Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 660 - Persaingan Lebih Awal


__ADS_3

Hari esok telah tiba, waktu yang sangat di nantikan karena seluruh teman dan keluarga yang Kou undang akan menikmati liburan besar bersama-sama secara gratis tanpa harus mengeluarkan biaya apapun.


Matahari terbit di sebelah timur dan semua bangsa Legenda bangkit dari kasur mereka untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas tertentu.


"Koizumi, sudah pagi... pemanasan yuk..." Kata Rokuro dengan kedua matanya yang terlihat lelah karena ia tidak sekalipun merasakan tidur atau istirahat ketika mengasuh Koizumi.


Haruka di sisi lainnya masih tertidur dan menikmati waktu bebasnya sebagai seorang pemenang, satu Minggu ini akan ia gunakan untuk bersantai sebelum menghadapi latihan kehidupan lagi.


"Uwwww..." Koizumi mengangguk dan duduk di atas lantai untuk melihat Rokuro melakukan pemanasan karena ia perlu melihat contoh.


Bayi bangsa Legenda cepat untuk beradaptasi soal pertarungan dan perlindungan, jika mereka melihat orang tua melakukan pemanasan atau berkelahi maka mereka akan mempelajarinya dalam waktu yang cepat.


Rokuro melakukan beberapa push up dengan kedua lengannya dan ia bisa melihat putrinya juga melakukan hal yang sama, ekspresinya juga terlihat begitu serius.


"Kamu seorang bayi tapi bisa melakukan push up dengan benar... Legenda memang lahir untuk bertarung dan menyebabkan onar besar sepertimu." Kata Rokuro.


"Uwu~" Koizumi merasakan perkataan itu sebagai pujian.


"Itu bukan pujian... kau memang selalu membuat onar, kemarin aku kesulitan mengurusi dua masa alternatif yang kau mainkan!" Kata Rokuro yang seperti biasanya tidak bisa marah kepada putrinya sendiri.


"Hehehe~"


"Malah tertawa..."


"Yah, walaupun kau nakal dan selalu membuat onar... aku yakin sudah besar nanti kamu akan menjadi Legenda yang sangat berbakat jika dari bayi sudah mau berlatih."


"Aku mengharapkan banyak darimu, putriku... jadilah Legenda yang berada di tingkatan paling atas."


Rokuro mengelus kepala Koizumi dengan lengan kiri sehingga ia melakukan push up dengan satu tangan selagi menatap Koizumi yang mulai berkeringat.


"Papaaaaa... daaaaa~" Koizumi melakukan push up dengan satu tangan sekarang sampai mengejutkan Rokuro.


"Kau memang putriku jika bisa melakukan push up satu tangan di umur 1 minggu..."


Rokuro tersenyum serius karena Koizumi baru saja lahir beberapa hari yang lalu tetapi dia terasa seperti Legenda yang sudah berkembang sedikit demi sedikit.


Mengajari dirinya tentang pertarungan dan bangsa Legenda mulai dari sekarang mungkin tidak akan mengandung efek buruk karena Legenda memang berbeda dengan ras lainnya.


"Koizumi, bisakah kamu melakukan---"


Koizumi langsung melakukan push up tanpa lengan sampai mengejutkan Rokuro, "Tidak mungkin...!!!"


"Kau masih berumur sekitar satu Minggu tetapi sudah bisa melakukan push up tanpa lengan!?"


"Uuuuwu..."


***


"Baiklah, semuanya sudah di pesan."


Kou bangkit dari atas kursi lalu ia meregangkan kedua lengannya yang terasa pegal karena ia bangun lebih awal untuk mengerjakan sesuatu yang penting kemudian merencanakan wisata itu.


"Aku harap kamu bisa lahir dengan sehat ya..." Kou mengelus perutnya selagi memasang senyuman lebar.


"Kou..."


Terdengar suara Shuan yang mencoba untuk memanggil Kou, ia menoleh ke belakang dan melihat Shuan akhirnya ingin keluar dari lantai sepuluh, mungkin ia sudah merasa lebih baik sekarang.


"Shuan... apakah... semuanya baik-baik saja sekarang?" Tanya Kou.


"Ya, kalian ingin berwisata kan? Aku ikut, mungkin menghabiskan waktu bersama teman dapat menghentikan rasa sakit ini..."


Shuan menghampiri Kou untuk mengambil sebuah camilan, Kou bisa melihat tatapan Shuan yang terlihat begitu murka dan kosong karena Minami yang sudah tidak ada untuk menjaganya.


"Shuan..." Kou mulai meraih lengan Shuan lalu menempatinya tepat di perutnya.


"Sejak itu... ya itu... terdapat kehidupan, Neko Legenda baru... di dalam perutku..." Kata Kou dengan pipi yang memerah.


Shuan tercengang ketika mendengar berita baik yang sangat mendadak, ternyata semua keajaiban itu terjadi, Kou hamil walaupun di kondisi seperti itu dengan fisik seperti anak kecil.


"Ehh...? Ha-Hamil?"


"Hm..." Kou mengangguk.


Kou tersenyum lebar karena ia sudah menantikan seorang anak yang mungkin dapat menggantikan posisi selanjutnya sebagai ratu Touriverse.

__ADS_1


Berkat bantuan dari Heaven dan kutukannya yang pindah kepada Shuan, semuanya bukanlah sesuatu yang mustahil lagi karena kesempatan untung itu berhasil Kou dapatkan.


Kou mulai memeluk Shuan dengan sangat erat selagi menunjukkan senyuman lebar karena ia merasa bahagia sekali karena mendapatkan anugerah dari surga yaitu anak surga di dalam perutnya.


...


...


"Hehehe~ Aku hamil...! Bukannya ini yang selalu kamu nantikan...?"


Shuan meneteskan beberapa air mata lalu ia memeluk Kou erat karena mimpi yang selalu ia inginkan telah tercapai, Kou telah mengandung anak pertamanya.


"Benarkah...?! Anak pertamaku!?"


"Hm!"


Shuan kembali merasakan kebahagiaan yang ia inginkan, kepala Kou langsung menerima sebuah elusan dan ia tidak bisa berhenti memeluk tubuh Kou yang kecil.


"Hehehe, Shuan, jika terlalu ketat maka tubuhku bisa hancur karena kekuatanmu..." Kata Kou.


"Ahh, maaf..." Shuan melepaskan pelukan itu lalu ia menatap Kou yang sedang tersenyum kepadanya.


"Sudah ya... jangan bersedih lagi, kehidupan masih panjang dan mari kita melanjutkannya bersama, menantikan kelahiran anak kita juga."


Shuan merasa sedikit tenang, ketenangan itu bertambah besar ketika Kou mengelus kepalanya untuk mencoba menenangkan dirinya lebih lanjut lagi karena garis merah itu sudah bisa terlihat seperti tato sekarang.


Rambut Shuan bahkan sudah setengahnya merah dan emas sampai ia merasa khawatir dengan kutukan Crimson itu mempengaruhi Shuan atau tidak.


"Semuanya baik-baik saja... kutukan ini tidak menghentikan diriku karena aku memiliki kekuatan yang cukup untuk mengendalikannya. Hampir sama seperti amarah Neko Legenda tetapi jauh lebih lemah..."


"Begitu ya, syukurlah..." Kou mengangguk, melihat wajah Shuan mulai mendekat sampai kedua bibir mereka hampir bertemu tetapi mengalami jeda ketika Tech memanggil.


"Maaf untuk mengganggu Anda, nyonya. Seseorang baru saja menghubungi Anda..." Peringat Tech yang sedang melakukan beberapa program.


Kou menyentuh kacamatanya untuk menjawab panggilan itu, ternyata seseorang yang menghubungi dirinya adalah Asriel.


"Ehh? Asriel? Hm... masuk saja dulu."


Kou meminta dirinya untuk masuk karena ia ingin membahas sesuatu yang penting sampai ia awalnya menyangka Asriel datang terlalu awal sebelum jemputan datang.


"Asriel? Kenapa dia datang ke sini...?" Tanya Shuan.


"Kamu masih bekerja walaupun sedang hamil?"


"Tidak apa-apa bukan, Mamaku bahkan jauh lebih hebat... hamil tetapi masih bisa melakukan ini dan itu."


"Ya, karena ibumu sangat aneh dan mengerikan..." Ungkap Shuan selagi menatap arah lain.


Beberapa menit kemudian, Asriel tiba di ruang kerja Kou. Ia bisa melihat Shuan berdiri sebelah Kou yang sedang duduk di atas kursi selagi menantikan kedatangan dirinya.


"Jarang sekali aku melihatmu datang untuk berkunjung."


"Yah... entah kenapa terasa lebih canggung jika menanyakan secara langsung tetapi banyak sekali orang yang menyarankan diriku untuk meminta bantuanmu."


"Walaupun aku melakukannya secara diam-diam, aku yakin kamu datang mengetahuinya sampai mau menyiapkan semuanya."


Perhatian Asriel tertuju kepada Shuan yang memiliki penampilan berbeda seketika, "Shuan, rambut baru?"


"Tidak, hanya efek perubahan dari kutukan Crimson."


"Kau juga bahkan menjadi seorang berandalan dengan tato merah itu."


"Lucu sekali, Asriel." Shuan menghela nafasnya.


Kou tercengang ketika ia tidak sengaja membaca isi pikiran Asriel sebentar, ternyata dia datang untuk meminta bantuan terhadap sesuatu yang cukup mengejutkan.


"Semuanya akan aku siapkan, Asriel!" Kou mengacungkan jempolnya.


"Ehh? Menyiapkan apa...?"


"Pernikahan dan undangan, serahkan semuanya kepadaku!" Kou menepuk dadanya dengan penuh kebanggaan bahwa ia dapat membantu temannya yang sedang kesusahan.


"Ahh, kau akan menikah ya? Lama sekali, Asriel... Rokuro sudah memiliki anak dan kau baru saja menikah?" Tanya Shuan.


"Cincin itu mahal, kau tahu. Aku harus mengumpulkan banyak sekali berlian untuk membeli cincin yang sangat indah."

__ADS_1


"Seharusnya kamu meminta bantuanku saja, aku bisa memberimu jutaan Legend's Diamond!" Kou mengambil sebuah koper dan memberikannya kepada Asriel.


"Aku tidak membutuhkan berlian sekarang... hanya saja ingin meminta bantuan soal pernikahan itu, sudah cukup."


"Kalau begitu, seperti biasa. Aku akan mengurus semuanya dengan mudah, kamu hanya perlu memberitahuku kapan akan melaksanakan pernikahan itu..." Kou mengambil sebuah catatan.


"Ternyata percuma juga untuk menjaga rahasia di hadapanmu."


"Pikiran kalian terbaca sangat natural seperti buku..." Kou terkekeh dan ia baru saja selesai mengurus semua persiapan itu dengan cepat.


Tech mulai mengurus semuanya seperti biasa dan ia memperingati Kou bahwa pesawat yang mengantar mereka semua menuju wisata akan segera tiba menjemput semua orang satu per satu.


"Apakah kamu sudah melamar dirinya?" Tanya Shuan.


"Belum, tetapi aku mendapatkan kesempatan yang bagus sekarang untuk melamar dirinya di wisata yang sangat indah." Asriel mengangguk.


"Kalau begitu semangat! Jangan menyerah...!" Kou menyemangati diri nya dan Asriel langsung mengangguk.


"Sepertinya aku harus diam di sini sampai pesawat itu datang bukan? Aku sudah mempersiapkan semuanya untuk berlibur." Asriel terkekeh.


"Shuan, ada tamu... kenapa kamu tidak menyiapkan teh?" Tanya Kou.


"Ahh, aku lupa." Shuan berjalan pergi menuju dapur untuk menyiapkan camilan dan teh.


Beberapa menit kemudian, Kou menerima panggilan dari kedua kakaknya yang sudah berada di depan gedung, Kou meminta mereka untuk masuk secepat mungkin.


"Aku tidak menyangka kau benar-benar menjadi... bapak... rumah tangga..." Asriel mencoba sekuat mungkin untuk menahan tawanya.


"Berisik... ini pilihan yang cukup baik bagiku karena Kou lah yang menghasilkan uang bukan diriku." Shuan menuangkan teh ke dalam cangkir itu.


Pintu otomatis di hadapannya mulai terbuka sampai menunjukkan Haruka dan Rokuro bersama Koizumi mulai masuk ke dalam ruangan untuk menunggu kedatangan yang lainnya.


"Rokuro...!!!" Shuan mengerutkan dahinya ketika melihat saingannya datang ke dalam wilayahnya sendiri.


"Hmph... Shiratori Shuan, sudah lama juga aku tidak melihat wajahmu itu." Rokuro tersenyum serius.


"Kau mendekati diriku...? Seharusnya kau diam di tempat itu dan biarkan aku mendekatimu."


"Aku tidak bisa menghajar dirimu jika tidak mendekat."


"Kalau begitu, datanglah sedekat mungkin."


"Kakak, kamu malah membawa dua sejoli yang menyebabkan masalah bertemu." Kou menghela nafasnya.


""Dua sejoli!?""


Shuan dan Rokuro mulai saling berjabat tangan saling memasang tatapan serius karena mereka sebenarnya merasa rindu karena sudah lama sekali tidak bertemu.


"Kau terlihat seperti orang brengsek seperti biasanya, Shiratori Shuan." Kata Rokuro.


"Dan kau terlihat seperti orang sialan yang pernah aku temui." Jawab Shuan lalu ia melihat Koizumi yang sedang di gendong oleh Rokuro.


"Anakmu ya...? Terlihat imut juga." Shuan mengelus kepala Koizumi menggunakan jarinya.


"Gwuhh..." Koizumi menatap Shuan lalu memasang tatapan kesal karena Legenda yang ia lihat adalah saingannya.


Koizumi langsung menggigit jari Shuan, "Aw...! Kenapa kau menggigitku!?"


"Hahaha, apa yang kau harapkan dari putriku? Dia juga bisa mengetahui bahaya telah dekat dan itu adalah dirimu..."


"Ck, lihat saja nanti, Rokuro. Dalam 9 bulan yang akan datang, aku juga akan memiliki seorang anak dan aku harap mereka bisa menjadi sepupu yang baik..."


"...tetapi yang paling penting adalah, aku mengharapkan anakku bisa menang dalam sebuah pertandingan melawan Koizumi."


"Menarik sekali, aku juga menantikan hari itu tiba nanti." Rokuro tersenyum serius.


"Persaingan mereka masih terus berlanjut ya..." Ucap Asriel.


"Itu artinya saingan antara Shiratori dan Shimatsu akan terus berlanjut, kali ini dengan darah Comi di dalam diri mereka masing-masing." Haruka tersenyum.


"Aku mendukung persaingan ini." Kata Kou.


"Di turnamen permohonan, aku kalah tetapi anakku akan mengalahkan Koizumi nanti! Ingat itu...! Aku akan melihatnya secara langsung." Shuan tersenyum serius.


"Hmph, menarik sekali... aku sangat menantikan hari itu tiba dimana kau akan merasakan kekalahan lagi!"

__ADS_1


"Gwuuu..." Koizumi menguap karena persaingan itu tidak begitu menarik perhatiannya.


""Anakku tidak akan kalah!""


__ADS_2