Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 950 - Chemical Attack


__ADS_3

Shinobu dengan cepat mengangkat tubuh Andrian, Aditya, dan Wilhelm lalu melepaskan pembakaran besar melalui kedua tapaknya untuk pergi menuju helikopter yang dikendarai oleh Adit.


Sebuah pengorbanan harus dibuat dalam situasi seperti ini, Shinobu berhasil ditipu oleh pemerintah soal truk mana yang memegang benda itu, ternyata benda tersebut adalah bom gas beracun yang dapat menyebar satu kota untuk memperingati semua Manusia.


Pemerintah sekarang lebih berkuasa karena bom gas itu sudah meledak di semua negara yang ada sampai meracuni banyak sekali warga dan tentara yang tidak menggunakan topeng.


"Kita terpaksa mundur... persiapkan semua topeng untuk menghindari gas beracun itu, pihak aliansi sudah melakukan sesuatu yang kurang ajar!" Ucap Shinobu yang memasang tatapan kesal.


Mereka semua terpaksa untuk mundur dengan menjauhi semua gas beracun yang menyebar itu, semuanya terpaksa mundur menuju markas yang bisa dibilang aman dan jauh dari pusat kota yang sudah dipenuhi gas beracun.


***


Layar TV milik Andrian menunjukkan banyak sekali siaran berita dari berbagai macam saluran yang memberitahu semua Manusia bahwa pihak aliansi sudah menjatuhkan gas beracun sebagai peringatan.


"Pemerintah aliansi telah memperingatkan kita semua melalui ledakan bom gas beracun itu... menyadarkan kita semua untuk mengikuti jalan mereka dalam memusnahkan bangsa di luar dunia ini."


"Semua kota di Indonesia telah menerima ledakan bom gas beracun, menjatuhkan hampir satu juta korban lebih..."


"Apakah ini akhir dari dunia...!?"


"Apa yang harus kita lakukan sekarang...!?"


"Siapa yang akan menghentikan semua perselisihan ini!?"


apakah kita terpaksa mengikuti pemerintah aliansi---" Andrian mematikan TV itu lalu ia melempar remote nya ke arah lain.


Keheningan mulai muncul dari dalam ruangan itu sampai mereka tidak bisa berkata apapun kecuali merenung tentang semua warga yang berjatuhan termasuk para tentara.


Masalah bertambah semakin sulit ketika mengetahui medan perang sekarang penuh dengan gas beracun yang dapat menghilangkan nyawa mereka dalam hitungan detik ketika menghirupnya.


Koizumi juga sudah menghubungi Shinobu bahwa markas Rusia menerima serangan bom gas beracun itu, untuk sekarang mereka terpaksa untuk mengurusi semua itu dan mengungsi menuju Keraton Yogyakarta.


Aditya mencoba untuk menyalakan TV tetapi Andrian menendang remote itu sampai menghancurkan TV di hadapannya karena ia tidak mau mendengar yang namanya akhir dari dunia dan juga kejatuhan korban tak bersalah yang terus menambah.


"... ..." Shinobu memegang kepalanya, masalah racun ini hanya membuat dirinya semakin berpikir keras tentang cara untuk menghentikan pihak aliansi itu.


"Radiasinya sudah kemana-mana...!? Apakah kita semua akan mati dalam memperjuangkan tanah air kita yang sudah diracuni dengan gas beracun!?" Seru seorang tentara yang berbicara melalui alat komunikasi.


Shinobu bisa melihat hologram bumi di hadapannya menunjukkan banyak sekali warna merah yang menandakan gas beracun, semua bagian negara itu memiliki titik merah yang menyebar di bagian tengahnya saja.


"Tolong!!! Siapa pun di sana...!!! Selamatkan kami...!!! Tasikmalaya dipenuhi dengan gas beracun... semua rekan-rekanku mati keracunan...!!! Uhuk! Uhuk!" Seru seorang Jenderal pasukan Tasikmalaya.


"Di sini Adit...! Kita telah kedatangan pasukan lainnya, mereka semua datang dengan baju Juggernaut dengan pelengkapan yang melindungi diri mereka dari gas beracun...!!!"


"Banyak sekali tank berdatangan dari arah yang berbeda...!!! Termasuk dengan pesawat tempur dan Airstrike yang mencoba untuk memusnahkan pusat kota!!!"

__ADS_1


"Roger... kami sudah meminta beberapa pasukan dengan Gas mask untuk memeriksa setiap kota dan menghentikan para pasukan itu." Jawab Wilhelm yang menjawabnya sendirian.


"Bukan hanya pihak aliansi...!!! Pasukan Jerman dan Vietnam... mereka sudah berdatangan dari arah yang berbeda... memaksa mereka untuk masuk ke dalam pihak aliansi...!!!"


"Kita membutuhkan lebih banyak pasukan...!!! Mereka dipenuhi dengan senjata kuat terutama lagi mereka SEMUANYA mengenakan pakaian Juggernaut...!!!" Teriak Jenderal yang memimpin pasukan kota Surabaya.


"Ini yang dinamakan aksi ancaman terbesar, jika terus seperti ini maka seluruh umat Manusia terpaksa mengikuti pemerintah..."


"...yang membuat aku curiga adalah kenapa mereka mau menghancurkan satu-satunya tempat tinggal mereka ini." Shinobu berbicara selagi memegang dagunya, mencoba untuk berpikir lebih kritis lagi.


"Kita memang harus menghentikan mereka semua dengan semua yang kita punya...!" Kata Wilhelm sehingga ia melihat Yuffie melempar sebuah alat kepada dirinya.


"Karena gas beracun sudah menjadi oksigen baru kalian di luar sana, gunakan alat itu untuk menutup mulut dan hidung kalian... racun yang kalian hirup akan dinetralkan menjadi oksigen biasa." Kata Yuffie.


"Yuffie... seperti biasanya kau memang selalu hebat dalam hal seperti ini." Aditya menangkap alat yang langsung ia gunakan di mulutnya, hampir seperti gas mask yang hanya menutupi bagian mulut dan hidungnya.


"Kalau begitu, kita akan bergegas untuk menyingkirkan mereka semua!" Andrian bangkit dari atas tanah selagi menepuk wajahnya beberapa kali untuk memberi dirinya semangat yang sangat besar.


Shinobu mulai menghubungi Koizumi untuk memperjuangkan negara Rusia, tetapi jawaban yang ia dapatkan adalah Koizumi saat ini bersama kedua temannya membasmi semua pasukan aliansi itu tanpa memberi ampun sampai teriaknya dapat terdengar jelas.


Melihat situasi bertambah semakin buruk, Shinobu langsung meminta Tech untuk mengerahkan semua Mecha Neko dan mengubah mereka menjadi Beast Mecha Neko agar dapat menghentikan para pasukan yang mengenakan Juggernaut.


Perjuangan Manusia yang masih menyayangi negara mereka melawan pasukan aliansi mulai terjadi secara sengit, kedua pihak sama-sama keguguran banyak sekali orang.


Jenderal Mitler yang sedang memperhatikan peperangan dari dalam markas pesawat luar angkasanya bisa melihat banyak sekali robot kucing yang sangat besar mengalahkan pasukan Jerman yang menyerang negara Indonesia.


"Ck..." Mitler yang sedang menyilangkan kedua lengannya mulai menggigit bibirnya beberapa kali sampai berdarah, merasa frustrasi dan dipermalukan oleh seorang anak kecil seperti Shinobu.


Semua pasukan Jerman yang ia lepaskan langsung ratu di Indonesia karena tertindas oleh para Beast Mecha Neko itu, pada akhirnya semua pasukan aliansi terpaksa mundur oleh pemerintah.


"Harap semua Jenderal untuk mempersiapkan rencana selanjutnya, kita akan melepaskan semua prajurit catur kita untuk memperingati Indonesia dan Rusia!" Ucap seorang pemerintah yang memegang aliansi itu.


"Kita telah kedatangan penyihir Legenda yang akan menghentikan mereka semua, satu per satu...! Tidak ada lagi yang namanya derajat lebih tinggi dibandingkan Manusia itu sendiri!!!"


Semua Manusia yang berada di setiap markas aliansi langsung melepaskan teriakan penuh semangat untuk menyerang pada esok hari, kali ini mereka tahu cara menghentikan Beast Mecha Neko itu.


Anastasia hanya bisa diam, entah apa yang sedang ia lakukan saat ini sampai mengikuti campuran urusan Manusia aliansi dan Shinobu, mungkin bisa di bilang adu domba dan mendukung dua belah pihak yang berbeda.


"Maaf, Shinobu... setelah aku selesai untuk menghentikan semua pasukan Mecha Neko itu maka aku akan menyusul dirimu, memberitahu markas yang mereka punya."


"Yang paling penting adalah aku sudah melaksanakannya... dunia yang selalu aku inginkan selama ini, berperang tanpa sihir dan tentunya Manusia yang dianggap kembali sebagai makhluk berderajat tinggi."


"Lapor... aku akan pergi menuju Xuusuatouri dan Xuutouri sekarang untuk melapor!"


"Lakukan sekarang juga, Juggernaut saja masih belum cukup untuk para Legenda... kita hanya perlu melepaskan ratusan Airstrike dan Goliath pada ancaman selanjutnya."

__ADS_1


***


"Tidak mungkin...!? Aku memakai Juggernaut loh!" Ucap salah satu Manusia yang berhasil dijatuhkan oleh Koizumi.


"Terus?" Koizumi memasukkan tangannya ke dalam Juggernaut itu sampai tapaknya menusuk dada Manusia yang berada di dalamnya.


"


"Kau tidak ada apa-apanya dibandingkan kekerasan pakaian khas yang kita kenakan yaitu Kisetsu."  Koizumi memasang bom tempel pada Juggernaut itu lalu ia melemparnya ke depan.


Semua penyingkiran pasukan aliansi itu berjalan sampai sore, semuanya terpaksa mundur karena perlu merencanakan ancaman lainnya besok dan tentunya melawan balik kelima Legenda yang membantu pihak Manusia lainnya.


Setelah penyerangan itu berakhir, semua pasukan dari berbagai macam negara merasa bersyukur bahwa peperangan tadi sudah berakhir walaupun mereka tahu korban yang gugur bertambah banyak.


Negara Indonesia dan Rusia berada di tingkat keamanan yang sangat tinggi sehingga pasukan Rusia ketika berada dalam perjalanan menuju Indonesia, mereka sempat menyalakan lagu yang berisik selagi meminum Vodka.


"Mereka itu sedang apa ya... lagunya berisik sekali." Kata Konomi selagi menutup kedua telinganya.


"Tri poloski tripa Tri poloski...!!!" Seru Hinoka yang ikut menari bersama mereka sehingga suara musik bertambah semakin besar di dalam pesawat kucing itu.


"Hardbass tusovki...!!! Adidas krossovki...!!!"" Suara musik berteman semakin keras sampai keluar dari dalam pesawat kucing itu sehingga terdengar oleh seluruh warga yang sedang mengungsi.


...


...


"Pertemuan para Jenderal sebentar lagi akan di mulai ya..." Ucap Shinobu selagi menatap jam tangannya, ia awalnya ingin pergi menuju ruang makan tetapi pandangannya langsung tertuju pada Aditya.


"Kak Aditya...? Malam-malam begini... seharusnya dia beristirahat dan menikmati makanan yang enak." Batin Shinobu, ia segera mendekati dirinya dengan tatapan penasaran.


"Kak Aditya...?" Panggil Shinobu sampai mengejutkan Aditya yang sedang merenung di hadapan kuburan itu selagi menundukkan kepalanya.


"Ahh, ada apa, Shinobu?" Tanya Aditya yang mulai menghapus air matanya, Shinobu hanya bisa diam lalu melihat tulisan batu nisan itu yang memiliki tulisan [Daisy Von Briouse] dan [Henzie Von Briouse].


"Mereka adalah istriku yang sudah gugur..." Kata Aditya.


"Be... Begitu ya..."


"Aku hanya merasa bersyukur bahwa mereka tidak melihat kejadian mengerikan seperti hari ini dan sebelumnya, aku senang mereka bisa beristirahat lebih cepat."


"Terutama lagi teman lamaku Satria... mereka sudah beristirahat dengan tenang, tinggal aku saja yang perlu memperjuangkan tanah air ini sampai bisa mencapai kemerdekaan bersama negara lainnya."


"Kita pasti bisa!" Seru Shinobu dengan tatapan semangat sampai membiarkan Aditya harapan yang ia pancarkan.


"Ya...! Memperjuangkan kembali umat Manusia..."

__ADS_1


"...dan tanah air ini!!!"


__ADS_2