
Minami mendarat di depan tempat kediamannya itu, ia berhasil mengatasi beberapa masalah dengan menghancurkan beberapa kubus hitam dengan cepat. Kuharu tidak menyangka bahwa Minami akan menyelesaikan semua masalah itu begitu cepat, ia mengepalkan kedua tinjunya untuk melepaskan semua perangkap cahaya yang dapat menghancurkan siapapun terutama mereka yang terpengaruh dengan kubus hitam. Kuharu benar-benar dibuat kaget oleh Minami yang terlihat sangat serius dan tegas sekarang.
Di sisi lainnya, Rokuro sendiri berhasil menghancurkan beberapa kubus hitam sebelum mempengaruhi seseorang. Kuharu menggigit kukunya sendiri sambil menunjukkan ekspresi kesal bahwa generasi baru benar-benar menyebalkan dan menyusahkan, mereka terus bertambah kuat dan berkembang sehingga menggantikan orang tua mereka menjadi sesuatu yang berbeda.
Minami masuk ke dalam ruangan dimana Kou berada, ia melihat Yuriko duduk di atas kursi sambil menjaga dirinya, entah kenapa dewi satu ini membuat Minami khawatir dan curiga. Semua perasaan negatif terus ia rasakan akhir-akhir ini dan ia tidak bisa menghentikan dirinya sendiri, ia mulai mengepalkan kedua tinjunya lalu menarik nafas dan menghela nafas panjang, mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri.
"Kamu sudah pulang ya?" Yuriko menatap Minami, "Begitulah..." Minami mendekati Kou dan ia melihat dirinya tertidur dengan tenang, melihat Kou yang tenang seperti itu membuat Minami merasa bersalah sehingga ia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri karena memperlakukan Kou buruk seperti tadi, penyakitnya bertambah parah dan ia sudah tidak memiliki seseorang yang menyayangi dirinya untuk menemani dirinya.
"Malang sekali ya, gadis kecil ini... sebagai temannya, kau harus bisa mendukung seorang gadis kecil yang memiliki fisik lemah dan banyak kekurangan. Semua ini bukan salah siapapun tetapi apa yang kau coba lakukan itu bisa dibilang salah dan benar bagi Kou itu benar karena ia selalu saja menjadi beban besar di sekitarnya..." Kata Yuriko sambil menikmati secangkir teh, Minami mencoba untuk tidak menghiraukan perkataannya karena ia ingin duduk di pojok dan mengistirahatkan punggungnya yang terasa pegal.
"Kau tidak pernah kasihan kepada dirinya? Adik dari teman-temanmu itu?"
"Tidak... aku tidak mengerti apa yang kau coba katakan, Kou itu masih temanku... aku hanya marah kepada dirinya karena tidak sengaja... kehilangan Haruka dan Okaho mungkin penyebabnya dan kekuatan hebat yang dimiliki Kou juga bisa dibilang seperti itu, semua masalah ini bisa berakhir dengan cepat jika ia menggunakan kekuatan itu dengan benar." Minami memejamkan kedua matanya, mencoba untuk menenangkan pikirannya.
"Kau tahu... Kou mencoba sekuat mungkin untuk berusaha dan berjuang, sejak kecil dia seperti itu... kau tidak tahu ya? Ayahnya sudah mati dan tidak pernah bertemu dengan dirinya, Ibunya terlalu sibuk mengurus pekerjaan demi anaknya dan sekarang pergi demi mencari tahu apa yang ada disini... sebagian saudaranya pergi dan tidak terlalu peduli kepada dirinya, ia hanya memiliki dirinya sendiri sekarang bersama dengan dua kakak yang ia percayai dan sayangi serta teman-temannya juga." Kata Yuriko.
__ADS_1
Minami melebarkan matanya ketika mendengar Yuriko mengetahui semua itu, sesuatu yang tidak beres dapat ia rasakan sehingga ia secara refleks mengikat tubuh Yuriko dengan rantai yang keluar dari kedua tapaknya, "Kenapa kau mengetahui informasi seperti itu...? Katakan dengan cepat atau aku panggang dirimu..."
"Tidak ada cara lagi, aku ingin memberitahu dirimu. Aku adalah nenek dari Kou, ibu dari seorang laki-laki yang menikahi Korrina. Aku adalah dewi takdir yang mengetahui masa depan dan masa lalu terutama melihat seseorang dan melakukan beberapa persiapan saja sudah tahu, aku membaca banyak tentang Kou dan dia begitu malang." Perkataan Yuriko membuat Minami melebarkan matanya sehingga ia melepaskan semua rantai itu, ia langsung percaya ketika melihat warna rambutnya itu, benar-benar memiliki arti dan jenis yang sama dengan Kou.
"Tidak perlu basa basi lagi, aku tahu kalian mencoba untuk menghentikan seorang Dewi Agung waktu ya... banyak takdir yang sudah aku ketahui terutama dirimu, Minami. Jika aku memberitahu-nya maka semua itu akan berubah menjadi sesuatu yang mengerikan." Yuriko bangkit dari atas kursi, ia tidak ingin berurusan dengan mereka karena Kuharu bisa saja melakukan sesuatu dengan kubus masa waktu itu, "Sebelum kau ingin memarahi Kou dan meneriaki dirinya lagi, kau harus tahu bahwa dia mengidap berbagai penyakit... fisik yang lemah dengan riwayat penyakit besar karena resiko pernikahan silang seorang mortal dan dewa, seorang hantu dan dewa. Sihir negatif Crimson dan sihir suci Sacred."
"Penyakit yang kau lihat sebelumnya, garis merah yang bermunculan di tubuhnya bernama [Crimson Broken Disease], terdapat tanda simbol Crimson di dadanya dan kau bisa melihatnya sendiri. Intinya penyakit itu baru datang sekarang dan akan muncul kapanpun, jika ia bisa mengendalikan dirinya dalam melukai-nya maka ia bisa selamat." Yuriko menutup pintu ruangan itu dan Minami hanya bisa diam lalu ia bangkit dari atas tanah hanya untuk memastikan lambang itu.
"Kou, aku buka dulu..." Minami membuka baju Kou lalu ia melebarkan matanya ketika melihat lambang itu bertepatan langsung dengan jantungnya, ia mencoba untuk menyentuhnya dan Kou mengerang kesakitan, terlihat dari ekspresi-nya itu, "Kou..."
"Kau ini masih disebut sahabatku, adik dari kedua sahabat dekatku. Sekali lagi maaf ya, Kou, ini permintaan maafku..." Minami memberi satu kecupan di kening-nya sehingga ekornya bergerak karena merasa senang dan bersyukur bahwa ia masih memiliki sahabat, intinya ia masih tidak bisa memaafkan dirinya karena sudah memperlakukan Kou dengan sangat buruk.
***
Hana saat ini sedang menjaga Honoka yang masih tertidur, ia menunggu teman-temannya yang masih pergi untuk memeriksa sesuatu yang terlihat mencurigakan. Entah kenapa Honoka bisa pingsan tanpa sebuah gejala, semoga saja ia bisa bangun dan merasa lebih tenang karena sudah satu hari ia terus tertidur seperti itu dan tidak pernah menunjukkan gejala akan bangun dalam waktu yang dekat.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Hana bisa melihat kedua mata Honoka perlahan-lahan terbuka. Akhirnya ia bangun dan terlihat baik-baik saja, Hana langsung memberi Honoka sebuah pelukan erat karena merindukan teman masa kecilnya yang tiba-tiba pingsan seperti itu, Honoka melebarkan matanya lalu ia meneteskan beberapa air mata karena perasaannya merasa tidak enak untuk sesaat tetapi ia langsung menyembunyikan perasaan itu di hadapan Hana.
"Syukurlah, kamu terlihat baik-baik saja... suhu tubuhmu normal dan kamu akhirnya bangun juga, aku sangat merindukan dirimu, Honoka, sudah satu hari loh." Kata Hana sambil mengembungkan kedua pipinya, Honoka tersenyum kecil lalu ia menepuk punggungnya, "Maaf untuk membuatmu khawatir, sepertinya aku sudah baik-baik saja sekarang. Tidak ada lagi yang harus kau khawatirkan."
Hana melebarkan matanya ketika cara berbicara Honoka berbeda seperti biasanya, ia terlihat lebih tenang dan lebih natural dalam berbicara berbeda dengan yang asli, penuh dengan rasa malu dan suaranya juga terasa lebih lembut berbeda dengan suara yang terdengar lebih dewasa dan tegas sekarang, keluar dari mulut Honoka. Hana langsung menatap Honoka dengan tatapan yang terlihat khawatir, sesuatu pasti terjadi ketika ia memiliki aksen berbicara yang berbeda sekarang.
"A-Apakah kamu benar-benar... Honoka?"
"Tentu saja... maaf, sepertinya kamu bingung... aku memiliki sebuah penjelasan tetapi aku tidak ingat, terakhir kali aku ingat hanya diriku yang jatuh pingsan begitu saja." Kata Honoka sambil meraba kepalanya, Hana merasa khawatir tetapi rasa khawatir itu hilang begitu saja ketika Honoka meraba kedua pipi Hana sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat tenang, "Jangan mengkhawatirkan sesuatu yang sudah berlalu, aku baik-baik saja sekarang dan siap untuk bergerak juga."
"H-Hm... baiklah, kalau begitu kita tunggu teman-teman datang, aku persiapkan makan siang untukmu ya. Kamu belum makan loh." Kata Hana, ia pergi meninggalkan ruangan itu dengan pertanyaan yang bermunculan di dalam pikirannya. Ia pasti akan menanyakan gejala ini kepada Kou jika ia mengetahuinya.
Honoka menatap kedua tapak tangannya, "Semuanya kembali kepada diriku ya... sial... Minami... Kou... sebenarnya apa yang terjadi disana..."
"...apakah Okaho benar-benar menghilang!?"
__ADS_1