Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 684 - 3 Tahun Lamanya


__ADS_3

"Peringatan...!!! Pemberontak datang dari arah timur--- Ugh...!!!" Leher penjaga yang melihat Legenda pembelajaran itu mulai putus oleh Arata yang bergerak dengan cepat.


Semua penjaga yang menjaga gerbangĀ  di bagian atas dan bawah tidak dapat melakukan apapun, peringatan yang di sampaikan oleh penjaga itu berhasil di dengar jelas oleh raja dari kerajaan [Lemia].


Pemberontak yang datang dari arah timur itu hanya Arata dan Haruki saja karena mereka yang bertugas untuk membantai semua Legenda yang tidak mengorbankan jati diri asli mereka kepada seorang raja.


Memberi mereka ampun juga tidak akan mengubah fakta bahwa mereka sudah sangat setia dengan raja itu, era kerajaan yang berjalan selama 3 tahun, terdapat banyak sekali perubahan yang terjadi begitu cepat.


Perubahan itu berefek sampai besar sehingga seluruh planet dipenuhi dengan kerajaan yang berbeda, semua Legenda telah pecah menjadi beberapa bagian sampai mereka menganggap bangsa sendiri sebagai musuh abadi.


Raja dari kerajaan Lemia mulai panik ketika mendengar pemberontak datang, Haruki dan Arata sudah di kenal sebagai Legenda pemberontak yang sangat ditakuti.


Mereka tidak memberi musuh ampun atau kesempatan, terutama lagi jika musuh itu adalah seorang kesatria di dalam kerajaan, mereka bertujuan untuk menghancurkan kerajaan Lemia agar bisa mengembalikan semua Legenda yang di rendahkan.


"3 tahun yang kita rasakan... dipenuhi dengan darah dan penyiksaan untuk bangsa kita sendiri ya." Haruki mulai berbicara selagi membersihkan pedangnya yang berlumur darah.


"Aku menyukainya... sudah lama sekali aku tidak kembali kepada jati diriku yang sebenarnya, Legenda yang membantai semua bangsa yang tidak mengetahui harga diri mereka yang sebenarnya."


"Mempercayai seorang raja maka apa yang mereka dapatkan adalah kematian... bangsa Legenda berhak hidup dengan bebas dan kesakitan tetapi kerajaan atau mematuhi raja itu bukan pilihan!"


Arata melempar pedang Gluttony ke depan sampai membantai seluruh pasukan kesatria yang sudah menyiapkan sihir pertahanan dan perisai tetapi semua itu belum cukup untuk menahan satu lemparan pedang.


"Apakah Shira akan tertarik untuk melakukan pemberontakan seperti ini...? Sejak dua tahun yang lalu aku sudah melakukannya..." Haruki mulai berbicara.


"...kau juga kembali memberontak ketika tubuhmu kembali pulih secara sempurna sehingga kita setiap harinya selalu mengincar kerajaan yang pantas untuk di hancurkan."


"Mengenal Shiratori Shira... dia terlalu lembut untuk melakukan hal seperti ini, hatinya murni seperti cahaya sampai ia mungkin tidak tertarik untuk membunuh bangsanya sendiri." Jawab Arata.


"Itu tidak buruk juga sih karena Shira memang sejak dulu bisa di bilang polos karena semangat dan motivasinya seperti anak kecil..."


"...tetapi tiga tahun ini, entah dia pergi kemana sekarang karena aku sudah lama sekali tidak bertemu dengannya." Ucap Arata selagi membunuh semua pasukan itu tanpa mengeluarkan kekuatan dan kemampuannya.


"Kau benar... setahuku, dia masih berada di kuil cahaya itu." Haruki mengangkat lengan kanannya untuk mengembalikan pedangnya yang dipenuhi dengan darah segar.


Semua pasukan yang menghalang mereka mengalami kematian yang cukup menyakitkan hanya dengan lemparan sebuah pedang.


Mereka berjalan menuju istana untuk mengunjungi raja dari kerajaan Lemia, setelah mereka berhasil memberontak maka semua wilayah ini akan menjadi wilayah untuk kerajaan Ghisaru yang dipimpin oleh ratu Touriverse Kou.


Semua penduduk kerajaan itu merasa sangat lega bahwa bala bantuan datang, mereka lebih mendukung pemberontak di bandingkan raja yang sangat tidak adil bernama [Barros].


Arata melangkah masuk ke dalam istana itu dengan pintu yang langsung hancur begitu saja, ia bisa melihat banyak sekali penjaga tetapi Haruki dan Arata melewatinya sampai kepala semua penjaga itu terjatuh.


Barros bisa mendengar jeritan semua pasukannya, ia merasa sangat kesal karena seluruh pasukan yang selalu ia latih ternyata lemah sehingga ia mulai turun tangan lalu menghadapi Arata dan Haruki secara langsung.


"Hahahahaha!!! Dengan ini... dengan perisai yang sudah terkandung seluruh Lenergy dan kekuatan dari semua penduduk kerajaanku..."


"... serangan apapun yang mereka lakukan tidak akan memberi efek!" Barros memegang erat perisai hitamnya yang sangat besar sehingga ia terus tertawa.


"Apa yang lucu?" Tanya Arata.

__ADS_1


"Hmm...?" Barros memasang tatapan tajam lalu menatap mereka berdua dengan serius.


"Aku bertanya... apanya yang lucu sampai membuatmu tertawa seperti itu sebelum merasakan kematian."


"Pemberontak... Shimatsu Arata dan Shichiro Haruki... aku mengenal kalian--- tidak, semua raja sudah pasti akan mengetahui semua pemberontak yang keras kepala." Jawab Barros.


"Kalian Legenda pemberontak selalu saja menghancurkan semua kerajaan yang memiliki riwayat buruk di dalamnya... sudah berapa banyak raja yang kalian bunuh dan masukkan ke dalam neraka?"


"Entahlah... aku tidak menghitung, era kerajaan ini seperti bakteri dan virus yang akan terus menyebar." Jawab Haruki.


"Sudah terlambat untuk mencegah dan memperbaikinya karena kalian tidak akan pernah bisa berubah... apa yang harus kami lakukan adalah melupakan arti kesatuan itu." Arata menghilang pedangnya.


"Pemberontak seperti kalian seharusnya bisa mengaca... siapa sebenarnya raja kalian?" Tanya Barros.


""Tidak ada.""


"Kou hanya pengecualian karena dia tidak menganggap dirinya sebagai seorang raja yang busuk seperti kalian, dia tahu apa yang harus di lakukan untuk memuaskan Kehidupan semua orang."


"Hmph, bodoh sekali. Kalian bekerja sama dengan kutukan... pemberontak seperti kalian jauh lebih busuk." Barros mengeluarkan sebuah pedang hitam yang mengandung sihir api di dalamnya.


"Apakah kalian ketakutan...? Merinding...? Pedang dan perisai ini sudah cukup untuk mengakhiri karier kalian sebagai seorang pemberontak!"


"... ...!!!"


"Haruki, apakah kau ingin melakukan sesuatu tentang anggota tubuh ini?" Tanya Arata yang sedang memegang kedua lengan Barros.


"Ambil saja... jika kita jual di pasar gelap maka berlian yang kita dapatkan mungkin berjumlah besar." Ucap Haruki selagi memegang kedua kaki Barros.


"Tidak ada raja yang hidup dengan damai di era sekarang jika keturunan Shimatsu masih hidup..." Arata menunjuk wajah Barros menggunakan pedang yang ia munculkan.


"...era kerajaan sekarang mungkin akan berjalan lebih lama tetapi aku siap menerima pekerjaan apapun sebagai seorang pemberontak untuk membunuh raja dan menghancurkan sebuah kerajaan!"


Arata mencangkel kedua mata Barros lalu ia memasukkan bilah pedangnya ke dalam mulut Barros sampai ia menarik keluar semua organ tubuhnya.


Haruki mulai menghabisi tubuh Barros lalu mengubahnya menjadi sumber kekuatan untuknya, hari ini mereka sudah membantai banyak sekali Legenda dan membunuh raja yang busuk.


Sudah saatnya untuk beristirahat karena mereka tidak menemukan sebuah kerajaan atau raja yang menarik perhatiannya.


"Sudah waktunya pulang..." Arata membersihkan pedangnya yang kotor itu lalu ia terbang ke atas langit.


"Ya." Haruki mulai mengikuti Arata dari belakang selagi mengusap pedangnya itu.


"Haruki, bagaimana jika hari ini datang ke restoran ku untuk makan? Tidak ada biaya yang harus kau keluarkan, anggap saja hadiah dari pemberontakan kita bersama."


"Terdengar menarik, sudah lama sekali aku tidak menghubungi kerajaan Ghisaru, aku yakin penduduk di dalam sana menikmati kedamaian yang begitu baik karena tidak ada satu pun kerajaan yang mau menyerang."


Beberapa menit kemudian, mereka yang berasal dari planet yang jauh telah tiba di dalam planet Legenia lalu mendarat tepat di depan gerbang untuk melapor bahwa mereka selesai melaksanakan semua pekerjaan itu.


Para penjaga membiarkan mereka semua masuk, mereka langsung dikejutkan dengan banyak sekali pasukan Legenda yang sedang melakukan rutin.

__ADS_1


Kerajaan yang dipimpin oleh Kou memiliki banyak kesatria juga tetapi tujuan mereka adalah memberontak sama seperti Arata dan Haruki, mereka juga perlu melindungi kerajaan itu dari ancaman kerajaan lain.


Satu-satunya kerajaan yang modern karena Kou tetap memasang sistem Tech untuk membantu mereka semua berlatih dengan teknologi dan sistem jika mereka mau, teknologi juga dapat mereka gunakan untuk mempelajari ilmu pengetahuan dengan cepat.


"Satu-satunya kerajaan yang aku anggap hebat... semuanya hidup dengan damai dan setara." Ucap Arata.


"Kau benar... 3 tahun lamanya, kerajaan ini mengalami keamanan yang cukup baik." Kata Haruki sehingga ia bersama Arata mulai mengunjungi restoran Shimatsu.


Restoran Shimatsu seperti biasanya akan ramai dipenuhi dengan pelanggan, kebetulan reputasi Phoenix dan Shimatsu kembali berjalan aman hanya untuk kerajaan itu sendiri.


Berbeda dengan kerajaan lain, keturunan Shimatsu dan Phoenix adalah ancaman dari segalanya, jauh lebih berbahaya di bandingkan Comi karena mereka hanya pembawa sial sedangkan Shimatsu dan Phoenix pembawa ancaman besar.


Arata masuk ke dalam restoran itu lalu ia bisa melihat para karyawan sedang bekerja dan kebetulan ia melihat Ophilia sedang berbicara dengan Haruka.


"Selamat datang kembali, Kakek... Haruki..."


Terdengar suara seorang gadis kecil di hadapan mereka, mereka langsung melirik ke bawah dan melihat gadis kecil dengan rambut panjang berwarna merah sedang menawarkan secangkir teh.


"Ohh~ Koizumi, aku tidak menyangka kamu akan datang." Arata mencoba untuk memeluk Koizumi tetapi ia langsung menghindar.


"Jangan memeluk diriku..." Perkataan Koizumi langsung menusuk dada Arata sampai meninggalkan bekas luka yang besar karena Koizumi benar-benar tumbuh menjadi gadis yang dingin.


Darah Shimatsu mengalir deras terutama dari Rokuro yang sangat dingin, berbeda dengan Koizumi ketika berumur satu dan dua tahun masih selalu ceria tetapi sekarang ia terlihat begitu serius dan dingin.


Walaupun begitu, Koizumi masih bisa menunjukkan sisi imut nya tanpa kesadarannya sendiri, hampir sama seperti refleks sehingga ia mulai memegang kedua cangkir teh itu dengan erat.


"Jangan salah paham juga soal cangkir teh ini... aku membuatkannya untuk rasa terima kasih karena sudah mau bekerja keras."


"Wah, terima kasih, Koizumi. Kamu memang tumbuh dengan baik ya, sebentar lagi kau mungkin akan di izinkan untuk bertarung." Haruki mengambil cangkir itu.


"Umurmu sudah tiga tahun ya...? Pertumbuhan Legenda berjalan lebih cepat dan ia juga memiliki darah dari keturunan Comi... itu artinya di umur seperti itu ia bisa mengatasi masalah apapun." Ungkap Arata.


"Mengetahui dirinya sudah bisa memainkan waktu sejak bayi sampai bisa menciptakan masa alternatif sendiri, aku yakin Koizumi sudah siap untuk memberontak."


"Koizumi." Panggil Arata.


"Hmm?"


"Umurmu berapa sekarang?"


"3 tahun... kalau Kakek menanyakan soal latihan, aku sudah melakukannya setiap hari. Tidak ada hari tanpa melakukan sedikit tes dengan semua kekuatan ini..."


"...dengan latihan, aku dapat menggunakannya tanpa harus mengkhawatir soal risiko itu." Ucap Koizumi dengan tatapan serius.


"Kalau begitu, kau memang sudah siap untuk melakukan pemberontakan!" Arata tersenyum lebar, ia mencoba untuk mengelus kepala Koizumi tetapi ia langsung menepisnya.


"Aku menolaknya...!!!" Teriak Haruka keras karena ia mendengar apa yang Arata katakan kepada Koizumi.


Teriakannya yang begitu keras sampai menyebabkan semua pelanggan menatap Haruka yang terlihat kesal, ia datang menghampiri Arata lalu mengendong Koizumi.

__ADS_1


"Umur tiga tahun ini..."


"...Koizumi tidak siap untuk melakukan pemberontakan apapun!"


__ADS_2