
Setelah membahas kembali tentang Ragnarok dan semua persenjataan yang Grace miliki, ia bergegas menuju inti pusat kristal emas hanya untuk memutar pertama di dalamnya sampai cahaya yang memantul dalam ruangan itu terlepas ke atas langit.
Pantulan cahaya yang memantul di dalam permata itu bisa dibilang sebagai lambang perkumpulan antara seluruh Gems untuk berkumpul di depan bangunan pusat permata itu karena Grace ingin mengatakan sesuatu.
Seluruh bangsa Gems itu bergegas mendatangi lambang tersebut lalu melihat kedua Zerdians yang melayang di atas langit selagi menunggu kedatangan mereka semua.
"Kenapa leluhur Brimgard datang dalam waktu yang kurang tepat...?"
"Jarang sekali ya, biasanya kedatangan dirinya pasti akan memberikan suatu tantangan lagi untuk memperlihatkan tes ketangguhan."
Beberapa menit kemudian, seluruh bangsa Gems yang menduduki Domain tertinggi telah berkumpul dalam satu tempat untuk mendengar apa yang akan Grace katakan di atas gedung permata itu.
"Bangsaku! Kita semua hari ini berkumpul untuk membahas tentang sesuatu yang sangat penting..."
"...bersyukurlah dan merasa puas lah karena sudah dipilih sebagai bangsa Gems yang menduduki Domain of Varka atas izin dari leluhur yang melihat ketangguhan kalian."
Brimgard mendarat di sebelah Grace yang memberikan dirinya sebuah izin untuk langsung membahas tentang Ragnarok sebagai peringatan pertama, "Bergembiralah!"
"Sekarang adalah waktunya kalian menunjukkan ketangguhan dan sesuatu yang berada di tingkatan atas dari kekuatan..."
"...sebuah kekalahan yang kita rasakan sebanyak dua kali bisa kita ubah menjadi sesuatu yang terbalik dari kekalahan yaitu kemenangan!" Brimgard mengepalkan keempat tinjunya.
"Dengan berabad-abad lamanya, Ragnarok yang kedua adalah sebuah kesalahan besar... karena kita semua menunjukkan kelemahan kita di hadapan musuh dan pada saat peperangan akbar!"
"Menunjukkan kelemahan adalah kekalahan yang pasti... ketakutan tentunya akan membawa kita kembali menuju sesuatu yang kita terima dulu sampai menerima kekalahannya juga!"
"Ketakutan akan perang Ragnarok... tetapi sekarang, karena aku telah menjadi seorang Dewa yang berhasil mengatur seluruh Domain..."
"...berikan aku suara kalian yang dipenuhi ketangguhan untuk melaksanakan Ragnarok!!!" Seru Brimgard keras selagi menepuk dadanya.
Ketika perkataan Ragnarok disebutkan, seluruh pasukan Gems langsung menciptakan sebuah senjata melalui tapak mereka lalu di angkat ke atas untuk menunjukkan persiapan terhadap peperangan.
Tidak perlu menjelaskannya lebih jauh lagi karena Brimgard memilih banyak sekali bangsa yang menduduki Domain tertinggi hanya untuk memberikan mereka tes dan tantangan untuk memperlihatkan ketangguhan mereka pada saat Ragnarok yang selanjutnya.
Berbeda dengan Touriverse yang melupakan semua sejarah kelam seperti Ragnarok, Kountraverse bisa dibilang berbeda ketika Brimgard menjadi seorang Dewa.
Dia lebih memilih untuk memajukan Kountraverse sampai puncak dimana dunia mereka berada di atas Touriverse sampai tidak terikat dengan namanya Layer, itulah kenapa ia terus membawa topik Ragnarok untuk melatih mental dan persiapan mereka.
"Pengangkatan senjata seluruh bangsa Gems yang menunjukkan persiapan mereka dalam medan perang..."
"...dengan kekuatan dari permata, berlian, dan kristal kalian maka semuanya dapat menambahkan kesempatan menang kita!"
"Kalian sangat cocok bertarung bersama kami bangsa Zerdians di barisan paling depan sebagai perisai kita yang akan menghabisi mereka semua satu per satu!"
"Permata kalian dapat mementalkan dan memasukkan sihir apapun lalu menguasainya dengan mudah..."
"...karena kalian berada di dalam Domain of Varka, aku yakin semua itu bisa dibilang mudah bukan? Tidak ada sisi kelemahan yang bisa kalian perlihatkan kepada diriku."
""Tidak, leluhur!""
Brimgard menatap Zeindall lalu ia mengangguk untuk memberikan sedikit tes kepada para bangsa Gems itu, ia hanya perlu mengulurkan kedua lengannya ke atas lalu memunculkan sirkuit sihir hitam.
"Apa yang akan kau lakukan, Zeindall...?" Tanya Grace.
"Grace, sebelum memulai Ragnarok... kau harus sepenuhnya siap untuk melihat Gemgard hancur..."
"...antara dua pilihan yang bisa kau terima, melihat kehancuran karena kelemahan dari semua bangsamu atau melihat kejayaan dari kesanggupan mereka untuk menahan serangan Zeindall!"
__ADS_1
Grace hanya bisa diam karena ia juga ingin melihat ketangguhan seluruh penduduknya sampai mana, tanpa basa-basi Zeindall melepaskan sebuah gumpalan bola hitam ke arah seluruh jumlah Gems yang ada.
Jumlahnya bisa dibilang pas, dan tentunya sihir yang ia lepaskan bisa dibilang sangat mematikan karena sihirnya berdasarkan materi gelap serta [ketiadaan] atau bisa dibilang sebagai [Void].
Brimgard menyilangkan keempat lengannya lalu ia melihat seluruh Gems mengangkat pedang mereka yang menumbuhkan perisai besar terlihat seperti payung untuk melindungi mereka dari tetesan hujan.
Semua pedang perisai itu berhasil memantulkan serangan Void ke atas langit, bahkan salah satunya sanggup memasukkan sihir tersebut ke dalam permata mereka sampai Brimgard mulai menandainya satu per satu.
"Apakah kau melihatnya Grace?"
"Ya, leluhur..."
"Tidak ada satu pun dari mereka menunjukkan sebuah kelemahan yang dapat menghambat kemenangan mereka dalam sebuah peperangan..."
"...tetapi pekerjaan mereka bisa dibilang cukup mematikan untuk menjaga barisan depan ketika melawan musuh yang memiliki banyak kemampuan tangguh."
"Hanya saja, kematian mereka tidak akan sia-sia bukan?" Brimgard menoleh kepada Grace dengan ekspresi serius sampai dirinya langsung mengangguk pelan.
"Apakah itu sebuah ketakutan yang menunjukkan kelemahan?" Tanya Brimgard yang bisa mengetahui jelas arti dari kelemahan sebenarnya.
"Tidak sama sekali, lelu---" Grace menarik keluar Crystallized Will lalu ia menebas lengan kanan Brimgard yang mencoba untuk menangkap dirinya.
Serangan refleks Grace mampu mengejutkan semua orang termasuk Zeindall yang sempat lengah dengan kecepatannya itu sampai ia bisa melihat lengan Brimgard putus.
Tetapi ketika ia menepuk dadanya kembali, lengan putusnya kembali menyatu sampai Grace langsung memasang ekspresi kaget karena ia menyerang tanpa harus berpikir.
"Itu adalah ketangguhan, Grace."
"Leluhur... maafkan aku."
"Permintaan maaf adalah sebuah kelemahan! Berikan tatapan tajam dalam sebuah perang, dan tidak pernah menunjukkan permintaan maaf melainkan permintaan kematian!"
"Apa yang kau lakukan padaku adalah refleks dari seorang Ratu Gems yang tangguh... kau tidak melihat siapa yang kau sebenarnya lawan." Brimgard melayang ke belakang bersama Zeindall.
Brimgard kembali menatap seluruh Gems itu yang mengubah perisai mereka menjadi sebuah permata, benda itu dimasukkan ke dalam dahi mereka sampai Brimgard bisa melihat lambang Void di permata mereka.
"Zeindall, apakah kau merasa keberatan?"
"Tidak sama sekali, Abang. Biarkan mereka menerima kekuatanku untuk menumbuhkan ketangguhan mereka dalam Ragnarok."
"Kalau begitu, mereka memang sudah siap akan peperangan apapun termasuk Ragnarok... siapa yang tidak siap dalam Domain of Varka adalah mereka yang lemah." Brimgard menjentikkan jarinya.
Jentikan jarinya mampu memunculkan banyak sekali materi gelap yang menyentuh tubuh beberapa Gems, Brimgard dapat melihat kelemahan yang ditunjukkan oleh bangsa itu dan mereka berhak mati karena mengecewakan dirinya dalam Domain of Varka.
Grace dapat melihatnya juga, tetapi ia tidak bisa melakukan apapun selain memasang ekspresi dingin karena ia sendiri tahu mereka hanya beruntung untuk menduduki Domain of Varka.
Tidak lama kemudian, mereka semua tewas dengan berubah menjadi materi gelap yang menipis sampai menghilang menjadi ketiadaan, "Kalau begitu, Grace..."
"...sisanya bisa aku serahkan pada dirimu, ketika kau mendengar sebuah tiupan trompet dari Zeindall maka datang secepatnya."
"Akan saya laksanakan secepatnya, leluhur."
"Zeindall."
"Ya, Abang?"
"Kita akan pergi menuju Serpengard."
__ADS_1
"Ahh, para Serpentine ya."
***
Serpentine, juga disebut ular, adalah ras kuno Humanoid reptil yang dulunya adalah spesies langka dalam Kountraverse tetapi sekarang semuanya mengalami perubahan berkat bantuan dari Brimgard.
Semenjak mereka menunjukkan ketangguhan kepada Brimgard, bangsa Serpentine telah terangkat menuju Domain of Varka sampai menduduki sebuah planet yang bernama Serpengard.
Serpentine umumnya muncul sebagai Humanoid bersisik dengan kepala seperti ular, setiap Serpentine dalam segi suku dan jumlah dipimpin oleh [Jendral Snake] yang memiliki kaki menggantikan ekor ular mereka, yang tampaknya merupakan simbol posisi mereka.
Segera setelah ular yang berbeda membutuhkan dominasi dalam suatu suku, kakinya akan menjadi kaki biasa bersamaan dengan wajah ular mereka akan lebih mendominasi wajah Humanoid.
Serpentine yang ditaklukkan akan memiliki kakinya digantikan oleh ekor ular, meskipun setiap anggota dalam suku Serpentine memiliki ekor.
Ada kemungkinan bahwa perubahan serupa akan terjadi jika Serpentine lain dari peringkat yang berbeda berjuang untuk meningkatkan kedudukan mereka dalam Suku masing-masing.
Seseorang berusaha untuk menjadi Serpentine berperangkat prajurit, atau seorang prajurit yang berusaha menjadi Serpentine berperangkat prajurit.
Tidak jelas apa yang akan terjadi jika jenderal Serpentine tewas tanpa ditantang oleh sesama suku, anggota suku terkuat berikutnya akan menjadi umum secara umum.
Brimgard dan Zeindall dapat melihat banyak sekali patung ular yang berukuran besar, bangunannya juga tidak terlihat jauh berbeda dari Gemgard karena memiliki keunikannya sendiri.
Serpengard dibagi menjadi beberapa negara dengan suku yang mendudukinya, tetapi Brimgard lebih memilih untuk pergi menuju negara yang diduduki oleh suku [Viper].
Kehadiran Brimgard dapat disadari oleh suku Viper yang langsung mengangkat lengan kanan mereka hanya untuk menunjukkan kehormatan besar sampai Brimgard membalasnya dengan sebuah tepukan di dada.
Suku Viper bisa dibilang suku Serpentine yang menguasai seluruh negara sebagai pemimpin utama mereka, tetapi setiap suku juga sudah pasti memiliki Jenderal yang memimpin suku mereka sendiri menuju kemenangan.
"Para Serpentine! Bergembiralah, tunjukkan ketangguhan kalian kepada diriku sekarang!" Perintah Brimgard sehingga seluruh Viper melepaskan racun melalui taring mereka.
Semua racun itu menyentuh Brimgard sampai memberikan dirinya sebuah kepuasan akan racun yang membersihkan tubuhnya itu, "Masih belum cukup... tetapi racun kalian memang sudah kuat sekali sampai bisa mengubah alam semesta menjadi busuk."
"Sekarang, bawa kami menuju Jenderal kalian..."
"...aku ingin bertemu dengan seseorang yang bernama Skales Arkpython."
Sebagian dari Viper yang memegang sebuah tombak mulai memberikan mereka berdua sebuah karpet merah untuk membawanya langsung menuju Jenderal yang bernama Skales itu.
"Budaya Serpentine memang tidak akan pernah membuatku kagum ya... semuanya terlihat begitu unik sampai aku ingin mengunjungi wilayah ini lebih lama." Ucap Zeindall.
"Berhati-hatilah, Zeindall... semua patung ular yang kau lihat sebenarnya pasukan Anacondrai yang memiliki ukuran sebesar alam semesta atas perintah dari suling para jenderal."
"Aku pernah mendengarnya... Serpentine sepertinya menguasai peliharaan bernama Anacondrai yang membantu mereka untuk menguasai serta menaklukkan..."
"...Anacondrai juga bisa dijadikan sebagai peringatan---"
"Dan mereka sangat membantu dalam perang Ragnarok, terutama lagi ketika melawan naga yang berukuran tak terbatas bernama Bamushigaru, dia berhasil tertahan oleh para Anacondrai."
"Hanya saja kita tetap kalah karena ukuran naga sialan itu terus bertambah..." Brimgard dan Zeindall tiba di dalam sebuah piramida yang menunjukkan banyak sekali sungai beracun.
Pandangan mereka tertuju kepada pemandian beracun di hadapan mereka dimana terlihat Skales menghabiskan waktu bersama para Serpentine betina yang membuat Zeindall jijik.
"Aku tidak mengerti dengan pandangan para Serpentine yang menyukai seorang gadis berwajah ular."
Skales menyadari kehadiran Brimgard dan Zeindall lalu ia menyambut mereka dengan tenang, "Yo, leluhur..."
"Skales... nafsu adalah kelemahan yang sangat terbesar!"
__ADS_1
"Tolak kenafsuan..."
"...jadilah suci seperti prajurit yang siap mati dalam perang!"