
Kelima kesatria super elite dari Zodiac Crusaders berpapasan secara langsung dengan Shinobu yang menunjukkan ekspresi polos, tidak sedikit pun perasaan takut terlihat melainkan gugup.
Kegugupan untuk mengatakan sesuatu yang berkaitan tentang perundingan karena ia sudah bisa membaca niat yang mereka inginkan untuk melepaskan semua pasukan Leonial.
Kelima kesatria masih belum berani untuk melakukan serangan kepada Shinobu yang sedang memegang erat bajunya selagi menoleh ke belakang, ia melihat peperangan masih terus berlanjut.
Kebetulan ia juga ikut bertarung, hanya saja menggunakan alat lainnya yang keluar melalui kedua lengan buatannya itu, sebuah alat berbentuk kepala kucing imut yang mengandung banyak senjata api untuk memusnahkan mereka.
Semuanya mengandung Lenergy dan cahaya matahari yang besar sampai cukup untuk menerangi wilayah yang gelap di malam hari, Shinobu sebenarnya ingin langsung berpapasan dengan pemimpin itu.
Dirinya yang begitu pintar merasa sangat penasaran tentang niat seseorang, Kou juga sempat berbicara kepada dirinya bahwa tidak semua kejahatan dan kebaikan akan memiliki efek yang baik dan buruk.
Shinobu menunggu lebih lama agar ia bisa menandakan sebuah daun emas yang dapat menunjukkan lokasi kelima kesatria itu kepada mereka semua, sisanya ia hanya perlu menunggu Senzu melepaskan teleportasi.
Teleportasi yang akan membuat Shinobu langsung ke dalam kerajaan Leonial agar bisa berpasangan dengan Leon secara langsung, ia ingin menanyakannya niat jahat apa yang selalu inginkan.
Setiap Legenda pasti memiliki tujuan berbeda, maupun itu buruk dan baik, setidaknya Shinobu ingin mencari tahu sebelum menyelesaikan semuanya dengan cara Legenda yang bertarung sampai mati demi memenuhi harga diri mereka.
Scorch tanpa basa-basi maju ke depan dan melancarkan satu serangan menggunakan ekor kalajengking besar yang terpasang di zirahnya, Shinobu langsung menghindar dengan melompat ke kanan.
Sepertinya hanya Scorch yang bersikap keras kepala sampai mereka tidak langsung menyelesaikannya dengan menculik Shinobu karena ia ingin langsung bertemu dengan Leon.
Scorch melepaskan racun yang mengandung rasi bintang Scorpio di sekelilingnya, racun itu langsung Shinobu lempar menggunakan daun yang mengeras seperti bongkahan emas.
Kedua mata Shinobu memancarkan cahaya emas sampai ia menyentuh daratan lalu menumbuhkan pohon emas besar yang menjatuhkan beberapa dedaunan emas, semua daun itu langsung Shinobu lepaskan ke depan.
Scorch hanya bisa diam tempat lalu ia mengubah semuanya menjadi cairan yang terkena oleh racunnya itu, Shinobu hanya bisa diam lalu ia menoleh ke kanan agar mereka bisa menyadari keberadaan kesatria itu.
Mereka terlalu sibuk mengurusi peperangan bahkan Hinoka menjadi penyebab kenapa mereka tidak bisa melihat kelima kesatria Zodiak kesatria yang di lepaskan oleh Leon.
"Putri kecil... apakah Anda mencoba untuk membahayakan dirimu lagi...?" Tanya Tech melalui kacamata itu.
"Tidak... aku tidak berniat seperti itu... hanya saja aku dan Kak Koizumi sudah bersepakat tentang sesuatu..."
"...walaupun membutuhkan waktu yang sangat lama agar dia percaya dan membiarkan diriku pergi dengan sengaja sih." Shinobu menghela nafasnya lalu ia terbang ke atas langit untuk menghindari racun kalajengking itu.
...
...
"Apa...?! Pergi sendirian menuju kerajaan Leonial dengan cara penculikan?!" Koizumi memasang tatapan kaget ketika Shinobu mengajukan sesuatu yang berbahaya.
"Anuu... The Mind... sempat memberikanku pesan... aku bisa menggunakan kemampuan itu untuk membaca masa depan yang dekat, tidak jauh selama satu minggu."
"Kekalahan Gemu dan Gumi, pemimpin Zodiac Crusaders yang bernama Leon sudah mengetahui berita tentang itu sampai mereka akan..."
"...mencoba untuk menculik diriku karena Leon mengaku bahwa dirinya tidak akan bisa menang melawan kalian, apa yang ia inginkan adalah pertarungan denganku."
"Tidak bisa! Aku tidak akan membiarkan dirimu pergi sendirian...! Penculikan sejak itu saja sudah membuatku hampir menggila..." Kata Koizumi.
"Kakak... aku mohon... setidaknya ikuti rencana dan strategi ku, aku ingin tahu niat dan tujuan apa yang sebenarnya Leon sembunyikan."
"Setiap tujuan memiliki hal yang baik dan buruk di dalamnya, kedua hal itu berkandung dengan kebalikannya..." Shinobu mengingat sesuatu tentang harga diri Legenda.
"...lagi pula, penculikan itu tidak akan sama seperti itu... aku tidak lemah lagi... setidaknya aku bisa melindungi diriku sendiri sekarang, Koneko akan berjuang...!"
"Koneko tidak ingin melarikan dari sebuah tantangan dan pertarungan dari seorang pemimpin kesatria! Penculikan itu bisa di bilang sebagai samaran tantangan bagiku."
"Semua bawahan yang ia miliki akan langsung di lepaskan demi membunuh kalian semua... aku hanya bisa membaca sampai situ." Kata Shinobu sambil memegang kepalanya.
__ADS_1
"Saking penasarannya... anu... aku sampai tidak bisa menggunakan The Mind untuk sementara karena kemampuan pembaca masa depan selama satu hari saja sudah cukup melelehkan dan berisiko."
"Tetapi... satu Minggu pasti akan pulih, aku bisa membaca pikiran dan perasaan orang lain tentang diriku yang sebenarnya..." Shinobu tersenyum polos.
Koizumi hanya bisa diam selagi menatap Shinobu yang sangat malang, "...mereka pasti membenci diriku sih, ahahaha... aku seorang Neko Legenda."
"Neko Legenda layak di benci... populasi bangsa Neko sudah berkurang... aku ingin berpapasan langsung dengannya..."
"...demi memenuhi harga diriku sebagai bangsa Legenda!" Kata Shinobu selagi menatap Koizumi dengan kedua jarinya yang saling bersentuhan.
Ketika Shinobu mengaitkan sesuatu tentang harga diri bangsa Legenda, semua perkataan bisa di bilang ceroboh karena Shiratori dan egois karena Comi, ceroboh dalam arti ia ingin bertarung sendirian melawan pemimpin.
Egois yang juga ingin sendirian berhadap dengan Leon agar ia bisa mengetahui niat asli di balik penjagaan identitas sang penyihir yang sedang melakukan eksperimen entah itu apa.
Semua informasi itu sudah Shinobu uraikan dan susun baik-baik sampai rasa penasarannya tumbuh semakin besar, jurnalis seperti dirinya ingin mengetahui semua kebenaran di balik hal itu.
Shinobu membuka jurnal yang ia bawa lalu menulisnya dengan cepat, "Shinobu Koneko..."
"...akan berjuang!"
"Yahh... aku juga tidak bisa menghentikan dirimu sih, aku juga sama sejak itu." Kata Koizumi sambil menggaruk pipinya.
"Boleh saja... tetapi... aku mohon untuk tetap terjaga dan bertahan hidup, berikan diriku tanda."
"Aku akan datang secepat mungkin sampai kedua kesatria yang aku incar mati..." Koizumi menatap Shinobu yang menunjukkan ekspresi polos tetapi di baliknya terdapat tekad yang kuat.
"Tapi, Kakak..."
Koizumi langsung menatap Shinobu dengan ekspresi khawatir karena ia bisa merasakan sesuatu yang lebih mengkhawatirkan akan Shinobu katakan.
"Anuu... tolong dengarkan aku ya... hanya untuk hari saja..."
"...aku hanya ingin melihat semuanya sendirian..."
"Biarkan aku... merasakannya sekali... melihatnya juga tanpa harus mengetahuinya dari siapa pun..."
"B-Baiklah..."
...
...
Koizumi yang sedang menggorok leher semua pasukan itu sempat melihat Shinobu yang sedang melancarkan beberapa serangan kepada Scorch agar ia bisa berhenti menyerang.
Target kesatria super elite pertama adalah Scorch bagi Koizumi sedangkan yang lainnya bisa di bilang acak, semuanya diserahkan kepada para kesatria yang ia melawan siapa dengan siapa.
Shinobu melakukan satu putaran ke depan lalu ia mencekik leher Scorch dan melemparnya ke arah medan pedang sampai ia di sambut oleh Senzu yang muncul tepat di hadapannya.
"Ternyata kau datang kepada kamu hanya untuk menanggung semua masalah yang akan datang, bersiaplah!" Senzu menyentuh wajah Shinobu.
Ia langsung memindahkannya menuju kerajaan Leonial secara langsung menggunakan sihir teleportasi, Koizumi merasakan dengan jelas bahwa Shinobu sudah pergi meninggalkan mereka semua.
Semua itu ia lakukan demi memenuhi tujuan dan harga dirinya sebagai Legenda, lebih baik mempercepat keadaan agar mereka dapat menikmati waktu istirahat setelah menyelesaikan misi.
"Hinoka!" Panggil Koizumi sehingga ia langsung mengangguk dan mengakhiri semua peperangan itu dengan melepaskan ledakan dahsyat melalui tubuhnya.
Ledakan itu menghempas semua pasukan rasi bintang itu ke belakang, berbeda dengan sepupu dan kedua temannya mereka tidak menerima kerusakan apapun dari ledakan tersebut.
Shinobu yang dipindahkan oleh Senzu adalah sebuah tanda bahwa mereka perlu mengakhiri garis keturunan dari Zodiac Crusaders dengan membunuh mereka satu per satu.
__ADS_1
Scorch yang terjatuh di atas tanah karena terkena lemparan Shinobu mulai bangkit dan menatap Koizumi, satu-satunya lawan yang ia inginkan karena pertemuannya masih belum cukup memuaskan.
Pertemuan dengan sambutan serangan, Koizumi yang sedang membelakangi Scorch mulai melirik ke belakang lalu menghadapi dirinya dengan ekspresi serius.
"Pertarungan kita belum selesai sejak itu... setelah aku selesai denganmu maka aku akan menyapu lantai bersama dengan Legenda pengecut yang menghilang itu." Koizumi mengeluarkan bilahnya lalu ia memasang kuda-kuda bertarung.
Hinoka melihat seorang gadis datang mendekati dirinya, zirahnya mulai ia hancurkan sampai Hinoka memasang tatapan kaget ketika mengetahui gadis kesatria itu memiliki otot yang kekar.
"Mari berdansa... Hinoka." Seru Kalya, seorang Kesatria Capricorn.
Senzu mempersilahkan rasi bintang Sagitarius di atas langit untuk mempersiapkan serangan panah ke arah Konomi yang mengeluarkan tombaknya.
"Walaupun kau seorang gadis kecil... Legenda tidak memandang melalui umur, mereka semua sudah terlatih sejak bayi." Kata Senzu.
Viz mempersilahkan tongkat sihirnya lalu ia menunjuk Ako untuk mempersiapkan pertarungannya di dalam ruangan sihir agar mereka tidak bisa di ganggu oleh siapa pun.
Ako mengeluarkan senjata sihir yang ia bentuk menjadi pedang, walaupun mereka semua adalah kesatria yang terlatih dan membanggakan, setidaknya mereka semua memiliki pengalaman yang cukup untuk bertahan.
Liberon masih menyembunyikan keberadaannya karena ia berencana untuk melakukan kecurangan bersama Scorch agar kemampuan waktunya menjadi tidak berguna.
Lima detik adalah waktu yang sedikit tetapi mereka harus mengingat sebuah fakta bahwa Koizumi masih memiliki kemampuan menyulitkan lainnya.
""Legends Never Dies!!!"" Seru mereka semua secara bersamaan sehingga langsung bergerak menuju arah satu sama lain selagi melancarkan beberapa serangan.
BAAAAAMMMMM!!!
***
Shinobu terjatuh dan berlutut di atas lantai, dirinya di kepung oleh banyak sekali penjaga yang membidik tombak dengan bilang yang mengisi sihir kekuatan penuh, cukup untuk mengakhiri kehidupan Shinobu.
Shinobu tanpa memikirkannya dua kali langsung mengangkat kedua lengannya karena Senzu berhasil menculik dirinya langsung ke dalam istana yang terletak di kerajaan Leonial.
Leon yang sedang duduk di atas takhtanya mulai menurunkan kakinya lalu ia maju ke depan karena seorang Legenda yang selalu ingin ia temukan akhirnya telah datang.
Cordelia sempat memperingati Leon bahwa Shinobu datang tanpa perlawanan, ia merencanakan semuanya sampai Leon hanya bisa berhati-hati di hadapan seorang Legenda yang berbahaya.
"Campuran darah daging Shiratori dan Comi... kau sangat berbahaya sampai aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi di masa depan nanti." Leon mendekati Shinobu yang masih mengangkat kedua lengannya.
Ekspresinya masih tetap terlihat polos sampai ia sempat tersenyum kepada Leon, "Halo... anuu... Aku Shinobu Koneko... kamu pasti pemimpin Zodiac Crusaders ya?"
"Jangan mencoba untuk mengatakan sesuatu yang lembut, Shinobu. Aku tahu kau pasti sedang membaca pikiranku bukan?"
"Tidak kok... The Mind sudah tidak bisa aku gunakan untuk sementara." Kata Shinobu selagi terkekeh kecil.
"Dia tidak berbohong, Leon..." Kata Cordelia yang dapat membaca niat dan pikirannya melalui mata di keningnya itu.
"Kamu juga memiliki kemampuan tingkatan rendah The Mind ya... s-sungguh hebat." Shinobu tersenyum sampai Leon langsung menunjuk lehernya menggunakan pedang yang ia bentuk melalui rasi bintang zodiak.
"Jangan berbicara..."
"Baiklah..." Shinobu mengangguk dengan ekspresi polos, tidak menunjukkan rasa takut sama sekali.
"Aku... anu... aku... tidak bisa memulai perbincangan sebelum melakukan sesuatu..."
"...aku masih bisa membantu semampu mungkin..." Shinobu mulai menunjuk Leon ke depan lalu melepaskan dorongan emas melalui kedua tapaknya.
Leon terpental ke belakang dan Shinobu segera terbang keluar istana itu untuk menyelamatkan semua Legenda yang di rendahkan.
"Aku lakukan..." Kata Shinobu pelan.
__ADS_1
"...Koneko..."
"...akan berjuang!"