Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 323 - Pikiran


__ADS_3

Zenzaku segera melapor kepada Kuharu dan dewa-dewi lainnya untuk memperingati seorang keturunan Comi baru yang mewarisi segalanya, walaupun dia terlihat lemah tetapi jangan sampai mereka meremehkan keturunan satu ini yang mengalami evolusi garis keturunan. Kekuatan pikirannya itu sangat kuat dan sampai sekarang ia mencoba untuk memikirkan sesuatu yaitu mencari kelemahan terhadap [The Mind]. Kuharu bisa mendengar laporan itu dengan jelas dan ia tidak menyangka bahwa anak baru Korrina akan memiliki kekuatan yang sangat jauh dari Ibunya sendiri.


Okaho terbang masuk ke dalam lantai 8 untuk memeriksa mesin pemulihan dimana ia melihat Minami dan Honoka sedang menjaga mesin tersebut, tubuh Kou terasa semakin panas sehingga itu membuat Okaho khawatir karena tidak bisa fokus terhadap musuhnya melainkan kondisi Kou yang bertambah semakin buruk, beberapa pelayan memberitahu Okaho bahwa mereka ingin turun tangan tetapi Kou menolaknya karena mereka pasti akan kehilangan nyawanya karena lompatan waktu yang sangat kuat, "Kou... bertahanlah sebentar..."


Kuharu menanyakan beberapa kemampuan tentang Kou kepada Zenzaku tetapi ia tidak mengetahui sedikitpun nama dari kemampuan tersebut jadi ia hanya menyebutkan sesuatu yang mudah seperti telekinesis, telepati, membaca pikiran, dan mengontrol pikiran. Kuharu mencoba untuk berhati-hati sekarang, Zenzaku juga memberitahu dirinya bahwa tubuh Kou memiliki batasan jadi ia pasti sebentar lagi akan pingsan karena demamnya yang bertambah semakin parah itu, "Aku tidak mengerti dengan evolusi garis keturunan Comi yang kau maksud tetapi keturunan satu ini semakin lama semakin mengancam untuk Touriverse, Zenzaku. Seharusnya kau turun tangan sejak awal dan membunuh ibu angkatmu itu."


"Ya, dengan hadiah aku dibunuh oleh Zangges 'kah? Pikirkan kembali rencananya sebelum kau bertindak, Kuharu! Jangan sampai kau gagal, kau tidak mau membuatku kecewa... aku sudah memberkati dirimu dengan berbagai hal dan akan sangat memalukan dewi agung waktu sepertimu kalah oleh seorang Legenda Astral kecil!" Seru Zenzaku, ia berhenti melakukan telepati dengan Kuharu, sekarang ia hanya perlu menghabiskan mereka secara langsung tetapi ia juga harus memikirkan cara untuk mengenai tubuh Kou yang tembus pandang.


Kuharu melakukan lompatan waktu lagi sehingga Okaho bisa melihatnya dengan jelas, ia mengontrol realita dan berhasil menghantam wajah Kuharu sampai ia terdorong ke belakang, Okaho mundur beberapa langkah lalu menempati Kou di tempat yang lebih aman sehingga ia bisa merasakan lompatan waktu lainnya. Okaho menoleh ke belakang lalu melancarkan beberapa serangan tetapi serangannya mulai terasa lambat sampai tubuhnya tidak bisa bergera karena pengaruh dari jam pasir yang melancarkan sihir waktu yang digabungkan.


Minami melompat ke arah Kuharu tetapi ia berhasil menghentikan pergerakan-nya dengan sihir penghentian waktu sehingga Kuharu melebarkan matanya ketika melihat Minami yang berubah menjadi emas, ia melancarkan sihir waktu ke orang yang salah karena itu bukan Minami yang asli melainkan cahaya yang berbentuk Minami. Minami yang asli berada di hadapan Kuharu dan ia mencoba untuk melancarkan serangan lain tetapi Kuharu melancarkan sihir melambatkan waktu sehingga tubuh Minami berubah menjadi emas lagi.

__ADS_1


"A-Apa ini!?" Kuharu melihat kemampuan cahaya Minami yang sangat berbeda dengan Shira, ternyata selama ini benar bahwa Minami memang menyembunyikan suatu kekuatan yang sangat hebat, Minami yang asli kembali datang dan mencoba untuk menyerang Kuharu tetapi ia langsung menghentikan waktu secara terus menerus untuk menghentikan Minami sehingga ia bisa melihat sembilan Minami emas yang mengepung dirinya, "Sial... sebenarnya mereka ini generasi apa...? Memiliki kekuatan tidak logis seperti ini di umur menjelang remaja."


"Itu tadi hampir saja... aku benar-benar harus menjaga diriku dari mereka semua." Kuharu menjentikkan jarinya sehingga kedua jam pasirnya mulai berputar dengan cepat dan melancarkan sihir penghentian waktu dan melambatkan waktu secara terus menerus sehingga ia menambahkan sihir waktu negatif lainnya untuk mereka, sekarang ia hanya perlu menyingkirkan Minami dengan meraba sembilan cahaya itu pelan-pelan.


Kuharu merasakan esensi Minami yang asli, sangat dekat bahkan ia hampir saja melukai dirinya dengan cakarnya itu. Kuharu menyelimuti lengan kanannya dengan aura hijau untuk menciptakan sebuah pedang yang sangat tajam, ia melancarkan satu serangan ke arah Minami tetapi serangannya menembus tubuh cahaya Minami sehingga itu membuat dirinya terkecoh karena ia awalnya sudah yakin bahwa cahaya Minami di hadapannya adalah Minami yang asli.


"Sihir cahaya apa ini...? Di malam hari tetapi sihir cahaya sangat kuat dan membingungkan!" Kuharu melebarkan matanya karena ia melupakan suatu ancaman yang lebih besar yaitu Kou, ia menoleh ke belakang dan melihat Kou sedang tersenyum selagi memejamkan kedua matanya, Kou bisa bergerak bebas di waktu yang berhenti karena tubuhnya yang benar-benar anti dengan sihir itu sendiri terutama Reality dan Time karena kedua Kakaknya memiliki sihir tersebut jadi The Mind dapat membantu dirinya beradaptasi.


Pikiran Kuharu mengalami penolakan dimana ia langsung menjalankan waktu kembali seperti semula, ia tidak bisa melakukan apapun kecuali menjerit penuh dengan kebingungan karena ia tidak melihat Kou menggunakan kekuatan dan kemampuannya sama sekali. Waktu kembali berjalan dan Kuharu menatap tajam Minami yang berada di hadapannya mulai bergerak selagi mengayunkan kedua lengannya untuk mencakar wajahnya sendiri, "Hah... hah... hah... Kau benar-benar menyebalkan dengan sihir waktumu itu, nya... entah kenapa cahayaku tadi hampir saja menembus seluruh sihir waktumu." 


Kuharu dapat menyelamatkan diri dengan melakukan [Reset Time] sehingga tubuhnya kembali ke posisi semula dan ia menyambut Minami dengan menghantam kepala Minami yang asli sampai kerangka-nya hancur dan menyebabkan dirinya jatuh pingsan, "Masih belum cukup untuk menghentikan waktu itu sendiri... kau melupakan sesuatu tentang pengunduran waktu dan mengembalikan waktu sepertinya." Honoka berada di belakang Kuharu dan ia ingin sekali bertarung menggunakan sihir realitanya tetapi Kuharu bertambah kuat sekarang.

__ADS_1


Kuharu melakukan lompatan waktu lalu ia mematikan sistem tubuh Honoka sehingga ia mulai terjatuh dengan tubuh yang tidak bisa bergerak, sekarang ia hanya perlu mengurus Okaho yang berada tepat di hadapannya dengan tubuh yang diselimuti dengan aura merah, Kuharu menghela nafas-nya lalu ia melompati waktu lagi dan lagi sehingga penglihatan Okaho melihat banyak sekali Kuharu yang bermunculan dimana-mana hingga pada akhirnya semua Kuharu itu menghantam lehernya secara bersamaan sehingga menyebabkan tulang lehernya patah.


"A-Ack..." Okaho terjatuh, entah kenapa sihir realitanya berada di level yang berbeda dengan sihir waktu Kuharu yang benar-benar kuat, tidak ada batasan yang menghalangi dirinya sehingga ia mulai menatap Okaho dan mencoba untuk menarik jantungnya tetapi pikirannya lagi-lagi mengalami penolakan paling besar sehingga tubuhnya tidak bisa bergerak tetapi ia masih bisa berbicara dan berpikir, "A-Apa-apaan ini...? Apa lagi...!?" Kuharu menoleh ke arah kedua jam pasir-nya yang terpengaruh juga dengan penghentian waktu.


"A-Aku menghentikan waktu kepada diriku sendiri...?" Kuharu melirik ke belakang dan melihat Kou yang sedang menghampiri dirinya dengan pergerakan yang terlihat lemas karena ekspresinya menunjukkan dirinya yang benar-benar lelah dan terpengaruh dengan deman yang bertambah parah itu, "A-Aku benar-benar tidak bisa bergerak... mustahil... ketika aku mencoba untuk mengembalikan waktu, pikiranku membuat diriku secara tidak langsung menggunakan penghentian waktu lagi terhadap diriku sehingga menambahkan durasi semakin panjang..."


"O-Oi... ini tidak lucu loh... Dewi Agung sepertiku bisa terpengaruh dengan sihirnya sendiri, seolah-olah pikiran dan waktuku tidak berpihak sama sekali denganku, tubuh bergerak dengan sangat lambat... pengaruh waktu itu setengah efektif kepadaku tetapi aku tidak bisa melanjutkan serangan dan anak itu sudah mendekati diriku... tidak... aku tidak bergerak lambat melainkan... penghentian waktu itu... benar-benar memaksa... untukku terpengaruh dengan sihir penghentian waktu berdurasi panjang..."


Posisi Kou dan Kuharu saat ini masih jauh, Kou sendiri bahkan merasa sangat lemah sehingga ia berlutut untuk sesaat dan kembali bangkit untuk mendekati Kuharu. Kou melewati Kuharu lalu ia menatap dirinya dengan senyuman yang terbuka, senyuman itu langsung berubah menjadi senyuman sinis karena rencana Kuharu kembali gagal seperti biasanya, ia berniat untuk menghentikan keturunan Comi tetapi gagal.


"Kou... Kou...!!!!!!" Kuharu menjerit penuh dengan kekesalan sehingga sebuah layar virtual muncul di hadapannya yang memiliki tulisan, "Bagaimana rasanya? Pikiran dan sihirmu sendiri mengkhianati dirimu, jika aku dapat menjelaskannya maka itu mudah... seperti seseorang yang mengorbankan diri tetapi tidak mencapai apapun melainkan dirinya kehilangan satu nyawa berharga."

__ADS_1


"Aku tidak memiliki waktu untuk membaca!!! KAU BISA BICARA TIDAK!?" Seru Kuharu sehingga tatapan Kou mulai bertambah tajam lalu Kuharu tiba-tiba mengambil Keris yang di pegang oleh Kou sehingga ia menunjuk Keris itu kepada dirinya sendiri karena tubuhnya bertindak sesuai dengan pikirannya itu, "A-Apa...?! T-Tidak... K-Kau...!!! Sial...!!! Tubuhku tidak mau berhenti...!!!" Kedua lengan Kuharu bergetar dan getaran itu menunjukkan dirinya yang mencoba untuk menghentikan pergerakan tubuhnya hingga akhirnya ia menusuk jantungnya sendiri dengan Keris itu.


"Hurrrgghhh...!!!" 


__ADS_2