
Redagon melesat menuju arah Haruka dengan kecepatan maksimalnya lalu ia melancarkan beberapa serangan kepadanya tetapi jarum jam di kedua mata Haruka mulai melambat.
Apa yang ia lihat sekarang hanyalah pergerakan lama yang di lakukan oleh Redagon, Redagon melepaskan tekanan yang begitu tetapi semua serangan melalui tekanan serta sihir mulai Haruka hentikan menggunakan penghentian waktu.
Haruka mulai melakukan satu serangan dengan kedua tinju tangannya yang diselimuti dengan aura Crimson, satu pukulan berhasil menghantam kepalanya, menyebabkan kepala Redagon hancur begitu saja.
Haruka melompat ke belakang, "Heaven's Time..."
Haruka melebarkan matanya sehingga keningnya memunculkan lambang jarum jam, kedua jarum jam di matanya mulai berputar maju untuk menunjukkan masa depan yang akan terjadi dan ia bisa melihatnya dengan jelas.
Iblis satu ini sangat abadi dan tidak akan bisa di kalahkan begitu saja tetapi Haruka akan mencoba untuk mencari cara lain karena ia bisa melihat Honoka di belakangnya mampu mengubah semua sihir yang dilepaskan oleh Oskadon.
Menjadi mainan karet yang tidak berguna sama sekali, Haruka menatap ke depan tetapi dadanya tertusuk sangat dalam menggunakan pedang Redagon yang mengandung kegelapan pekat di dalamnya.
"Haruka Comi... Biarkan aku menjelaskan informasi penting ini, kami mengincar kalian karena aku sendiri sudah melakukan kalkulasi... Kalian berdua dengan kemampuan yang kalian miliki sangat lah menyebalkan."
Redagon menendang Haruka ke depan sehingga Haruka berubah menjadi aura hijau yang membentuk jam, Redagon sudah mengetahuinya karena musuh seperti Haruka tidak pantas untuk diremehkan.
Haruka menyambut Redagon dari belakang dengan menendang kepalanya sampa ia terdorong ke depan.
Apa yang baru saja Haruka lakukan adalah salah satu kemampuan melalui Heaven's Time dimana ia dapat menyimpan tubuh asli di dunia asli itu sedangkan ia bisa membelah diri tetapi Haruka yang asli berada di dalam waktu berbeda dengan dunia itu sendiri.
Waktu di surga dan dunia Touriverse ini sangat lah berbeda sehingga Haruka dapat menggunakan waktu melalui surga untuk melawan musuhnya dimana pun tanpa harus khawatir dengan wilayah.
Di luar Touriverse juga, Heaven's Time akan terus berada di dalam dirinya sebagai kemampuan paling mematikan dan berguna, Haruka mencoba untuk mengakhiri pertarungan ini dengan cepat.
Redagon melepaskan sihir kegelapan api yang mengandung warna merah tetapi Haruka hanya perlu maju ke depan sehingga sihir itu menghilang begitu saja karena Haruka mempercepat waktu untuk sihir tersebut agar bisa menghilang segera.
"Kau memang kuat dan aku menghormati dirimu karena itu, Haruka. Melawan seorang Mortal yang memiliki kuasa penuh terhadap waktu memanglah hal yang cukup memuaskan bukan?"
"Apa yang kau rencanakan sekarang... Aku tidak menyukai masalah yang selalu kalian ciptakan terutama bangsa Iblis, apakah kalian melakukan semua ini karena mengikuti sebuah perintah?"
"Perintah siapa itu? Raja iblis? Dewa iblis?"
"Kami hanya melakukan apa yang sudah kami rencanakan sejak itu, tidak ada Demon Lord atau Demon God yang layak di era seperti ini, hanya kami saja..." Redagon memancarkan aura kegelapan yang begitu pekat di seluruh tubuhnya.
Tubuh Haruka mulai diselimuti dengan aura Crimson yang melambangkan jam waktu berputar ke belakang dimana aura atau tekanan yang mengenai aura tersebut akan terpaksa terulang menuju titik nol.
__ADS_1
Haruka menghentikan waktu dengan cepat, ia bisa melihat Redagon bergerak menghampiri dirinya, tidak memedulikan penghentian waktu tersebut karena ia sendiri telah melampaui hukum dari waktu.
Haruka tersenyum serius, "Maaf, Rokuro... Aku akan terlambat sepertinya."
Redagon melesat ke arah Haruka lalu ia melancarkan beberapa serangan melalui kedua pedangnya yang mampu membelah realitas bahkan membuka celah yang begitu besar dimana celah itu menciptakan kegelapan yang menyerang ke arah Haruka.
Jarum jam Haruka mulai berputar maju ke depan sehingga ia bisa melihat pergerakan masa depan mereka bahkan dengan bantuan dari Heaven's Time, waktu yang Haruka miliki sangat lah mutlak.
Haruka melompat ke atas sehingga kedua matanya melihat Redagon berada tepat di hadapannya walaupun Redagon sendiri terlihat waspada ketika Haruka melompat ke atas tanpa sebab.
Haruka melakukan tendangan yang begitu dalam, mengenai perut Redagon yang ia lihat sehingga Redagon memuntahkan darah yang sangat hitam di dalam dirinya.
"... ...!" Redagon hanya bisa diam tanpa mengeluarkan perkataan apapun, kemampuan surga Haruka memang tidak bisa ia remehkan begitu saja.
Haruka baru saja melakukan kemampuan dari [Heaven's Time: Breakthrough Prediction] dimana pandangan Haruka melihat seluruh prediksi dan masa depan yang terbelah menjadi beberapa bagian.
Prediksi kemungkinan memiliki labirin yang berbeda-beda karena prediksi itu sendiri tidak akan selalu benar, semua pergerakan yang di lakukan Redagon mampu Haruka ketahu hanya dengan pikiran dan penglihatannya.
Bukan hanya itu saja, ia sudah melihat jutaan prediksi pergerakan dan serangan yang Redagon lakukan, dengan tambah dari Heaven, ia dapat mengganggu prediksi itu dengan menyerang sesuatu yang ia lihat sehingga berpengaruh kepada orang yang asli.
Pikiran dan jarum jamnya mulai berjalan dengan cepat untuk melihat masa lalu Redagon hanya dalam satu detik, ia terkejut dan mengetahui kedua orang tuanya.
"Aku bisa melihat dirimu sejak lahir sekarang, Redagon. Ternyata kau adalah anak Rxeonal juga ya... Selama ini dia selingkuh, aku kira awalnya dia adalah Iblis yang baik."
"Ibumu sepertinya memiliki kaitan terhadap iblis kuno sejak itu sampai ia memiliki warisan dari keabadian bangsa iblis dan Demon Lord..."
"...aku bisa menghancurkan dirimu dengan menyerang versi bayimu yang berada di hadapanku ini tetapi kau hanya tetap bangkit karena kau abadi." Haruka bisa mengakhiri semuanya dengan mengalahkan versi bayi mereka, hanya saja ia menahan diri karena tidak ingin merasakan hal yang sama sejak itu.
Kelumpuhan, tubuh Mortal nya adalah sebuah pembatas dalam menggunakan kekuatan waktu secara keseluruhan sedangkan tubuh Dewi masih berada di dalamnya dirinya, kebiasaan ibunya telah tertera di dalamnya sampai ia tidak ingin merasakan menjadi Dewi.
"Aku memiliki harga diri sebagai seorang Comi dan ibuku, tidak perlu menjadi seorang dewa atau dewi untuk bertambah kuat...!" Tubuh Haruka mulai melepaskan aura Crimson yang membentuk tubuhnya sendiri.
"Heaven's Time! Hancurkan semua prediksi pergerakan musuh terutama pergerakan yang ia lakukan di masa lalu!" Semua ilusi yang Haruka lepaskan mulai menyerang sesuatu yang tidak terlihat tetapi di pandangan mereka, hanya pergerakan Redagon saja yang terlihat.
Redagon yang asli langsung menerima banyak sekali kerusakan di tubuhnya bahkan ia sampai tidak bisa melakukan apapun karena semua ilusi itu tidak berhenti dan prediksi pergerakan yang ia lakukan berjumlah banyak sekali.
"Iblis apapun itu...!" Haruka melesat ke arah Redagon selagi mengepalkan tinju kanannya.
__ADS_1
"...tidak memiliki kesempatan untuk berada di tingkat lebih atas lagi dengan bangsa Legenda!" Redagon mengalami kesulitan untuk menghindari karena tubuhnya terus di tekan dengan berbagai macam serangan.
Pergerakannya hanya bertambah lambat karena semua ilusi Haruka dapat menggunakan kemampuan waktu juga dan tubuh asli Redagon terus terkena efek dari waktu yang bertumpuk-tumpuk.
Satu hantaman dahsyat mengenai wajah Redagon sehingga ia terlempar ke belakang, tubuh Redagon walaupun mengandung kemampuan untuk mengembalikan serangan semua pengembalian itu berhasil Haruka balikkan dengan waktu.
"Kau memang abadi tetapi... Perasaan apa yang kau rasakan ketika terus menerima serangan selama seumur hidupmu!?" Haruka melepaskan lebih banyak ilusi untuk menyerang prediksi kembali.
***
Oskadon melepaskan beberapa tekanan dan gumpalan kegelapan ke arah Honoka tetapi Honoka hanya berdiri tegak, mengubah semua serangan itu menjadi sesuatu yang lembut dan empuk.
"Tidak apa-apa kok, domba tersesat. Tidak perlu menjadi lebih dariku itu adalah hal yang biasa..." Honoka tersenyum sehingga dada Oskadon mengeluarkan pedang yang begitu besar.
"Uggghhhhh!!!" Oskadon terjatuh di atas tanah karena ia bisa merasakan seluruh darah di dalam tubuhnya mulai membentuk sebuah benda yang begitu tajam dan semua benda itu mulai mencabik-cabik dalamnya.
Oskadon melempar semua senjata yang berada di dalam tubuhnya tetapi Honoka hanya perlu menatap Oskadon dengan tatapan serius sehingga semua senjata itu bertambah besar lalu terjatuh tepat di atas Oskadon.
Oskadon melompat ke belakang dan terjatuh di atas senjata tajam, Oskadon bisa merasakan kesakitan yang begitu besar walaupun dirinya abadi, setiap tingkah yang ia lakukan pasti akan berakhir sama saja.
"Realitas bisa menjadi apapun yang aku inginkan, Oskadon." Honoka mulai mengubah semua sihir Oskadon menjadi udara.
"Grrrggghhh!!! Graaaggghhh!!!" Oskadon menciptakan sirkuit sihir tepat di atas kepalanya untuk menarik sebuah sabit yang mengandung tekanan dan kegelapan besar di dalamnya.
"Dengan satu ayunan ini... Aku akan mencabik-cabik dirimu!!!" Oskadon menarik sabit itu lalu mengangkatnya ke atas sehingga Honoka bisa melihat tubuhnya mengenai beberapa serangan sampai terluka.
"Wah, menyeramkan... Terima kasih pemulihannya." Honoka tersenyum serius, Oskadon melebarkan matanya ketika menyadari setiap serangan yang di terima Honoka tidak melukainya melainkan memulihkan tubuhnya lebih maksimal lagi.
"Sudah aku bilang beberapa kali bukan? Apapun itu... Berkaitan dengan realitas, aku berkuasa. Percuma saja mereka dapat membelah atau melakukan realitas karena aku dapat memperbaikinya..." Honoka menjentikkan jarinya.
Menyebabkan sabit yang di pegang oleh Oskadon berubah menjadi nuklir yang meledak tepat di hadapannya sampai tubuhnya terbakar sampai habis dan terus mengalami regenerasi.
"Ini..." Honoka mulai berbicara.
"...adalah..." Haruka mulai berbicara.
""...Heaven!""
__ADS_1