
"Kejam sekali, Koizumi... padahal aku hanya kehabisan nafas di luar angkasa karena lupa menggunakan Lenergy sebagai cadangan untuk bernafas!" Kata Hinoka selagi mengembungkan pipinya.
"Jangan seenaknya mendengar percakapan orang lain! Alasan yang sangat bodoh, kenapa kamu ikut denganku?" Tanya Koizumi dengan tatapan dingin.
"Aww~ ayolah, aku ingin menemani dirimu pergi menuju Yuutouri. Tante tadi terdengar panik karena masa alternatif atau semacamnya...?"
"Apakah berkaitan dengan waktu?" Anastasia tiba-tiba berada di sebelah Koizumi selagi duduk di atas sapu terbangnya itu karena ia baru saja mengurusi Saint Legenda yang melarikan diri darinya.
"Mungkin saja... tidak... semakin dekat diriku dengan Yuutouri, aku merasakan sesuatu yang berkaitan dengan waktu." Kedua pupil Koizumi menunjukkan lambang waktu yang berputar ke belakang cukup cepat.
"Apa yang...!? Ini!?" Tubuh Koizumi merinding seketika sampai Haruka mulai memperingati dirinya tentang sesuatu bahwa Manusia adalah ras yang cerdas dengan ciptaan mereka.
"Koizumi! Sepertinya Grimoire dan kuil yang sudah kalian hancurkan akan terasa sia-sia...! Demetrio dan kandidat lainnya saat ini sedang mengumpulkan pengikut dan Grimoire di masa lalu!"
"Tidak mungkin...! Bagaimana mereka bisa pergi menjelajahi waktu seperti itu!?" Tanya Koizumi dengan tatapan kesal karena reaksi waktu di kedua matanya bergerak semakin cepat.
"Manusia... seorang Manusia berhasil menciptakan mesin waktu yang dapat menjelajahi waktu, mereka sudah maju sejauh ini sampai bisa melakukannya sekarang!"
"Sepertinya Manusia itu mempercayai tentang kepercayaan Dewa Legenda! Itulah kenapa dia meminjamkan mesin waktu itu kepada mereka semua...!" Peringat Haruka.
"Tunggu dulu! Tunggu...! Jika kamu mengubah masa lalu maka masa depan bisa saja berubah secara drastis dong?!" Kata Hinoka yang terlihat panik.
"Mereka dengan seenaknya mengumpulkan pengikut yang percaya kepada Dewa dan mengambil kembali Grimoire elemen itu..."
"...bukannya itu terlalu berlebihan!?" Tanya Hinoka sampai Koizumi hanya bisa diam karena ia mengetahui hukum pengubahan masa lalu dan masa depan di dunia ini.
Semua itu disebabkan oleh Haruka ketika dia menjelajahi berbagai macam masa dan garis waktu ketika melarikan diri dari kedua orang tua aslinya yang memutuskan untuk membunuh dirinya.
"Maaf, Hinoka... pengubahan masa lalu dan masa depan tidak berjalan seperti itu, aku sudah mengubah hukumnya jutaan tahun yang lalu." Jawab Haruka.
"Jika kamu pergi ke masa lalu, mencoba untuk mengubah sesuatu demi kebaikan masa depan maka kau tidak akan mengubah masa depan di dunia inti ini..."
"...yang kau lakukan hanya mengubah masa depan dari masa lalu yang sudah kau perbaiki dan ubah. Sepertinya semua dewa sudah mengerti dengan hukum itu."
"Manusia yang berhasil menciptakan mesin waktu itu...! Secepatnya kalian urus sebelum dia menciptakan sesuatu yang lebih besar ke depannya."
"Ayo, Hinoka! Anastasia!" Koizumi masuk ke dalam alam semesta Yuutouri lalu melacak mesin waktu itu menggunakan kedua pergerakan jam di matanya.
***
__ADS_1
Pyro melebarkan matanya ketika merasakan keberadaan Hinoka, keberadaan seorang gadis yang pernah ia rasakan sebelumnya karena dirinya pernah mencoba untuk merebut buku sihir itu dari Hinoka.
"Mereka datang! Dewa Demetrio!!! Halo...!? WOIII!!!" Teriak Pyro keras yang sedang menjaga portal yang tercipta dari mesin waktu di sepanjang itu.
"Ada apa, Pyro? Kenapa kau berisik sekali seolah-olah kau ingin buang air besar?" Tanya Demetrio yang baru saja mengumpulkan tujuh Grimoire itu bersama Maria.
"Pemberontak itu...! Mereka semua datang...! Mencoba untuk menghancurkan mesin waktu dan mengincar manusia di sebelahku ini!" Kata Pyro.
Demetrio memasang tatapan kesal, ia tidak menyangka kartu as yang ia gunakan akan tertangkap basah oleh mereka, tidak salah lagi karena salah satunya adalah Koizumi yang bisa mengendalikan waktu.
"Tahan mereka, Pyro...! Sebentar lagi, aku bersama yang lainnya akan keluar!" Perintah Demetrio yang masih mengumpulkan pengikut sebanyak-banyaknya.
"Kau, Manusia! Tetap jaga mesin waktu ini agar portal tersebut tetap terbuka...!!! Jika tertutup rapat maka mereka semua akan terjebak di masa itu untuk selamanya!!!"
Pyro terbang keluar dari dalam ruangan itu lalu ia membakar tubuhnya dengan api panas yang menghitam lalu menyambut mereka dari depan dengan menghantam wajah Anastasia sampai terpental jauh ke belakang.
Pyro melepaskan meteor api menuju arah Hinoka tetapi Koizumi berhasil menendangnya lalu ia menghentikan waktu untuk memukul tubuhnya yang langsung menembus.
"Sial...!" Koizumi menjalankan waktu kembali lalu ia menunduk dan menghantam dada Pyro yang baru saja memberikan celah untuk dirinya.
Pukulan itu memberikan Pyro keuntungan karena ia langsung memuntahkan lahar yang mengenai tubuh Koizumi, efek dari God Lenergy mampu melukai tubuhnya itu dengan luka bakar.
"Ahh ya... kedua gadis berambut merah, warna itu... sudah jelas warna kutukan dan pembawa sial, keturunan Comi!" Pyro membakar tubuhnya lebih besar lagi sampai menyebabkan daratan terbakar dan mengeluarkan gelombang lahar.
Koizumi melompati waktu lalu menghantam puncak kepala Pyro sampai ia terpental menuju lautan, Pyro berhasil menyeimbangkan tubuhnya lalu ia melihat Koizumi yang melepaskan tebasan gelombang ke arah barat.
Serangan itu mengarah menuju bangunan yang memiliki mesin waktu di dalamnya, untungnya Pyro muncul dari dalam tebasan itu yang mengandung hawa panas di dalamnya sampai ia dapat mengubahnya menjadi api.
"Hati-hati, Kakak... dia dapat berpindah tempat dengan hawa panas, sihir kita jika memiliki kepanasan maka bisa dia ambil alih dengan mudah." Peringat Hinoka.
"Beritahu aku lebih awal, dasar bodoh!" Pyro muncul di tengah mereka lalu melepaskan dorongan api yang mendorong mereka ke belakang.
Pyro melepaskan api besar dan panjang melalui pergelangan tangannya sampai mencekik leher Hinoka, ia mulai melemparnya kepada Koizumi tetapi ia berhasil menghindar.
Koizumi melompat waktu lalu menyerang Pyro dari belakang tetapi tendangannya itu menembus punggungnya yang terbuat dari api, api itu langsung mengeras ditubuhnya sampai berubah menjadi obsidian.
Pyro memuntahkan air lahar menuju arah Koizumi tetapi ia melompati waktu untuk menghindarinya, Hinoka maju ke depan lalu ia melancarkan satu pukulan yang menghasilkan ledakan ketika mengenainya.
Pyro terus menghindar tetapi wajahnya menerima satu pukulan yang meledak sampai mendorong Pyro ke belakang lalu mengejar Hinoka yang terbang tinggi ke atas langit.
__ADS_1
Ketika Pyro mencoba untuk mengejar Hinoka, ia bisa melihat serangan gelombang tebasan dari Koizumi yang langsung ia ubah menjadi api dan melemparnya kembali kepada dirinya.
Pyro melepaskan beberapa meteor api kepada Koizumi, ia secara refleks menendang dan memukul semua meteor itu sampai ia menoleh ke belakang dan menerima satu tendangan dari Pyro.
Pyro awalnya ingin mencekik lehernya tetapi punggungnya menerima ledakan granat yang Hinoka lempar, Koizumi menghilang lalu Pyro maju ke depan dan menghantam perut Hinoka dalam sekali.
Koizumi muncul di atas Hinoka lalu memegang erat wajah Pyro dan terbang menuju arah lautan untuk memadamkan api yang terus terbakar di tubuhnya itu.
Koizumi melempar Pyro ke dalam lautan lalu ia terbang tinggi ke atas langit dengan Hinoka yang melayang di sebelahnya selagi mengumpulkan Lenergy untuk menciptakan gumpalan Crimson.
Koizumi hanya mengangkat belatinya ke atas dengan Greed yang menyerap energi kehidupan hutan di bumi sampai ia langsung melepaskan gelombang tebasan besar menuju Pyro bersama dengan Hinoka yang melempar gumpalan itu.
Pyro terbang ke atas lalu ia menghanguskan sihir mereka menggunakan api, setelah itu ia mengincar Koizumi tetapi dirinya langsung menghilang sehingga punggungnya menerima satu tendangan dari Hinoka.
Pyro mengulurkan jarinya ke depan lalu melepaskan beberapa laser api yang dapat menembus apapun, Hinoka maju ke depan aura Crimson yang meledakkan semua sihir itu.
Kedua kaki Hinoka melepaskan ledakan besar yang membantu dirinya mengenai satu pukulan ledakan yang langsung menghancurkan lengan kanan Pyro.
Hinoka melempar granat menuju arah Pyro tetapi ia langsung menendangnya ke atas dan menumbuhkan kembali tangannya dengan api yang membakar rambut dan pakaiannya.
"Apakah kalian sungguh bersikeras untuk terus melanjutkan semua ini? Tidak ada yang bisa menyetarai kandidat api sepertiku!" Kata Pyro yang mulai memperbesar api di rambutnya.
"BERISIK SEKALI!!!" Hinoka melesat ke depan lalu melancarkan satu pukulan yang berhasil Pyro tahan menggunakan tinjunya yang langsung mengeraskan tinjunya dengan obsidian.
Pyro melepaskan gelombang lahar melalui tapaknya yang mementalkan Hinoka sampai daratan lalu mengeraskan lahar di tubuhnya untuk menjebak dirinya.
Pyro melesat ke atas langit dengan kedua kakinya yang terbakar, Koizumi mulai terbang ke arah lain dan memikirkan semua cara untuk menghentikan Pyro dan menghancurkan mesin waktu itu.
"Kau sungguh menyebalkan... tubuh api itu." Koizumi mulai menghentikan waktu lalu pergi menuju tempat yang memiliki mesin waktu itu tetapi tubuhnya langsung menabrak tembok lahar yang mengeraskan tubuhnya.
Waktu kembali berjalan lalu Koizumi memasang tatapan kesal karena ia sudah menjebak mereka di dalam neraka yang ia ciptakan, "Brengsek... aku tidak peduli dengan dirimu!"
"Walaupun kau bisa menghentikan waktu... air lahar yang kau coba tembus akan mengeras dan menjebak dirimu di dalam obsidian!"
"Akan aku perkenalkan kepada kalian semua bahwa ini adalah neraka untuk Legenda munafik yang tidak memiliki kepercayaan!!!"
"Kalian akan terbakar...!!! Menangis darah dan nanah tanpa henti...!!! Setelah apiku membawakan ajal kepada kalian maka di situlah gadis seperti kalian akan meminta ampun di dalam neraka!!!"
"Yang akan menikmati neraka itu adalah kau... lihat saja!" Koizumi menghancurkan semua obsidian di tubuhnya.
__ADS_1
"Akan aku padamkan api itu dan memberikannya yang baru dengan api neraka asli!"