
"Akhirnya lawan yang layak, pertarungan kita akan berjalan dengan legendaris!" Kata Zoiru yang sudah menantikan kedatangan Shira karena ia adalah hidangan penutupnya.
Sebelum Bamushigaru bangkit, ia ingin melakukan beberapa tes terhadap kekuatan Shira yang ternyata jauh lebih kuat sampai melebihi semua teman-temannya di belakang.
"Walaupun Touriverse sudah damai, kau masih saja bertambah kuat ya." Zoiru tersenyum serius.
"Setiap harinya adalah latihan, tidak ada kata puas unik bertambah kuat, Zoiru. Tentunya lebih buruk lagi jika kau memamerkan kekuatan itu." Tubuh Shira melepaskan cahaya emasĀ sehingga rambutnya mulai bergerak seperti terkena embusan angin.
"Kou."
"Y-Ya?"
"Kau sudah melakukan pekerjaanmu dengan baik, tunggu sampai aku memberikan sampul itu kepadamu dan kau dapat menghancurkan buku tersebut." Kata Shira yang sudah mengetahui keadaan.
Situasinya saat ini sedang buruk dan Shira sendiri tidak tahu jika dia dapat menang atau mencegah kekuatan seratus persennya itu, mau tidak mau Shira harus mencobanya dengan kekuatan penuh.
"Baiklah... aku sudah siap." Kata Shira dengan tatapan tajamnya bahwa ia berhasil menstabilkan tubuhnya bahkan Minami terkejut melihat jiwa Shira yang berjalan mulus tanpa bantuan Golden Spirit.
"Papa memang hebat..." Minami tersenyum lega sehingga ia terjatuh di atas tanah, merasa bersyukur karena pahlawan telah tiba untuk menyelamatkan alam semesta seperti biasanya.
Shira melihat Zoiru bergerak maju ke arahnya, Kou mulai meningkatkan Heaven's Blessing untuk dirinya dan semua teman-temannya agar bisa menahan serangan dari kekuatan penuh mereka.
Zoiru melancarkan beberapa pukulan melalui kedua tinjunya dan Shira hanya mengulurkan lengan kanannya lalu berhasil menahan semua serangan itu menggunakan tapaknya saja.
Shira menghantam perut Zoiru sehingga tinjunya langsung berdarah, Zoiru benar-benar melihat musuh yang layak sekarang karena Shira jauh lebih berpengalaman dan kuat di bandingkan mereka soal kekuatan juga kecepatan.
Sihir cahayanya lebih mengejutkan lagi di bandingkan Minami dan Shuan, selama ini ia menyembunyikan semua kekuatan itu untuk menggunakannya di waktu yang tepat.
"Shira sepertinya memang bertambah kuat lagi dan lagi... walaupun aku sudah pergi bekerja di luar semesta, dia masih melampaui kekuatan diriku." Kata Haruki.
"Ya, aku juga terkejut... ini pertama kalinya aku melihat Shira seserius ini sejak pertarungan dirinya melawan Zangetsu, sangat berbeda." Kuro menyilangkan kedua lengannya.
Shira muncul tepat di belakang Zoiru lalu ia melancarkan satu tendangan tetapi serangan itu dengan mudahnya di tahan oleh Zoiru tanpa harus menengok ke belakang.
"Apa yang kau ingin lakukan? Apa maksudmu membangkitkan makhluk sihir berbahaya yang bernama Bamushigaru itu?" Tanya Shira, ia terus mendapatkan banyak Informasi melalui telepati milik Kou.
"Kau tidak akan pernah mengerti, Shiratori Shira. Bamushigaru bagaikan sahabat dekat untukku dan aku ingin membalas balik semua kebaikan itu..."
"...makhluk sihir itu sama seperti kita, membutuhkan banyak kebebasan dan rasa kasih sayang untuk bisa bertahan hidup." Zoiru melancarkan satu serangan ke arah Shira tetapi ia berhasil menunduk lalu berpindah tepat di depannya.
"Apakah kau memiliki semacam kemiripan dengan Shiratori Minami? Golden Nature atau semacamnya...?" Tanya Zoiru dengan tatapan serius.
"Setiap Shiratori memiliki sihir cahaya yang dapat di sebut dengan Golden, kau tebak saja sendiri... kekuatan cahaya apa yang aku miliki." Kata Shira sehingga tubuhnya melepaskan asap emas yang tidak berhenti keluar.
"Ini... bukan kekuatan Bangsa Legenda biasa..."
"Tentu saja bukan, ini adalah kekuatan yang aku latih sejak masuk kembali ke dalam Yuusuatouri, cahaya dari segalanya atau aku memanggilnya dengan sebutan dari..."
__ADS_1
"...Golden Universal." Kata Shira sambil mengepalkan kedua tinjunya sehingga tubuhnya memancarkan cahaya yang sangat terang di sekeliling tubuhnya.
"Cukup tidak menyangka kan bahwa sihir cahaya yang di anggap remeh dan lemah dapat membawa dirimu sampai titik ini, itu lah yang aku hormati darimu, Shiratori Shira."
"Usaha dan kerja keras yang selalu kau lakukan sampai menciptakan potensi yang menjanjikan untuk sihir cahaya dan kau juga berhasil mengasuh anakmu dengan benar..." Zoiru tersenyum serius.
"...mengejutkan dari keturunan Shiratori yang memiliki banyak rumor buruk dulunya. Munafik dan penuh kebohongan, mungkin kau sendiri tahu." Kata Zoiru dan Shira hanya bisa mengangguk.
"Berhenti lah mengeluarkan omong kosong, mari kita memulainya, Zoiru." Kata Shira yang mulai melakukan kuda-kuda bertarungnya.
"Baiklah, Shiratori Shira."
"Akhirnya sekarang akan benar-benar di mulai..." Kuro mulai berbicara dari jauh selagi melakukan meditasi.
"Nasib seluruh alam semesta ini akan ditentukan dalam pertarungan seperti ini." Kata Kuro sehingga ia melihat Shira mengepalkan tinju kanannya untuk mengumpulkan cahaya dari seluruh alam semesta.
Shira hanya mengepalkan tinjunya itu dan menggetarkannya beberapa kali sehingga tubuh Zoiru menerima banyak sekali serangan cahaya yang tidak bisa ia lihat tetapi dia tentunya melihat apa yang sedang Shira lakukan.
"Ck...!" Kecepatan serangan itu bertambah semakin cepat sehingga Zoiru mulai menahan semua serangan cahaya itu, ia cukup kagum melihat Shira akan bertahan walaupun menghadapi kekuatannya yang seratus persen secara langsung.
"Apa...? Shira sedang menyarang?" Shizen terlihat kebingungan ketika melihat Zoiru terlihat seperti ditekan oleh sesuatu.
"Ya, sepertinya dengan tembakan cahaya, dia meninju dengan sangat cepat untuk menembakkan gelombang cahaya yang mengandung penetrasi besar..." Kata Kuro.
"Serangan yang menyedihkan." Ucap Zoiru sambil menahan semua tembakan cahaya itu yang terasa semakin menyengat jika ia membiarkannya.
Zoiru mulai melancarkan beberapa laser melalui setiap jarinya sehingga Shira melesat maju dan mengalami perpindahan cahaya sampai membuat Zoiru terlihat kagum melihat dirinya sudah berada di depan.
Shira melancarkan satu pukulan tetapi Zoiru berhasil menahannya dengan mudah sehingga ia mulai melakukan perputaran yang mengaktifkan perpindahan cahaya.
Shira berada di tepat di belakang Zoiru tanpa kesadarannya tetapi ia mendengar jelas pergerakan kaki Shira yang mengarah tetap menuju wajahnya itu.
Tendangan itu berhasil menggores pipi Zoiru dan mereka berdua mulai saling mengadukan serangan pukulan serta tendangan tanpa henti.
"Sihir cahayamu memiliki kelincahan yang sangat menyebalkan lama-lama..." Kata Zoiru karena serangannya selalu meleset karena kecepatan Shira yang tidak bisa di ukur.
"Baiklah, kalau begitu...!" Zoiru menjentikkan jarinya sehingga kedua lengan dan kaki Shira mulai terjebak di dalam gumpalan hijau yang menghentikan pergerakannya seketika.
"Aku hanya harus membuatmu tidak bisa bergerak!" Zoiru menendang perut Shira sampai ia terhempas ke belakang sambil merapatkan giginya itu.
Shira berhasil melepaskan cahaya yang mampu mengubah semua gumpalan itu menjadi partikel dan ia segera muncul tepat di belakangnya dengan ekspresi yang terlihat serius.
"Sihir Oath... aku bisa merasakannya, sangat kuat dan terlihat dengan baik olehmu." Kata Shira karena pertarungan ini berjalan cukup sulit bagi dirinya.
Zoiru mulai melepaskan satu laser ke atas langit yang menyebabkan hujan laser deras yang mengarah kepada Shira yang dengan cepat menghindari semua laser itu dengan tubuhnya yang berhasil mengubah laser itu menjadi partikel juga.
Beberapa laser mengenai tubuhnya tetapi tidak mampu melukainya karena Shira sedang menggunakan kemampuan tubuh cahaya untuk mengamankan dirinya agar tidak terkena serangan fatal.
__ADS_1
Semua laser itu dapat menghapus apapun seperti Bamushi yang mencoba untuk memakan lawannya dengan satu gigitan, Shira melepaskan dorongan besar ke arah seluruh temannya.
"Mundurlah lebih jauh, aku tidak ingin kalian terluka karena ketidaksengajaan diriku." Kata Shira karena ia takut bahwa Zoiru akan membuat dirinya lengah dengan membunuh salah satu temannya.
Shira menarik nafas dalam-dalam lalu ia menempati tapak kanannya di depan dahinya untuk menciptakan sihir gelombang cahaya, sihir itu sudah cukup kuat untuk mulai Zoiru yang memiliki durabilitas tak terbatas.
Shira melaju ke depan dan ia mulai melirik ke kanan dan melompat ke sebelah kanan dimana semua orang tercengang melihat Shira tiba-tiba bergerak ke arah yang salah.
Zoiru berada tepat di hadapannya tetapi apa yang Shira lakukan adalah pergi ke sebelah kanan untuk melakukan sesuatu yang mungkin akan mengejutkan mereka semua.
"Megura Flash!" Shira melepaskan gelombang emas dengan partikel emas di sekelilingnya, setelah itu ia mulai menghembus nafasnya sehingga Zoiru yang berada di belakangnya mengalami sebuah kendala.
Tubuhnya memancarkan cahaya emas dan ia langsung mengalami perpindahan tepat di hadapan sihir gelombang yang Shira lepaskan, dengan cepat Zoiru menahan serangan itu menggunakan tapak kanannya.
"Hebat... kau memang sehebat yang mereka kata, kemampuan cahayamu masih banyak dan aku yakin semuanya mungkin bisa saja mengejutkan diriku!" Kata Zoiru dengan tatapan serius.
"Ini semua benar-benar mimpi buruk yang berakhir indah kah? Shira akhirnya datang dan bertarung seperti biasanya untuk menyelamatkan Touriverse." Kata Ophilia.
"Sulit untuk mengatakannya tetapi Shira sendiri terlihat yakin bahwa pertarungan ini sulit untuk dimenangkan bagi dirinya, ia hanya mengulurkan waktu sampai..."
"...Kou berhasil menyatukan kembali semua halaman itu." Kata Kuro, ia melihat Kou sedang sibuk menata kembali semua halaman buku sihir itu.
Zoiru mulai menghilang dan muncul tepat di atas angkasa bersama Shira yang mulai saling mengadu serangan tanpa jeda apapun, Shira mencoba untuk menghantam wajah Zoiru tetapi ia berhasil menangkap tinjunya.
Shira melancarkan sebuah tendangan yang berhasil di tahan lagi lalu ia melanjutkan serangan lainnya dengan menghantam wajah Zoiru menggunakan keningnya sampai ia terhempas ke belakang.
Shira muncul tepat di hadapannya lalu ia menendang wajah Zoiru sampai ia terlempar ke belakang lalu menunjuk Shira untuk melepaskan tekanan sihir Oath di belakangnya.
Zoiru dan Shira terjatuh dengan bersamaan tetapi Shira berada di posisi paling atas sehingga ia mendapat banyak keuntungan untuk melakukan serangan cahaya yang mengenai tubuh Zoiru lagi dan lagi.
"C-Ck...!" Posisi mereka mulai mendekat, semakin dekat sehingga mereka melancarkan satu pukulan secara bersamaan yang menembus perut mereka masing-masing.
"Urk...!!!" Shira memuntahkan darah segar melalui mulutnya.
"Guhhh!" Zoiru juga memuntahkan darah, walaupun tubuhnya mengeras dan mendapatkan perlindungan dari tulang itu, serangan Shira dapat menghapus durabilitas tak terbatas juga pertahanannya.
Shira dan Zoiru melompat ke belakang lalu menatap satu sama lain, menunjukkan senyuman serius bahwa pertarungan yang sedang berlangsung cukup menyenangkan juga.
"Sihir cahayamu berhasil menembus perutku... jika saja tadi aku tidak fokus maka serangan cahayamu dapat menghancurkan organ tubuhku." Kata Zoiru sambil menghapus darah di mulutnya.
"Aku juga sama... jika saja tadi aku berhenti bergerak maka kau pasti akan menangkap diriku dan memberikan siksaan yang pedih kepadaku."
Shira dan Zoiru mulai melepaskan dorongan yang saling beradu sehingga aura mereka bertambah semakin besar sampai mengguncangkan alam semesta.
"Sayang sekali, Zoiru... jika saja idealmu dapat aku mengerti maka kita bisa saja menjadi saingan yang baik..."
"...tetapi idealmu itu tidak jauh dalam menyebabkan kehancuran, bahkan lebih buruk lagi karena harus membangkitkan makhluk sihir yang memiliki besar melebihi alam semesta..."
__ADS_1
"...Bamushigaru."