
Seluruh penonton masih terus bersorak keras, walaupun mereka tidak bisa melihat apa yang terjadi tadi, setidaknya apa yang mereka dapatkan adalah rasa hiburan yang sangat besar.
Honoka mulai mengajak Haruka pergi, Haruka masih memasang senyuman bangganya untuk adiknya itu karena ia berhasil mengalahkan dirinya, yang mengartikan Honoka adalah keturunan Comi yang sangat kuat.
"Heaven's Reality... cukup mengerikan ya, aku yakin kau sendiri bisa mengalahkan Mama." Haruka terkekeh.
"Tidak mungkin, hahaha, Mama dipenuhi rencana baru dan berbeda sehingga ia selalu saja mengetahui jalan untuk mengalahkan diriku. Aku sering di marahi olehnya tahu..."
"...jangan kebanyakan mengubah realitas, gunakan kekuatan itu dengan benar, katanya. Tetapi aku memang sudah mengerti, mengendalikan realitas adalah tanggung jawab yang sangat besar." Honoka tersenyum lembut.
"Hahaha, kita sama... aku sendiri selalu iseng menggunakan sihir waktu sejak bayi sampai sering menyusahkan Mama, andai saja Mama menonton pertarungan tadi ya..." Haruka mencoba untuk tidak bersedih.
Setidaknya ia masih memiliki kedua hal yang sangat penting bagi kehidupannya yaitu adik-adiknya, tanpa mereka, ia tidak tahu harus apa selanjutnya karena ketiga saudara adalah ciri khas dari keturunan Comi.
"Hei, Kakak..."
"Hm?"
"Pertarungan tadi... sebelum di mulai dan pertengahan, pandanganku sempat melihat Mama berdiri di hadapanku, memanggil namaku dan mengatakan sebuah kata yaitu mau..." Honoka mulai memperlambat gerakannya.
Haruka sontak kaget ketika mendengarnya, mungkin ia bisa mengenai satu pukulan tadi karena Honoka yang sempat menatap Korrina.
"Mama...? Apakah kamu berhalusinasi atau Mama memang melakukan komunikasi di alam sadarmu sendiri?!'
"Aku tidak tahu... jika aku mencoba mengingatnya, semuanya terasa hilang begitu saja tetapi ketika kedua penglihatanku melihat Mama atau diriku berhalusinasi tentang dirinya..."
"...seluruh tubuhku terasa lemas, seolah-olah semuanya tidak berfungsi seperti biasanya. Bisa di bilang lumpuh atau tubuh tanpa arwah, kamu mengerti bukan?" Tanya Honoka.
"Seperti arwahmu di tarik, begitu?"
"Ya... rasanya cukup aneh, mengerikan, dan menyenangkan karena aku dapat melihat Mama. Jika aku bisa merasakannya maka suatu hari Kakak juga akan merasakannya." Honoka menatap Haruka lalu tersenyum.
Haruka membalas senyuman itu dengan sebuah pelukan, memberi adiknya usapan di kepala, "Enaknya bisa melihat Mama lagi..."
"Aku yakin kakak juga dapat melihatnya suatu saat nanti, mungkin membutuhkan proses." Honoka mengeratkan pelukannya.
"Hm! Intinya, kamu harus bisa merasa senang sekarang. Kebahagiaan pasti saat ini sedang menyelimuti dirimu karena kau memenangkan semi final ini bahkan sempat bertemu dengan Mama." Haruka berhenti memeluk Honoka lalu ia menepuk punggungnya.
Mereka berdua pergi menuju ruangan peserta, di sambut dengan banyak bunga yang mereka semua lemparkan. Seluruh teman-teman Honoka dan Haruka mulai bertepuk tangan karena pertarungan tadi cukup hebat.
"Sepertinya aku sudah puas melihat pertarungan tadi, realitas dan waktu... sungguh pertarungan yang sangat membingungkan." Kata Shuan.
"Memang dan kalah itu biasa asalkan kalian bersenang-senang sudah cukup, para penonton terlihat sangat menikmatinya." Minami menatap keluar jendela.
""PERTARUNGAN MINAMI MANA!?""
__ADS_1
""KAPAN MINAMI AKAN BERTARUNG WOI!!!""
Minami langsung memasang wajah datar, membuat seluruh teman-temannya tertawa terbahak-bahak karena hampir semua penonton sangat menantikan kedatangan Minami dan tentunya deklarasi kemenangannya.
"Haruru, tetaplah bersabar ya... kekalahan adalah hal yang biasa, intinya kamu mendapatkan banyak pengalaman ketika bertarung dengan Honoka." Kata Hana sambil mengusap kepalanya.
"Ya... sangat sulit untuk bertarung dengan adikku yang sudah berkembang lebih dewasa dan hebat." Haruka tidak merasa kecewa atau sedih karena pertarungan tadi adalah perasaan serta pengalaman yang begitu berbeda dan menyenangkan untuk dirinya.
"Hampir sebagian dari pertarungan kalian tadi... aku kehilangan jejak, sihir waktu Haruka sangat hebat dan tentunya sihir realitas Honoka juga." Kata Mitsuki, ia sempat kebingungan melihat pergerakan mereka.
"Aku tidak menyangka Haruka akan kalah..." Methode terkejut, awalnya ia berpikir Haruka akan menang dengan sihir waktu yang jauh lebih kuat tetapi Honoka mengalahkan semua itu dengan membalikkannya.
Kou memeluk erat kedua kakaknya, "pertarungan yang hebat... kedua kakakku sangat hebat."
Mendengarnya saja membuat Honoka dan Haruka merasa senang sehingga mereka mulai memberi Kou sebuah usapan dan cubitan di pipi, seperti biasanya Honoka memberi Kou sebuah kecupan di pipi lalu bibir.
"Honoka...!" Seru Haruka.
Haruka awalnya ingin menegur Honoka tetapi ia melihat Rokuro yang tersenyum serius kepadanya, ia terlihat seperti menikmati pertarungan yang terjadi.
Haruka mulai mendekati dirinya, "Jangan menatapku seperti itu... kau tidak perlu menunjukkan rasa belas kasihan kepadaku yang sudah kalah."
"Tidak... aku tidak begitu peduli dengan hasilnya, pertarungan kali cukup intens dan mendebarkan, walaupun kau kalah..." Rokuro mulai mendekati bibirnya dengan telinga Haruka.
"...kamu akan tetap nomor satu bagiku, di hatiku dan seluruhnya." Mendengar bisikan seperti itu, wajah Haruka langsung memerah sampai kepalanya mengeluarkan asap.
"Baiklah, semuanya!!! Mari kita memulai pertandingan semi final selanjutnya dengan mengacak kembali kartu...!!!" Seru Jorgez keras, layar mulai menunjukkan kartu yang berputar cepat lalu terbuka setelah 10 detik.
"Pertandingan selanjutnya adalah...!!! Shiratori Methode melawan Shichiro Asriel!!!" Seru Jorgez keras, semua penonton mulai bersorak keras, membuat Haruki tersenyum serius karena ia ingin melihat putranya bertarung melawan salah satu Shiratori sekarang.
"Akhirnya... bagian putraku untuk melawan salah satu dari keturunan Shiratori." Kata Haruki sambil menatap Shira.
"Methode ya... kalau tidak salah kemampuannya berkaitan dengan kristal, cahaya, dan api. Lebih baik Asriel berhati-hati ketika melawannya, sihir esnya mungkin akan meleleh." Kata Shira.
"Asriel, semangat! Sekarang sudah saatnya untuk menunjukkan kemampuan penuhmu ketika melawan anggota Shiratori...!" Mitsuki mulai menyemangati Asriel yang mencoba untuk bersiap-siap melawan Methode.
"Asriel... Sebagai bangsa Legenda, kau jangan sampai menahan diri kepadaku... aku sendiri akan langsung mengerahkan semuanya hanya untuk memasuki final agar bisa melawan Honoka." Kata Methode.
"Semoga kita bisa menciptakan pertarungan sehebat Honoka dan Haruka agar para penonton merasa puas." Methode mengulurkan lengan kanannya.
"Ya... aku akan coba sebisa mungkin untuk mengalahkan anggota Shiratori yang sudah pasti memiliki banyak pengalaman." Asriel dan Methode mulai berjabat tangan lalu berjalan keluar dari ruangan itu.
Semua teman-temannya langsung menyemangati mereka bahkan Honoka sendiri tidak sabar untuk melihat kedua kemampuan mereka karena keduanya terlihat cukup menarik untuk di ajak berkelahi di final.
"Setelah pertarungan ini... Kita memiliki dua semi final tersisa, aku melawan Kou dan Minami melawan Mitsuki..." Kata Hana sehingga ia melihat Kou melompat-lompat penuh semangat karena tidak sabar melawan Hana.
__ADS_1
"Hana... jangan sampai kamu meremehkan diriku ya, tidak ada yang namanya belas kasihan atau menahan diri kepadaku..." Kou menunjukkan senyuman penuh kebanggaan, membuat Hana tersenyum lebar lalu mencubit pipinya.
"Baiklah~"
Seluruh penonton melihat Asriel dan Methode baru saja memasuki arena dengan persiapan penuh, seorang wasit mulai memasuki arena.
"Bersiap kedua peserta...!"
"Pemenang dari semi final ini akan langsung masuk ke tahap Final, bertemu dengan seorang putri kedua dari ratu Touriverse! Honoka Comi!" Seru Jorgez keras.
Asriel mulai merasa gugup seketika karena ia bisa melihat Methode melepaskan aura api emas yang cukup besar di sekitar tubuhnya, mau tidak mau ia harus menggunakan sihir esnya dengan benar.
"Magic Enlightment..." Ungkap Asriel, ia menggunakan kemampuan untuk memperkuat Lenergy, kekuatan sihir dan mempercepat pergerakannya serta pelafalan sihir.
"...pertarungan di mulai!!!"
Methode mengangkat kedua lengannya menyebabkan lantai yang Asriel injak mulai terasa panas, dengan cepat Asriel melompat ke belakang dan berhasil menghindari serangan api lahar emas yang keluar melalui daratan tersebut.
"Hampir saja..." Asriel mulai berkeringat ketika melihat api lahar itu cukup besar sekali bahkan suhu di udara terasa begitu panas sekarang sampai ia mencoba untuk menggunakan sihir esnya dengan benar.
Methode maju ke depan lalu ia melancarkan satu tendangan dari jauh, melepaskan kristal emas berapi yang meluncur ke arah Asriel.
Asriel menggunakan sihir Jet Dark Repulse untuk menembak serangan tajam elemen kegelapan yang mampu menembus sihir, bertambah kuat jika di pakai secara beruntun.
Methode berhasil membuat Asriel terkecoh dengan menyibukkan dirinya menggunakan sihir kristal api, Methode melepaskan gelombang api melalui kedua tapak tangannya dan Asriel segara menciptakan tembok es yang tebal.
Tembok es itu berhasil menahan serangan gelombang tersebut sampai meleleh tetapi ia bisa merasakan keberadaan Methode di sebelahnya sekarang.
Satu pukulan Methode lepaskan sehingga mengenai wajah Asriel sampai ia terhempas ke belakang dengan luka bakar di pipinya.
"Pukulan tadi bisa saja membakar kulitmu sampai habis, Asriel, untungnya sihir esmu berhasil mengurangi kerusakan dari sihirku tadi..." Methode mulai membakar kedua tinjunya dengan api sehingga kedua matanya mulai menunjukkan lambang Gluttony.
"Berbeda dengan Minami dan Shuan, kau memiliki banyak kemampuan yang di gunakan dengan cara berbeda, menghasilkan kombinasi yang unik sehingga membuat lawan bingung." Asriel mulai menyentuh luka bakarnya itu.
"Shira..." Panggil Haruki.
"Ya?"
"Kalau tidak salah Shiratori Methode ini menikah dengan Kurota...?"
"Ya, aku sendiri tidak menyangka bahwa Methode akan jatuh cinta kepada keturunan Shimatsu dari semesta palsu. Bukannya itu gila, Arata?" Shira menjawabnya dengan senyuman serius tertera di wajahnya.
"Ya... versi palsuku setidaknya memilih gadis yang cukup kuat." Jawab Arata.
Asriel mulai berpikir soal semesta palsu ini, kalau tidak salah ia pernah di beritahu oleh Haruka bahwa Methode menikah dengan Kurota, memberikan dirinya sebuah kekuatan dari tujuh dosa besar juga.
__ADS_1
"Sepertinya ini kesulitan yang aku maksud..."
"...tetapi aku harus mencobanya, masih ada kemungkinan!"