
Minami membuka kedua matanya pelan-pelan dan ia dikejutkan dengan serangan kue yang mengenai wajahnya sampai ia yang tadinya sedang menikmati istirahat tidurnya terganggu dengan kejutan pesta ulangan tahun,
""Selamat ulang tahun, Minami!"" Seru Haruka dan Honoka bersama-sama, ternyata di ruangan Minami terdapat Haruka, Honoka, dan Kou yang langsung membuat pesta kejutan untuk dirinya.
Tidak ada pilihan lain selain membersihkan wajahnya dengan lidah dan tangannya, "Kalian ini... mengejutkan diriku saja... aku sudah meminta beberapa kali untuk tidak mengadakan pesta kejutan bukan?"
"Tidak boleh seperti itu, Minami. Hari ini adalah hari dimana kau bisa melihat semesta Touri yang begitu indah, setiap ulang tahun memerlukan pesta yang sangat meriah agar bisa mengingat momen yang begitu indah!" Kata Honoka.
"Benar-benar, kau juga bahkan sekarang sudah menginjak tingkat paling atas dari kedewasaan, dua puluh tahun!" Haruka bertepuk tangan, ketiga saudara itu mulai bersenang-senang selagi mengeluarkan suara yang begitu bahagia, membuat Minami tersenyum dan menghela nafasnya.
"Minami... Kami juga memiliki hadiah yang mungkin kamu suka..." Kou mulai berbicara dengan nada yang lembut, suaranya terdengar begitu kecil dan terkadang tidak bisa di dengar oleh mereka.
Kou mengambil kotak hadiah dari Haruka lalu ia memberikannya kepada Minami yang masih dipenuhi dengan krim di wajahnya, Honoka langsung membersihkannya menggunakan kekuatan dari realitas.
"Astaga... kalian tidak perlu repot-repot memberi diriku hadiah juga." Minami tersenyum senang, ia mulai membuka pita kotak itu lalu membuka penutupnya sampai ia dikejutkan dengan sebuah foto yang sudah di pajang oleh mereka bertiga.
Foto masa kecil dari seluruh teman-temannya, Minami mengambilnya lalu menatap sampai senyuman lebar terpasang di wajahnya, walaupun foto itu kekurangan Shuan setidaknya ia dapat melihat kembali masa-masa dulu dimana mereka masih bisa bersenang-senang di masa kecil mereka yang begitu menyenangkan.
"Teman-teman... Aku tidak menyangka kalian memiliki foto seperti ini, sungguh menyegarkan bangun dan melihat masa-masa kecil dulu." Minami tersenyum.
Ia masih bisa melihat hadiah lainnya, kotak itu lumayan besar bahkan Minami sampai mengeluarkan beberapa benda di dalam kotak itu. Yang pertama ia keluarkan adalah sebotol madu yang begitu besar.
"Kou... Kamu memberikan ini?"
"Iya..."
"Bukannya madu adalah favoritmu? Tidak perlu memberikanku ini..." Minami mencoba untuk memberikannya kembali tetapi Kou menolaknya dengan menggelengkan kepala.
"Ehh...?" Minami bahkan melihat minum favorit Haruka yaitu Vodka dan makanan yang sangat Honoka sukai yaitu pir.
"Kami memberikan hadiah favorit kami karena mereka sama derajatnya dengan dirimu, Minami. Bahkan lebih..." Haruka mulai memeluk Minami erat sampai mengejutkan Minami karena kata-katanya sempat menyentuh hatinya.
"Ehh...?" Honoka dan Kou ikut meluk, membuat Minami merasakan perasaan yang begitu baru sampai air mata mengalir keluar melalui kedua matanya.
Entah kenapa hadiah yang terasa begitu sederhana membuat dirinya terharu seperti itu, ia tidak bisa menahannya lagi selain menangis, ketiga saudara itu bisa melihatnya dan mereka terus memeluk Minami.
Beberapa menit kemudian, hadiah yang Minami peroleh dari kedua saudara itu masih belum selesai karena ia bisa melihat sebuah selendang yang berwarna merah.
"Ahh... Hadiah yang sama setaranya dengan hadiah musim sejuk ya." Minami mengeluarkan selendang itu lalu ia mengenakannya, kehangatan mulai menyelimuti tubuhnya karena kemarin malam ia begadang dengan suasana yang terasa dingin.
Minami mengeluarkan dua hadiah lainnya yaitu sebuah ikat kepala dan dua sarung tangan yang cocok karena memiliki warna sama yaitu merah tua.
"Teman-teman, terima kasih. Semua hadiah ini sudah jauh lebih dari cukup. Mungkin aku akan mengubah sedikit penampilanku dengan ikat kepala dan selendang ini..." Minami mulai menggunakan ikat kepala dan kedua sarung tangan itu.
"Apakah terlihat cocok?"
"Terlihat sangat cocok, seperti Legenda yang baru saja bangkit dari perjuangan panjang!" Haruka mengacungkan jempolnya.
"Terima ka---" Minami dikejutkan dengan Honoka yang menyerang dengan sebuah pelukan, serangan lainnya berlanjut yaitu sebuah kecupan di pipi Minami sampai ia tercengang karena Honoka bertambah agresif.
__ADS_1
Haruka dan Kou tercengang melihatnya bahkan kedua mata mereka terbuka lebar melihat Honoka yang begitu agresif hari ini.
"Ahhhh!!! Honoka!!! Kenapa kau menciumku!? Kita sudah dewasa tahu...!!!" Minami melompat ke belakang sambil mengusap-usap bekas ciuman itu dengan pipi yang merona.
"Ahh, maaf, maaf. Aku tidak bisa menahan melihat kucing kecilku yang begitu imut. Tidak ada pilihan lain selain merasakan dirimu, Minami." Honoka mengatakannya selagi membenarkan poni dengan wajah yang menggoda.
"Hiii....!!!"
***
"Oh iya... Ketiga bahan makanan dan minum yang kamu terima dari kami tidak akan bisa busuk." Kata Haruka.
"Ehh?"
"Aku memasang sihir waktu di dalamnya dimana ketiga benda itu tidak akan terpengaruh dengan waktu, intinya madu, Vodka, dan pir itu akan tetap berada di kualitas yang sangat baik."
"H-Hebat ju---"
"Minami!!! Selamat ulang tahun!!!" Minami lagi-lagi dikejutkan dengan serangan pelukan dari Hana sampai mereka terjatuh di atas lantai.
"Y-Ya... Terima kasih..." Hana mulai membantu Minami untuk bangun lalu ia menunjukkan sebuah kotak yang berisi hadiah di dalamnya.
"Ini hadiah untukmu."
"Sepertinya semua memberiku hadiah ya..."
Minami mengangguk lalu ia mengambil kotak itu dan membukanya, ia bisa melihat kalung yang memiliki berlian biru, melihatnya saja membuat Minami tercengang karena itu pasti mahal sekali.
"Ehhhhh! Kamu membelikan kalung berlian untukku?! Bukannya ini terlalu mahal...!?" Minami mencoba untuk memberikannya kembali tetapi Hana menolaknya dengan mengambil berlian itu lalu memasangkannya kepada Minami.
"Tidak ada apa-apanya. Teman lebih penting dibandingkan harga dari uang, tenang saja... Berlian ini aku temukan di dalam lautan dengan bantuan dari Leviathan." Hana mengedipkan mata kanannya.
"Terima kasih..."
"Ahh, Minami, karena sekarang hari ulang tahunmu, apakah kamu sekarang lebih memilih untuk berpakaian lebih mewah dan keren dari sebelumnya?" Panggil Bakuzen dari belakang.
Mereka semua melirik ke belakang dan melihat Bakuzen bersama kedua laki lainnya yaitu Rokuro dan Asriel.
"Selamat ulang tahun, Minami. Aku juga memilih hadiah untuk dirimu..." Asriel memberi sekotak es krim yang lezat.
"Terima kasih..." Minami mengambil kotak es itu yang masih terasa sangat dingin, untungnya sarung tangan itu melindungi dirinya dari es yang menyelimuti kotak tersebut.
"Aku terlalu berlebihan dalam menggunakan sihir esku sepertinya, nanti juga akan meleleh semua es itu dan kau bisa menikmatinya."
Minami mengangguk dan melihat Bakuzen mulai mengeluarkan beberapa kembang api yang bisa di nyalakan ketika pesta malam di mulai, mereka semua terkejut ketika melihat Bakuzen membawa banyak sekali kembang api dan petasan.
"Kau mendapatkan semua itu darimana, Bakuzen?" Tanya Haruka.
"Aku membuatnya sendiri, bukan sekedar kembang api biasa karena ledakan yang dibuat jauh lebih dahsyat dan indah..."
__ADS_1
"...tidak akan menyebabkan kerugian juga dan aku memberikannya kepadamu, Minami. Walaupun hadiahnya tidak bernilai besar..." Minami menerima semua kembang api itu dengan senyuman.
"Tidak apa-apa, hadiah adalah hadiah dan aku sendiri tidak sabar untuk menyalakannya bersama-sama nanti malam." Minami menghilang semua petasan itu dengan memasukkannya ke dalam celah cahaya yang ia buat.
"Minami. Terimalah." Minami terkejut ketika melihat Rokuro memberi dirinya hadiah, sungguh mengejutkan karena ia tidak menyangka pria sedingin dirinya akan memberi hadiah juga.
"Wahhh... Snack kucing ya... Terima kasih." Minami mengangguk.
"Aku ingin berterima---"
"Tunggu, aku terlambat!" Seru Mitsuki, mereka bisa mendengar suaranya melalui lorong di sebelah barat, mereka melihat Mitsuki yang bergerak cepat menuju arah Minami dengan sebuah kotak kecil.
"Mitsuki...?" Minami melihat Mitsuki membuka kotak kecil dimana di dalamnya terdapat penutup mata emas yang terlihat begitu indah bahkan ia sangat menyukainya sejak kecil.
"Wahhhh, jadi nostalgia melihat Minami dengan penutup mata. Sama seperti ini." Kata Honoka sambil menunjukkan sebuah foto masa kecil mereka.
"Ahhh... Minami yang dulu ya." Asriel terkekeh.
"A-Aku tidak bisa menerimanya, itu terlalu mahal!"
"Tidak apa-apa, bukannya dulu kamu sangat demen menginginkan penutup mata emas ini bukan?" Mitsuki tersenyum, Minami tidak memiliki pilihan lain selain menerimanya karena semua hadiah yang teman-temannya berikan sangat berharga.
""Pakai! Pakai! Pakai!"" Semua teman-teman Minami mulai menyemangati dirinya untuk memakai penutup mata itu, Minami tersipu lalu ia memakai penutup mata tersebut untuk menutup mata kirinya.
"P-Pas...?"
""Sangat pas!""
"Terima kasih, Mitsuki... Dan terima kasih semuanya. Sebenarnya kalian tidak perlu repot-repot seperti ini."
"Wah! Sangat nostalgia sekali!" Haruka terkekeh sambil menatap foto itu, foto yang memiliki Minami yang sedang bergaya dengan wajah ceria dan sekarang ia terlihat begitu berbeda.
"Minami, lakukan apa yang selalu kau lakukan sejak itu!" Kata Hana.
"Benar sekali! Sudah lama sekali kami tidak melihat dirimu bergaya dan berkhayal menggunakan pakaian keren seperti itu...!" Seru Honoka dengan darah yang mengalir keluar melalui kedua hidungnya.
"Tidak mau! Memalukan!" Seru Minami.
""Lakukan...! Lakukan...! Lakukan...!"" Semua teman-temannya mulai menyemangati dirinya untuk melakukan kata-kata yang selalu ia ucapakan.
"Aku, Shiratori Minami, sang pengabdi c-c-cahaya keadilan..." Minami mulai tersipu, kali ini ia merasakan perasaan malu di dalam dirinya berbeda dengan dulu yang dipenuhi semangat.
"...seorang N-N-Neko L-Legenda yang akan membawa c-cahaya keadilan menuju masa depan, ada yang bangkit..."
"te-te... Tetapi... Tetapi...!"
Minami langsung melarikan diri secepat mungkin menggunakan kedua lengan dan kakinya seperti kucing.
"Ahh! Minami melarikan diri!"
__ADS_1