
Shinobu, Koizumi, dan Hana hanya bisa terdiam melihat ledakan dahsyat yang terjadi di dalam pelindung itu, cukup kuat sehingga mereka perlu meningkatkan kekuatannya lebih besar lagi agar tidak terlepas.
"Apa yang akan kita jelaskan kepada Hinoka sekarang...?" Tanya Shinobu yang terlihat khawatir karena ia sekarang sudah tidak memiliki seseorang yang begitu dekat dengan dirinya.
Koizumi hanya bisa diam selagi memikirkan cara untuk menjelaskan semua ini kepada Hinoka, memberitahunya sekarang hanya akan menyebabkan amarah yang memuncak sampai ia bisa saja meledakkan siapapun.
"Sudahlah, biarkan saja..." Hana mulai memberikan solusi yang cepat kepada mereka.
Ledakan itu mulai menipis sampai menghilang begitu saja bersama dengan lapisan pelindung itu, "Kita hanya perlu fokus bertarung, tanpa memikirkan siapa saja yang mati..."
"Lebih baik kalian juga membiarkan Hinoka mengetahuinya sendiri." Hana memunculkan kembali Leviathan itu lalu ia melesat menuju arah lain untuk melawan pasukan Kountraverse.
Shinobu dan Koizumi sempat terdiam lalu mereka menatap satu sama lain dengan ekspresi yang kembali terlihat serius, "Mungkin kita bisa menemukan cara lainnya agar ia bisa sadar."
"Iya, jangan sampai dia tahu sekarang saja karena Koneko masih merasa pusing menggunakan The Mind untuk menidurkan dan menenangkan dirinya." Koneko menerima sebuah usapan di kepalanya.
"Kalau begitu, semoga beruntung." Koizumi menepuk punggung Shinobu lalu melesat menuju arah pasukan Ancient Dragon itu lalu melancarkan banyak sekali tebasan yang melepaskan kobaran api.
Shinobu melesat menuju arah lain terapi seseorang langsung melepaskan dorongan yang membentuk tinju menuju arah dirinya, ia langsung berputar ke sebelah kanan karena pendengarannya yang mengetahui serangan mendekat.
"... ..." Shinobu melihat seorang Humanoid dengan kedua kakinya yang berbulu hampir terlihat seperti monster.
"Myrmidon... dan orang tua...?" Myrmidon yang menyerang Shinobu selama ini adalah Ogun yang mengetahui dirinya masih hidup, dan belum dihentikan oleh Brimgard yang masih sibuk melawan ketiga Legenda itu.
"Shinobu Koneko, sesuai dengan informasi yang aku dapatkan... kau memang sebahaya yang dikatakan oleh dirinya, aku tidak menyangka Brimgard akan melepaskan dirimu."
Shinobu mendarat di atas tanah lalu pandangan mereka saling bertemu, "Kultivasi dan seni bela diri kematian... aku perlu berhati-hati dengan serangan tinjunya itu."
"Setidaknya aku harus memancing serangan yang tidak berkaitan dengan pukulan kematian itu, ia dapat mengabaikan apapun itu sampai pukulannya bisa menghancurkan sejarah seseorang."
"Kalau begitu, aku akan menyelesaikan pekerjaan leluhur sekarang juga." Ogun melepaskan kacamata hitamnya lalu ia melakukan kuda-kuda seni bela diri kematian.
"Sakti."
"Ya... kau sudah siap untuk menggunakannya lagi." Sakti siap membantu Shinobu sebagai arwah yang berada di dalam alam gaib memperhatikan dirinya.
"... ..." Shinobu memejamkan kedua matanya lalu ia membukanya lebar sehingga melepaskan pancaran cahaya merah yang berhasil ditahan oleh Ogun menggunakan tapaknya saja.
__ADS_1
***
Ako dan Artemus mulai melesat menuju arah satu sama lain, kali ini Ako memiliki sebuah rencana yang baik dengan Yuffie tetapi dirinya hanya perlu mengulurkan waktu sampai dirinya berhasil menyiapkan semuanya.
Ako mencoba untuk melakukan beberapa serangan menuju arah dirinya yang menghindari semua itu tanpa kesulitan apapun, "Kau tidak akan pernah bisa mengenai diriku dengan kecepatan lambat itu...!"
"Dasar sialan, apakah melarikan diri memang sangat cocok untuk pengecut seperti dirimu!? Harga diriku sebagai bangsa Legenda merasa malu ketika melihat lawannya terus melarikan diri...!!!"
Yuffie terus memperhatikan pola serangan dan pergerakan yang dilakukan oleh Artemus, ia mulai memegang erat alat yang sudah ia persiapkan agar bisa menghentikan kecepatan yang terus bertambah itu.
"Jika aku berhasil membatasi pergerakan dirinya dengan menjebaknya di dalam sebuah arena kecil maka semua itu akan membantu kita melawan balik kecepatannya..." Yuffie melihat alat di tangan kanannya mulai menyala.
Perut Ako menerima satu pukulan dari Artemus lalu pipi kanannya juga langsung robek ketika menerima sebuah cakram yang sempat melewati dirinya, "Sekarang kita berada di dalam situasi yang sama ya..."
"Apa...!?" Artemus dikejutkan dengan Yuffie yang menekan tombol alat itu sehingga memunculkan banyak sekali sel penjara yang tercipta dari laser merah di sekitar dirinya sehingga ia memiliki batasan untuk melarikan diri.
"Hahaha... sekarang kau tidak bisa seenaknya melarikan diri kemana-mana, sialan!"
"Begitu ya, rencana yang sangat baik... tetapi sekarang kau tidak akan pernah bisa melarikan diri!"
"Aku sudah siap sejak awal, cara bertarungku tidak seperti dirimu yang selalu melarikan diri! Satu lawan satu saja sudah cukup...!!!" Ako dan Artemus melesat menuju arah satu sama lain lalu melancarkan beberapa serangan senjata yang saling berbenturan.
"Aaaagggghhh...!!!" Artemus meringis kesakitan sampai ia sadar bahwa dirinya tidak bisa melarikan diri kemanapun karena Yuffie sudah menjebak mereka di dalam sel tersebut.
Kecepatan Artemus mulai membantu dirinya untuk terus mendorong Ako sampai punggungnya menerima sengatan, "Sepertinya rencanamu hanya akan membunuh dirimu juga...!!!"
Artemus melancarkan satu serangan cakram yang berhasil Ako tangkap menggunakan tapak kirinya, "Aku tidak akan terjatuh semudah itu karena tujuanku adalah bertahan hidup, dan membunuh mereka yang mencoba menghalangi diriku!"
Ako melancarkan satu tebasan yang mengenai dada Artemus sampai ia terpental ke belakang dengan luka tebasan yang mengeluarkan banyak sekali darah, "Aku akan memutar balik meja tersebut...!"
Ako melesat menuju arah Artemus lalu ia melancarkan banyak sekali tebasan menuju arah Artemus yang mulai menahannya menggunakan cakram itu tetapi ia dapat merasakan daya kekuatan Ako melonjak besar.
Ako melakukan satu putaran yang berhasil mengenai perut Artemus sampai ia terpental ke belakang lalu mengenai sel yang menyengat seluruh tubuhnya.
"Satu serangan lagi...!!!" Ako melancarkan satu tebasan menuju arah lehernya tetapi sel laser yang menjebak mereka menghilang seketika sampai Yuffie terkejut ketika melihatnya.
Artemus tersenyum lalu ia menghantam perut Ako cukup dalam sampai ia memuntahkan banyak darah, "Hahaha...! Sekarang aku bisa melarikan diri lagi sesuka mung---"
__ADS_1
Ako meludah darah yang berada di dalam mulutnya ke arah wajah Artemus sampai menghalangi pandangan, ia juga langsung mengunci tubuhnya dari belakang agar tidak bisa melarikan diri lagi.
"Menyedihkan sekali ya... rencana tadi yang berbentuk sel penjara hanya sekedar tahapan yang dapat membawa diriku menuju rencana utama dimana kau tidak akan pernah bisa lepas dari kuncian ini."
"Sekarang kau tidak bisa menggunakan rencana pengecut itu dengan melarikan diri lagi dan lagi, sungguh menyedihkan...!!!" Aura dari tubuh Ako mulai menyelimuti tubuh Artemus sampai menghentikan seluruh pergerakannya.
"A-Apa...!? Apa yang kau lakukan...!?!?"
"Soul Manipulation: Burning Displacement!!!" Ako menggunakan sihir yang memisahkan jiwa Artemus dari tubuhnya lalu membakar tubuh aslinya beserta jiwa musuh tersebut secara terus menerus sehingga tak tersisa.
Yuffie hanya bisa melihat dari jauh bahwa Ako melakukan pekerjaannya dengan baik, ia hanya bisa mengangguk kepada Ako yang berhasil membunuh Artemus lalu mundur hanya untuk melawan pasukan lain.
Ako mulai melesat menuju arah pasukan Sephira Hybrid hanya untuk melampiaskan rasa kesalnya kepada mereka yang selalu melarikan diri ketika mencoba untuk melawan musuhnya sendiri.
Di sisi lainnya, ketiga Legenda legendaris itu masih melawan Brimgard yang terus menahan serangan mereka menggunakan kedua lengannya itu.
"Mari, Arata, Haruki...!!!" Seru Shira yang mempercepat pergerakannya sampai Brimgard mulai menggunakan sihir Null Energy untuk menyelimuti tubuhnya.
Arata dan Haruki melesat ke atas langit hanya untuk membiarkan Shira yang sudah menekan Brimgard menggunakan kecepatannya itu yang tak terhitung, Arata membakar pedang God Slayer itu menggunakan kobaran api neraka.
Haruki menciptakan pusaran lubang hitam melalui tapak kirinya, mereka dapat melihat sinyal yang diberikan oleh Shira dimana dirinya langsung menahan tubuh Brimgard lalu menguncinya dengan menahan kedua lengannya dari belakang.
Haruki dan Arata melepaskan serangan sihir mereka menuju arah Brimgard, tetapi ia langsung menyerang balik dengan melepaskan materi gelap melalui mulutnya sampai menghempas semua sihir itu.
Materi gelap itu juga langsung memisah sampai menghantam tubuh Arata dan Haruki lalu melemparnya menuju arah lain, Brimgard menggunakan kedua lengan tambahan hanya untuk mengangkat tubuh Shira lalu membantingnya di atas tanah.
Haruki dan Arata langsung menabrak tubuh Brimgard sehingga ia terdorong ke belakang lalu menerima beberapa tebasan pedang dari mereka yang terus mengayunkannya tanpa henti.
***
Grace yang masih menerima berlian lubang hitam di keningnya mulai menggunakan kekuatan itu sepuas mungkin sampai menyedot banyak sekali pasukan Malaikat dan Mermaid yang terus mendukung pasukan Touriverse.
"Bone step...!!!" Yusa menginjak daratan cukup dalam sehingga memunculkan banyak sekali tulang tajam yang mengejar Grace.
Semua tulang itu langsung lenyap ketika Grace melancarkan tebasan lubang hitam menggunakan pedang berliannya yang panjang, "Kita bertemu lagi---"
"MATI...!!!" Vania melancarkan satu hantaman kapak yang diselimuti dengan darah menuju arah Grace tetapi ia berhasil melompat ke belakang untuk menghindari.
__ADS_1
"Iblis dan Vampir..."
"...ini adalah tiket kalian untuk pergi menuju neraka lapisan terdalam!"