Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 396 - Pekerjaan Menjadi Pelayan


__ADS_3

"Heh? Madu...? Ahh, aku mengerti..." Hana mengangguk, ia mulai mengingat tentang Kou bahwa ia sedang sakit dan dirawat saat ini, semoga saja Arata mau membuatkan hidangan madu itu untuk Kou. Sepertinya Marie juga sangat tertarik karena menginginkan uang yang banyak untuk musim sejuk ini agar bisa membeli semua barang yang sedang diskon saat ini, di saat itulah mereka setuju untuk mengunjungi restoran Shimatsu sekarang juga setelah toko daging itu diisi ulang.


Beberapa menit kemudian, Hana berhasil merekrut empat Legenda yang bersedia untuk menjadi pelayan yang membantu Arata untuk memberikan semua pesanan-nya kepada setiap pelayan. Hana mulai mengingat perkataan Arata bahwa terdapat sebuah tes untuk menerima seseorang pelayan, apakah dia layak atau tidak dan Hana hanya bisa berharap bahwa mereka lulus. Sepertinya membutuhkan latihan sebelum menerima tes dari Arata dan Ophilia.


"Kalian tahu kan sebelum bekerja pasti akan ada interview atau semacamnya? Apakah kalian sudah siap untuk menghadapi---" Perkataan Hana tiba-tiba berhenti ketika Honoka mulai menyentuh dagunya dan mengusap rambutnya pelan-pelan untuk menunjukkan bakat dirinya sebagai seorang pelayan yang berbakat dalam menyentuh hati mereka bahkan jantung Hana berdetak cukup cepat sampai wajahnya mulai memerah.


"Oh, Hana, gadis kecilku yang malang... apakah kamu tidak mengetahui diriku yang sudah berbakat dalam melayani berbagai macam pelanggan yang membutuhkan makanan mereka...? Bukan hanya itu tetapi rasa khawatir yang kau miliki ini hanya akan memperburuk keadaan, lebih baik kau tetap tenangkan dirimu, kucing kecilku." Tatapan Honoka begitu dekat bahkan kepala Hana langsung mengeluarkan asap yang banyak karena Honoka memiliki sikap seperti seorang laki-laki yang mahir dalam menggoda seseorang, semua orang menatap adegan itu dengan tatapan datar bahkan Marie dan Mitsuki sampai menjauh karena tidak mau menjadi korban Honoka.


"Aku mengerti..."


"Ahh... ada interview juga ya, sepertinya aku tidak terlalu mahir dalam berbicara dengan orang asing. Lagipula aku tidak bisa seperti Honoka, mencoba untuk menusuk hati pelanggan dengan keimutan agar makanan mereka jadi terasa lebih lezat." Kata Mitsuki sambil menatap kedua tapak tangannya.


"Bukan hanya keimutan saja yang mampu membuat pelanggan menikmati makanan kok, kenyamanan juga dibutuhkan seperti sikap pelayan harus sopan agar pelanggan dapat merasakan kenyamanan itu, kau pasti bisa kok." Jawab Asriel, Mitsuki langusng tersipu dan merasa senang ketika mendengar perkataan itu dari Asriel bahkan Marie menunjukkan ekspresi yang mencoba untuk menggoda Mitsuki karena laki-laki yang ia cintai sepertinya mendukung dirinya.


"Tidak, kau salah, Asriel! Kenyamanan seorang pelanggan biasanya seorang pelayan yang mau menunjukkan keimutan mereka... semakin mereka terpesona memandang seorang pelayan yang imut maka semakin banyak mereka akan memesan makanan agar bisa lebih lama lagi di dalam restoran itu. Semua restoran pasti akan memiliki seorang pelayan yang menggunakan sihir untuk membuat makanan itu menjadi lebih lezat." Honoka mulai menjelaskan-nya kepada mereka, Hana bahkan sampai mendengarnya dan mencatat-nya di dalam catatan karena ia menjadi pelayan yang cukup membosankan karena tidak bisa menunjukkan sisi imutnya.


"Sihir pelayan? Memangnya ada?" Tanya Marie.

__ADS_1


"Baiklah, dengar... sihirnya sangat mudah dan cukup efektif untuk pelanggan apapun... bahkan aku bisa menembak hati siapapun dengan sihir itu." Honoka menggunakan sihir realita untuk mengubah pakaiannya menjadi pelayan yang terlihat begitu imut, mereka langsung tercengang karena Honoka mulai melakukan pergerakan di depan dadanya.


"Jadilah enak, jadilah enak, Moe. Moe. Kyun~" Honoka membantu simbol hati menggunakan jarinya lalu ia mengedipkan matanya sehingga membuat Mitsuki dan Marie tersipu karena Honoka terlihat begitu romantis dan seperti seorang tomboy ketika melakukannya, Asriel tidak begitu terpesona dengan keimutan-nya karena ia malah melakukannya dengan suara kerennya itu, Hana merasakan hal yang lebih parah dimana ia langsung mimisan ketika melihat dan mendengarnya.


"Seperti itu... arahkan kepada makanan atau tidak pelanggan saja untuk membuat merasa terasa nyaman, bukannya begitu, Hana?" Honoka menatap Hana yang menutup hidungnya yang dipenuhi dengan darah, Hana mengangguk pelan dan berencana untuk melakukan hal yang sama, ia perlu latihan bersama Honoka sepertinya. Mereka melanjutkan perjalanannya menuju restoran Arata, Mitsuki terlihat begitu kebingungan, penuh dengan rasa malu dan canggung karena ia juga ingin melakukannya kepada Asriel yang sangat sulit untuk dibuat tersipu.


Beberapa menit kemudian, Arata melihat Hana membawa empat orang dan ia mulai tertarik, apakah mereka pantas untuk melayani para pelanggan di tempat ini. Ketika Hana masuk bersama Honoka, Ophilia langsung tertarik ketika melihat Honoka yang sudah mengenakan pakaian pelayan yang terlihat begitu imut bahkan Honoka mendekati Ophilia lalu ia meraih tangan dan mengusap-nya pelan-pelan, ia menatap Ophilia dengan tatapan yang terlihat keren.


"Ohh... Ibu Hana... sungguh cantik bahkan lebih cantik dari Hana, apakah kalian menerimaku untuk melayani seluruh pelanggan setia kalian?" Tanya Honoka, Ophilia tersenyum lebar lalu ia mengangguk dengan cepat sehingga ia tidak memberi Arata waktu untuk menilainya, Honoka sudah ditandai sebagai pelayan yang akan melayani semua pelanggan setia terutama Honoka meminta Arata untuk membayar dirinya dengan hidangan dan resep madu, ia tidak memiliki pilihan lain selain menerimanya.


Ophilia meminta mereka semua untuk mengenakan pakaian pelayan dan bersiap-siap untuk latihan sedangkan Hana hanya bisa melihat sambil membantu Arata untuk mempersiapkan seluruh bahan yang baru saja ia beli, mereka keluar dari ruang ganti dengan pakaian pelayan mereka yang terlihat begitu cocok bahkan Hana melebarkan matanya ketika melihat Honoka yang terlihat sangat pantas, ia sudah memegang dagu Marie dan Mitsuki sampai mereka melarikan diri tetapi sikap Honoka berhenti ketika Asriel menahan dirinya.


"Iya juga ya, aku hanya ingin melatih mereka yang masih malu-malu terutama Mitsuki!" Honoka menatap Mitsuki dengan senyuman menggoda-nya, ia tidak akan bisa membuat perkembangan besar jika tidak menunjukkan sikap imut dan feminin-nya kepada Asriel yang sangat tidak peka, Mitsuki melihat tatapan Honoka yang menyuruh dirinya untuk mencoba melakukan sesuatu kepada Asriel agar ia bisa terpesona atau tersipu ketika melihatnya.


"Terlihat cocok untukmu, Mitsuki." Asriel sadar ketika Mitsuki memperlihatkan pakaian pelayannya itu, ia tersenyum dan pipinya memerah sedikit karena seluruh gadis yang mengenakan pakaian pelayan itu, satu-satunya yang menarik perhatian dirinya adalah Mitsuki dengan ikatan rambut yang terlihat imut juga.


"Ehh...? Benarkah...? Terima kasih..." Mitsuki menundukkan kepalanya, merasa sangat senang di dalam hatinya bahkan sampai membuat Honoka mengacungkan jempolnya juga membuat Ophilia mengerti sekarang bahwa terdapat dua Legenda yang saling mencintai tetapi perasaannya belum disampaikan, sepertinya ia juga harus membantu mereka untuk bisa menerima perasaan satu sama lain tanpa harus merasa canggung dan tidak peka.

__ADS_1


Kali ini latihan untuk menjadi pelayan yang layak dimulai, dipimpin oleh Honoka yang sengaja melakukannya demi hubungan Mitsuki dan Asriel agar bisa belajar dengan lancar. Honoka sepertinya hanya membantu Hana dan Marie saja sedangkan ia memberitahu Asriel untuk mengajarkan Mitsuki sendiri dengan memberitahu beberapa informasi penting kepadanya, Asriel langsung mengerti karena ia pernah melihat banyak sekali pelayan di setiap restoran bahkan di acara televisi juga ia kadang melihatnya.


Mitsuki mulai melakukan beberapa praktek dan latihan di hadapan Asriel yang sudah siap untuk mengkritik dirinya, ia hanya bisa berharap bahwa latihan ini berjalan dengan baik karena Arata bilang mereka memiliki waktu sampai sore, kemudian setelah bahan makanan habis lagi maka mereka harus melanjutkan latihan itu untuk bertambah lebih hebat lagi agar bisa menarik seluruh pelanggan bahwa terdapat banyak sekali pelayan imut yang bersedia untuk menembak hati mereka dengan rasa yang baru yaitu keimutan.


"Tidak buruk juga, Mitsuki, sepertinya kamu sudah dapat melakukan sisanya dengan baik... kamu kadang melakukan sedikit pergerakan yang lumayan kaku, perbaiki dengan baik dan kau pasti akan menjadi lebih baik dari sebelumnya." Saran Asriel dan Mitsuki mengangguk lalu mencoba untuk melakukannya sekali lagi karena ia melihat Honoka yang memberi dirinya semangat untuk menusuk hati Asriel dengan keimutan yang ia coba lakukan.


"Kalau begitu... Asriel, aku akan mencoba untuk melakukannya... Ehem..."


"Moe..."


"Moe..." Mitsuki mencoba untuk mengatakannya tetapi suaranya terasa begitu kaku karena kecanggungan yang ia rasakan, kata-kata yang harus ia katakan di hadapan seorang laki-laki yang ia sukai membuat semuanya bertambah buruk bahkan Asriel sampai tersenyum dan terkekeh pelan karena rasa malunya mampu membuat perkataan tadi terdengar lebih imut dari sebelumnya.


"Sepertinya dengan sikap malu... mantra sihir hanya akan terdengar lebih baik ya, aku berharap bisa mendengarnya agar dapat mencicipi makanan yang lebih lezat." Kata Asriel sambil mengusap rambutnya, Mitsuki mulai memerah ketika mendengarnya dan ia memberanikan diri dengan membentuk hati menggunakan jari-nya.


"Moe, moe, kyun~" Mitsuki tersenyum lembut dan mengedipkan matanya, percobaan pertama yang sungguh baik bahkan Ophilia sampai bertepuk tangan karena ia merasakan aura malu dan keimutan yang dicampur menjadi satu, hasilnya cukup baik dan ia harus menyempurnakan sikap malu itu karena ia pantas menjadi seorang pelayan yang malu-malu, Asriel bahkan lengah ketika melihatnya dan bahkan tatapan-nya terlihat seperti terpesona karena apa yang ia baru saja lakukan benar-benar imut.


"Wahh~ Imut sekali, ternyata benar... kunci untuk membuat semuanya menjadi lebih baik adalah keimutan, itulah kenapa para pelanggan sangat menyukai restoran ini karena pelayan yang kami pesan memiliki mantra keimutan tersendiri..."

__ADS_1


"...keimutan adalah keadilan!"


__ADS_2