
"Tapi... Aku tidak bisa cerita dulu, Mama... Ada sesuatu yang harus aku ceritakan kepada Papa." Minami tersenyum selagi menggaruk-garuk kepalanya, ia bisa melihat kedua telinga dan ekor Megumi turun.
"Ohh... Papa ya... Tunggu dulu ya..."
"Ehh, tidak, tunggu, Mama! Aku merasa sangat senang karena masih bisa bertahan sampai titik ini." Minami langsung memanggil Megumi karena ia tidak ingin membuat ibunya sedih seperti tadi.
Megumi langsung tersenyum lebar dan merasa bahagia sampai dirinya terlihat begitu bersemangat untuk mendengar banyak cerita dari putrinya, ekornya bergerak sangat cepat.
Minami hanya bisa terkekeh pelan, "Umm... Uh... Dimana ya aku harus memulainya..."
"Intinya aku telah mendapatkan pencapaian yang begitu besar sampai langsung menjadi seorang peserta yang sudah di daftarkan ke dalam turnamen itu, sekarang aku hanya perlu mengurus diriku sendiri dan berlatih jika memiliki waktu yang sempat." Minami tersenyum.
Megumi merasa begitu bangga melihat putrinya yang begitu kuat bahkan ia sendiri tercengang ketika mengetahui bahwa ia langsung di daftarkan tanpa harus mengikuti ujian yang begitu berat dan menekankan, ia tidak menyangka Minami dapat menggantikan dirinya yang dipenuhi kegagalan.
"Hebat sekali ya... Mama bangga sekali mendengarnya, sekarang aku ingin sekali datang dan memelukmu erat-erat. Di daftarkan langsung tanpa mengikuti ujian lainnya cukup hebat loh." Minami bertepuk tangan.
"Begitu ya...? Senang bisa mendengarnya, aku tidak berjuang sendirian kok karena terdapat beberapa teman yang begitu baik mau mendukung diriku, kita saling mendukung satu sama lain untuk meraih puncak paling atas."
Megumi mulai berbicara tentang dirinya dan teman-temannya di akademi, waktu-waktu yang cukup menyenangkan bagi dirinya sehingga kata demi kata terus keluar melalui mulutnya dan Megumi hanya bisa mendengar dengan senyuman lebar, hatinya di penuhi dengan rasa lega sampai rasa khawatir yang awalnya ia rasakan menghilang begitu saja.
"Adikmu dimana? Apa Shuan baik-baik saja?"
"Dia selalu baik-baik saja di setiap waktu tetapi kali ini aku berhasil mengubah dirinya menjadi seorang Legenda yang baru, akhirnya dia menginginkan perubahan terhadap dirinya sendiri." Minami menghela nafas pelan, membuat Minami terkejut ketika mendengarnya.
"He-Hebat sekali, kami sendiri kesulitan untuk membuat Shuan menyadari jawaban yang selama ini terdapat di hadapannya, ia tidak mau berubah karena terlalu terobsesi dengan kemenangan terutama mengalahkan dirimu dan Ayahmu itu, Shuan membutuhkan perubahan dan perkembangan agar ia bisa mementingkan yang lainnya."
Megumi mulai duduk di atas kasur lalu mengambil sebuah foto keluarga yang menunjukkan dirinya bersama ketiga keluarga dekatnya yaitu Shira, Shuan, dan Minami.
"Papa sendiri selalu memberitahu dirimu bukan? Jangan terlalu mengharapkan sesuatu dari kemenangan, tujuan Legenda menurut Shiratori hanyalah satu yaitu menggunakan kekuatan itu secara layak seperti melindungi dan melakukan sesuatu yang benar..."
"Shuan sering kali merasakan arti dari kekalahan oleh kalian berdua sampai-sampai ia tidak bisa berhenti karena dirinya yang meneruskan Shira dalam sikap tidak ingin menyerah, menyerah itu seperti urusan mati bagi dirinya dan Shira juga sama seperti itu."
Minami sekarang mengerti kenapa Shuan bisa bersikap keras kepala ketika menginginkan kemenangan, garis keturunan Shiratori dan Ryouma sangat kuat sampa tergabung menjadi satu di dalam tubuh Shuan.
"Apakah keturunan Ryouma memang seperti itu...? Selalu saja menginginkan kemenangan sebelum melakukan hal yang lain?"
"Begitulah... Tadi kamu sudah bilang Shuan mengalami perkembangan dan perubahan bukan? Mama tidak tahu apa yang kamu lakukan kepadanya tetapi itu pergerakan yang cukup bagus dari seorang Kakak." Megumi tersenyum.
"Maksudnya...?"
"Jika Shuan tetap seperti itu, ia tidak memiliki motivasi untuk menjadi Legenda yang benar-benar berkembang, kemampuan yang ia miliki itu hebat jadi ia membutuhkan beberapa pengembangan." Megumi melirik ke arah pintu kamar mandi dan Shira masih berada di dalam.
__ADS_1
"Sepertinya kita masih bisa berbicara lebih lama lagi, Papamu masih mandi."
"Bagaimana kamu bisa mengubah Shuan seperti itu, nak?"
"Ceritanya panjang sih, walaupun membutuhkan beberapa proses juga. Dia sepertinya ingin melanjutkan tujuan lainnya, bukan hanya karena diriku saja tetapi Kou berada di sisinya juga."
"Ahh~ Begitu ya... Kekuatan dari cinta ya?"
"Memangnya kekuatan seperti itu ada ya?"
"Tidak juga, cinta hanya kebutuhan sampingan yang tidak dapat dikaitkan dengan tujuan Legenda untuk menjadi yang terkuat tetapi manjur juga untuk dijadikan sebagai motivasi." Megumi terkekeh.
"Wah, wah, jangan-jangan Mama mencintai Papa karena menginginkan motivasi juga?" Minami menunjuk Megumi selagi tersenyum, membuat dirinya tersipu merah.
"T-Tidak ah, Mama mencintai Papamu bukan karena itu tetapi... Yah... Begitulah..."
"Secara keseluruhan bukan?" Minami memiringkan kepalanya, Megumi tertawa lalu ia mengacungkan jempolnya.
Mereka terus berbicara selama beberapa menit, pembicaraan yang begitu santai sampai rasa penasaran muncul di dalam kepala Minami, rasa ingin tahu tentang keturunan Ryouma sejak kecil masih belum terpenuhi.
Megumi selalu saja membahas topik yang lain soal keturunan itu dan terkadang ia menunjukkan wajah yang terlihat begitu kecewa, sesuatu yang buruk pasti terjadi kepada dirinya dan Minami ingin membantunya.
"Mama..."
"Sejak kecil dulu, aku selalu cerewet ya...? Selalu melakukan hal ini dan itu, bisa di bilang aku ini kucing yang terlalu aktif sampai cerewet, berisik, dan nakal."
"Hehehe~ Semua Neko Legenda sejak kecil seperti itu, sangat imut dan kecil bahkan sampai membuat Shira kewalahan." Minami terkekeh sambil menutup mulutnya.
"Saking polosnya sejak dulu, semua pertanyaanku selalu saja Mama jawab dengan topik yang lain. Aku sekarang sudah dewasa Mama, bisakah aku menanyakan sesuatu...?"
Minami awalnya masih merasa tertahan di dalam dirinya karena ia tidak ingin melihat Megumi sedih, jarang sekali ia melihatnya sedih atau menangis karena Megumi selalu saja ceria karena efek dari kedamaian yang berjalan cukup lama.
Ketika Minami berbicara seperti itu, Megumi tidak menunjukkan ekspresi apapun melainkan terlihat begitu polos, mungkin sudah waktunya untuk memberitahu Minami.
"Bisakah... Bisakah Mama menceritakan diriku tentang garis keturunan Ryouma...?" Tanya Minami, pertanyaan untuk yang terakhir dimana ia tidak ingin menanyakannya lagi.
"Boleh kok, mungkin hari ini adalah hari yang cukup pas untuk memberitahu dirimu." Megumi tersenyum lalu ia berjalan pergi menuju mejanya untuk mengeluarkan buku yang dipenuhi dengan debu.
"Keturunan Ryouma adalah keturunan khusus untuk kita sebagai Neko Legenda... Neko Legenda bagi pandangan beberapa Legenda itu kegagalan dan mengerikan." Megumi mengambil foto tentang dirinya yang masih kecil.
"Kenapa bisa seperti itu ya... Seharusnya semua Legenda itu sederajat."
__ADS_1
"Begitulah, Mama sendiri tidak mengerti. Dulu cukup sulit untuk hidup sebagai Neko Legenda bahkan keturunan Ryouma, kami adalah kegagalan..." Megumi tersenyum pahit.
"Maksudnya?"
"Sejak dulu aku tidak bisa bertarung Minami, sampai sekarang Mama memiliki batasan. Sebagai Neko Legenda, aku tidak bisa melanjutkan tujuan utama yaitu bertarung."
"Ke-Kenapa...?"
"Mama memang tidak memiliki bakat, itulah kenapa aku tadi bilang Ryouma adalah kegagalan termasuk Mama sendiri yang dulu penuh dengan kegagalan."
"Be-Begitu ya..."
"Hidup sebagai Neko Legenda itu sulit bukan? Amarah yang tidak bisa di kontrol dan kelemahan jelas melalui ekor kita ini..." Megumi mulai memasukkan kembali buku itu ke dalam lacinya, ia tidak ingin membukanya lagi.
Buku yang berisi sejarah penuh tentang Neko Legenda dan keturunan Ryouma, keturunan pertama yang menciptakan Legenda tipe baru yaitu Neko Legenda atau bisa di bilang sebagai kegagalan untuk yang lainnya.
"Walaupun Neko Legenda itu gagal dan sangat berbeda... Aku sangat senang melihat semangat kalian. Minami dan Shuan adalah harapan bagi Mama sendiri..." Megumi tersenyum dan menatap Minami.
Minami terlihat kaku sampai ia tidak bisa melakukan apapun, rasa penasarannya bertambah lebih besar lagi tetapi ia tidak ingin menanyakannya lebih lanjut lagi.
"Mama yang dulunya dipenuhi dengan kegagalan dan mencoba untuk bertahan hidup dari mereka yang memburu Neko Legenda merasa sangat bersyukur untuk bisa melihat..."
"...anak-anak Mama yang begitu hebat dan kuat, keturunanku bersama Papa memenuhi tubuh kalian terutama dengan bantuan Papa. Kalian dipenuhi semangat dan motivasi untuk melakukan sesuatu yang positif."
"Aku bangga kepada kalian, teruslah bawa nama Neko Legenda ke seluruh dunia bahwa kita bukanlah kegagalan atau produk yang gagal! Kita adalah satu, kita juga Legenda yang pantas di akui secara derajat." Megumi tersenyum.
"Mama... Tentu saja, aku akan melakukan yang terbaik. Shucchi juga pasti sama, kemarahan yang rasakan juga dapat di kuasai secara pelan-pelan." Minami mengangguk.
Ia dikejutkan dengan Megumi yang mencoba untuk menahan air tangisnya tetapi tidak bisa, Minami langsung menenangkan ibunya yang memiliki tubuh kecil.
Tubuh kecilnya seperti anak-anak juga termasuk kegagalan Neko Legenda, tidak seperti Minami dan Shuan yang tumbuh biasa.
"Sudah, Mama baik-baik saja sekarang. Mengingat masa lalu atau menggali kembali bukan pilihan yang tepat, sekarang... Mama panggil Papa ya?"
"Boleh..."
"Mama..."
"Hm...?" Megumi melirik ke belakang dan melihat Minami yang tersenyum dan tersipu.
"Tidak perlu repot-repot dalam memberikan diriku hadiah ketika hari itu tiba..."
__ADS_1
"Ditolak~"
"Hehhhhhhh...."