
Yuuna melebarkan matanya ketika ia melihat Kou yang dikepung dengan berbagai arwah dan ras Astral, mungkin itu hanya firasat-nya tetapi penglihatannya tidak menipu diri bahwa Kou benar-benar ras Astral yang mengerikan sampai ia memiliki banyak arwah yang mengelilingi dirinya bahkan ia juga bisa melihat arwah Korrina yang sangat besar sedang melindungi Kou dengan menyelimuti tubuhnya dengan kedua tapaknya itu.
"A-Ada apa ini...? Aku tidak pernah melihat arwah sebesar itu... bukan ukurannya yang membuatku terkejut tetapi banyak sekali... arwah dan Astral itu seolah-olah tidak bergerak karena mereka bertujuan untuk melihat Kou dan melindungi dirinya tetapi Kou tidak membutuhkan perlindungan mereka karena pikirannya sendiri sudah mampu menyelamatkan dirinya dari segala bahaya." Ungkap Yuuna, ia melihat arwah itu menghilang seketika tetapi ia masih bisa melihat arwah keturunan Comi yang berada di belakang dan atas Kou.
Garis keturunan evolusi benar-benar mengerikan, semua arwah itu seolah-olah melindungi Yuuna dan menatap arwahnya sendiri, tatapan yang terlihat mematikan sama ia bergetar untuk sementara tetapi memilih untuk melawannya sehingga ia maju ke arah Yuuna lalu mengeluarkan kedua senapan-nya untuk menembak Kou tetapi senapan itu terbang ke atas langit, pikiran Yuuna mengalami penolakan sehingga serangan yang coba ia lakukan berakhir gagal lagi dan lagi.
Yuuna menggunakan cara lain sekarang dimana ia menggunakan sihir Saint Soul-nya untuk mengumpulkan berbagai arwah di sekitarnya untuk mengontrol tubuh Kou tetapi Yuuna di beri kejutan oleh kemampuan Astral Kou dimana ia dapat mengeluarkan versi dirinya yang berbeda, ras Eternal Kou keluar melalui punggungnya lalu menghantam semua arwah itu dan memberi Kou tenaga sampai ia tersenyum dan melompat-lompat karena arwah yang ia makan memberi dirinya tenaga yang sangat besar.
"Tidak salah lagi... kemampuan ras Astral-nya juga sangat hebat dan natural, ras Astral yang digabungkan menjadi satu dengan ras Eternal. Ia mengalahkan semua roh dan arwah itu hanya untuk dijadikan sebagai makanan bagi Kou dan arwah sepertinya dapat meningkatkan tenaga dan memulihkan kembali tenaga yang tersia-siakan." Ungkap Yuuna, ia melihat Kou tidak bergerak sama sekali karena ia sedang berputar di posisi sambil bermain-main dengan kupu-kupu di sekitarnya. Ras Eternal Kou masuk ke kembali ke dalam tubuhnya dan jarak dekat seperti bukanlah pilihan yang tepat untuk melawan Kou.
Serangan terhebatnya terbagi menjadi dua, dalam jarak jauh atau beberapa meter saja Kou sudah bisa mengendalikan pikiran Yuuna dan ketika ia mencoba untuk mendekati dirinya maka Eternal Kou akan bertindak, Okaho bisa melihat ras Eternal milik Kou dan ia merasa ragu kenapa Kou tidak menggunakan kemampuan itu kepada Arata dan Shira, kemungkinan besar Eternal Kou hanya digunakan pada situasi darurat dan menguntungkan untuk Kou ketika ia menemukan bermacam-macam roh dan arwah.
Yuuna melesat menuju arah Kou lalu ia melancarkan beberapa serangan ke arah dirinya tetapi serangannya meleset beberapa kali sehingga ia menggunakan sihir arwahnya untuk mengontrol tubuh Yuuna tetapi gagal, sihir arwahnya itu tidak terlalu membantu karena ketika ia mencoba untuk mengeluarkan sihir, Kou mengubah pikirannya dan pikirannya itu memberitahu Yuuna untuk melarang dirinya dalam menggunakan sihir, tubuhnya langsung mengikuti dirinya dan ia juga langsung sadar ketika pikiran itu terselesaikan.
"D-Dia... benar-benar kuat...!" Yuuna melebarkan matanya, ia mencoba untuk berpikir keras dan ia juga tidak harus mengkhawatirkan Kou yang akan menyerang dirinya karena ia tidak memiliki kekuatan apapun tetapi kekuatan pikirannya sangat mendadak dan tidak terlihat sama sekali, Yuuna masih berada di dalam posisi jauh dari kata menyerah, ia melakukan serangan lainnya tetapi serangan yang ia lakukan malah melesat sehingga berakhir memukul dirinya sendiri.
__ADS_1
Dalam sudut pandang mereka, itu terlihat seperti Yuuna mencoba untuk melawan dirinya sendiri dan Kou terlihat seperti menikmati kehidupan damainya dengan bermain bersama kupu-kupu selagi menikmati crepesnya, ia juga sampai menempati kupu-kupu itu ke dalam bunga lalu tersenyum lebar.
Pertarungan melawan Kou semuanya berjalan sama dan itu membuat mereka yakin bahwa Kou tidak memiliki kelemahan apapun kecuali dirinya sendiri, pertarungan berakhir dimana Kou menatap Yuuna lalu Yuuna mengepalkan tinju kanannya dan menghantam dirinya sendiri sampai ia terjatuh.
Kou menghampiri dirinya lalu ia mengeluarkan sebuah layar yang memiliki tulisan, 'Kakak sangat hebat dalam menggunakan sihir arwah dan roh, ras Eternalku yang bernama Koko sampai bertambah kuat dan sudah sepenuh siap untuk melindungi diriku, tehe~ Sayang sekali, kita akhiri pertarungan ini sekarang juga karena aku sudah tidak bisa melanjutkan-nya lebih lama lagi.'
Yuuna tersenyum lalu ia mengakui kekalahannya karena ia sendiri sudah kehabisan ide dan cara untuk mengalahkan Kou, ia benar-benar kuat bahkan Okaho memberitahu dirinya Arata dan Shira kalah melawan Kou dalam pertarungan tanpa harus menahan diri. Kou membantu Yuuna untuk berdiri dan sekarang ia percaya bahwa generasi baru adalah generasi yang seharusnya meneruskan generasi sebelumnya, ia mempercayai Mitsuki dan Marie pasti akan menyelamatkan Haruka dan menghentikan Kuharu.
"Lain kali berkunjung ke sini lagi ya, Kou~ Aku akan coba mengajari dirimu beberapa hal tentang Astral." Kata Yuuna, Kou tersenyum lalu ia melompat-lompat penuh dengan kesenangan karena ia sudah berpikir itu sejak awal, ia ingin bertarung melawan Yuuna lagi dan semua Legenda yang ada termasuk Ayah Asriel yaitu Haruki yang saat ini sedang tidak ada.
Mereka tidak lupa untuk berpamitan dengan Yuuna, mereka semua sekarang sudah mendapatkan izin untuk pergi, itu artinya perjalanan menuju Realm of Time akan terjadi sebentar lagi. Okaho mulai mencatat jadwal dan memikirkan rencana penting dimana mereka harus tetap waspada dengan sekitar karena itu adalah wilayah Kuharu, sesuatu yang buruk bisa terjadi tanpa harus menunggu aba-aba.
Rokuro, Asriel, Minami, dan Marie saat ini sedang berlatih di ruang tanpa waktu dimana mereka bisa menghabisi banyak waktu disana karena satu detik itu berjalan seperti satu jam disana. Mereka membutuhkan dua hari untuk berlatih di sana dan ruangan itu sangat efektif untuk mempercepat latihan, Kou saat ini sedang tidur karena ia membutuhkan istirahat penuh untuk bertarung, ia juga ditemani oleh Honoka yang sedang membaca beberapa buku sihir yang ditulis oleh Korrina.
Waktu terus berlalu dan Okaho berpikir keras untuk merancang sebuah rencana sehingga ia mulai mengumpulkan beberapa kubus waktu, ia hanya mendapatkan tiga karena Haruka meninggalkan tiga kubus waktu untuk dirinya sehingga ia memberikan ketiga kubus itu kepada Rokuro dan Asriel karena mereka pasti akan menjaga kubus waktu itu dengan benar, Okaho memberitahu mereka bahwa kubus waktu itu dapat mengembalikan mereka menuju dunia ini.
__ADS_1
"Gunakan kubus itu jika terjadi sesuatu... kita akan membagi tim jika sesuatu yang buruk terjadi, tiga tim dengan tiga orang. Aku, Minami, dan Kou akan berpasangan dalam satu tim." Mereka semua langsung terkejut ketika mendengar Kou yang berpasangan dengan Okaho karena mereka juga ingin pergi bersama Kou karena ia bisa disebut sebagai kunci kemenangan dan harapan untuk menyelamatkan mereka.
"Ehhh... Ayolah, aku juga ingin bersama Kou!" Kata Hana.
"Aku juga... kekuatan pikirannya itu dapat menyelamatkan kita semua loh!" Kata Mitsuki.
"Iya-iya!" Kata Marie.
Mereka semua mulai protes kecuali Rokuro, perdebatan dimulai dan Rokuro langsung mengerang keras karena ia merasa sangat kesal bahwa waktu di siakan karena perdebatan yang tidak berguna seperti ini, mereka seharusnya menerima apa adanya dan berusaha seperti seorang Legenda sejati dimana mereka tidak akan memandang kawan atau tim, Kou bisa mendengarnya dan ia langsung bertepuk tangan sambil tertawa karena ia bisa membaca pikiran mereka semua, Rokuro menarik perhatian Kou karena ia terlalu banyak memikirkan Haruka.
Mereka semua mengangguk dan mengerti kenapa Kou berpasangan dengan Okaho, ia membutuhkan seorang Kakak yang peduli di sisinya agar ia bisa memberi beberapa obatan dan suntikan secara rutin. Mereka menerimanya sehingga Okaho berjanji kepada mereka akan memberikan kristal waktu yang dapat membantu mereka bebas dari sihir waktu milik Kuharu, mereka semua setuju dan mereka akan pergi dua dari sekarang.
Dua hari itu mereka habiskan dengan merancang rencana dan berlatih habis-habisan, sekarang adalah hari yang tepat untuk pergi menuju wilayah itu. Kou memasukkan sebuah kubus waktu ke dalam mesin portal lalu ia menekan beberapa tombol dan menarik sebuah tuas dimana mesin itu mengeluarkan sebuah portal berwarna hijau yang cukup besar.
"Baiklah, kita berhasil... mari kita bergegas." Okaho mengambil kubus waktu tersebut lalu ia menghadapi Asriel dan Rokuro sambil mengulurkan lengan kanan mereka yang sedang memegang kubus waktu itu.
__ADS_1
"Kita adalah penerus orang tua kita dan masalah kecil seperti ini harus secepatnya di selesaikan sebelum bertambah buruk, mari kita berharap bahwa semua ini berjalan dengan baik." Ucap Okaho, mereka semua mengangguk.
""Mari kita berangkat!!!""