
"Gawat... ini benar-benar gawat, aku bisa melihat semua serangan laser dan rudal itu sudah dilepaskan oleh pesawat ini, bumi dalam bahaya." Kata Konomi yang melihat serangan tadi melalui jendela besar di sebelahnya.
"Sialan...! Apakah kita tidak bisa menggunakan cara yang sebenarnya...?!" Tanya Koizumi yang mulai menghantam tembok di sebelah untuk mengukur daya tahannya dan ternyata tembok itu berhasil menahan serangannya.
"Tidak mungkin Manusia dapat menciptakan sesuatu sekuat ini..." Koizumi terus menghantam tembok itu beberapa kali tetapi pukulannya bisa merasa sensasi yang lembut ketika mencoba untuk menyerangnya.
"Kamu tidak bisa menghubungi Shinobu?" Tanya Aditya yang sedang berlindung di balik tembok untuk menunggu waktu yang pas sampai pasukan aliansi kehabisan amunisi.
"Mungkin karena kita berada di dalam pesawat luar angkasa ini, sistem Cyber menerima gangguan yang berkemungkinan seorang tentara berada di balik semua ini..."
"...aku dengar Manusia memang mahir dalam sistem dan tentunya merusaknya sehingga dapat mengakses isinya, aku segera menghancurkan kacamatanya itu ketika Cyber mengeluarkan suara yang tidak jelas."
"Apa yang akan kita lakukan--- Juggernaut dalam perjalanan...!!!" Peringat Andrian yang melepaskan Garuda ke depan tetapi Juggernaut itu terus menerobos ke depan sampai menghancurkan perisai yang digunakan oleh Wilhelm.
Koizumi menjatuhkan sniper yang ia pegang lalu ia menahan tabrakan Juggernaut itu sehingga beban yang ia rasakan tidak begitu berat tetapi ia dapat merasakan sumber energi sihir dalam Juggernaut itu.
"Cepat maju... aku akan menyusul ketika selesai mengurus Juggernaut ini." Peringat Koizumi yang langsung mengangkat tubuh tentara di dalam Juggernaut itu lalu melemparnya ke arah tembok.
"Lorong aman! Maju!" Perintah Aditya yang mulai mencari sebuah ruangan dengan persenjataan tinggi, akan lebih membantu lagi jika mereka bisa mengenakan Juggernaut itu.
"Apakah kita akan mengganti rencana dengan mencoba untuk menerobos masuk ke dalam ruangan persenjataan mereka untuk merebut Juggernaut---"
"Oi! Awas!" Konomi mendorong ketiga Manusia itu hanya mengambil Juggernaut yang Koizumi lempar kepada mereka karena ia baru saja berhasil mengeluarkan seseorang dari dalamnya.
"Gunakan pakaian itu...! Lebih baik kalian Manusia mengutamakan senjata dan perlindungan yang kalian kenakan untuk bisa sampai menuju pusat ruangan!!!" Suruh Koizumi yang mulai menahan serangan Manusia di depannya.
Manusia itu yang dilempar menuju tembok terpaksa untuk menggunakan barang yang diberikan oleh Mitler yaitu sebuah suntikan berisi cairan Mana dengan campuran sumber energi Malaikat dan Elf.
"Kau tidak akan aku biarkan...!" Koizumi melangkah maju menuju Manusia yang mencoba untuk menyuntik lehernya tetapi pergerakannya langsung berhenti ketika sebuah pintu besi muncul di depannya.
Koizumi terjebak dalam lorong kecil yang dihalangi oleh pintu di bagian depan dan belakang, atap dari lorong itu juga mengeluarkan sebuah speaker yang melepaskan suara sangat kencang sampai ia mulai menghancurkan speaker itu dengan cepat.
Pintu di hadapan Koizumi berhasil di dobrak oleh Manusia yang berhasil menyuntik dirinya sendiri, kedua matanya memancarkan cahaya biru bahkan tubuhnya membesar dan berotot karena menerima cairan itu.
"Aku dengar Manusia memang bisa bertambah kuat dengan meminum obat dan mengonsumsi sesuatu yang dinamakan narkoba..." Koizumi menghindari semua pukulan Manusia yang menantang dirinya satu lawan satu.
"Tetapi bangsa Legenda seperti diriku sudah bisa bertarung secara langsung dengan Dewa...!" Koizumi menunduk untuk menghindari beberapa pukulan dari manusia itu lalu ia menyerang balik dengan memukul wajahnya itu.
"Agh...!!!"
Mitler terus memperhatikan rekaman pertarungan Koizumi melawan Manusia yang sudah mencoba suntikan itu, seharusnya dirinya memiliki fisik yang unggul sekarang untuk menghadapi seorang Legenda tetapi hasilnya tetap berat sebelah.
Pukulan tadi membuat Manusia itu pusing karena serangan tadi mempengaruhi langsung kepada otaknya, Koizumi tidak memberinya nafas dan langsung memukul wajah Manusia itu beberapa kali.
"Hah!" Koizumi memukul dada Manusia itu lalu ia melanjutkan dengan melepaskan lima pukulan cepat kepada wajah Manusia itu sampai terdorong sampai menabrak tembok di belakangnya.
Manusia itu kembali sadarkan diri, ia melihat Koizumi mendekati dirinya dan itu adalah kesempatan untuk melakukan serangan pukulan yang mengarah kepada lehernya.
Koizumi menunduk lalu menghantam perut Manusia itu sampai ia memuntahkan darah dari mulutnya, setelah serangan tadi terkena ia langsung memukul wajahnya sekeras mungkin sampai menghancurkan semua giginya.
Koizumi tidak memberikan nafas apapun, ia menghantam perut Manusia itu sekali lalu dilanjutkan dengan pukulan yang ia arahkan ke atas sampai mengenai dagu Manusia itu lalu menghancurkannya.
Manusia itu melancarkan satu pukulan yang mengenai bahunya tetapi tenaga dari pukulan itu sangat kecil sampai memberikan Koizumi celah di bagian perut Manusia itu dengan menghantamnya beberapa kali.
__ADS_1
"Jyahh...!!!" Koizumi menghantam pinggang Manusia itu sampai ia mulai menerima banyak kerusakan di bagian anggota tubuhnya.
Pukulan tadi adalah awal kombinasi yang ia gunakan, Koizumi menghantam wajah Manusia itu cukup keras sampai kepalanya terdorong ke sebelah kanan.
Pukulan lainnya ia lepaskan sampai mengenai wajah Manusia itu tetapi kali ini kepalanya terdorong ke sebelah kiri, ia melepaskan pukulan lain yang mengenai perut Manusia itu sampai merobek usus di dalamnya.
"Sebuah Knock-out...!" Koizumi menurunkan tinju kanannya lalu ia mengangkatnya sekuat tenaga sampai melancarkan satu pukulan yang mengenai dagunya itu.
Manusia itu terjatuh di atas lantai tanpa perlawanan apapun, "Kau sudah menggunakan suntikan tadi untuk memperkuat dirimu tetapi pengalaman bertarungmu masih kurang..."
"...aku sendiri bahkan tidak membutuhkan yang namanya Lenergy untuk melawan dirimu." Koizumi menggerakkan kedua tapaknya yang dipenuhi dengan darah.
"Pertarungan tadi terasa seperti boxing, aku sangat menyukainya." Koizumi mengalihkan pandangannya ke arah kamera pengawas, ia dapat mengetahui siapa yang memperhatikan dirinya.
"Manusia, pengalaman kalian perlu diperkuat untuk bisa berhadapan secara langsung dengan kami!" Koizumi bergegas pergi menuju Aditya dan yang lainnya.
"Sial... gadis seperti dirinya memiliki daya kekuatan yang mengerikan, pertarungan boxing tadi terasa berat sebelah." Batin Mitler.
***
Shinobu berhasil menghindari serangan pisau berlumur energi Vile kepadanya, ia berhasil menangkap Manusia yang berada dalam zirah teknologi itu sekarang.
Shinobu melepaskan Golden Repulsor di bagian belakang Manusia itu sampai menghancurkan inti dari teknologi zirah tersebut, Manusia itu melawan balik dengan melancarkan beberapa serangan tetapi Shinobu berhasil menahannya.
"Aku membutuhkan bantuan...! Sekarang juga...!!!" Seru Manusia itu yang langsung menerima satu pukulan dari Shinobu yang menjatuhkan dirinya.
"Tunggu...!!!" Manusia itu sadar bahwa dirinya sudah tertekan oleh Shinobu yang berhasil menjatuhkan dirinya tetapi ia tidak menjawab apapun dan memilih untuk membuka mulutnya sampai menggigit kepala Manusia itu lalu menghancurkannya.
Shinobu mengambil otak Manusia itu yang menempel dengan taringnya, ia langsung memakannya sampai bibirnya dipenuhi dengan darah yang berjatuhan.
Shinobu menumbuhkan kuku yang sangat panjang melalui zirah teknologi bagian tangan itu lalu ia menyerang mereka semua dengan menghancurkan penutup kepala yang dikenakan pasukan aliansi itu.
Kuku yang tajam itu juga diperkuat dengan Lenergy sampai ia mulai mengayunkan kedua lengannya dengan cepat sampai menghancurkan semua zirah yang mereka kenakan dan menembus sampai mengenai daging mereka.
Shinobu mulai terbang lagi ke atas langit lalu berputar agar membingungkan semua Manusia yang melepaskan banyak sekali senapan mesin, mereka semua merasa takut ketika melihat semua rekannya mati dengan cara yang sadis.
Shinobu mendarat di atas tanah lalu ia melanjutkan serangan cakar itu sampai menebas mereka semua satu per satu, terapi seorang Manusia yang menggunakan suntikan itu berhasil menangkap tubuh Shinobu lalu mencekik lehernya.
Setelah itu tubuhnya di banting ke atas tanah sampai sebagian dari pasukan di sekitarnya menembak Shinobu dengan peluru dari senapan mesin itu tetapi semua peluru itu langsung hancur ketika mengenai tubuhnya.
"Grrrgggghhhh...!!!" Kedua mata Shinobu berubah menjadi merah, ia mulai menggerakkan ekornya lalu menarik Manusia di depannya sampai kepalanya dapat ia dekatkan dengan Manusia itu untuk memakan kepalanya.
Kepalanya yang terlindungi oleh penutup tetap saja hancur ketika menerima gigitan taring Shinobu yang sangat tajam dan kuat melebihi daya serangan tinjunya.
Shinobu yang ditekan oleh semua pasukan itu langsung menerima serangan sengatan listrik yang dihasilkan oleh sebuah senapan canggih di bagian zirah Goliath, tubuhnya tidak bisa ia gerakan sampai menyebabkan dirinya terjatuh.
"Haaaaarrrgggghhh...!!!"
"Sekarang! Keluarkan Styrix kalian...!!!" Seru salah satu tentara sehingga semua Manusia yang mengenakan Goliath mengulurkan kedua lengan mereka untuk melepaskan tembakan sengatan listrik.
Sengatan listrik itu terus menahan Shinobu sampai ia menerima kesakitan karena daya kekuatan dari sengatan itu juga menerima energi Vile, semakin ia memberontak maka semakin kuat efeknya.
Tegangan tinggi itu menyebabkan dirinya tidak bisa melakukan apapun kecuali menerima semua itu, "Sialan...!!! Manusia brengsek...!!!"
__ADS_1
"AGGGGHHHHHH!!!" Shinobu menjerit keras karena semua tentara di sekitarnya terus menembakkan sengatan listrik ke depannya tanpa ampun sehingga salah satunya membidik kepalanya menggunakan senapan sniper.
Tetapi peluru itu tetap tidak bisa melukainya, mereka semua terpaksa untuk mundur dan terus menghabiskan amunisi tembakan sengatan listrik itu.
Ketika habis, mereka langsung menggantinya dengan tembakan granat yang terus mengenai tubuhnya beberapa laki sehingga Shinobu menjerit kesakitan sampai terdengar suara raungan monster yang menggema.
"AAAAAAHHHHHH...!!! Raaggghhh..."
Semua ledakan yang diterima oleh Shinobu berhenti ketika salah satu tentara melapor bahwa detak jantungnya itu sudah berhenti, Manusia mengetahuinya langsung dari layar di dalam Goliath itu.
Detak jantung Shinobu berhenti sehingga mereka semua langsung memasang tatapan kaget karena berhasil menjatuhkan seorang Legenda pada amunisi yang terakhir.
"... ..." Kedua mata Shinobu yang bagian putih berubah menjadi hitam sampai pupilnya bertambah semakin tajam sehingga menyebabkan taringnya memanjang.
Detak jantungnya kembali bergerak sampai mengejutkan semua tentara itu yang langsung mengisi amunisi itu kembali untuk melepaskan peluru mesin ke arah Shinobu yang sudah melemah.
"GRRRGGGGGHHHHHH...!!!" Kedua mata Shinobu mengeluarkan banyak sekali darah sampai tubuhnya perlahan-lahan membesar.
...
...
"GRROOOOOAAARRRRRR!!!" Shinobu melepaskan raungan yang sangat keras sampai menyebabkan seluruh Manusia itu merasa ketakutan ketika mendengar raungan monsternya itu.
Shinobu menghantam daratan sangat keras sampai ia mulai berdiri menggunakan kedua kaki dan tangannya selagi melepaskan raungan yang lebih keras, cukup untuk mendorong mereka semua ke belakang sampai menjatuhkannya.
"ROOOOOAAARRRRRR!!!" Shinobu melepaskan raungan yang dapat di dengar oleh seluruh warga negara sampai bumi mulai berguncang dengan gempa bumi dahsyat karena transformasinya itu.
Tubuh Shinobu bertambah semakin membesar sampai kulitnya menumbuhkan banyak sekali bulu emas, di tambah lagi dengan wajahnya yang sepenuhnya berubah menjadi kucing ganas.
"Nobu...!!!" Ako mengalihkan pandangannya kepada suara raungan tadi.
"Gawat... dia memang akan melepaskan semua jika dia berubah menjadi wujud itu..." Kata Yuffie.
Semua Manusia itu terpental lebih jauh ke belakang sampai mereka semua segera melapor kepada Mitler untuk melihat kondisi Shinobu yang tidak bisa dilihat karena asap-asap yang menghalang tubuhnya.
Manusia itu bisa melihat wajah ganas kucing di balik asap itu, Mitler memasang tatapan yang kaget ketika mengingat perkataan John bahwa Neko Legenda dapat berubah menjadi Monster kucing.
"Oi...!!! Dia sudah berubah menjadi Beast itu...!? Apa yang kalian lakukan!?" Mitler terlihat panik ketika melihat Shinobu berhasil berubah dalam detik-detik kematiannya.
"Sial...!!!"
"NEIN! NEIN! NEIN! NEIN! NEIN...!!!"
***
"GRROOOOOOOAAAAAGGGHHH!!!" Shinobu melepaskan raungan yang begitu keras sampai menyingkirkan semua asap itu lalu menampakkan wujud dari Beast Neko Legenda berbulu emas.
""Ahhhh!!!"' Semua Manusia langsung teriak histeris.
""MONSTER!!!"
"ROOOAAGGGHHHHH!!!"
__ADS_1
...
...