Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 157 - Mempelajari Sesuatu yang Mematikan


__ADS_3

"Hahhhhhhh....!!!" Korrina mengangkat buku itu ke atas sampai buku tersebut mulai ia alirkan dengan sihir sakral-nya sampai buku tersebut tidak memberikan efek samping apapun kepada dirinya karena rambut Korrina perlahan-lahan berubah menjadi warna merah darah sampai garis-garis merah mulai memenuhi lehernya dan kedua lengan-nya.


"Ucccckkkkkk...!!!" Korrina menurunkan kedua lengan-nya ke bawah karena tubuhnya tiba-tiba merasakan kesakitan dan nyeri ketika mencoba untuk membuka buku itu, rambut Korrina mulai berterbangan karena dirinya mencoba untuk menguasai buku tersebut dengan membuka-nya serta menghapus semua kemampuan yang dapat memberi Shinku kekuatan.


Shinku mengamuk dan mengalahkan semua rekan-rekannya yang menghalanginya termasuk Kuro yang mencoba untuk menghalang-nya tetapi berakhir terlempar ke sebelah kiri, ia tidak menyerang dan meraih kedua kaki Shinku lalu melemparnya ke belakang sampai Yusa dan Haruki mulai melayangkan beberapa serangan yang membuat dirinya merasa semakin kesal lebih dari sebelumnya.


"... ..." Korrina mengalirkan semua Lenergy Sacred-nya ke dalam buku itu sampai kedua mata Korrina yang memakai lensa mata mulai mendapatkan beberapa informasi tentang buku tersebut yang tidak dapat dikuasai dan digunakan jika dirinya sudah. Tech akhirnya mulai berbicara ketika ia mendapatkan informasi penting tentang buku sihir itu.


"Kau tidak akan bisa menggunakan-nya dan membukanya, Korrina... Buku ini benar-benar pemilik Shinku yang sebenarnya, hampir sama seperti iblis takdir bersama dengan Moirai Arma mereka, buku ini tidak dapat membantah perintah pemilik-nya sendiri..." Tech mulai berbicara, Korrina membanting buku itu ke atas tanah dan segera membuka-nya sekuat mungkin tetapi tidak bisa, selanjutnya ia tidak melakukan perbuatan gegabah lainnya karena buku itu mulai memiliki mata sekarang.


Shinku mulai diserang oleh Kuro bersama rekan-rekan Korrina yang lain, mereka terus bertarung sampai diri mereka benar-benar terbunuh... Kuro dan Shinku saling bertukar serangan, setelah itu ia mundur ke belakang sampai Shizen dan Yuuna melanjutkan serangan Kuro dengan melepaskan sihir dahsyat secara bersamaan sampai Shinku terlempar ke belakang dengan beberapa peluru yang meluncur menuju arah-nya karena Aditya dan Makarov.


Buku yang disentuh oleh Korrina mulai bergetar ketika semua Sacred yang ia alirkan ke dalam-nya mulai memenuhi buku tersebut karena dirinya saat ini mencoba untuk menghancurkan segel-nya serta menyucikan buku tersebut agar ia bisa membaca-nya dan menguasai sihir Crimson seperti Shinku dengan cara yang licik.


Korrina terdorong ke belakang, tidak ada satupun pasukan Crimson yang berani untuk menyerangnya. Pasukan aliansi-pun tidak ada yang berani mendekati Korrina karena dirinya bersama buku itu saat ini diselimuti dengan aura Crimson pekat yang tebal, tidak ada satupun rekan-nya yang berani untuk mendekatinya karena Korrina segera menghentikan mereka semua.


"Korrina, lebih baik kau tidak memaksakan diri-mu untuk mencoba membuka buku tersebut... Buku itu memiliki kehidupan-nya tersendiri, semua Grimoire memiliki kehidupan dan mereka juga bahkan dapat mematuhi pemilik mereka. Apa yang kau lakukan saat ini akan membuat buku itu mengamuk sampai menunjukkan wujud-nya sendiri---"


"... ...!" Korrina melebarkan matanya ketika ia melihat buku itu terbuka lebar, terlihat beberapa taring tajam berwarna merah di dalam lembaran buku, bukan hanya taring tajam tetapi rantai merah yang mulai muncul dan membentuk seperti tangan.

__ADS_1


"Apa-apaan itu...?"  


Ketika Korrina mencoba untuk melarikan diri, dia sadar bahwa dirinya terjebak di dalam pelindung itu dan tidak bisa melakukan apapun kecuali pasrah ketika buku itu membelit dirinya dan mengikat-nya sangat ketat sampai Korrina mencoba untuk melawan-nya dengan melepaskan seluruh aura Sacred-nya, dia tidak merasa panik karena kedua matanya tertutup rapat.


"... ..." Korrina menarik nafas dengan pelan lalu menghembuskan-nya dengan tenang sampai aura Crimson dan Sacred-nya mulai bergabung menjadi satu dan berlapis-lapis, kedua lengan dan kaki-nya mulai diikat sangat ketat sampai di buka lebar.


"Hehhh..." Shinku tersenyum jahat ketika melihat buku-nya yang benar-benar mematuhi perintah-nya, Korrina benar-benar tertahan di dalam pelindung itu sampai kekuatan dan seluruh kemampuan-nya mulai berpindah ke dalam tubuh Shinku sampai ia sekarang mampu mengakses kekuatan yang sama dengan Korrina yaitu Sacred.


"Illusion of Transcended Body...!" Tubuh Shinku sekarang mulai kebal sampai semua serangan mereka mulai menembus tubuhnya. Ketika mendapatkan kekuatan hebat itu, Shinku ingin secepatnya memberi mereka semua siksaan yang dapat merusak tubuh dan mental mereka.


"Bersiaplah, mortal---" Akina menyerap sihir ilusi Shinku dan Selvia segera menyerang tubuh Shinku menggunakan sihir kuno-nya yaitu [Void]. Sudah saatnya Selvia untuk turun tangan dan menyerang Dewa itu menggunakan seluruh kemampuan yang dia miliki.


Seluruh pasukan Crimson segera menyerang Selvia, tetapi beberapa dari rekan Korrina mulai membantu Selvia agar dia bisa menghapus dan menyerap habis sihir Crimson yang dimiliki oleh Shinku. Kuro bahkan ikut bertarung dengan Selvia, ia membantu dibagian serangan Shinku yang dapat melukai Selvia dengan luka yang sangat kritis.


"M-Maafkan aku semua..." Korrina mulai merasa lemas ketika seluruh kekuatan-nya diserap habis oleh buku tersebut, tetapi melihat teman-temannya yang masih berjuang keras untuk mengalahkan Shinku... Korrina mencoba sekuat mungkin untuk bisa terlepas dari semua ikatan itu, tubuhnya mulai memancarkan cahaya biru tua yang menyilaukan.


"Hahhhhh....!!!" Korrina melepas semua ikatan itu menggunakan sihir Sakral-nya yang tersisa di dalam dirinya, setelah itu ia melanjutkan tugas-nya untuk membuka buku tersebut sampai ia bisa membacanya dan mempelajari rahasia yang ada di dalam buku itu.


"Jika kau melawan maka aku akan memberimu layanan yang baik hanya untukmu...!!!" Kedua telapak tangan Korrina mulai diselimuti dengan aura biru tua sampai buku itu langsung diselimuti dengan aura yang sama dengan Korrina, setelah itu ia mulai melakukan tarian Tradisional Indonesia agar buku itu bisa terbuka oleh Korrina.

__ADS_1


Ribuan pasukan Crimson melesat ke arah Selvia dan Kuro, tanpa basa basi Yuuna maju ke depan dan mengeluarkan seluruh kemampuan-nya untuk membunuh pasukan itu satu demi satu... Kekuatannya masih belum cukup jadi Asuka ikut bertarung dengan menggunakan kedua senapan-nya, Aditya dan Makarov mulai membantunya dari belakang sambil memegang sebuah sniper yang besar.


Shinku mencoba untuk mengeluarkan sihir Crimsonnya tetapi Selvia mengikat kedua lengan-nya sampai ia menyerap seluruh sihir Crimson yang terdapat di dalam dirinya, Shinku sekarang mulai mengenali seseorang ketika melihat kemampuan Selvia yang terlihat persis sama-nya seperti Dewi Aldine.


"Kau mengingatkan-ku kepada seorang Dewi yang benar-benar ******... Aku tidak akan pernah percaya bahwa seseorang yang aku lawan sekarang adalah anak dari Dewi yang bernama Aldine...!" Shinku melepaskan dorongan besar yang mampu mendorong dirinya mundur, Selvia dengan cepat menggunakan semua kekuatan yang ia serap lalu mengubahnya untuk meningkatkan sihir [Void]-nya.


"Jangan harap kau akan mendapatkan kembali sihir Crimson-mu...!!!"


Selvia memegang erat kedua gagang katana-nya, kedua bilah itu berubah menjadi bentuk naga yang dikelilingi dengan kegelapan, beberapa arwah naga kegelapan mulai muncul di sekitar tubuh Selvia dan mulai mengelilingi-nya, arwah naga itu cukup membantu Selvia karena ia bisa merasakan kekuatan dan juga tenaga yang terus bertambah di dalam dirinya sendiri.


"Ya... Aku bisa merasakan-nya...!!! Tubuh ini...!!! Tekanan ini...!!! Kekuatan ini...!!! Semuanya sama persis seperti milik Aldine...!!!"


"Dragon Chaining Void....!" Seru Selvia keras.


[Dragon Chaining Void], Selvia menggunakan sihir kuno-nya yang dapat menciptakan atau mengubah naga menjadi lebih kuat dengan mengikat naga itu dengan rantai-rantai kegelapan. Dengan kemampuan yang tercampur dari Moirai Arma dan sihir kuno, Selvia memiliki kesempatan besar untuk bisa menang melawan Dewa Agung dari sihir Crimson.


"Ayo, kita mulai, Shinku...! Sekarang lawan-mu adalah diriku...!" Selvia tersenyum serius dan Kuro mulai muncul di sebelahnya, siap setiap saat untuk membantu dirinya dari segala serangan berbahaya milik Shinku.


Shinku mulai menunjukkan raut wajah kesal-nya, ketika situasi berubah menjadi seperti ini... Dia memiliki rencana lain tentu-nya, apalagi melawan sesosok Mortal yang memiliki banyak sekali dosa seperti Kuro. Shinku diam-diam mulai menciptakan sebuah simbol di kedua telapak tangan-nya dan ia bersiap untuk melawan Selvia dan Kuro.

__ADS_1


"Hmph... Setelah aku membunuh kalian... Teman kalian yang lainnya akan aku bunuh...!!!" Shinku melepaskan aura Crimson pekat-nya di sekitar-nya.


__ADS_2