
Malam hari telah tiba, kebetulan Arata baru saja selesai menyiapkan semua gaji yang mereka inginkan dan mereka menerimanya dengan sebuah senyuman yang dipenuhi rasa bersyukur. Besok mereka akan melanjutkan pekerjaan mereka menjadi seorang pelayan dan Arata juga tidak lupa untuk memberitahu Honoka bahwa ingin memesan lebih banyak bahan, dengan cepat Honoka menghubungi beberapa orang yang mengantarkan semua bahan yang dibutuhkan oleh Arata dan 10 menit kemudian semua barang itu sudah tiba.
Honoka pulang sendirian sambil memegang semua resep dan hidangan yang diberikan oleh Arata, Honoka merasa tidak sabar untuk memberikan semuanya kepada Kou yang sedang menunggu di rumah. Hana juga berterima kasih sebanyak-banyaknya karena sudah mau membantu pekerjaannya, Marie kebetulan pulang duluan karena ia harus mengikuti rencana Honoka agar Mitsuki dan Asriel bisa pulang bersama karena jalur rumah mereka hampir sama jadi waktu yang pas untuk mereka menghabiskan waktu berduaan di malam hari.
Mereka berjalan berduaan di tengah jalanan yang begitu sepi, tidak ada siapapun kecuali mereka berdua karena semua Legenda saat ini sedang menikmati acara lagu di pusat kota dan kebetulan kontes kekasih juga saat ini sedang dipersiapkan untuk besok. Asriel melihat Mitsuki menggerakkan rambutnya dan merasakan kedinginan ketika hembusan angin sejuk mengenai tubuhnya.
"Dingin?"
"Aku baik-baik saja kok." Ekspresi Mitsuki terlihat seperti mengkhawatirkan sesuatu dan hal itu membuat Asriel langsung sadar.
"Ada apa?"
"Tidak ada..." Mitsuki sebenarnya ingin berjalan pulang sambil merasakan kehangatan dari tangan Asriel, ia mencoba untuk menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan-nya secara pelan, mencoba untuk memberanikan dirinya. Keberanian itu sudah terkumpul di dalam tubuh Mitsuki dan ia sudah siap untuk mengatakannya kepada Asriel.
"A-Asriel... tanganmu..."
Asriel membutuhkan beberapa waktu untuk menyadarinya, ia melihat Mitsuki yang terlihat sangat malu dan mencoba untuk mengatakannya sekali lagi tetapi tidak bisa, melihat pergerakan tangan Mitsuki yang kedinginan membuat Asriel langsung menggenggam tangan kanan-nya, membuat Mitsuki terkejut karena ia baru saja mendapatkan apa yang ia inginkan sebelum sampai rumah, Mitsuki menatap wajah Asriel yang terlihat begitu malu bahkan ia bisa melihat pipinya yang memerah.
Di saat tangan mereka saling menggenggam terdapat sebuah kehangatan yang mereka bagikan, suara hembusan angin terasa lebih tenang dan cukup mendamaikan bagi mereka bahkan membuat detak jantung Asriel terus berdetak tanpa memberi jeda apapun.
"Aku mengalami waktu yang menyenangkan hari ini..."
"Kamu juga bahkan dapat mengalahkan rasa gugupmu itu, baguslah."
"Sebenarnya... aku merasakan waktu yang menyenangkan karena dirimu, Asriel..." Mendengarnya saja membuat Asriel salah tingkah dengan rasa malu yang mengisi tubuhnya.
"Aku sangat senang bahwa kamu mau mengajari diriku sejak itu... bahkan ini pertama kalinya aku menggenggam tangan seorang pria kecuali ayahku... terasa hangat..."
"Uh... um..." Asriel langsung salah tingkah dan merasakan perasaan canggung, tidak bisa mengatakan apapun kecuali melihat sekeliling karena ia tidak mau seseorang melihat dirinya yang sedang menggenggam tangan Mitsuki, melihat Asriel yang sedang salah tingkah membuat Mitsuki terkekeh karena ia terlihat lucu juga ketika sedang merasakan perasaan malu dan canggung.
__ADS_1
***
Mereka berdua pulang dengan selamat dan masih bisa merasa kehangatan yang saling terbagi karena genggam tangan tadi, Asriel saat ini sedang menyendiri di kamarnya, memikirkan tentang Mitsuki karena ia tidak mengerti harus apa selanjutnya. Pikirannya dipenuhi oleh dirinya dan rasa cinta yang pernah diceritakan oleh Chloe bahwa sudah saatnya ia mencari seorang pasangan yang mau menerima dirinya apa ada-nya terutama seorang pasangan yang ingin mendampingi kehidupan dirinya sampai akhir.
"Aku menyukaimu..." Itu kata yang keluar dari Asriel, mencoba untuk berlatih mengungkapkan perasaannya kepada Mitsuki, rasa takut terus memenuhi tubuhnya karena ia tidak bisa mengharapkan apapun ke depannya dari Mitsuki karena ia masih belum begitu mengerti tentang cinta yang ia rasakan dan alami saat ini.
"Aku harus mengatakannya kepada dirinya..." Asriel masih merasakan rasa penolakan di dalam dirinya bahwa ia takut Mitsuki menganggap dirinya sebagai sahabat atau seorang adik, semoga saja ungkapan perasaannya kepada Mitsuki tidak berakhir dengan sia-sia karena ia mengharapkan jawaban yang positif darinya, ia hanya perlu menyiapkan mental untuk menerima jawaban yang keluar darinya, intinya ia harus menggunakan rasa percaya diri dan keberanian untuk menyatakannya.
***
Hari esok telah tiba, seperti biasanya Hana dan yang lainnya bekerja di restoran Arata sampai pukul lima, setelah itu mereka pulang ke rumah mereka masing-masing untuk mandi dan mempersiapkan diri menghadiri kontes kekasih. Kontes yang sangat ditunggu karena terdapat banyak sekali kekasih yang serasi dan imut ditambah lagi dengan pakaian cocok yang mereka sama-sama kenakan, semua kekasih itu sudah berkumpul di ruang ganti karena kontes kekasih sebentar lagi akan dimulai, hanya perlu menunggu para kekasih mengenakan pakaian yang terlihat cocok dan romantis.
"Apakah ini sudah cukup...?" Tanya seorang Legenda yang mempersiapkan panggung, ia sedang membantu Hana mengenai pakaian putrinya yang terlihat sangat menarik perhatian, gaun putih yang terlihat sama persis dengan warna salju putih.
"Wahhh, ternyata pasanganku terlihat begitu cocok dengan pakaian putri ya." Honoka menghampiri Hana dengan pakaian pangeran-nya yang terlihat begitu cocok. Honoka dan Hana sempat mengikuti kontes ini hanya untuk dijadikan sebuah lelucon karena Hana baru saja di jebak oleh Honoka dengan paksaan-nya, Honoka ingin memiliki pengalaman dalam mengikuti kontes ini tetapi ia tidak memiliki kekasih jadi ia memilih Hana saja yang mudah menerima apapun.
"Kau aneh sekali, Honoka... pakaian pangeran itu terlihat sangat cocok denganmu, kenapa kamu lahir menjadi seorang gadis?"
"Aku tidak menyangka pakaian putri sangat cocok denganmu, Hana, terlihat sangat cantik bahkan pasangannya terlihat begitu tampan bukan...? Seorang gadis yang menyamar, semoga saja para juri tidak mengetahuinya." Honoka tertawa, Hana menghela nafas panjang dan tidak bisa melakukan apapun kecuali menerima keadaan yang cukup aneh ini.
"Apakah semuanya akan berjalan dengan baik? Sepertinya semua kekasih sangat serius dalam mengikuti kontes ini, tidak seperti kita... dua gadis... satunya menyamar."
"Tidak apalah, pengalaman baru loh! Aku ingin melakukan ini beberapa tahun yang lalu ketika musim sejuk tiba tetapi masih belum menemukan pasangan." Honoka memeluk Hana erat sehingga ia menghela nafas panjang lalu tersenyum karena ia juga ingin merasakan pengalaman dalam mengikuti kontes kekasih.
"Aku tidak pantas untuk dirimu, Honoka..." Hana terkekeh.
Marie tersenyum lebar ketika melihat Asriel dan Marie mengenakan pakaian yang sangat cocok, seperti pakaian yang saat ini sedang terkenal untuk musim sejuk. Baju yang ditutup dengan jaket juga selendang dan mereka juga menggunakan sarung tangan, membuat semuanya terlihat begitu cocok dan indah.
"Wahhh, kalian terlihat begitu cocok ya~" Kata Marie.
__ADS_1
"Ingat, jangan gugup loh... bisa-bisa kalian tidak memenangkan juara satu, dua, atau tiga." Honoka menghampiri mereka berdua, Asriel langsung memasang wajah datar ketika melihat Honoka yang menyamar menjadi laki-laki, hanya untuk mengikuti kontes ini bersama Hana bahkan Haruka sendiri menyadarinya dan ia menepuk wajahnya karena ia tidak menyangka Honoka baru saja membohongi dirinya, ia awalnya mengira Honoka sudah memiliki seorang pacar.
Kontes kekasih akhirnya di mulai, semua penonton sudah tidak sabar untuk melihat para pasangan yang mengikuti kontes kekasih di musim sejuk ini, sang pembawa acara seperti biasanya membuka kontes ini dengan beberapa perkataan bahwa pemenangan akan ditentukan oleh tiga juri yang akan menilai kecocokan dan pasangan yang terlihat begitu serasi secara keseluruhan, intinya kontes ini bisa dibilang sengit karena seluruh pasangan terlihat cocok.
Setiap pasangan akan memasukkan panggung secara bergiliran dengan pilihan nomor yang mereka ambil, juri memiliki waktu lima menit untuk menilai dan lima menit itu para pasangan menggunakan untuk menunjukkan seluruh pakaian dan sisi romantis mereka, sekarang sudah memasuki nomor lima dan pasangan yang memasuki panggung adalah Rokuro dan Haruka yang terlihat begitu cocok karena mereka mengenakan pakaian pernikahan, seperti suami-istri yang baru saja menikah. Semua penonton mulai bertepuk tangan dan bersorak keras karena mereka terlihat begitu cocok.
Arata tersenyum bangga melihat anaknya yang terlihat sangat cocok menggunakan pakaian pengantin, pasangan lainnya mulai berdatangan sesuai nomor kali ini bagian Honoka dan Hana yang akan memasuki panggung karena nomor yang mereka pilih adalah 17, semua gadis langsung terpesona melihat Honoka yang begitu tampan, mereka tidak mengetahui fakta bahwa dia adalah seorang gadis. Arata dan Ophilia melebarkan mata mereka ketika melihat Hana juga ternyata ikut dan pasangannya itu entah kenapa mirip seperti seseorang.
Honoka mengangkat Hana seperti seorang putri, membuat para penonton bersorak keras bahkan sampai membuat para juri tersenyum karena tertarik. Nomor yang terakhir adalah dua puluh dan itu adalah bagian Asriel bersama Mitsuki untuk mengunjungi panggung, cahaya lampu mulai menyinari panggung dan menunjukkan kedatangan Asriel dan Mitsuki yang mengenakan pakaian yang begitu cocok dan serasi bahkan sampai membuat semua orang bertepuk tangan dan bersorak juga.
Mitsuki tidak sengaja terpelesat tetapi Asriel berhasil menangkap dirinya sehingga ia tidak sengaja memeluk dirinya, membuat para penonton semakin terpesona melihat pasangan di hadapan mereka yang begitu romantis, Asriel bisa dibilang sebagai kekasih yang begitu peduli karena ia berhasil menyelamatkan Mitsuki tadi. Kontes kekasih berakhir dengan semua penonton yang bertepuk tangan sekeras mungkin, hasilnya akan ditentukan oleh para juri yang saat ini sedang berdiskusi.
Membutuhkan waktu 10 menit untuk mendapatkan hasil dari tiga pemenang kontes kekasih ini, para juri baru saja memberikan hasil yang mereka nilai kepada pembaca acara itu. Ia mulai membacanya dan terkejut dengan hasilnya karena ia tidak menyangka pemenang juara ke satu itu ternyata dia, ia mulai memegang erat microphone itu lalu tersenyum lebar.
"Kontes kekasih ini dimenangkan oleh tiga pemenang secara berturut-turut... kontes kekasih tahun ini dimenangkan oleh..."
"...dua pasangan yang terlihat cocok dan serasi..."
"...Honoka Comi dan Shimatsu Mizuhana! Selamat!" Semua orang langsung senang ketika mendengar hasilnya, mereka bersorak keras dan bertepuk tangan bahkan sampai membuat Arata terkejut sedangkan Ophilia hanya bisa tertawa karena lelucon mereka entah kenapa membawa mereka menuju puncak kemenangan yaitu juara satu, Haruka sendiri bahkan tidak menyangka Honoka dan Hana akan memenangkan juara ke satu.
Honoka dan Hana menaiki panggung kembali untuk melambaikan tangan kepada seluruh penonton, Honoka berterima kasih kepada mereka sedangkan Hana merasa malu karena ia tidak menyangka bisa menang bersama Honoka. Masih terdapat dua pemenang tersisa dan pembaca acara itu mulai menunjuk Rokuro dan Haruka yang memenangkan juara kedua sedangkan Asriel dan Mitsuki memenangkan juara ketiga, setidaknya juara tiga itu masih bisa dibilang juara dan Mitsuki merasakan perasaan yang begitu senang.
Mereka tidak begitu peduli siapa yang menang tetapi setidaknya mereka bersenang-senang dengan menjadi pasangan yang serasi untuk hari ini, Honoka dan Hana mulai berbicara bahwa juara satu pantas dimenangkan oleh Rokuro dan Haruka atau Asriel dan Mitsuki tetapi para juri sepertinya melihat Honoka dan Hana sebagai pasangan yang cocok.
"Aneh sekali ya..." Kata Hana.
"Ya... mereka terlihat begitu imut... seharusnya kita tidak melakukan ini tetapi sudah terlanjur, hahaha, kita menang!"
Ketiga pemenang mendapatkan sebuah tiket untuk menikmati film bersama-sama, tiga ruangan privasi yang dapat digunakan untuk melihat film romantis. Mitsuki langsung gugup ketika melihatnya karena besok ia harus menggunakan tiket itu bersama Asriel, menonton film di dalam ruangan privasi sepertinya akan membuat keadaan semakin canggung.
__ADS_1
"Tiket untuk besok ya... apakah kamu mau pergi?" Tanya Asriel.
"Te-Tentu saja..."