Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 443 - Di Mulainya Esok


__ADS_3

Minami saat ini sedang duduk di kursi perpustakaan bersama Honoka, meneliti peta sebuah wilayah ujian yang akan mereka laksanakan besok.


Honoka seperti biasanya tertidur di sebelah Minami dan Minami hanya bisa diam selagi meneliti seluruh daerah agar ia bisa terbiasa tanpa harus tersesat.


Honoka memberitahu dirinya bahwa ia harus ikut bersama Hana dan yang lainnya untuk menjaga mereka sedangkan dirinya akan pergi untuk mengunjungi wilayah berbeda-beda, tidak peduli bertemu musuh atau tidak tetapi ia sudah berjanji akan kembali.


Rencana Honoka sudah pasti berkaitan dengan sesuatu yang positif dan Minami membiarkan saja, lebih baik ia mengumpulkan poin tanpa berpapasan dengan seseorang yang ingin bertarung karena Minami sendiri tidak mau kehilangan kendali ketika terluka atau melihat teman-temannya dilukai oleh murid angkatan ketiga.


"Maaf membuatmu menunggu, Minami."


"Aku baru saja keluar dari toilet." Hana duduk di sebelah Minami dan melihat Honoka yang tidur di suhu yang begitu dingin, ia mulai menghela nafasnya lalu melepas jaketnya untuk menyelimuti dirinya agar ia tidak masuk angin.


"Hana, menurutmu ujian ini... apakah sekedar bertahan saja selama 1 minggu penuh?"


"Mungkin?"


"Bukannya satu minggu penuh itu seperti batas waktu bertahan? Ujian ini bukan hanya sekedar bertahan saja melainkan mengalahkan musuh jika ia mengakhiri semuanya dengan cepat."


"Poin itu mungkin hanya sekadar sampingan jika ingin menang dengan mengamankan posisi. Asalkan di ujian itu terdapat tiga atau satu kelas yang bertahan maka dia menang..." Kata Minami, perkataannya itu mulai ditulis oleh Hana di dalam buku kecilnya.


"Kita lakukan apa yang kita bisa untuk bertahan ya? Satu-satunya cara untuk bisa meningkatkan kesempatan adalah... jangan pernah lengah dengan apa pun itu, ya kan?"


"Benar sekali. Honoka sepertinya memiliki rencana, dia memberitahu diriku bahwa ia akan mengumpulkan poin sendirian bahkan ia juga ingin mengambil Flag lainnya dan menghancurkan Shelter milik seseorang jika sudah ditepati karena Shelter bisa hancur."


"Seseorang yang menghancurkan Shelter akan mendapatkan jumlah poin yang begitu besar."


"Menghancurkan Flag hanya akan mendapatkan pengurangan poin yang begitu besar sampai menginjak negatif, entah apa yang akan Honoka lakukan nanti dan kau sebagai pemimpin pasti mengizinkan dirinya bukan?" Tanya Minami.


Hana mengangguk dan percaya bahwa Honoka pasti memiliki rencana cerdik seperti biasanya, keturunan Comi sepertinya yang memiliki kemampuan Reality tidak bisa dibiarkan begitu saja.


Jika sudah lepas di ujian yang akan dilaksanakan besok maka semuanya bisa saja dimenangkan oleh bantuan dari Honoka.


"Ternyata kau di sini ya..." Terdengar suara seorang pria yang datang dari arah timur.


Hana dan Minami dirinya lalu menebak bahwa dia adalah murid angkatan ketiga yang terlihat sangat tertarik dengan Minami karena jabatan ibunya yang pernah memenangkan turnamen sebelumnya bahkan anaknya saat ini memiliki potensi besar untuk bisa terdaftar di turnamen.


"Aku menyukai wanita seperti dirimu, Shiratori Minami."


"Aku tidak tahu kenapa kau terus mendekati diriku bahkan sampai mengunjungi perpustakaan, aku tidak tertarik dengan cinta untuk sekarang bahkan tertarik sedikit saja aku lebih memilih Honoka daripada dirimu karena saat ini tidak ada pria yang dapat menyentuh hatiku---" Ras Minotaur yang memimpin kelas 3B bernama Redgard.


"Rasanya aku ingin memelihara dirimu dan membuat dirimu nyaman, kamu adalah kucing yang begitu imut... membutuhkan elusan lembut dari seorang Minotaur kuat seperti diriku ya...?"


"Bisakah kau menjauh dari pandanganku? Aku tidak ingin melihat keberadaan busukmu lagi... lebih baik pergi atau kau akan menerima sesuatu yang buruk." Minami menepuk tangan Redgard lalu ia terus menatap dirinya dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Ayolah, kenapa kamu kejam seperti itu kepadaku? Aku penggemar nomor satu dirimu loh... aku bisa membantu dirimu pada saat ujian besok dengan syarat kau mau menjadi kekasihku untuk selama-lamanya."


"Tidak, terima kasih..."


"Kasar juga ya, aku sangat menyukai wanita yang sangat kasar seperti dirimu, Minami. Kau adalah hewan buas yang mungkin akan menyukai kekasaran diriku juga nanti, aku akan menangani dirimu nanti jika kita bertemu langsung besok."


"Jika kau kalah maka aku akan membuat dirimu bertambah liar..." Redgard mulai menjilat bibirnya sendiri sehingga membuat Minami kesal.


Ia mencoba untuk menyerang dirinya tetapi Honoka dan Hana menghentikan dirinya dengan menggenggam tangannya erat.


"Sudahlah, Minami, tahan-tahan. Tahan emosi, tetapkan keberanianmu tetapi tahan emosi yang baru saja kau keluarkan itu." Kata Honoka.


Redgard berjalan pergi dan tertawa terbahak-bahak ketika melihat seseorang yang ia cintai hampir saja berubah menjadi hewan buas yang mencoba untuk melukai dirinya yang memiliki tubuh keras.


"Terima kasih, teman-teman... maaf merepotkan."


Hari ini mereka menghabiskan waktu tersisa dengan belajar dan memikirkan sebuah rencana, ketika bel pulang telah berbunyi di saat itulah Hana mengajak teman-temannya untuk berdiskusi tentang rencana yang akan mereka gunakan di ujian nanti.


Perkumpulan terjadi di kamar Honoka, mereka bisa melihat Honoka yang begitu santainya berbaring sambil membaca komik.


Tidak peduli dengan tekanan yang akan terjadi besok karena ia sendiri sudah memiliki rencana yang tidak ingin diberitahu kepada Hana dan yang lainnya, jika saja diberitahu maka rencananya bisa saja hancur berantakan.


"Honoka terlihat percaya diri untuk besok ya... pasti ia merencanakan sesuatu." Kata Marie.


"Honoka memang seperti itu... sangat misterius." Kata Lyazen.


Honoka mengacungkan jempolnya lalu ia mulai bermalas-malasan di atas kasur selagi tertawa pelan membaca komik itu.


"Kalian terlalu serius... jangan bertingkah seperti itu sekali-kali, aku sudah mengorbankan tata tertib itu mulai dari sekarang, aku tidak ingin mengikutinya lagi..."


"...lebih baik sekarang, kita bersenang-senang saja ya?" Honoka mulai mendekati para gadis lalu menyentuh dagu mereka dengan tatapan yang terlihat romantis.


Korban pertama tentunya Hana sehingga ia tersipu ketika melihat Honoka tidak seperti biasanya memiliki aroma yang terasa wangi, Minami mulai panik tetapi Honoka langsung menarik ekornya sehingga ia tidak bisa bergerak melainkan terjatuh pasrah karena ia menarik dirinya.


Takdir semua gadis yang berada di kamar Honoka tidak aman, konsentrasi dan fokus mereka selalu saja diganggu oleh godaan Honoka terutama tingkahnya yang begitu mesum.


***


Ujian Rush-Point Royale telah dimulai, seluruh murid dari kelas bagian satu berkumpul di aula dan terlihat Morgan baru saja naik ke atas panggung dengan ekspresi yang terlihat serius.


Hari yang ditunggu-tunggu untuk melihat bakat yang dimiliki oleh seluruh murid itu. Morgan melihat semua murid itu terlihat bersemangat hari ini bahkan mereka semua memasang ekspresi serius.


"Sebelum kita mulai ujian ini, bapak akan menjelaskan kegiatan selanjutnya kepada kalian semua agar bisa bertahan di ujian ini dan tetap melanjutkan pembelajaran kalian di akademi.

__ADS_1


Bapak juga lupa untuk memberitahu bahwa ujian ini memiliki kesempatan besar yang langsung membawa kalian menuju pendaftaran turnamen, jika sudah terdaftar maka kalian bebas melakukan apa pun selanjutnya."


Ketika Morgan mengatakannya, semua murid tercengang ketika mendengarnya bahkan seluruh murid yang tidak mengikuti ujian itu juga kaget.


Tidak untuk sebagian murid yang sudah mendalami sistem nilai, mereka masih berada di posisi aman untuk di daftar.


Hana tersenyum lebar ketika mendengarnya karena merasa tidak sabar untuk langsung di daftar dan tidak melakukan apa pun seperti pengumpulan poin yang selalu melelahkan dirinya.


"Lima murid berkumpul di aula untuk bersiap-siap mengikuti ujian menguntungkan dan merugikan, salah satu dari kalian akan dikeluarkan langsung jika kalah dan gugur dalam ujian ini."


"Bapak jamin hanya tiga kelas saja yang bisa selamat tetapi ada kemungkinan juga semua dari kalian tidak lulus jika tidak mengumpulkan poin sampai batas pengumpulannya..."


"...satu miliar poin untuk berada di peringkat ketiga sedangkan lima miliar berada di peringat kedua dan yang terakhir adalah... sepuluh miliar poin jika ingin mengamankan peringkat satu."


"Jika satu kelas berhasil menginjak peringkat itu maka bapak sudah mengamankan nama kalian di pendaftaran turnamen dan seratus persen kalian akan langsung menjadi murid yang akan mengikuti turnamen itu di bulan kelima!"


Semua murid mulai mengeluh dan merasa kesal ketika mendengarnya, bisa saja ujian ini tidak ada satu pun kelas yang lolos jika tidak mengumpulkan satu miliar poin.


Bukan hanya itu saja tetapi mengumpulkan satu miliar poin selama satu hari itu tidak cukup karena terpaksa poin yang mereka miliki akan menginjak nol dan mereka membutuhkan 1 minggu untuk bisa mengumpulkan satu miliar agar bisa terdaftar.


Minami mulai menggigit bibirnya sedangkan Hana terus membaca buku panduan kecilnya itu bahwa rencana yang ia buat harus bisa berhasil karena dirinya bersama teman-temannya akan mendapatkan kesempatan untuk langsung terdaftar.


Informasi yang diberikan oleh Morgan telah selesai, mereka semua mulai mengalami perpindahan menuju wilayah buatan lainnya, semua murid tercengang ketika berada di atas langit agar bisa melihat-lihat sebentar.


"Ujian akan di mulai dari hitungan mundur sepuluh..."


"Teman-teman, mari kita sama-sama berjuang!" Hana menatap teman-teman, mereka semua mulai bersemangat dan mengangguk lalu mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan pelan.


"Apakah kamu sudah merasa yakin sepenuhnya, Hana...?" Tanya Honoka sambil menyentuh dagunya, Hana tersipu lalu mengangguk.


"Tentu saja..."


"Honoka, awas saja jika kau nanti malam macam-macam." Kata Minami sambil menunjuk Honoka.


"Oh, tenang saja, aku akan mengusap tubuh kucingmu itu, Mi-na-mi~"


"Mengerikan...!"


"3..."


"2..."


"Akhirnya aku bisa menunjukkan kemampuanku tanpa harus menahan diri lagi, persetan dengan peraturan dan tata tertib."

__ADS_1


"Jika kau menginginkan bakat maka ini bakat ku sejak lahir..." Ungkap Honoka.


"...Heaven's Reality!"


__ADS_2