Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 264 - Perjalanan Menuju Inti Pusat


__ADS_3

Sekarang ini... Shira bersama rekan-rekannya telah lepas dari kubus waktu, itu artinya mereka akan dipindahkan menuju gerbang perbatasan setiap negara, Shira mendarat di atas tanah dan ia melihat Arata, Haruki, Yuuna, dan Arisu yang mendarat di tempat yang sama. Sepertinya Shinra, Shizen, Kurota, Haki, dan Aiko berpisah dengan mereka semua... apakah Haruka merencanakan sesuatu sehingga semua orang memiliki tugas masing-masing?


Shira mendarat di atas lahar yang terasa cukup panas tetapi ia sudah terbiasa dengan panas itu karena dia sudah terbiasa berlatih dekat dengan matahari, "Arata... Haruki... Yuuna... Arisu...? Itu artinya sepuluh orang lagi dipindahkan ke tempat lain-nya, Idris pernah mengatakan sesuatu tentang inti pusat bahwa saat ini inti pusat tersebut tidak memiliki kekuatan apapun."


Saat ini... Inti pusat tidak memiliki kekuatan atau tenaga apapun, cara untuk membangkitkan kembali kekuatan dan tenaga inti pusat itu dengan mengaktifkan sebuah empat menara yang di planet besar itu, perjalanan yang sangat panjang bagi mereka yang mencoba untuk mengaktifkan menara-menara itu... tidak untuk Shira bersama teman-temannya dimana mereka harus mengikuti kompas yang diberikan oleh Idris.


"Shira... apakah kau bisa dengar aku?" Haruka mulai menghubungi Shira dengan sihir telepati-nya, "Jelas..." Shira menjawab-nya.


"Jika kau sudah berada di dalam inti pusat itu maka beritahu kami, saat ini kami sedang mencoba untuk berbicara dengan Shelldon dan mencari informasi lain-nya, menurut prediksi-ku dan Okaho... kita memiliki waktu selama dua atau satu hari sebelum Zangetsu atau Komi sadar bahwa kita semua masih hidup." 


"Dimengerti, semoga beruntung, Haruka."


"Kau juga, ingat kata-kata Idris... banyak tantangan dan penghalang... itu artinya kalian harus melakukan dengan cara Legenda yaitu turun tangan dan menyiapkan tinju kalian untuk orang-orang yang mencoba untuk menghalang kalian, dah." Haruka berhenti melakukan telepati dengan Shira karena ia harus menghubungi yang lain-nya, menara-menara yang dapat membangkitkan kekuatan dan tenaga inti pusat itu bernama [Tower of Instigator].


Shira segera menghampiri teman-temannya yang sedang berdiri depan gerbang, gerbang itu berukuran sangat besar bahkan lebih besar lagi dari raksasa atau ras Giant, ia juga melihat beberapa menara dengan ras Netherian yang sedang menjaga gerbang tersebut, ras asing yang berasal dari negara berbeda seperti-nya tidak diterima untuk masuk ke dalam negara lain.


"Apa maksud-mu kami tidak boleh keluar... Ini keadaan darurat loh!" Kata Arata, ia mencoba sekuat mungkin untuk tidak turun tangan dan menghajar mereka semua, "Ayolah, Netherian... biarkan kami pergi menuju inti pusat."


"Inti pusat...?" Pria Netherian itu mulai menatap satu sama lain lalu tertawa terbahak-bahak karena ras asing seperti mereka ingin pergi jauh dan mempertaruhkan nyawa demi pergi menuju sebuah gedung yang dapat memindahkan mereka ke inti semesta lain, "Oi, oi, oi... kenapa kalian tidak tinggal saja di semesta yang hebat ini? Kalian aman disini dan tentu-nya Shelldon akan melindungi kami semua."

__ADS_1


"Jangan bercanda seperti itu, jika kalian tidak membiarkan kami pergi maka Zangetsu akan menyerang semesta ini juga dan menjadikan-nya sebagai semesta kekuasaan-nya yang kedua, jangan habiskan waktu kami dan cepat buka!" Seru Haruka.


Para Netherian itu seperti-nya ceroboh dan keras kepala, mereka tidak tahu bahwa kiamat akan mendekat untuk inti semesta yang bernama Palouce ini, Shira sudah berniat untuk menggunakan sihir cahaya-nya dan membuat mereka buta tetapi Arisu menghentikan Shira karena ia memiliki rencana lain, "Kita gunakan cara yang kasar nanti, Papa Shira... aku masih memiliki ini."


Arisu menunjuk kedua penjaga Netherian itu, "Illusion of Mind Control." Arisu berhasil mengontrol pikiran mereka sehingga mereka langsung diam dan mengatakan apapun yang Arisu perintahkan, Netherian lain yang sedang berjaga terlihat curiga, untungnya Arisu bertingkah cepat dengan memberitahu mereka bahwa semua-nya baik-baik saja.


Arisu terbang ke atas lalu mendekati Netherian yang ia kontrol itu, "Biarkan kami keluar... biarkan kami pergi menuju inti pusat dengan sebuah peta yang kalian akan berikan kepada-ku..." Apa yang Arisu katakan langsung dilakukan oleh Netherian itu sehingga ia meminta ijin kepada penjaga lain-nya untuk membuka gerbang itu dengan alasan mereka akan mencari obat demi keluarga mereka yang sedang sakit.


Alasan itu terdengar masuk akal karena setiap Netherian yang Arisu kontrol berbicara maka seseorang yang mendengar ia berbicara akan ikut terkontrol-nya sehingga mereka membuka gerbang dengan perbatasan, Arisu juga mendapatkan sebuah peta yang menunjukkan seluruh negara dan juga jalan pintar menuju inti pusat.


Arisu melompat turun dari menara itu lalu menunjukkan peta tersebut kepada mereka semua, "Lihat... sepertinya terdapat sepuluh ras yang tinggal di semesta ini, ras yang berbeda dan belum kita ketahui. Tetapi jalur yang akan kita tujui... kita tidak perlu menyambut semua ras itu kecuali ini..." Arisu menunjuk sebuah negara yang memiliki tulisan ras disana.


Mereka semua langsung terkejut dan yang paling tercengang adalah Yuuna karena ia tidak menyangka bahwa Palouce memiliki sebuah ras yang bernama [Astral], itu artinya dia bisa kesana untuk mengumpulkan banyak kekuatan dan juga berlatih, "Tidak mungkin... kenapa ras Astral ada disini? Aku pernah lihat beberapa di Touri." Kata Arata.


"Kita harus berhati-hati dengan ras Astral, sekali kalian lengah atau membuka mulut kalian maka ras itu akan masuk ke dalam mulut kalian lalu mengontrol seluruh tubuh kalian... jalur cepat untuk pergi menuju inti pusat itu melewati negara Astral yang bernama [Monopostral]... kita hanya harus berhati-hati dengan mereka---"


"Hahaha! Jangan kalian khawatir seperti itu, tenang saja-tenang saja... apakah kalian melupakan siapa aku? Aku adalah Ichinose Yuuna! Saint Soul, itu artinya aku dapat mengendalikan semua ras Astral itu, tetapi sepertinya aku tidak akan ikut kalian ke inti pusat itu karena aku ingin melakukan beberapa latihan di negara Astral itu!" Yuuna tersenyum, mendengar perkataan itu membuat mereka semua langsung tenang.


"Kalau begitu, ayo kita bergegas." Kata Shira yang mulai bergerak duluan, mereka semua langsung mengikuti Shira dari belakang, "Ngomong-ngomong dunia asli-ku tidak memiliki inti semesta lain-nya, sepertinya dimensi kalian sangat besar ya dan juga luas ya!"

__ADS_1


"Ras Astral juga bahkan memiliki dimensi sendiri di Touri tetapi ras Astral disini ternyata memiliki tempat tinggal di Palouce, sungguh dimensi yang hebat, aku harap aku bisa terus disini bersama kalian semua." Kata Arisu, perkataan itu mampu membuat mereka semua tersenyum lalu dipenuhi dengan semangat untuk memperjuangkan Touri kembali.


"Sepertinya aku akan berkunjung kembali ke dimensi ini ketika semua masalah di Touri selesai." Kata Haruki yang sedang membersihkan kedua pedang-nya, "Tempat yang cocok untuk dijadikan liburan, mungkin anak-anakku akan suka." Arata mengeluarkan sebuah topeng lalu ia memakai-nya.


"Aku senang kalian masih terlihat senang seperti ini... inti-nya tidak harus ada rasa dendam dan penyesalan di dalam kita, kita harus berjuang dan mencari cara untuk mengalahkan Zangetsu dan yang lain-nya!" Kata Shira.


Mereka akhir-nya bergegas pergi meninggalkan negara [Netherwaste], sekarang mereka sedang pergi menuju negara Astral, perjalanan yang sangat tidak mudah karena mereka dihalangi dengan berbagai monster yang bisa terbang serta monster itu masih bisa disebut berasal dari ras Netherian. Monster yang mereka hadapi cukup kuat dan menyulitkan karena sihir nether mereka.


Tetapi melawan mereka saja sudah cukup untuk mengumpulkan berbagai pengalaman agar mereka bisa bersiap siaga untuk melawan pasukan Netherian yang ada di Touri, setidaknya monster yang mereka hadapi itu tidak terlalu kuat... tidak sama seperti pasukan Komi, serangan yang mereka lakukan itu terlihat baru berkat hasil dari latihan mereka semua.


Perjalanan mereka menghabiskan waktu selama satu jam, sepuluh menit mereka beristirahat di padang gurun yang memiliki pasir merah, cuaca-nya sangat ekstrim bahkan tubuh mereka dipenuhi dengan keringat. Shira sendiri bisa merasakan suhu itu lebih kuat dari suhu matahari, lain kali dia akan datang untuk melihat matahari yang dimiliki oleh semesta Palouce.


Perjalanan mereka meninggalkan gurun itu menghabiskan waktu selama dua puluh menit sehingga mereka sekarang tiba di perbatasan negara, Shira dan yang lain-nya hanya melihat laut yang sangat besar... warna dari air laut itu hitam dan juga memiliki banyak lambang tengkorak bahkan laut itu juga dipenuhi dengan kerangka.


"Ada sesuatu yang aneh dengan laut itu seperti-nya..." Haruki memegang dagu-nya, "Itulah kenapa peta ini menunjukkan warna hitam... warna hitam melambangkan lautan tersebut, itu artinya jalan menuju negara Astral ada di dekat sini."


"Dan tentu saja bukan di dalam lautan itu karena aku merasakan hawa kematian di dalam-nya---" Arata melempar seekor monster ke dalam lautan itu sehingga monster tersebut langsung berubah menjadi tulang dan mengeluarkan arwah yang masuk ke dalam air laut itu, "Lautan itu terkutuk, sial."


"Aku tahu dimana jalan-nya sekarang..." Yuuna merasakan hawa arwah di sebelah barat, ia melihat banyak sekali kuburan disana, "Mari kita lihat kuburan itu." Kata Yuuna sambil menunjuk kuburan tersebut.

__ADS_1


"Baiklah, ayo, sekali lagi... jangan lengah, walaupun kita memiliki Yuuna... kita harus tetap siap dan dipenuhi dengan pertahanan di sekitar kita." Peringat Arisu.


""Baiklah!!!""


__ADS_2