Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 203 - Kemustahilan


__ADS_3

Komi muncul kembali di tempat asal-nya dimana Zangetsu menyambut dirinya dengan sebuah pedang yang menyentuh leher-nya, "Kau gagal, Komi! Kau mengecewakan diri-ku!" Komi menatap Zangetsu dengan tatapan yang melihat sesuatu rendahan, ia gagal karena efek dari kedua Vanish yang bergabung menjadi satu itu.


"Bukan hanya gagal tetapi kau hampir saja menghapus semua alam semesta termasuk dimensi-dimensi yang ada, kau dapat mengancam segala-nya karena kau melawan Vanish dengan Vanish lagi, apakah kau bodoh!? Kedua Vanish yang beradu dan bergabung menjadi satu dapat menciptakan apapun tanpa ada kemustahilan sedikitpun!" Zangetsu memegang erat kerah Komi sambil menatap-nya dengan ekspresi yang kesal.


Komi mendorong Zangetsu mundur, membuat semua dewa-dewi yang berada di ruangan itu kaget karena Komi melawan Zangetsu begitu saja... ia seharusnya tau bahwa Zangetsu bisa saja menyingkirkan-nya dengan mudah, batas kesabaran Zangetsu hancur oleh diri-nya sehingga ia menunjuk Komi menggunakan kedua telapak tangan-nya.


"Kau benar-benar tidak berguna dalam menjalani misi ini, Komi... Lebih baik kau menjadi sampah saja seperti sampah yang sudah dibakar habis... Vanish!" Zangetsu mencoba untuk menghapus keberadaan Komi, sihir itu memberi Komi efek sehingga partikel perak lepas dari tubuh-nya.


Zangetsu melebarkan matanya ketika melihat Komi yang masih berdiri di hadapan-nya, sihir Vanish itu benar-benar tidak mempan kepada diri-nya... sepertinya Komi melakukan sesuatu ketika kedua Vanish itu bergabung menjadi satu dan itu bukan pertanda yang baik karena Komi terus bertambah kuat sehingga ia membantah perintah Zangetsu dengan ekspresi yang terlihat kesal.


"Aku... Korrina Comi, sang Dewi segala-nya tidak menerima perintah apapun dari kalian semua makhluk rendahan, biarkan aku menjalankan tujuan-ku dengan caraku sendiri tanpa harus meminta bantuan kalian semua. Aku tahu dimensi ini sekarang berada di ambang kehancuran karena semua dimensi sihir lepas dimana-mana..."


"...Tetapi dengan kekuatan dan kemampuan yang aku dapatkan karena ruang waktu yang tercipta oleh kedua Vanish yang bergabung, aku dapat meneliti lebih dalam lagi... misteri dan semua hal yang belum kalian semua ketahui...!!!" Dada Komi mulai terasa nyeri sehingga ia memegang-nya erat sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat seperti menahan rasa sakit.


Zangetsu tersenyum kecil karena rencana-nya berjalan sesuai dengan yang ia inginkan, lebih baik dia mengikuti alur Komi saja, membutuhkan beberapa proses agar Komi bisa mempercayai Zangetsu... jika tidak bisa dipercayai saja tidak apa asalkan Komi bertambah kuat karena sudah bertarung melawan Korrina di ruangan aneh itu.


"Ruang dan waktu yang tercipta dari kedua Vanish itu bernama [World of Vanish], dimana kalian berdua hampir saja terhapus dari kenyataan karena terlalu lama berada di ruangan itu, Ayah-ku pernah mengatakan bahwa dunia itu memiliki semua kemustahilan yang ada, semua hal yang mustahil berkumpul di dalam ruangan itu hingga mempengaruhi seseorang yang berada di dalam-nya." Zangetsu duduk di atas kursi lalu ia menyediakan segelas teh hangat dan memberikan-nya kepada Komi.


"Semua hal yang mustahil berkumpul di dalam sebuah ruangan... itu artinya... tidak, aku masih belum mengerti tentang inti-nya, apa yang terjadi jika dua orang bertarung di dalam ruangan itu dan berhasil menghancurkan ruangan tersebut?" Komi meminum teh itu.


"Kalian berhasil bebas dari ruangan yang dapat menghapus keberadaan kalian dengan melepaskan semua kekuatan yang kalian miliki hingga ruangan itu pecahan dan membebaskan kalian, tetapi... kalian berhasil keluar dengan sebuah kemustahilan yang muncul di dalam diri kalian masing-masing." Zangetsu tersenyum jahat.


"Kemustahilan...? Apa yang kau maksud---" Komi melebarkan mata-nya ketika melihat kedua lengan-nya dipenuhi dengan garis Crimson, itu artinya kemustahilan yang dia dapatkan adalah... sumber kekuatan dan kemampuan Korrina, dia memiliki-nya sehingga ia langsung menyempurnakan dalam tiga detik.

__ADS_1


"Hohhhh... Jadi begitu ya, ruangan yang cukup hebat..." Komi tersenyum sinis.


"Seperti-nya kau memiliki kekuatan dan kemampuan milik Korrina yang asli---" Komi langsung menggunakan semua kekuatan-nya dengan menciptakan semua mahkota Crimson yang melayang di puncak kepala-nya yang menandakan bahwa dia saat ini berada di wujud [Crimson Queen]-nya.


"Dengan ini... diri-ku sudah meningkat lebih jauh...! Lebih kuat lagi! Seperti-nya aku dapat mengalahkan-mu, Zangetsu... tetapi kau sudah memberikan informasi penting kepada-ku jadi aku membiarkan-mu hidup saja." Komi tersenyum jahat lalu ia menatap semua dewa-dewi yang terkejut ketika melihat kekuatan-nya yang baru.


"World of Vanish, Vanish yang mengartikan sebuah kemampuan yang dapat menghapus keberadaan seseorang dari kenyataan... menghapus seseorang dari kenyataan adalah hal yang mustahil jadi ini terdengar cukup masuk akal kenapa ruangan itu dipenuhi dengan kemustahilan yang bercampur menjadi satu, hampir sama seperti keinginan dan permintaan ya..."


"Jangan lengah dulu, jika kau mendapatkan sesuatu dari ruangan kemustahilan itu maka Korrina sudah jelas mendapatkan sesuatu yang jauh lebih hebat juga, kemungkinan besar dia juga akan menjadi seorang dewi segala-nya seperti dirimu---"


Dengan mendengar perkataan itu, Komi menunjuk beberapa dewa di depan-nya hingga semua dewa itu berubah menjadi partikel merah... dengan satu tunjukan dan tatapan saja sudah menghapus mereka dari kenyataan, peningkatan cukup hebat hingga membuat Zangetsu terkejut seketika melihatnya.


"Jika dia memiliki kekuatan dewi segala-nya maka... dia benar-benar ancaman terbesar bagiku, sialan!"


Ketika mendengar perkataan itu yang keluar dari mulut Komi, Alvin bisa mendengar-nya dengan jelas sehingga ia tidak mempercayai bahwa seseorang yang mengatakan-nya adalah istri-nya sendiri, tidak ada pilihan lain selain mencoba untuk masuk ke dalam dimensi asli itu sendirian dan melihat keadaan yang terdapat di dalam dimensi tersebut.


"Rianna, aku ingin masuk ke dalam dimensi asli itu." Alvin memerintah Rianna dan ia langsung menciptkan sebuah portal yang besar, "Aku ingin tahu... diri-ku yang ada di dalam dimensi itu!" Alvin melompat masuk ke dalam portal itu hingga portal tersebut mendorong diri-nya ke belakang.


"... ...!" Rianna melebarkan mata-nya ketika portal itu menolak Alvin untuk masuk, portal itu tidak lama kemudian kembali tertutup rapat. Alvin terlihat kebingungan, kenapa diri-nya tidak bisa masuk ke dalam portal itu.


"A-Apa yang terjadi...?"


"Entahlah, sepertinya dimensi asli itu mendeteksi keberadaan Papa sebagai keberadaan yang mengerikan?"

__ADS_1


"Aku tidak memiliki niat apapun untuk masuk ke dalam dimensi itu, sial!" Alvin menghantam daratan dengan kedua tinju-nya.


***


"Konari...? Kenapa kau memiliki wajah yang sama seperti-ku?" Korrina menyentuh kedua pipi Konari lalu menarik kedua rambut-nya yang terikat hingga ia menjerit kecil, "Kyah... Sakit."


"Seperti-nya kau masih bingung dengan diri-ku yang sebenarnya, aku adalah Konari Comi... bisa dibilang bahwa aku ini dirimu tetapi dengan kekuatan dan kemampuan yang berbeda, aku lahir dari dalam diri-mu yang terjebak di dalam ruangan kemustahilan itu." Konari membenarkan ikatan-nya kembali.


Korrina terlihat sangat kebingungan, kepala-nya seolah-olah dilingkari oleh bintang yang terus berputar karena terdapat dua orang yang mirip dengan diri-nya bahkan mengaku dirinya sebagai Korrina Comi, hal itu sangat membingungkan hingga Korrina mencubit diri-nya sendiri untuk memastikan apakah itu mimpi atau bukan ternyata semua yang ia lihat adalah kenyataan.


"Kenapa kesempatan kedua hidup-ku akan berjalan susah seperti ini...!? Aku tidak tergantikan...!!! Uggghhh...!!!" Korrina mengacak-acak rambut-nya dan meneteskan beberapa air mata karena konflik yang sekarang ia hadapi ini benar-benar membingungkan, Konari datang menghampiri-nya lalu mengusap kepala-nya pelan.


"Lebih baik kita berbicara pelan-pelan dan menjelaskan sesuatu yang mengganggu pikiran itu dengan bertahap, Korrina." Konari tersenyum.


"Langsung ke inti, siapa kau?!"


"Konari Comi, aku bisa disebut sebagai kembaran-mu, anak-mu, adik-mu, apapun itu... aku adalah Konari Comi... sesosok gadis yang akan menemani diri-mu dan akan menjadi pelindung-mu juga, Korrina." Konari menepuk dada-nya beberapa kali sambil tersenyum.


"Aku lahir dari pertarungan yang kalian ciptakan, ruangan kemustahilan itu bereaksi hingga memberikan Komi sebuah kemampuan dan kekuatan yang sama dengan diri-mu, itu adalah hasil yang diberikan oleh ruangan itu sedangkan hasil yang diberikan ruangan itu kepada-mu bukan kekuatan atau kemampuan melainkan diri-ku..."


"...Korrina Comi dan Komi Comi yang dicampur menjadi satu Konari Comi!" Konari tersenyum lebar.


"Bingung..." Korrina jatuh dan berbaring hingga ia menutup diri-nya sendiri dengan selimut, "Pusing... lebih baik aku istirahat... mimpi yang panjang... aku tidak tahan melihat dua diriku yang sama dan berbeda..."

__ADS_1


"Selamat malam~"


__ADS_2