Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 166 - Populasi


__ADS_3

"Hmph... Berkat bantuan para Dewa dan Dewi yang menciptakan Touri, mereka semua menciptakan inti semesta Touri yang baru, populasi yang ada di dalam-nya sama tetapi bertambah dan berjumlah sangat banyak... Dengan kekuatan dari kebersamaan populasi Touri maka kita semua akan mengalahkan-mu dan menghentikan semua kehancuran ini...!!!" Shira melepaskan laser emas ke depan sampai ia terpental ke belakang.


"Tidak mungkin...!!! Tidak mungkin...!!!" Teriak Rxeonal keras hingga Shira maju ke depan dan melayangkan beberapa pukulan yang membuat dirinya terlempar ke belakang, seluruh populasi Touri itu mulai menghentikan kembaran Rxeonal dan pasukan Crimson... Tidak ada korban aliansi yang berjatuhan karena terdapat beberapa orang yang melepaskan sihir area pemulihan.


Dengan kekuatan kerja sama dari seluruh penduduk Touri, kembaran Rxeonal tidak bisa melakukan apapun. Kuro hanya bisa tersenyum dan juga kaget ketika melihat Hikari yang asli tiba di depan-nya.


"Kau memang pengecut ya..." Kata Kuro.


"Tutup mulut dosa-mu." Jawab Hikari.


Shira mulai merasa sedikit lega ketika melihat seluruh populasi Touri telah kembali seperti semula, satu-satunya cara untuk mengakhiri perang antar semesta adalah membunuh Rxeonal. Tiba-tiba dia mulai sadar ketika beberapa cahaya emas mulai terlepas dari seluruh populasi Touri bahkan inti semesta Touri yang asli melepaskan cahaya yang sama hingga menciptakan bola emas besar di atas Shira.


"I-Ini...!" Shira melebarkan matanya dan mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Berikan aku semua harapan kalian...!!! Berikan aku semuanya...!!!" Shira mulai menyerang Rxeonal beberapa kali sambil mengontrol bola emas yang ada di atasnya.


Seluruh populasi Touri mulai memberi Shira harapan dengan melepaskan harapan dan seluruh energi mereka, menciptakan sebuah cahaya emas besar di atas semesta Touri yang rusak itu, cahaya itu adalah [Touri's Hope]. Korrina mulai menatap Shira dan menunjukkan senyuman kecil-nya ketika ia menemukan cara untuk mengalahkan Rxeonal.


"Ayo...! Kumpulkan semua harapan dari seluruh penduduk Touri...!!!" Teriak Kuro.


"Jangan sampai gagal...!!!" Teriak Haruki.


"Satu-satunya cara untuk mengalahkannya adalah menggunakan itu...!!!" Teriak Yuuna.


Beberapa dari mereka mulai mendukung Shira untuk mengalahkan Rxeonal menggunakan Touri's Hope, Rxeonal mencoba untuk menghancurkan cahaya yang sudah terkumpul itu tetapi Shira datang dan melepaskan pukulan yang membuatnya terlempar ke bawah karena ia tidak akan membiarkan Rxeonal untuk menghancurkan rencana-nya.


Cahaya dari Touri's Hope itu terus membesar dan sekarang ukuran-nya sudah jauh lebih besar dari semesta Touri yang rusak itu, perlahan-lahan cahaya itu mendekati Shira yang mulai melayang ke atas selagi mengangkat kedua lengan-nya, kedua matanya mulai ia pejamkan dengan tenang. Cahaya itu berhenti bergerak hingga Shira dapat mengontrol-nya dengan sempurna.

__ADS_1


"Hrrggghhh...!!! Nrrggghhh...!!!" Shira menyentuh cahaya itu dan ia mengangkatnya ke atas dan melayang ke atas agar ia dapat melempar cahaya itu ke arah Rxeonal.


Rxeonal mulai melepaskan banyak sekali sihir ke arah Shira sampai tubuh-nya mulai terluka, cahaya yang ia sentuh itu terlalu berat dan sulit untuk di lempar ke arah Rxeonal karena kemungkinan besar cahaya ini akan meledak dan mengenai teman-temannya, Shira tidak memiliki pilihan lain selain menyerap seluruh cahaya [Touri's Hope] itu dan menjadikan-nya sebagai serangan paling mematikan.


"Grrggghhh...!!!" Ketika Shira mencoba untuk menyerap seluruh cahaya tersebut, membutuhkan proses yang cukup lama sampai semesta rusak itu mulai berguncang dan bisa terasa dimana-mana sampai Korrina sontak kaget melihat perbuatan gegabah Shira yang mencoba untuk menyerah cahaya harapan dari seluruh populasi Touri.


Rxeonal terlihat ketakutan dan panik ketika cahaya itu mulai berkurang dan masuk ke dalam tubuh Shira, perang antar semesta mulai berhenti ketika pasukan musuh berhenti dan tidak melanjutkan penyerangan mereka karena cahaya yang dilepaskan oleh Shira sendiri.


"Aaaaaaahhhhhh...!!!" Shira mengepalkan kedua tinju-nya hingga cahaya harapan itu mulai mengecil dan hampir sepenuh-nya masuk ke dalam tubuh Shira, menciptakan bola putih yang mulai menyelimuti diri-nya serta menciptakan bola besar dimana Shira berada di dalam bola tersebut.


Semua cahaya harapan Touri telah sepenuhnya Shira serap lalu berubah menjadi bola putih besar dimana dirinya sedang melayang di dalam bola itu dengan gigi yang merapat serta tatapan yang sangat mematikan, rambut-nya mulai naik ke atas dan berubah menjadi warna perak.


"Haaaahhhhhhh...!!!" Shira melepaskan dorongan yang besar di sekitarnya hingga menghapus seluruh kembaran Rxeonal dan membawa dirinya yang asli untuk berhadapan dengan Shira yang terlihat benar-benar marah.


"Apa yang kau coba lakukan...!?" Rxeonal mulai terlihat panik hingga tubuh-nya terasa panas dan terbakar ketika masuk ke dalam bola putih dimana Shira berada di dalam bola tersebut dan berhadapan dengan diri-nya.


"Sebenarnya kau ini apa...!?"


"Grrrgggghhh...!!! Aku sang Saint Legenda...!!! Shiratori Shiraaagggghhhhhh!!!!" Dengan ekspresi yang terlihat ganas serta gigi rapat yang bisa Rxeonal lihat, Shira mulai menyerang Rxeonal dengan melepaskan satu pukulan emas di tangan kanan-nya yang mampu menembus perut-nya.


"A-Accckkkk...!!! A-Apa ini...!?" Penglihatan Rxeonal mulai kabur hingga apa yang dilihat sekarang hanyalah ruangan putih yang menunjukkan dua iblis yang sangat ia cintai yaitu Aldine dan Selvia, mereka berdua mengulurkan tangan-nya untuk mengajak Rxeonal ke jalan yang benar.


"J-Jadi ini... Sialan..." Rxeonal meneteskan kedua air matanya, seluruh kemampuan-nya telah hilang seketika pukulan itu memukul perut-nya hingga menembus punggung-nya, cahaya dari harapan Touri dapat menghapus efek apapun termasuk keabadian.


"Grrrgghh... Haahhhhhh...!!!" Shira melepaskan Rxeonal ke atas hingga ia melayang ke atas dengan tubuhnya yang diselimuti oleh cahaya putih, dirinya tidak memiliki rasa penyesalan apapun karena cahaya itu dapat membuat dirinya sadar kembali.

__ADS_1


"Terima kasih, Shiratori Shira... Dengan kekuatan dan kemampuan-mu yang hebat ini... Aku akhirnya mendapatkan kedamaian yang aku mau..." Rxeonal tersenyum kecil, tubuhnya mulai terbakar sampai tulang-nya bisa terlihat.


Tubuh Rxeonal perlahan-lahan hilang dan menipis karena cahaya putih itu, Shira hanya bisa diam sambil menahan seluruh sumber kekuatan yang sangat besar di dalam dirinya karena sudah mencoba untuk menyerap seluruh cahaya harapan Touri.


Shira melesat keluar dari semesta itu karena ia takut bahwa dirinya akan meledak ketika menyerap seluruh cahaya harapan tersebut. Korrina mulai merasa bangga melihat Shira yang berhasil, sekarang hanya Shinku yang tersisa bersama dengan kutukan Crimson itu.


Sayang sekali, Shira tidak bisa menghancurkan semua kutukan Crimson itu karena dia menggunakan serangan mematikan-nya kepada Rxeonal dan kutukan Crimson itu akan terus muncul... Segala cara yang dilakukan itu tidak akan pernah bisa menghentikan-nya jika Grimoire itu masih ada di wilayah tersebut.


Shinku tiba tepat di depan Korrina dan berhasil melepaskan sebuah pukulan yang mampu membuat dirinya terpental dan melepaskan buku tersebut, Kuro melebarkan matanya ketika sadar bahwa Shinku yang ia serang hanyalah ilusi belaka yang digunakan.


"T-Tidak mungkin...!!!" Hikari melesat menuju arah Shinku dan ia langsung ditahan oleh Kuro, ia tersenyum dengan sangat jahat ketika berhasil mengambil alih buku tersebut karena ia dapat menghancurkan mereka semua dengan hanya menggunakan buku itu.


"Apa yang kau lakukan, Kuro!? Dia bisa saja membunuh kita semua...!!!" Seru Hikari dan Kuro hanya menggelengkan kepala-nya.


"Sepertinya... Aku harus menghenti---" Shinku melebarkan matanya ketika melihat Korrina yang sedang memegang sebuah kertas halaman terakhir yang mengartikan bahwa ia berhasil menggunakan mantra tersebut, buka yang dipegang oleh Shinku melepaskan sinar cahaya merah yang besar hingga dirinya bersama pasukan-nya mulai diselimuti dengan cahaya merah.


Tubuh Korrina mulai ikut terpengaruh, tubuh-nya sekarang dipenuhi dengan garis merah hingga darah-darah segar mengalir keluar di sekitar tubuhnya bahwa jika halaman terakhir dari Grimoire dipelajari lalu digunakan maka pemilik-nya juga akan ikut terpengaruh dengan efek-nya.


"Ini... semua... untuk kebersamaan kita...! Kedamaian yang pantas untuk kita...!!! Miliki...!!!" Korrina mengacungkan lengan kanan-nya ke atas sambil memegang halaman kertas yang mulai terbakar, buku yang dipegang Shinku ikut terbakar hingga Korrina tersenyum.


"...Halaman terakhir, hancurkan-lah buku sihir Grimoire Crimson...!!! Kembalikan-lah mereka semua ke tempat dimana mereka berada...!!! Bunuh mereka semua...!!! Hancurkan segala-nya, atas hukum dari halaman terakhir ini!!!" Kata Korrina hingga seluruh pasukan Crimson dan Shinku mulai memancarkan cahaya merah melalui tubuh-nya.


Gelombang merah terlepas melalui mulut mereka semua, Korrina juga mulai terkena efek yang sama dengan mereka hingga ia meneriakkan suara yang keras, "Agggghhhh...!!!"


"...Demi Touri!!!" Korrina melepaskan cahaya Crimson yang besar di sekitarnya hingga mampu membuat mereka terlempar ke belakang dan terjatuh. Semesta Touri yang dulu mulai hancur dan semua teman-teman Korrina mulai ia lindungi menggunakan pelindung yang terbuat dari sihir Crimson.

__ADS_1


Baaaaaaammmmmm...!!!


__ADS_2