Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1096 - Kehidupan Bergantung dengan Sejarah


__ADS_3

"Baiklah... melihat Koizumi bertarung melawan dirinya dengan wujud ratu surga serta gabungan dari segala pedang itu memberikan diriku keyakinan dan ingatan yang benar sekarang."


"Hampir sama seperti Diablo, akar kehidupannya adalah kekosongan tetapi ia berhasil menerima segel yang dilepaskan oleh Shiratori Shukaku." Kuro mulai memikirkan kembali nyawa yang hampir mirip seperti Brimgard.


"Ya, benar... itu artinya Shukaku memang memiliki kemampuan penyegelan yang dapat menghapus sejarah juga."


"Diablo seharusnya tidak akan pernah bisa mati selama Nothingness memang sudah hancur, tetapi maupun kau mencoba untuk menghancurkan kekosongan tetap akan menghasilkan kekosongan juga."


"Brimgard tidak jauh berbeda dengan dirinya, hanya saja aku perlu menembus [Embodiment of Dark-Matter], perwujudan dari materi gelap itu sendiri."


"Menghapus keberadaan bersama dengan sejarahnya, wadah yang aku terima saat ini masih menghalangi diriku untuk mengakses semuanya secara penuh karena Koizumi sendiri masih membutuhkan beberapa latihan."


Kuro mengingat jelas dirinya memiliki pengalaman membunuh seseorang yang memiliki keberadaan yang begitu kuat dimana orang itu tidak akan pernah bisa mati selama sejarahnya musnah.


"Jadi dia itu memang seperti tidak ada, dan terlupakan karena sejarahnya yang ia jadikan sebagai inti kehidupan musnah." Kuro melihat Brimgard mendarat tepat di hadapan dirinya itu.


"Aku mengingat perkataan gadis kecil yang bernama Shinobu Koneko tentang keberadaan dan kehidupan yang berkaitan dengan sejarah..."


"Selama kau masih bisa menghapus keberadaan musuh itu dari sejarah maka semuanya bisa dibilang aman, tetapi situasi akan bertambah buruk jika dia bisa memulihkan sejarah yang sudah dihapus itu." Peringat Shinobu.


"Itulah yang lebih kuat dari kehidupan seseorang, walaupun sejarahnya sudah terhapus... tetapi dia masih bisa bangkit karena dapat memulihkan kembali sejarah itu maka rasanya akan sulit untuk dilawan."


"Tetapi jika kehidupan atau keberadaan asli musuhmu yang berada di dalam Nothingness, hal tersebut masih bisa diubah oleh kami keturunan Shiratori."


"Menggunakan Golden Spirit..."


Kuro langsung mengingat kembali beberapa kekuatan yang sudah terkunci karena batasannya sendiri, mungkin ia memang memilih tubuh yang cukup berpotensi sehingga memiliki kemungkinan untuk membangkitkan seluruh kekuatan aslinya.


Kuro menusuk pedang God Slayer di atas tanah hanya untuk menatap tapak kanannya yang memunculkan banyak sekali lambang dosa, "Kemampuan khusus keturunan Shimatsu, akan aku perkuat..."


"Begitu ya, kau terlihat cukup menjanjikan jika berhasil selamat dari Nothingness."


"Sebagian hidupku juga adalah salah satu dari kekosongan kau tahu, dosa tidak memiliki wujud tetapi aku adalah salah satunya... bisa disebut juga sebagai Avatar yang tercipta dari segala dosa sehingga melahirkan mortal terkuat."


"Hmph, perwujudan segala dosa... mungkin ini akan menjadi pertarungan yang aku nantikan selama ini, kau dan aku yang sama-sama Embodiment terhadap sesuatu!"


Kuro menarik keluar kedua pedang tersebut sampai tubuhnya mulai memunculkan banyak sekali kegelapan yang melambangkan banyak sekali dosa.


"Lebih kau memilih lawan yang memiliki kehidupan dalam sebuah sejarah, aku salah satunya sudah bersedia untuk melawan dirimu yang sudah membunuh wadahku sebelumnya."


Kuro melakukan kuda-kuda berpedangnya lalu ia melihat Brimgard memperlihatkan kuda-kuda bertarungnya, kedua petarung yang tidak akan pernah bisa mati selama sejarah mereka lenyap akan dimulai.

__ADS_1


Kuro melesat menuju arah Brimgard hanya untuk melancarkan satu tebasan yang berhasil ditahan menggunakan belatinya itu, Kuro memegang erat pedang di tangan kirinya untuk memotong leher Brimgard.


Brimgard menahan menggunakan lengannya sampai putus tetapi ia berhasil menumbuhkan tangan baru yang berhasil menangkap bilah pedangnya itu, Kuro melompat ke atas lalu ia mengayunkan kedua pedangnya.


Brimgard menghindari serangan itu dengan menunduk sehingga mereka langsung melancarkan banyak sekali serangan yang saling berbenturan sampai menyebabkan ruang ketiadaan itu mulai berguncang.


Kuro dan Brimgard saling menerima beberapa serangan yang sudah meninggalkan banyak sekali luka, Kuro melakukan backflip ke belakang lalu ia melesat kembali menuju arah Brimgard.


Kuro menghindari semua serangan Brimgard yang dilepaskan melalui tombak itu, dengan cepat Kuro langsung menghindari semua serangan kekosongan dan materi gelap yang mencoba untuk mengincar dirinya.


Kuro memilih jalan pintas dengan melompat ke atas sehingga Brimgard dapat melihatnya dengan jelas, mereka berdua melancarkan satu serangan secara bersamaan dimana pedang Kuro berhasil memutuskan lehernya.


Tetapi untuk Brimgard pukulannya berhasil menghantam kepalanya sampai pecah, luka fatal yang mereka terima berhasil pulih kembali sehingga kedua petarung itu saling bertatapan dengan ekspresi serius.


"Ternyata benar, sulit juga untuk membunuh seorang Mortal yang dijadikan sebagai perwujudan segala dosa, mungkin aku harus mengeluarkan kemampuan yang sangat mematikan..."


Brimgard dan Kuro melanjutkan serangan mereka yang saling berbenturan sehingga menyebabkan ruang ketiadaan tersebut untuk terus berguncang tanpa henti.


Brimgard menghantam perut Kuro cukup dalam sampai ia memuntahkan banyak sekali darah melalui mulutnya, Kuro menyerang balik dengan menebas wajahnya lalu melepaskan gelombang tebasan yang menghempas dirinya ke belakang.


Lama kelamaan Brimgard merasa kesal karena terus menerima banyak sekali serangan yang terasa menyakitkan, Kuro melihat Brimgard melesat menuju arah dirinya sehingga mereka melancarkan satu serangan secara bersamaan menggunakan senjata.


Terjadilah benturan yang menghasilkan suara bising di sekitar mereka, pandangan mereka saling bertemu sehingga kedua ekspresi petarung itu terlihat kesal karena dua-duanya terus memberontak untuk tidak dihapus dalam sejarah.


Kuro menyerang balik dengan melancarkan satu tebasan menggunakan pedang gabungan dosa itu sehingga memotong tubuh Brimgard menjadi dua lalu mementalkan dirinya ke belakang.


"Gaaghh...!" Brimgard dapat merasakan kesakitan dari tebasan yang dilepaskan oleh Kuro karena rasanya berbeda sekali dengan yang dilepaskan oleh Koizumi.


Kuro melesat maju menuju arah Brimgard yang langsung memunculkan banyak sekali materi gelap di atas langit yang langsung menyerang Kuro dari arah berbeda sampai ia tertipu dengan jumlahnya.


Brimgard menghantam tubuh Kuro dengan konstruksi materi gelap yang begitu besar sampai menghancurkan seluruh tulang dan organ di dalam tubuhnya itu, tetapi semua itu berhasil terisap ke dalam pedangnya.


Kuro menginjak daratan dengan penuh tenaga lalu ia melesat maju menuju arah Brimgard yang memunculkan gumpalan Nothingness di atas tapak tangannya yang langsung dilempar menuju arah Kuro.


Ukurannya mulai membesar lagi dan lagi sampai melebihi alam semesta, Kuro langsung menyilangkan kedua pedang itu hanya untuk menahannya serta menghisapnya ke dalam pedang tersebut.


Kuro langsung terdorong ke belakang sampai kedua pedang yang ia pegang sempat lenyap tetapi kembali karena memiliki resistensi terhadap Nothingness cukup lama sekali, daya kekuatan yang terdapat di dalamnya juga cukup mengerikan.


"Hnggghhhh...!!!" Kuro merapatkan giginya sampai kedua lengannya bergetar terus menerus karena mencoba untuk mengendalikan gumpalan Nothingness di hadapannya agar tidak melenyapkan kedua pedang dan dirinya sendiri.


Brimgard melepaskan lebih banyak pusaran Nothingness melalui jari-jarinya sampai menyatu dengan gumpalan di hadapannya itu, Kuro mulai tertekan karena gumpalan itu karena daya kekuatan yang Brimgard lepaskan terus bertambah.

__ADS_1


Kedua pedang Kuro memancarkan cahaya merah sampai memunculkan lambang Greed besar yang menghisap seluruh gumpalan itu secara instan sampai mengejutkan Brimgard seketika, "Sial..."


"Semakin banyak kemampuan Nothingness yang kau lepaskan kepadaku maka semakin cepat diriku membuka kekuatan yang selama ini terkunci di dalam diriku." Ucap Kuro.


Kuro muncul di hadapan Brimgard lalu melancarkan serangan kombinasi yang menghempas dirinya ke belang, setelah itu mencoba untuk menebas lehernya tetapi Brimgard berhasil mendorong dirinya ke belakang dengan kedua tapaknya.


Kedua lengan Kuro menonjolkan banyak sekali urat sampai ia kehilangan kendali akan kedua tapaknya yang langsung melepaskan kedua pedang itu, "Raaggghhh...!!!"


"Hngghhh...!!!" Kuro mengepalkan kedua tinjunya yang langsung mengeluarkan banyak sekali darah, selama ini ia diam-diam mengumpulkan sebuah kekuatan yang ia sembunyikan.


"Sial, mungkin aku memang tidak bisa menyembunyikannya terlalu lama ketika mencoba untuk menghadapi Brimgard dengan serius." Kuro tersenyum serius sehingga ia merasakan kekuatan simpanan itu mulai mengacaukan tubuhnya.


"Jika saja satu bulan sudah cukup untuk membantu Koizumi mengendalikan segalanya maka aku tidak akan kesusahan seperti ini, setelah ini aku harus memaksa dirinya untuk terus berusaha keras."


"Entah kenapa kita membagi hal yang sama dalam segi apapun, dua petarung yang sulit untuk dibunuh dan hal unik lainnya adalah kita sama-sama menyembunyikan sesuatu!" Brimgard tersenyum serius.


Brimgard dan Kuro melesat menuju arah satu sama lain lalu melancarkan banyak sekali serangan yang saling berbenturan serta mengenai satu sama lain karena saking cepatnya mereka telah melampaui angka nol itu sendiri.


Tubuh Brimgard berhasil terpotong menjadi beberapa bagian tetapi wajah Kuro melihat tapak kanannya yang langsung melepaskan materi gelap sampai ia terpental ke belakang lalu melakukan sebuah putaran yang dilanjutkan dengan pergelangan mendekati dirinya.


Brimgard baru saja selesai memulihkan semua luka itu tetapi wajahnya menerima satu tebasan dari Kuro sampai menyebabkan tubuhnya untuk terpental ke belakang lalu Kuro mencoba untuk mengejar dirinya.


Brimgard melebarkan keempat lengannya sampai menjatuhkan sebuah materi gelap yang menindih tubuh Kuro sampai ia menabrak daratan kembali, "... ...!!!"


Kuro melepaskan kedua pedangnya ke depan sehingga mengejutkan Brimgard yang tidak melakukan reaksi apapun karena kedua pedang itu sudah mengenai tubuhnya sampai meninggalkan banyak sekali luka.


Kuro melesat menuju arah Brimgard lalu terjadi pertarungan yang begitu dahsyat sampai Zephyra terus memperhatikan mereka dengan senyuman menyeringai ketika melihat dua raja saling berhadapan satu sama lain.


Brimgard melangkah satu tendangan yang berhasil ditahan menggunakan pedangnya itu, mereka langsung menyerang satu sama lain sehingga meninggalkan banyak sekali luka tebasan dan tinju yang membekas.


Kedua petarung itu juga bahkan dikotori dengan darah mereka satu sama lain, Brimgard menghantam dada Kuro sampai memuntahkan banyak sekali darah tetapi ia langsung menyerang balik dengan menebas tubuhnya beberapa kali.


Pada akhirnya, pertarungan itu menyebabkan Brimgard dan Kuro untuk babak belur sampai mereka terdorong ke belakang dengan bekas luka yang sangat dalam.


"Hah... Hah... Hah... ketangguhan itu absolut...! Hahahahaha...! Ini yang aku selalu inginkan, sungguh menakjubkan!" Brimgard merasa frustrasi dan bahagia dalam waktu bersamaan.


Brimgard langsung merobek bajunya karena ia sudah tidak bisa lagi menahan diri ketika melawan seseorang yang sangat kuat dalam Touriverse, "Aku akan membunuh dirimu sekarang juga...!"


Brimgard melebarkan matanya ketika Kuro berdiri di belakang dirinya selagi melancarkan banyak sekali tebasan yang mendorong dirinya ke depan sehingga ia langsung terjatuh di atas tanah.


Tubuh Kuro sempat mengeluarkan banyak sekali aura kegelapan karena tubuhnya sudah tidak bisa menampung kekuatan yang sedang ia isi saat ini, "Sudah siap ya...? Kalau begitu aku harus mencobanya selagi bisa..."

__ADS_1


"...aku tidak memiliki pilihan lain selain mencoba kemampuan tersebut, jika berhasil maka kemenangan yang Shinobu maksud jelas."


__ADS_2