
Serangan Arata dan Yusa yang saling berbenturan mampu membuat desa Lustford hancur menjadi kepingan kecil karena daya serangan mereka sama kuatnya. Alisha segera mengevakuasi menuju tempat yang lebih aman dan mereka juga harus bergerak dengan hati-hati atau pasukan Rxeonal bisa saja menemui mereka.
Pada akhirnya kecepatan mereka terus meningkat sampai kedua serangan-nya sama-sama seimbang dan tidak mampu mengenai satu sama lain, mereka tidak bisa bertarung diam karena mereka juga harus menggunakan cara bertarung yang berbeda seperti saling bertukar serangan selagi terbang menuju udara. Yusa menggerakkan ekor-nya dan ia segera menghantam wajah Arata lalu menyayat baju-nya sampai robek.
"... ..." Arata terbang mundur dan melihat tubuh-nya yang masih belum terluka.
Arata muncul di belakang Yusa dan mengayunkan pedang-nya ke arah puncak kepala-nya tetapi Yusa menangkis pedang itu ke atas menyebabkan Arata terdorong ke belakang dan melihat Yusa yang bergerak maju menuju arah-nya sambil melepaskan serangan tusukan bertubi-tubi. Arata berhasil membaca seluruh pergerakan-nya sehingga serangan Yusa tidak dapat mengenai Arata.
"Aku mendapatkan banyak informasi tentang dirimu dari Kizura..." Ucap Arata, mereka mulai saling bertukar serangan kembali.
"Luz Demonio: Assault Formation I" Yusa mulai menggunakan kemampuan senjata Moirai Arma-nya yang bernama [Luz Demonio].
"Formasi di dengar... Bersiap untuk melaksanakan formasi penyerangan tingkat satu." Luz atau pedang itu mulai berbicara.
"Ring of Wrath...!" Seluruh tubuh Arata langsung diselimuti dengan cincin api yang berhasil menahan seluruh serangan Yusa ketika ia mengayunkan pedang-nya sekali.
Arata mengetahui tentang kemampuan formasi dari Moirai Arma, terutama formasi penyerang dimana satu ayunan dapat menyebabkan serangan rahasia dan bertubi-tubi yang mampu melukai dirinya. Untungnya semua serangan Yusa mampu ditahan dengan cincin api kemarahan-nya.
"Ck...!" Yusa melihat Arata yang mulai bergerak maju dan melancarkan beberapa serangan, ia berhasil menahan semua serangan itu.
Penglihatan Arata mulai fokus dengan telapak tangan kiri Yusa yang mencoba untuk memanggil sihir lain, sebuah daratan mulai retak dan terbelah menjadi dua. Seekor naga yang terbuat dari tulang melesat keluar dari belahan daratan itu dan mencoba untuk melahap Arata dengan taring-nya yang sangat tajam.
"Trik murahan...!" Arata menendang perut Yusa dan membuat dirinya terdorong ke belakang.
Arata mengangkat pedang-nya ke atas sampai bilah pedang-nya diselimuti dengan api kemarahan yang ia kumpulkan dari seluruh dosa kemarahan yang berada di semesta Zuusuatouri, ketika seluruh api kemarahan yang ia kumpulkan sudah cukup, Arata segera melempar pedang-nya menuju naga tersebut lalu melesat maju sampai menghantam wajah Yusa menggunakan kening-nya.
"Ck---"
Arata menghantam wajahnya dua kali lalu mencekik leher-nya karena dia pasti akan menyemburkan api mimpi buruk dari dalam mulutnya, tangan lainnya Arata gunakan untuk menahan tangan Yusa yang sedang menggenggam pedang-nya agar ia tidak mengayunkan pedang itu ke arah tubuhnya.
Yusa tidak bisa bergerak sama sekali karena tenaga Arata jauh lebih besar dan kuat dari dirinya, pedang kemarahan Arata berputar seperti cincin api dan berhasil mengalahkan naga tulang itu. Pedang kemarahan itu segera berputar dan melesat kembali menuju arah Arata.
"Ada apa...? Inikah kemampuan yang kau miliki, iblis takdir...?" Arata tersenyum serius, membuat Yusa mulai memanas.
__ADS_1
"Jangan meremehkan diri-ku!" Yusa berubah menjadi tulang dan itu membuat Arata segera melempar tulang itu ke depan, ia bisa merasakan keberadaan Yusa di atas-nya.
Arata melirik ke atas dan melihat Yusa yang mengangkat pedang-nya ke atas, bilah pedang-nya melepaskan cahaya kegelapan yang cukup besar bahkan sampai membuat dirinya tidak bisa bergerak untuk sementara.
"Tambahkan kekuatan dan daya serangan yang tinggi...! Aku memanggil cahaya kegelapan yang dapat menghapus parasit semesta Touri...!!!" Teriak Yusa keras.
"Melaksanakan perintah... Di mulai...!" Pedang Luz Demonio memancarkan cahaya kegelapan yang besar sampai pedang itu mulai membesar.
"Aku akan membelah-mu...!!!!!"
Yusa mengayunkan pedang itu ke arah puncak kepala Arata dengan penuh tenaga, sampai cahaya kegelapan itu sempat membuat kulit Arata merasa panas dan tersengat. Cahaya itu juga sempat membuat kedua matanya tidak bisa melihat untuk beberapa saat, dengan cepat Arata menahan bilah pedang Luz Demonio yang besar dengan pedang kemarahan-nya.
"Ckkk... Aku mengakui-nya, kau memang kuat..." Arata tersenyum serius walaupun tubuhnya mulai mengeluarkan beberapa keringat yang mengalir.
Dengan cepat Arata memutar tubuhnya ke samping untuk menghindar, namun, cahaya itu mampu membuat kulit Arata terbakar dan meninggalkan jejak iblis yang dapat Yusa jadikan sebagai serangan dua kali lipat lebih sakit. Yusa memaksakan seluruh tubuhnya untuk menggerakkan pedang-nya yang besar itu sampai ia berputar dan berhasil mengayunkan kembali pedang-nya menuju arah Arata.
Swoooossshhhh...!
"A-Apa...?"
"Gluttony's Starvation..." Ucap Arata pelan.
Pedang yang ia panggil kali ini adalah pedang dosa kerakusan yang dapat memakan segala serangan termasuk sihir sekuat apapun, cahaya kegelapan Yusa yang berjumlah besar itu mampu dimakan habis oleh pedang keserakahan sampai menyebabkan tubuh Arata menjadi lemas dan perut-nya terasa seperti melilit karena sudah memaksakan dirinya untuk memakan habis seluruh cahaya kegelapan itu.
"T-Tidak mungkin..." Yusa menatap wajah Arata yang terlihat lelah.
"Semua kelemahan kemampuan-mu itu berada padaku, Yusa..."
Mereka berdua terbang mundur dan merasakan rasa lelah yang sama, tubuh mereka dipenuhi dengan keringat. Arata mencoba untuk mengubah semua cahaya kegelapan yang ia makan itu menjadi sumber tenaga dan kekuatan-nya yang baru tetapi itu cukup beresiko karena Yusa bisa saja menyerap kembali cahaya kegelapan itu.
Keberuntungan masih berada di sisi mereka karena salah satu dari mereka tidak melancarkan serangan lainnya karena rasa lelah, Yusa melesat maju menuju arah Arata dan melancarkan beberapa serangan lagi, dengan cepat Arata menyambut serangan itu menggunakan kedua pedang-nya.
Tenaga mereka mulai perlahan-lahan pulih kembali, mereka terus melanjutkan pertarungan sampai serangan mereka kali ini dapat mengenai satu sama lain. Dengan cepat Yusa memancarkan cahaya melalui kenop pedang-nya yang membuat Arata silau untuk sementara, Yusa berputar dan menusuk pinggang Arata sampai pedang itu menembus punggung-nya.
__ADS_1
"Huggghhh...!" Arata memuntahkan darah yang cukup banyak melalui mulut-nya serta luka tusukan-nya itu mulai mengeluarkan darah yang mengalir deras.
Arata menggeram kesakitan sambil mencoba untuk menarik keluar pedang itu dan melancarkan beberapa serangan ke arah-nya, Yusa terbang mundur dan mulai tersenyum sinis melihat dirinya yang berhasil membuat dirinya mengalami luka yang cukup dalam.
"Harrggghhh...!" Arata melepaskan aura merah yang besar sampai seluruh tenaga-nya kembali pulih, Yusa terlihat kaget melihat Arata yang masih ingin melanjutkan pertarungan walaupun terdapat sebuah lubang bekas tusuk pedang-nya di bagian pinggang-nya.
Arata menyerang dengan kecepatan tinggi bahkan sampai meninggalkan banyak sekali luka tebas di seluruh tubuh Yusa. Arata terus melancarkan serangan yang bertubi-tubi sampai Yusa tidak cukup kuat untuk menahan kedua pedang yang bergerak secara bersamaan, ia mengakhiri serangan-nya dengan menebas dada Yusa dan meninggalkan luka X.
Yusa terdorong ke belakang sampai seluruh tubuhnya diselimuti dengan api kemarahan Arata dan juga cahaya kegelapan yang mulai berubah menjadi api kemarahan juga. Semua api kemarahan itu bisa muncul karena setiap serangan pedang kemarahan yang mengenai tubuhnya mampu memindahkan api kemarahan itu ke dalam tubuhnya.
"[Wrathful Combination: Burned Up]! Terbakarlah...!" Ucap Arata.
Baaaaammmmmmm...!!!
Api kemarahan yang menyelimuti Yusa mulai meledak sampai membuat Yusa tersungkur menuju daratan dengan tubuh yang dipenuhi dengan luka bakar. Ledakan itu besar sekali karena Yusa memiliki emosi kemarahan yang ia pendam sampai membuat api kemarahan itu menjadi lebih kuat.
"Hah... hah... hah..." Arata bernafas dengan berat karena pendarahan di bagian pinggang-nya mulai bertambah parah.
Arata mengubah pedang kerakusan-nya menjadi pedang keserakahan, "Greed's Storage: Healing Transfer..." Ucap Arata pelan, tubuhnya mulai diselimuti dengan aura merah dan tubuhnya hampir saja terjatuh tetapi ia sempat merapalkan kemampuan pedang keserakahan.
[Greed's Storage: Healing Transfer] adalah kemampuan pedang keserakahan Arata yang dapat mengubah seluruh sihir atau kekuatan yang dimakan habis oleh pedang kerakusan menjadi sumber kekuatan atau pemulihan untuk dirinya sendiri, untungnya Arata sudah berlatih cukup lama sampai ia bisa menggunakan kemampuan keserakahan itu tanpa resiko apapun.
"Hahhhhhhh..." Arata menghela nafas lega dan lubang di pinggang-nya kembali tertutup.
Arata menatap Yusa, seluruh tubuh Yusa berubah menjadi warna hitam karena api kemarahan itu sepertinya membuat Yusa menjadi hidangan yang gosong.
Tubuh Yusa tiba-tiba memancarkan cahaya kegelapan, diam-diam dia mengumpulkan banyak sekali cahaya kegelapan yang terdapat di semesta Zuusuatouri dan tentu saja Arata tidak akan bisa melihatnya karena kemampuan itu sangat tersembunyi.
Yusa kembali bangkit dan melayang menuju langit-langit, tubuhnya memancarkan cahaya kegelapan yang lebih besar dari sebelumnya. Pertarungan masih belum berakhir karena tenaga Arata sudah kembali pulih, melihat Yusa yang masih bisa bertarung membuat dirinya semakin bersemangat.
Yusa mulai menertawai Arata, "Ahahaha... Jangan berpikir kau bisa menang dengan mudah seperti itu, Legenda. Aku masih belum mengerahkan seluruh kemampuan-ku kepada dirimu, kekuatan-ku masih jauh dari kata istilah..."
"...kekuatan penuh!" Kedua mata Yusa memancarkan sinar cahaya merah.
__ADS_1