesta dan reuni jika orang tua kalian bisa pergi sih. Intinya besok adalah hari yang besar untuk kita semua, kita akan berpesta seperti dulu lagi dengan tambahan spesial." Korrina tersenyum.


""Tambahan spesial?""


"Beberapa hari yang lalu, Kou baru saja ulang tahun tetapi tidak ada satupun yang merayakannya melainkan Tech, Okaho, dan Honoka saja. Jadi aku berpikir untuk merancang pesta besar-besaran dicampur dengan ulang tahun Kou besok, apakah kalian besok bisa datang ke sini?" 


"Tentu saja bisa!!!" Seru Hana.


"Pesta lagi...! Sudah lama kita tidak berpesta karena banyak yang sibuk, nya!"


"Kami rencananya ingin sering datang hanya untuk bermain dan menjenguk Haruka tetapi besok adalah hari spesial, jelas kita akan langsung datang!" Kata Mitsuki.


"Mama, apakah Mama mengijinkan mereka untuk menginap di sini saja? Mungkin suasana-nya akan lebih ramai, soal pesta itu Mama bisa menyuruh Tech bukan?" Tanya Okaho, Korrina melebarkan matanya karena ia baru saja teringat dengan pilihan itu juga, mungkin jika mereka menginap maka Haruka tidak akan merasa kesepian di kamarnya.


"Tentu saja, kalian bebas untuk menginap kapanpun kok, anggap saja Comi's Corporation sebagai rumah kalian juga ya~ Aku akan menerima kalian semua, tentunya!" Korrina tersenyum, mereka semua mulai merasa senang sehingga tidak ada satupun yang keberatan untuk menginap, awalnya Rokuro tidak ingin menginap tetapi Hana memaksakannya karena ia pasti tidak ingin menginap karena beralasan hanya untuk berlatih di rumahnya sendiri.


"Kalau begitu kami akan pulang untuk mempersiapkan dan meminta ijin---"


"Tidak perlu melakukan itu, kalian duduk tenang saja... aku akan menyuruh Tech dan memberitahu orang tua kalian ya." Korrina memunculkan layar virtual di hadapannya lalu ia menempati Kou di atas lantai dan mengingat sesuatu yang penting juga tenang Kou, "Ahh... Apakah kalian sudah tahu tentang Kou?"


"Kami sudah tahu kok, Kou sendiri yang menceritakannya." Kata Marie.


"Wah, wah... Kou, kamu sudah besar ya..." Korrina mengelus kepala Kou lalu Kou tersenyum sambil memejamkan kedua matanya, "Kalau begitu makan malam akan tiba sebentar lagi, Kou yang akan memasak dan bersiaplah untuk merasakan sensasi yang lebih hebat dari makanan apapun itu..."


"...makanan dengan teman madu!"

__ADS_1


__ADS_2