
"Golden Life!" Megumi mengubah udara di sekitarnya menjadi kelopak bunga tajam yang melesat maju ke depan.
Diablo menghapus semua itu menggunakan sihirnya lalu ia melompat ke belakang sehingga menghilang, Megumi menoleh ke belakang tetapi wajahnya menerima satu tebasan.
Luka itu bisa terlihat jelas di bagian wajahnya sampai ia merasakan kesakitan dari luka tersebut, Megumi mulai menahan serangan lain Diablo menggunakan cakarnya tetapi Diablo berhasil menghancurkannya menggunakan pedangnya itu.
"... ...!" Megumi mencoba untuk mengubah salah satu lengan Diablo menjadi pohon tetapi ia terlambat untuk melakukan satu karena tubuhnya lumpuh seketika.
Diablo terus melebarkan kedua matanya sampai cahaya merah itu mulai menekan tubuh Megumi sampai ia tidak bisa melakukan apapun kecuali pasrah menerima satu tusukan di bagian perut.
"Uhugh!" Megumi mulai menggerakkan ekornya untuk menangkap leher Diablo tetapi ekornya berhasil di tangkap oleh Diablo.
"Tubuh Legenda ini ternyata cukup menakjubkan bukan...? Aku akan menikmati pertarungan Legendaris ini melawan Neko Legenda pertama yang menandingi diriku secara seimbang...!!!"
Diablo memunculkan dua pedang tulang hitam lalu ia maju ke depan sehingga Megumi memperpanjang cakar emasnya itu mulai melancarkan serangan yang sama ke arah Diablo.
Serangan mereka saling beradu sampai mengeluarkan suara yang begitu bising di sekelilingnya, mampu untuk menghancurkan daratan di sekelilingnya karena kedua tekanan yang saling menabrak satu sama lain.
Diablo mengarahkan satu pedang itu ke arah lehernya tetapi Megumi berhasil menahannya menggunakan kedua cakarnya sampai perutnya menerima satu sentuhan dari kakinya itu.
"Jika cahayamu sudah melampaui level matahari dan semesta... apakah kau dapat menahan rasa panas dari meteorku ini?" Diablo melepaskan meteor besar di perutnya.
BAMMMM!!!
Diablo menjaga jarak dari ledakan yang sangat dahsyat sampai membakar daratan, suhu juga meningkat cukup drastis sampai membakar beberapa Undead Legenda, membuat mereka bertambah lebih kuat.
Diablo tersenyum puas ketika melihat tubuh Megumi terlihat baik-baik walaupun menerima ledakan meteor tadi dari jarak yang begitu dekat, tubuhnya mengeluarkan asap hitam sampai ia menatap kedua tapaknya.
"Kau pasti melupakan kemampuan Golden Life yang aku miliki..."
"...kegunaan dari kekuatan ini berbeda-beda sampai kau mungkin tidak akan mengetahui apa yang dapat Golden Life lakukan selain mengubah dan memasukkan kehidupan."
"Apakah kau berhasil melindungi dirimu sendiri dengan mengubah kulit itu menjadi sangat keras seperti cangkang kura-kura yang diperkuat."
"Sesuai yang aku bayangkan dari raja Iblis, pengalaman itu memang tidak akan pernah bisa mengkhianati hasil dari seorang Legenda yang sudah berusaha." Megumi mulai menajamkan kedua cakarnya lagi.
Diablo maju ke depan lalu ia melancarkan kedua pedang itu ke arahnya tetapi Megumi berhasil menahannya sehingga ia melebarkan matanya ketika satu tulang di dalamnya menerobos keluar melalui punggungnya.
"Urk---" Punggung Megumi langsung menerima satu tusukan dari tulangnya itu sampai ia terpental menuju daratan lalu menerima dua tebasan yang mengenai perutnya.
Megumi terhempas ke belakang dengan menerima serangan yang terasa cukup menyakitkan sampai ia kehilangan banyak darah, untungnya Golden Life dapat membantunya dengan cepat.
Namun, Diablo masih belum selesai menyerang karena ia berhasil menebas pinggang Megumi sampai memuntahkan darahnya, setelah itu ia berputar untuk menendang punggungnya.
Megumi berputar ke belakang lalu ia memancarkan cahaya silau yang berhasil membutakan pandangan Diablo dalam sekejap, ia melesat ke atas langit lalu mengisi Lenergynya penuh untuk melepaskan sihir cahaya.
Mereka mulai mengalami pengaduan serangan menggunakan cakar dan pedang di atas langit sampai pergerakan mereka cukup cepat, pertarungan itu terus berlanjut dimana-mana tanpa henti.
Mereka terus mengadukan serangan itu selagi terbang mengelilingi medan perang itu sampai mengejutkan beberapa Legenda yang sedang fokus bertarung dengan pasukan Undead.
"Aku tidak menyangka Megumi akan menandingi Diablo seperti itu tanpa bantuan Kou sedikit pun." Haruki mulai berbicara.
"Tanpa Founder's Origin, kita juga memiliki kesempatan untuk menandingi dirinya, hanya saja kita pasti akan terus menerima serangan darinya." Jawab Arata selagi memusnahkan semua pasukan Undead itu.
Megumi menoleh ke belakang selagi melarikan diri dari Diablo untuk memikirkan sebuah rencana dan strategi baru karena ia sudah pasti tidak akan terjatuh ke dalam perangkap yang sama.
"Aku perlu memikirkan sesuatu untuk menyentuh dirinya dengan Golden Spirit... jika saja aku melatih kemampuan itu lebih lama maka aku dapat menggunakannya secara pasif tanpa perintah atau sentuhan apapun."
Diablo muncul tepat di hadapan Megumi lalu ia melancarkan beberapa tebasan ke arahnya tetapi ia bisa melihat tubuhnya berubah menjadi cahaya sampai ia tidak dapat merasakan keberadaannya lagi.
Diablo menaikkan alisnya ketika ia melirik ke bawah dan menerima pancaran cahaya yang masuk ke dalam kedua matanya, Megumi sekarang berada di dalam kedua matanya itu dengan melakukan pantulan cahaya.
Megumi melompat keluar dari mata Diablo lalu ia menghantam dagunya cukup keras sehingga Diablo terpental ke atas langit dengan lehernya yang menerima tusukan dari cakar emas itu.
"Serangan tadi tidak buruk!!! Kau memerlukan kekuatan yang lebih besar untuk menumbangkan diriku!" Diablo mengayunkan pedangnya tetapi Megumi berhasil mengubahnya menjadi ranting kecil.
Ranting yang mengenai tubuhnya itu langsung memberikan dirinya kekuatan tetapi Diablo mencengkeram wajah Megumi lalu menendang perutnya menggunakan lututnya.
Setelah itu, ia melempar Megumi menuju daratan dengan melanjutkan serangan lain yaitu melempar beberapa meteor hitam ke arahnya, meteor itu menyebabkan ledakan besar di hadapannya.
Megumi berputar lalu ia mendarat di atas tanah dengan nafas yang terasa berat, kali ini ia bisa merasakan Lenergynya terkuras karena kehilangan ketenangan dan kedamaian melalui jiwa serta pikirannya.
Diablo mendarat tepat di hadapan Megumi yang saat ini sedang menahan perutnya itu, "Sudah lama sekali aku tidak merasakan kesenangan ini ketika melawan bangsa Legenda."
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah memberikan seseorang yang mendapatkan kehormatanku kematian yang sadis..."
"...bangsa Legenda sudah pasti memerlukan kematian yang penuh rasa hormat, itulah kenapa aku akan memberikan kematian penuh kehormatanku padamu, Megumi." Diablo menunjuk dahi Megumi.
Megumi melebarkan kedua matanya sampai cahaya yang ia lepaskan masuk ke dalam mata Diablo lalu membutakannya dalam beberapa detik, setelah itu ia menendang wajah Diablo.
"Apa...?!" Megumi terkejut ketika melihat tendangan itu tidak memberikan efek apapun sampai Diablo saat ini masih berada di posisi yang sama.
"Mari kita ganti giliran." Diablo memegang erat kaki Megumi lalu ia mengangkat tubuhnya untuk membanting dirinya di atas meteor yang ia ciptakan tanpa batas.
Diablo mulai menata ratusan meteor di hadapannya dengan rapi sehingga ia memutarkan tubuh Megumi lalu melemparnya ke depan sampai tubuhnya menabrak semua meteor itu sampai habis.
BAM! BAM! BAM!
Megumi menabrak gunung di belakang sampai ia sadar bagian kanannya mengalami tulang yang patas sampai ia mengingat sebuah kejadian untuk pertama kalinya ia menerima kesakitan yang tidak sembuh.
"Luka ini... muncul kembali sejak ratusan tahun lamanya...? Pertarungan hidup dan mati sejak itu, tulang bagian bahuku yang patah---" Megumi mencoba untuk menyambungkannya kembali.
Ia langsung terjatuh di atas tanah dengan tubuh yang menerima rasa keram sampai ia menggunakan Golden Life untuk memperkuat bekas lukanya itu.
Megumi kembali bangkit dengan kedua lengannya yang ia rentangkan karena masih terasa begitu lemas, "Aku benci untuk mengakuinya..."
"...sepertinya diriku akan kehilangan banyak nyawa jika tidak mencari tahu cara untuk menggunakan Golden Spirit agar bisa memisahkan akar kehidupan itu."
"Kehampaan... Nothingness... Golden Spirit juga kalau tidak salah dapat menciptakan dan menggantikan sesuatu dengan yang baru..."
"...kalau tidak salah Nothingness memang mustahil untuk di hancurkan tetapi aku akan mencoba untuk memindahkan akar itu..."
"...jika tidak bisa maka aku akan memaksa akar kehidupannya pindah ke dalam akar kehidupan ciptaanku sendiri." Ungkap Megumi yang mulai menerima cahaya melalui bunga matahari emas.
Diablo muncul di hadapan Megumi lalu melancarkan satu tebasan sampai menusuk dadanya tetapi tubuhnya langsung berubah menjadi pohon sehingga Megumi yang asli mendarat di belakangnya dengan jubah Kisetsu emas yang sobek.
"Makan ini...!" Megumi membuka mulutnya lebar sampai memunculkan sirkuit sihir emas yang besar.
"...Shining Justice!!!" Mulutnya melepaskan gelombang emas yang begitu tebal ke arah Diablo sampai ia tidak sempat untuk melawan atau menahannya.
Serangan gelombang itu sampai meluncur ke depan, meninggalkan planet Legenia sampai mengenai planet lain lalu menumbuhkan lebih banyak tumbuhan dan hewan emas di dalamnya karena Megumi hanya berniat untuk membunuh Diablo dengan sihir tersebut.
Diablo menerobos ke depan tanpa memedulikan luka yang ia terima dari gelombang itu sehingga ia menusuk mata kanan Megumi menggunakan pedangnya sampai ia terdorong ke belakang.
Diablo muncul di atas Megumi lalu ia mengangkat pedang tulang hitam itu ke atas sampai membesar, setelah itu ia menusuk perutnya cukup dalam lalu melakukan injakan penuh tenaga di atas kenop itu sampai melempar Megumi menuju daratan.
BAAAMMMM!!!
Tubuh Megumi bersama dengan pedang yang menusuk perutnya sempat menciptakan lubang yang begitu besar di dalam sampai nyawanya yang ke sembilan telah hilang.
Otomatis kematian, luka, dan sekarat itu berhasil ia tahan sampai mengaktifkan Legend's Boost di dalam dirinya, Megumi merasakan keberadaan Diablo di hadapannya lalu ia mencakar wajahnya.
Cakaran itu tidak memberikan efek apapun sehingga punggung Megumi menerima tebasan lain dari pedang Diablo, Megumi terjatuh di sebelah gunung yang masih utuh tetapi gunung tersebut hancur ketika Diablo melempar tubuhnya ke arah gunung tersebut.
BAAAMMMM!!!
Megumi melihat Diablo tersenyum di hadapannya tetapi ia membalas senyuman itu dengan mencengkeram wajahnya sampai membanting kepalanya di atas daratan.
Diablo mencoba untuk menyerang kembali tapi Megumi melesat ke atas langit sehingga ia bisa melihat Diablo mulai mengejarnya dari belakang selagi melepaskan beberapa meteor ke arahnya.
Megumi berhasil mengubah semua meteor itu menjadi kelopak bunga yang memperkuat tubuhnya lagi dan lagi, Diablo muncul di hadapan Megumi lalu ia menebas wajahnya sampai tubuhnya terpental ke belakang.
Diablo menjentikkan jarinya sampai menurunkan hujan meteor yang terkumpul ke arah Megumi sampai menabrak tubuhnya, Diablo beruntung bisa mengenakan serangan itu kepada Megumi dimana ketenangannya hilang seketika.
Semua meteor itu meledak sampai menjatuhkan Megumi di atas daratan tanpa sedikit kekuatan dan tenaga tersisa, Diablo mendarat di hadapannya lalu ia bisa melihat Megumi terluka parah.
"Aku harap sekarang kau dapat mengerti situasi yang sedang kau alami saat ini... raja iblis seperti diriku akan membiarkan kesempatan nolmu bertambah."
"Sudah dalam darahku sendiri sebagai bangsa Iblis di dalam tubuh Ancient Legend, aku adalah entitas yang menginjak tingkatan paling tinggi." Diablo mengepalkan tinju kanannya.
"Setelah aku memberikan kematian yang penuh kehormatan untukmu, aku akan memusnahkan semua yang ketahu di tempat ini tanpa menyisakan apapun." Diablo tersenyum serius.
"Aku masih belum selesai..." Megumi kembali bangkit dengan aura emasnya yang muncul sampai membesar sehingga ekornya bergerak cukup cepat.
"...biarkan aku memberikan dirimu pelajaran bahwa keturunan Shiratori tidak mengenal arti dari kata menyerah yang sebenarnya, kita keras kepala soal itu."
"Termasuk diriku, sekuat apapun kalian melalui darah, warisan, atau keturunan maka sebagai bangsa Legenda... kami bertujuan untuk terus bertambah kuat melalui usaha dan kerja keras!"
__ADS_1
"Biarkan aku menunjukkan dirimu tentang bangsa Neko Legenda, usaha yang aku lakukan sejak mengetahui putriku gugur dalam perang melawan dewa agung Oath."
"Aku harus menggantikan dirinya, aku perlu meneruskan semua usaha dan kerja keras itu agar nama dari bangsa Neko Legenda bisa terus di ingat sampai tidak ada lagi yang meremehkannya!"
Kedua lengan Megumi mulai menumbuhkan bulu emas sampai kedua tangannya telah berubah menjadi tangan yang terlihat seperti kucing dengan cakar emas tajam sampai Diablo tersenyum puas melihatnya.
Kedua mata Megumi bertambah semakin tajam ketika ia menatap Diablo sebagai santapannya, rambutnya bertambah semakin panjang dan tajam sehingga taringnya juga ikut memanjang.
"Aku akan menunjukkan inti dari evolusi bangsa Legenda...! Pengalaman! Usaha! Kerja keras!" Megumi memancarkan cahaya yang lebih cerah di bandingkan sebelumnya.
Diablo maju ke depan lalu ia melancarkan dua pedang tulang itu tetapi Megumi berhasil mengubahnya menjadi kupu-kupu, setelah itu ia menahan satu pukulan Diablo lalu menyerang balik dengan memukul wajahnya.
"Fuuuuuhhhhh..." Megumi menarik nafas dalam-dalam lalu mengembusnya pelan sampai menyebabkan aura emasnya bertambah besar.
Melepaskan banyak dorongan sampai menghembus rambut Diablo yang begitu panjang, ia mulai menghalang semua cahaya yang terasa silau baginya sampai ia merasa lebih puas dari sebelumnya karena Megumi benar-benar lawan layak yang ia inginkan.
Megumi berubah menjadi cahaya lalu ia melesat ke depan sampai membentuk kembali lengannya yang mulai menginjak wajahnya sampai ia terpental ke belakang.
Megumi mulai mengikutinya dengan keberadaan cahaya itu sampai Diablo sendiri tidak dapat melihat dan merasakan keberadaannya itu, Megumi membentuk kembali lengannya yang berhasil mencengkeram wajah Diablo.
Megumi melepaskan laser melalui tapak kanannya yang sempat menumbuhkan bunga matahari, laser emas itu mendorong Diablo ke belakang dengan tubuh yang gosong.
Megumi mulai muncul di sekelilingnya Diablo dengan anggota tubuh yang kembali terbentuk selagi melancarkan beberapa serangan yang langsung mengenai tubuhnya itu.
Megumi mengubah udara menjadi pohon emas menggunakan Golden Life sampai batang dari pohon itu menimpa tujuh Diablo sampai ia terjatuh di atas, melihat Megumi berdiri di sebelahnya.
Tubuh Diablo mulai di ikat oleh akar yang memaksa dirinya untuk bangkit sampai perutnya menerima serangan cakar yang menembus perutnya sampai menerobos keluar melalui punggungnya.
"Urgh...!" Diablo mengeluarkan banyak darah melalui mulutnya, serangan Megumi terasa lebih menyakitkan sekarang sampai ia tersenyum serius.
Diablo mencoba untuk menyerang balik tetapi cakar Megumi berhasil melepaskan dorongan yang mampu menghempasnya ke belakang.
Diablo mencoba untuk memunculkan meteor besar lagi tetapi Megumi langsung menendang tapak tangannya itu, mengubah meteor itu menjadi gumpalan cahaya yang menumbuhkan akar sampai menusuk perut Diablo.
Akar itu membawa dirinya ke atas langit dengan tubuh yang menumbuhkan banyak sekali bunga hiasan karena Megumi berhasil mengubah sebagai kulit dan darah Diablo menjadi bunga hias emas.
Semua bunga itu terlepas sampai membentuk tubuh Megumi melalui bunga yang sedang melancarkan satu serangan sampai mengenai dada Diablo lalu menghempasnya ke belakang.
"Haaaahhh..." Megumi menghembus kembali nafas yang ia kumpulkan.
Diablo berhasil melepaskan semua tumbuhan emas yang menempel di tubuhnya, ia mulai memeriksa tubuhnya yang dipenuhi dengan darah, melihatnya saja membuat Diablo ingin menunjukkan kekuatan yang lebih besar.
"Semua peningkatan kekuatan dan kemampuan yang kau dapatkan..."
"...aku perlu menjawabnya dengan senang hati! Bersiaplah, Shiratori Megumi! Pertarungan kita akan bertambah lebih legendaris!!!" Aura Diablo yang berwarna hitam kemerahan mulai membesar.
Aura itu sudah cukup untuk mengguncang Yuusuatouri sampai membuat beberapa Legenda panik karena guncangan yang terasa begitu dahsyat, peperangan antara Legenda dan Undead Legenda juga terlihat tidak stabil.
Megumi merapatkan giginya kesal melihat Diablo meningkatkan semua kekuatannya itu sampai aura dan dorongan yang ia lepas bisa saja mengundurkan apapun tanpa sengaja.
Aura Diablo terus melepaskan gelombang hitam ke atas langit sehingga Megumi terus memperhatikannya selagi memikirkan rencana terakhir untuk menggunakan Golden Spirit agar ia dapat di atasi dengan mudah.
"Dia terlalu berbahaya jika di biarkan seperti ini..." Ungkap Megumi sehingga ia melihat tubuh Diablo bertambah semakin kekar sampai beberapa sirkuit sihir hitam muncul di sekelilingnya.
"Grrgghh!!! ROOOAAGGGHHH!!!" Megumi meraung keras seperti singa sampai cahaya emasnya mulai menyebar ke sekeliling planet Legenia sampai memberikan beberapa benda mati kehidupan emas.
"Maju! Shiratori Megumi!!! Puaskan diriku lebih jauh lagi...!"
Tubuh Megumi melepaskan gelombang cahaya ke atas lalu ia mulai mengepalkan tinju kanannya sampai dirinya menyedot habis semua cahaya yang ia lepaskan melalui auranya sendiri.
Matahari yang ia buat juga sampai padam karena terkumpul di dalam tubuhnya itu, ia mulai merapatkan giginya lalu memancarkan sinar cahaya yang lebih silau melalui kedua matanya itu.
Megumi melesat ke depan dengan kecepatan cahaya penuh sampai Diablo menerima satu pukulan yang menembus perutnya, serangan yang tidak bisa ia lihat bahkan dirinya langsung tercengang ketika merasakan kesakitan itu.
Megumi mengayunkan kedua lengannya itu sampai mencakar tubuh Diablo beberapa kali lalu ia mendorongnya ke atas langit.
Posisi tubuh Diablo mulai terbalik sehingga Megumi muncul di belakangnya selagi menahan kedua kakinya itu dengan akar yang tumbuh melalui kulitnya.
Ia memegang erat celana Diablo lalu menahan kedua pinggangnya menggunakan kedua kakinya yang menumbuhkan akar emas juga, Megumi terbang keluar angkasa dengan kecepatan penuh.
Setelah itu ia mulai terjun kembali menuju daratan dengan kecepatan penuh sampai tubuh mereka semua terbakar, menerima gelombang cahaya yang begitu emas sampai Diablo tidak bisa melakukan serangan apapun.
Semua tubuhnya di kunci oleh Megumi yang berniat untuk membanting ujung kepalanya dengan daratan dari jarak luar angkasa sampai planet Legenia.
__ADS_1
"ROOAAAGGGHHHH...!!!" Megumi melepaskan raungan singa yang mempercepat pergerakannya sampai aura emasnya mulai melambat tombak yang membentuk pohon emas.
"GOLDEN SPEAR...!!!"