Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 58 - Istirahat dengan Kehangatan Malam


__ADS_3

Tantangan tiga telah resmi dimenangkan oleh kelas tiga berkat Rexa dan juga bantuan dari kelas empat, kelas tiga bisa menang karena telah menghancurkan dua inti kristal milik kelas satu dan dua sedangkan yang satunya lagi adalah kelas empat dimana inti kristal mereka dihancurkan oleh Shua, Reika sudah mengerti dengan situasi-nya dan ia menerimanya asalkan kelas satu dan dua bisa mati oleh Rexa sendiri.


Reika, Yuno, dan Osamu sudah pasti dikeluarkan dari akademi, tetapi mereka mendapatkan berita yang bagus untuk di dengar bahwa semua peserta kelas satu dan dua telah terbunuh oleh Rexa. Mereka mendapatkan berita itu karena Shua yang menghubungi Reika dengan menggunakan kubus hologram yang mampu menghubungi siapapun dari luar semesta.


Semua keluarga atau seseorang penting yang menunggu Asuka, Rexa, Shua, Akina, dan Ophilia menyambut kedatangan mereka dengan sangat hangat seperti pelukan dan juga terdapat beberapa orang yang meneteskan air mata mereka seperti Shira yang sangat puas dan lega ketika Megumi pulang dengan selamat.


Korrina juga sudah pasti akan merasa terharu terhadap Rexa, mereka semua bisa merasa terharu dan lega bahwa peserta kelas tiga pulang dengan selamat karena semua murid dari akademi itu bisa melihat tantangan ketiga melalui hologram yang diciptakan oleh Morgan. Hologram itu menunjukkan tantangan ketiga sampai akhir, Morgan melihat reuni mereka dan hal itu membuat Morgan merasa cukup terharu dan juga merasa bersalah karena beberapa peserta mati karena mengikuti tantangan ketiga, di saat itulah Morgan sadar bahwa ia melakukan ekspresi yang sangat tidak layak untuk dicoba.


Akademi saat ini mulai kembali semula? Tidak, karena Morgan mengadakan pesta-pesta untuk semua murid agar pikiran dan tubuh mereka tidak terbebani dengan belajar dan juga latihan. Mereka juga membutuhkan refreshing yang sangat besar dan juga menyenangkan. Malam ini dan keesokan hari di waktu malam akan ada pesta makan dan melihat pemandangan luar angkasa yang sangat indah, bahkan keindahannya bisa saja melampaui keindahan bunga sakura.


Malam hari sudah tiba dan sepertinya Shira bersama Megumi datang terlalu cepat sehingga ia tidak melihat orang-orang berkumpul melainkan ia hanya melihat beberapa karpet yang sudah disediakan di atas lantai, letak pesta itu berada di atap akademi yang luas, Shira juga bahkan melihat beberapa pemandu yang sedang menyediakan banyak sekali makanan dan juga memasak banyak sekali makanan. Megumi melihat Naoki yang sedang berdagang ramen dan sepertinya tempat dagang-nya di borong oleh para pemandu dan itu adalah hal yang menguntungkan bagi Naoki, Shira dan Megumi menghampiri Naoki dengan ekspresi yang terlihat senang.


Naoki mulai menatap mereka berdua selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat senang, "Ahh... Kalian sepertinya datang terlalu awal ya. Sepertinya beberapa orang sedang bersiap-siap menggunakan baju formal." Ucap Naoki karena pesta malam ini hampir sama seperti pesta berdansa dan makan-makan selagi melihat pemandangan. Shira dan Megumi memakai baju yang tidak terlihat terlalu formal karena mereka pikir bahwa pesta ini hanya tentang makan-makan dan beristirahat., "Jadi pesta ini harus menggunakan pakaian formal?!" Tanya Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut.


Naoki terkekeh lalu ia menggelengkan kepalanya, "Tidak juga. Pesta ini tidak memiliki peraturan apapun sih, jadi kalian bebas datang menggunakan pakaian apapun asalkan jangan telanjang ya~ Hahaha!" Naoki mulai tertawa dan bercanda, candaan-nya membuat Shira dan Megumi terdiam selagi menunjukkan senyuman yang terpaksa, "Oh iya, setiap tikar terdapat nama juga, jadi kalian carilah tikar yang diberi nama kelas tiga dan itulah tempat kalian untuk beristirahat bersama dengan teman-teman kalian."


"Baiklah, kami mengerti, Naoki. Terima kasih banyak." Megumi tersenyum lalu ia menundukkan kepalanya bersama dengan Shira, mereka berdua pergi mencari tikar kelas tiga. Arata, Akina, dan Ophilia datang dengan baju yang terlihat formal, sepertinya mereka datang untuk berdansa dan juga berpesta seperti di perayaan yang berada di kerjaan. Ophilia dan Akina mulai berjalan pergi meninggalkan Arata karena Arata memiliki pekerjaan dimana ia akan membantu untuk memasak makanan di pesta malam hari ini, "Sampai jumpa nanti ya, Arata~" Ophilia melambaikan tangannya kepada Arata.


"Jangan sampai telat loh!" Ucap Akina. Arata melambaikan tangannya lalu ia berjalan pergi menghampiri tempat pemotongan daging karena ia akan memotong daging-daging itu lalu memasaknya, "Saatnya memasak serta berlatih." Ucap Arata yang mulai memunculkan pedang Wrath-nya di tangan kanannya. Haruki berjalan sendirian di atap sekolah selagi melihat sekeliling karena ia merasa bingung harus pergi kemana, beruntungnya Haruki melihat Asuka dan Chiara yang sedang berjalan menghampiri tikar kelas tiga.


Haruki bergegas menghampiri mereka lalu ia menyapa mereka berdua, "Yo! Sepertinya kalian juga datang ya." Ucap Haruki, Asuka dan Chiara mulai menatap Haruki dengan ekspresi yang berbeda, Asuka memiliki ekspresi yang terlihat seperti biasa dan Chiara terlihat seperti acuh, "Ada apa dengan ekspresinya...?" Ungkap Haruki melihat ekspresi Chiara yang terlihat mengerikan.


"Ahh, Haruki. Sepertinya kau juga ikut dalam merayakan pesta ini ya?" Tanya Asuka dan Haruki hanya bisa mengangguk, "Begitulah."

__ADS_1


"Apakah kau tersesat?" Tanya Asuka.


"Aku hanya bingung dengan tempat kelas tiga." Jawab Haruki sehingga Asuka mulai menunjuk tempat dimana Shira dan yang lainnya berada. Mereka sedang duduk di atas tikar selagi berbicara tentang hal-hal yang menyenangkan dan beberapa dari mereka juga menanyakan tentang tantangan yang mereka ikuti, "Ahh... Itu ya!" Haruki baru saja sadar karena ia tidak menyadari bahwa Shira bersama dengan yang lainnya sedang berada di tempat itu.


"Ayo kita bertemu dengan mereka." Ucap Asuka yang mulai pergi menghampiri Shira bersama dengan Haruki dan Chiara. Haruki menatap Chiara dan ia sebenarnya ingin berbicara dengannya agar Chiara tidak bersikap dingin seperti itu bukan hanya kepada dirinya saja, tetapi kepada semua orang, "Namamu adalah Chiara bukan...? Seorang malaikat yang mengikuti tantangan ke satu. Kau memiliki kekuatan yang luar bisa sehingga mampu membawa kelas tiga kepada kemenangan."


"Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan yaitu menang, aku tidak suka berbicara dengan siapapun termasuk dirimu, Haruki. Aku bukanlah malaikat yang sama lembutnya dengan Asuka." Ucap Chiara dengan nada yang terdengar dingin, Haruka hanya bisa diam dan melihat ekspresi yang terlihat seperti tidak mau diganggu. Mungkin saja Chiara memiliki sesuatu yang menghambat pikirannya sehingga membuat dirinya dingin kepada semua orang kecuali Asuka, "Mohon dimaklumi dengan sikap Chiara ya, Haruki." Asuka terkekeh pelan.


"Tak apa, aku hanya ingin menanyakan tentang permintaan-mu di Solicitation's Order... Apa itu?" Tanya Haruki penasaran karena ia mulai kehabisan bahan pembicaraan untuk bisa membuat Chiara tenang, "Permintaan-ku mudah, menghancurkan semua ras malaikat. Itulah permintaanku." Jawab Chiara sehingga membuat Haruki membulatkan kedua matanya karena permintaan Chiara terdengar cukup berbahaya, dia ini adalah seorang malaikat dan kenapa dia ingin memusnahkan semua ras malaikat, "Kenapa kau memiliki permintaan seperti itu? Apakah kau bodoh atau kepalamu terbentur oleh sesuatu sehingga tujuan-mu itu memusnahkan bangsa malaikat?" Tanya Haruki karena ia tidak bisa berdiam diri mendengar permintaan yang terdengar tidak logis sama sekali.


Chiara mulai merasa kesal mendengar Haruki yang tidak setuju, "Kau mau melawanku---" Asuka mulai membawa menjauh dari Haruki, "Sudah-sudah, Haruki... Lebih baik kau tidak perlu membicarakan Chiara tentang hal-hal aneh atau dia akan mengamuk." Asuka mulai memberi Haruki peringatan, Haruki hanya bisa diam lalu ia pergi meninggalkan mereka berdua dan menghampiri tikar kelas tiga. Ia duduk di tikar satunya lagi karena terdapat dua tikar untuk kelas masing-masing.


Haruki duduk di atas tikar itu lalu ia mulai mengeluarkan sebuah buku tentang sihir dan ia mulai membacanya, Arata menepatkan beberapa makanan di tikar yang Haruki tepati saat ini lalu ia melihat Haruki dimana wajahnya yang cemburu dan terlihat kesal, "Di saat-saat menyenangkan seperti ini... Lebih baik kau beristirahat daripada membaca buku, tubuhmu membutuhkan istirahat." Ucap Arata.


Sebuah portal muncul di sebelah Haruki dan Catherine melompat keluar dari portal tersebut lalu ia duduk di sebelah Haruki yang terlihat damai, "Sepertinya kau masih saja melatih otak-mu di pesta meriah seperti ini." Ucap Catherine yang mulai menutup portal, Haruki hanya bisa diam dan tidak menjawab apapun bahkan ia tidak menggerakkan anggota tubuhnya sedikitpun, "Wahh begitu ya, hebat." Catherine tersenyum seolah-olah ia mendapatkan jawaban dari Haruki, ia mulai menyantap makanan yang sudah tersedia lalu ia mengunyah-nya dengan pelan selagi melihat beberapa orang yang mulai menari mengikuti irama yang dinyanyikan oleh Jorgez.


"Lagu-nya terdengar sangat enak." Catherine mulai menggerakkan tubuhnya selagi mengikuti irama-nya, beberapa orang mulai datang dan sepertinya sebentar lagi tempat itu akan dipenuhi oleh banyak sekali orang karena murid-murid di akademi itu juga mengikuti pesta meriah ini, Agfi dan Rexa tiba di tempat itu lalu mereka duduk di tikar dimana Shira berada, "Agfi, Rexa, kemana Korrina?" Tanya Shira penasaran.


"Mama sepertinya datang terlambat ya? Yahh... Kita tidak tahu sih karena kita tadi tidak bertemu dengannya." Ucap Rexa.


"Yuuki juga sepertinya tidak datang."


"Dia juga pergi entah kemana." Jawab Agfi yang mulai mencicipi pisang goreng yang memiliki saus coklat di atasnya, ia memakan tersebut lalu ia mulai memejamkan kedua matanya selagi tersenyum karena pisang goreng itu terasa sangat lezat dan manis, "Bagaimana dengan tantangan dua...? Apakah sulit?" Tanya Ophilia kepada Shira.

__ADS_1


"Ya, begitulah. Kita bisa menang karena kebersamaan dan kerja sama kita, pada akhirnya... Hanya Arata dan Korrina yang mengakhiri Obelisk dengan serangan kuat mereka sehingga mampu membuat beberapa planet meledak dan berguncang." Jawab Shira, jawabannya mampu membuat Ophilia terkesan dan semakin mencintai Arata karena ia berhasil mengalahkan dewa, "Hebat sekali..." Ophilia tersenyum lebar.


"Aku tidak percaya bahwa Korrina dan Kak Arata akan bekerja sama cukup hebat juga." Akina merasa tidak percaya bahwa mereka berdua akan bekerja sama dengan sangat baik, ia mulai memegang dagunya sehingga Mirai dan Lang datang menghampiri tikar dua dimana Haruki sedang duduk selagi membaca, Lang dan Mirai duduk di atas tikar, "Ahh! Yo, Mirai! Sepertinya kita melakukan yang terbaik dalam menyelesaikan tantangan tiga!" Ucap Ophilia yang mulai mengangkat tangan kanannya.


"Tentu saja. Shua baru saja memberitahu-ku bahwa kalian semua mencurigai diriku sebagai penghianat!" Jawab Mirai, ia mulai menepuk telapak tangan Ophilia menggunakan telapak tangannya, "Ehh?! Bukan aku loh!" Jawab Megumi sehingga Shua duduk di sebelahnya selagi tertawa, "Ahahaha~ Setidaknya kita tidak membuat konflik yang mampu membuat kita terpecah belah, aku senang bahwa semuanya berjalan lancar." Ucap Shua selagi menunjukkan senyuman-nya.


"Kita benar-benar melakukan yang terbaik!" Jawab Rexa yang mulai menepuk punggung Shua dan Shua tersenyum sehingga mereka mulai tertawa. Shizen dan Naoki tiba selagi memegang beberapa mangkuk berisi ramen, "Ayo! Ayo! Makan ramen spesial Naoki, dia bilang bahwa dia akan mentraktir kelas tiga!" Ucap Shizen selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat senang, mereka semua mulai menatap Naoki dengan ekspresi yang terlihat bersemangat, "Makanlah sepuasnya."


"YEEYYYYY!!!" Teriak mereka semua sehingga mereka mulai mengangkat gelas yang terisi jus jeruk, "BERSULANG!!!" Mereka mulai bersulang selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat senang. Sepertinya sebentar lagi pesta akan dimulai dan mereka semua harus makan sepuasnya agar bisa berdansa dan melakukan hal-hal lainnya seperti bersenang-senang.


***


Pesta sudah dimulai dan musik yang terdengar merdu di telinga mereka mulai berjalan sehingga beberapa orang mulai berdansa dan beberapa orang juga sedang memakan makanan mereka, pemandangan terlihat sangat indah dan pemandangan itu terletak tepat di atas langit dimana mereka bisa melihat banyak sekali planet serta bintang-bintang yang memiliki warna berbeda-beda, "Kak Arata masih belum datang ya..." Akina menghela nafasnya.


"Cukup langka untuk tidak melihat gadis pirang itu." Ucap Shizen karena ia sadar bahwa Korrina masih belum datang, dia datang cukup terlambat juga sepertinya padahal ialah yang sangat bersemangat sehingga cerewet terus mengatakan pesta, pesta, pesta sejak siang. Mereka mulai melirik kepada Agfi dan Rexa karena mereka berdua adalah putri dari Korrina Comi, "Kami juga tidak tahu kemana Mama pergi, sepertinya dia masih tidur karena dia bilang ingin tidur siang agar waktu bisa berjalan cukup cepat---"


"Duar~" Korrina mulai menunjukkan seorang bayi kepada mereka semua, mereka mulai terkejut dan sebagian dari kedua mata mereka mulai berbinar-binar ketika melihat seorang bayi yang mulutnya dipenuhi dengan air liurnya, "Guuuuhhh~" Sepertinya Korrina membawa Haruka yang masih bayi ke dalam akademi, mungkin itu yang membuatnya lama karena Korrina harus meminta ijin kepada Morgan untuk bisa membawa Haruka yang sedang diasuh oleh Ibu-nya.


"Ahh! Seorang bayi!?" Megumi mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat senang sehingga kedua matanya mulai berbinar-binar, "Bayiiii!!!" Akina dan Ophilia mulai menunjukkan ekspresi yang sangat senang karena melihat seorang bayi, semua cewe juga bersikap hal yang sama ketika melihat Haruka, "Hehehe~ Imut ya?" Korrina memeluk Haruka selagi menggaruk-garuk kepalanya.


"Ehh? Korrina, ada apa?" Tanya Akina.


"Kau terlihat kesakitan." Ucap Ophilia.

__ADS_1


"Yahh... Arata baru saja memukul kepalaku pakai panci sih, Ahahahaha!" Korrina tertawa sendiri karena ia bisa terluka itu adalah kesalahan yang ia buat sendiri, untung Haruka tidak melihatnya jika dia melihatnya mungkin dia akan menangis.


__ADS_2