Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 198 - Pergerakan


__ADS_3

Komi hanya bisa diam ketika melihat Aiko yang gagal dalam menjalani misi, menculik Honoka gagal disebabkan oleh Haruka yang datang turun tangan hingga Aiko tidak diberi kesempatan, tetapi ia merasakan sesuatu yang aneh... sesosok asli dari Honoka yaitu Okaho, ternyata dia juga sama seperti Haruka.


Seorang dewi realitas yang berasal dari zaman Zangges mengalami reinkarnasi menuju dimensi asli, menurut prediksi dan analisa-nya masih terdapat banyak dewa dan dewi kuno yang menyamar hanya untuk menjalani hidup baru di era saat ini, sebagian juga melakukan-nya demi menghancurkan dan melindungi sesuatu.


"... ..." Komi memegang dagu-nya, tetapi apa yang dia analisa itu bisa saja benar setengah-nya... jika semua dewa dan dewi kuno mengalami reinkarnasi maka Zangges juga sudah pasti tinggal bersama mereka... dia masih ragu-ragu dan ingin sekali bertemu dengan diri-nya untuk menanyakan beberapa pertanyaan.


"Okaho dan Haruka... Kedua dewi yang berasal dari zaman kuno, cucu dari dewa pencipta segala-nya yaitu Zangges. Masing-masing dari mereka melambangkan sihir tersendiri, itu artinya siapa dewa atau dewi kuno yang mewakili sihir kuno seperti Crimson dan Sacred...?" Komi terbang keluar dari galaksi, ia mencoba untuk menyebarkan aura-nya ke seluruh semesta untuk melakukan sedikit analisis dengan penduduk dimensi palsu tersebut.


"Apa yang sebenarnya aku lakukan...? Menghabiskan waktu saja, lebih baik aku segera masuk ke dimensi palsu itu sendiri dan menghancurkan Korrina Comi yang ada di semesta tersebut." Komi menciptakan sebuah bola merah yang menunjukkan Korrina, saat ini dia sedang melakukan eksperimen agar ia bisa pindah ke dimensi palsu tersebut.


"Hehhh.... Mengecewakan, bagaimana bisa diri-ku yang asli akan memiliki penampilan rendah seperti mortal...!? Apalagi rambut pendek-nya... sangat memalukan." Komi memejamkan kedua mata-nya lalu ia memulai untuk membuka sebuah portal yang membawa diri-nya menuju True Touri.


***


Muncul puluhan pedang Crimson dari atas udara dan menghancurkan semua makhluk yang diciptakan oleh Hana, kekuatan dan kemampuan Kabuto jauh lebih kuat dari mereka semua karena diri-nya adalah putri dari Haruki dan Mortem yang berasal dari dimensi palsu. Segala cara yang mereka lakukan itu sama sekali tidak mempan melainkan mereka terus kelelahan.


Kabuto melesat menuju arah mereka, Hana bersama yang lain-nya melepaskan sihir bersamaan kepada Kabuto tetapi semua sihir itu tidak mampu melukai Kabuto hingga ia tiba di hadapan mereka dengan beberapa serangan yang mengenai wajah mereka, Kabuto melepaskan serangan terakhir dengan menendang punggung bagian belakang mereka hingga sebagian pingsan.


"Masih belum...!!!" Hana bangkit dengan gelombang air yang melingkari diri-nya.


"Tidak ada guna-nya melawan..." Kabuto mengangkat kedua tangan-nya tetapi Mitsuki menciptakan rantai yang terbuat dari arwah hingga seluruh tubuh Kabuto langsung terikat dengan rantai yang tidak bisa ia lepaskan dengan mudah.

__ADS_1


Kabuto mencoba untuk melawan tetapi Hana melepaskan gelombang air yang mampu menyerang Kabuto seperti tamparan yang sangat keras, ia melakukan-nya tanpa henti... ia terus menyerang-nya hingga gelombang air itu ia mengubah-nya menjadi bentuk Leviathan yang ia dapat kontrol semua-nya.


Asriel tidak membiarkan Kabuto lepas dari rantai itu, dia segera mendaratkan serangan kombinasi yang mau melukai Kabuto dengan kedua tinju-nya yang ia selimuti dengan kegelapan. Hana mengeluarkan dua belati-nya lalu ia melempar-nya ke arah Kabuto, menciptakan ombak tsunami melalui kedua tombak-nya yang mendorong Kabuto mundur.


Ketika Kabuto mencoba untuk menyerang kembali, Mitsuki bersama Marie maju ke depan untuk menahan diri-nya agar Hana dan Asriel bisa menyerang Kabuto tanpa memberi dirinya kesempatan untuk menyerang balik, kedua dari mereka melepaskan serangan kombinasi secara bersamaan dan meninggalkan beberapa luka gores di tubuh Kabuto.


"Graaaggghhh!!!" Kabuto melepaskan dorongan yang mampu melempar mereka ke belakang, ketika Kabuto mencoba untuk menciptakan meteor Crimson, Honoka datang menyerang dengan menembak sebuah sihir kecil yang mengubah meteor itu menjadi gelembung besar.


"Hah... hah... hah..." Honoka membidik tubuh Kabuto menggunakan jari telunjuk-nya karena dia berniat untuk mengubah diri-nya menggunakan sihir realitas, tubuh-nya terasa berat dan ia tidak bisa melakukannya... dengan hasil Honoka terjatuh dengan keadaan pingsan.


"Sialan!" Kabuto menunjuk Honoka tetapi Hana menendang tangan-nya lalu ia menyerang Kabuto menggunakan kedua belati yang ia pegang hingga Kabuto menahan semua serangan itu menggunakan pedang yang ia sempat ciptakan.


Senjata mereka yang teradu berdentum keras, menghasilkan bunyi yang linu. Pertarungan mereka terlihat berat sebelah karena Kabuto berhasil menangkis kedua belati Hana sampai terlempar ke atas lalu ia menendang leher-nya hingga Hana terdorong menuju daratan, Mitsuki sekarang datang dengan menggunakan sihir nyawa-nya.


Marie melesat menuju arah Kabuto lalu ia mendaratkan sebuah pukulan yang mengenai wajah Kabuto, pukulan itu sama sekali tidak melukai Kabuto melainkan diri-nya hanya mengumpulkan kekuatan-nya di satu bagian yaitu tinju kanan-nya yang ia kepalkan, setelah itu ia menghantam perut Marie sehingga ia terlempar puluhan meter ke belakang.


Asriel yang tadi-nya sedang mengisi kekuatan penuh untuk melepaskan sihir menuju arah Kabuto gagal ketika ia melihat seluruh teman-temannya terkalahkan dengan mudah, tidak memiliki pilihan lain... Asriel melepaskan delapan tombak yang tercipta dari kegelapan ke arah Kabuto hingga Kabuto maju ke depan dan berhasil mencekik leher Asriel.


"Uckk...!!!" Asriel menendang perut Kabuto beberapa kali tetapi tendangan itu tidak melukai Kabuto, Kabuto memegang erat leher-nya dengan sangat kasar sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


"Aku mengharapkan lebih dari putra Shichiro Haruki... Apakah ini kemampuan yang kau miliki? Batasan memang menyebalkan ya...?" Kabuto semakin erat mencekik leher Asriel.

__ADS_1


"Accccckkkkkkk...!!!" Asriel menjerit keras.


Portal biru muncul tepat di belakang Kabuto karena waktu-nya telah berakhir, ia tidak sempat untuk membunuh Asriel karena secara refleks tubuh-nya tidak bisa ia kendalikan hingga ia melepaskan Asriel... tubuh-nya terasa lemas dan kedua penglihatan-nya buram. Ia bisa melihat Kabuto yang perlahan-lahan tersedot oleh portal itu.


***


Haruka berlutut lalu ia menyentuh kepala-nya sendiri, firasat buruk mulai menyerang diri-nya karena ia merasakan sesuatu yang buruk bisa saja menyerang dalam waktu yang dekat. Saat ini ia tidak bisa pergi dari kubus waktu itu karena dia ingin sekali melihat masa lalu-nya, Komi dalam perjalanan menuju True Touri itu artinya konflik yang baru dan jauh lebih berbahaya akan dimulai.


"Sial...!!! Aku berubah pikiran-ku!!!" Haruka mencoba untuk mengembalikan diri-nya ke dunia asal-nya tetapi kubus waktu itu menjebak diri-nya di dalam masa lalu itu, seolah-olah seseorang telah menyegel kubus tersebut agar ia tidak bisa kabur dari jawaban yang coba ia cari.


"Mama... Aku harap kau bisa bertahan... melawan Komi." Semakin lama dia memaksa maka semakin pusing pikiran-nya, Haruka mencoba untuk melanjutkan perjalanan hingga seseorang menyentuh pinggang-nya sampai Haruka secara refleks melirik ke belakang dan melompat mundur.


"S-Siapa...?!" Haruka menunjuk gadis yang tadi menyentuh diri-nya, "Kau terlihat tersesat... apakah kau baik-baik saja?"


"... ...!" Haruka melebarkan mata-nya, gadis yang terlihat tidak asing karena rambut-nya yang panjang dan berwarna perak serta kedua pupil yang berwarna biru tua... hawa yang terasa suci hingga sihir Sacred Haruka sendiri mulai melonjak tinggi ketika menatap gadis tersebut.


"Apakah kau baik-baik saja? Apakah kau sedang mencari sesuatu?" Gadis itu mulai mendekati Haruka, Haruka hanya bisa diam karena gadis itu bukan seseorang yang ia cari-cari tetapi cukup bertemu dengan diri-nya saja membuat Haruka merasa penasaran.


"Umm... Nama-ku adalah Haruka, siapa nama-mu?" Tanpa memikirkan resiko-nya, Haruka langsung menanyakan nama-nya.


"Haruka... nama yang indah juga ya, kalau begitu nama-ku adalah Koina, Koina Comi..." Apa yang Haruka pikirkan tentang gadis itu ternyata benar, salah satu-nya Legenda pertama yang memiliki marga Comi, itu artinya dia adalah nenek moyong Korrina Comi.

__ADS_1


"...Istri dari Tuan Zangges." Koina tersenyum.


"Heh....?"


__ADS_2