
Pintu surga telah terbuka lebar hanya untuk menyerap atau menyedot seluruh kekuatan yang terlepas dari latih tanding mereka, dengan ini mereka berdua bisa bertarung dengan serius.
"Baiklah..." Korrina memejamkan kedua matanya lalu ia memunculkan sebuah jubah merah Crimson dengan mahkota yang melayang di atas kepalanya.
"Kalau begitu aku akan menggunakan Crimson Queen untuk menerima tantanganmu itu, Koizumi!" Korrina melakukan kuda-kuda bertarungnya lalu ia menarik Keris yang Shinobu bawa di sakunya.
Koizumi hanya bisa diam ketika melihat Korrina mengalami peningkatan kekuatan yang besar, ia tidak merasa esensi Dewi atau surga sama sekali melainkan ia menggunakan kekuatan murni dari Mortal.
"Awalnya aku mengira bahwa kau adalah seorang Dewi yang memiliki esensi surga, sepertinya kekuatan yang aku rasakan sudah cukup untuk mengangkat kembali rasa kepercayaanku."
"Apa yang kau tunggu, Koizumi? Tunjukkan semua perkembanganmu!" Perintah Korrina.
Koizumi menarik nafas dalam-dalam lalu ia menghembusnya pelan sehingga tubuhnya dapat merasakan kekuatan melalui dosa Wrath dimana lambangnya langsung muncul melalui kedua pupilnya.
Amarah yang ia kumpulkan dari rasa kesal melihat Korrina datang dengan keterlambatan sehingga menyebabkan banyak sekali perubahan drastis di dalam Touriverse.
Auranya juga mulai membesar sampai berhasil mengguncangkan pintu surga, ia menarik keluar belatinya juga untuk menerima sebuah pertarungan senjata pendek.
Korrina mengangkat kedua alisnya ketika melihat Koizumi menyerap seluruh kekuatan yang terdapat pada Yuusuatouri hanya menggunakan dosa Greed yang bersinar melalui lehernya.
Mereka semua bisa merasakan kekuatan di dalam tubuhnya mulai terbagi dengan Koizumi yang menggunakannya demi bisa menyetarai dirinya dalam segi kekuatan dan kecepatan.
"Fuhhhh..." Koizumi menghela nafasnya pelan lalu ia menatap Korrina dengan ekspresi serius bahwa ia sudah menggunakan semua kekuatan yang ia miliki untuk mengimbangi dirinya.
"Baiklah... setidaknya kekuatanku saat ini sudah cukup untuk melawan dirimu, Nenek."
"Bagus sekali, tanpa bantuan Heaven atau sihir Crimson... kau tetap bisa mengimbangi kekuatanku dengan bantuan dari dosa itu..."
"...jadi intinya kamu mencari jalan yang selalu dipilih oleh Ayahmu ya? Terutama lagi Kakekmu yang bernama Arata, jalan menuju kekuatan dosa."
"Ya... sebelum aku bisa mengikuti jalan utama dari keturunan Comi, aku membutuhkan banyak waktu untuk bisa menguasai seluruh dosa yang ada."
Koizumi mengingat perkataan Arata sebelumnya, jika ia berhasil bertahan selama sepuluh detik maka ia akan menerima sebuah hadiah dari Arata yang berkaitan tentang perkembangan.
"Apa maksudnya dengan sepuluh detik... sepertinya aku terlalu meremehkan kecepatan yang Nenek miliki, aku perlu mempermainkan waktu." Batin Koizumi.
"Aku akan terus menekan dosa Wrath dan Greed sampai titik dimana tubuhku tidak bisa menampungnya lebih jauh lagi..."
"...itulah kenapa aku membutuhkan seorang Legenda yang memiliki kekuatan hebat sekali tanpa harus menunjukkan kesulitan." Kata Koizumi yang mulai membakar belatinya dengan api Crimson.
"Begitu ya..."
__ADS_1
"...Ragnarok yang ketiga ini sudah pasti akan dipenuhi dengan banyak sekali petarung yang sangat kuat dari kedua belah pihak."
"Melihat Touriverse mengalami banyak perubahan terutama lagi Kountraverse yang kemungkinan memiliki strategi baru..."
"...sepertinya kita semua akan menghadapi kesulitan yang sama dimana bertahan adalah salah satunya pilihan." Korrina mulai membakar Kerisnya menggunakan aura Crimson.
"Ini mungkin menjadi kenangan yang pertama dimana aku bisa menghadapi cucuku yang TERTUA!!!" Korrina melesat maju menuju arah Koizumi dengan kecepatan yang sempat membuat dirinya lengah.
Tubuhnya juga terbelah menjadi dua yaitu ilusi dan asli, Koizumi yang sudah memasang lambang Greed di mata kanannya dapat melihat mana yang asli dan palsu sehingga ia berhasil menyambut Korrina dengan serangan yang sama.
Mereka saling bertabrakan dengan senjata yang mulai berbenturan sampai mengeluarkan banyak sekali suara bising, "Sudah dimulai..."
Karena warna dari aura mereka bisa dibilang sama, semua orang yang sudah menyaksikan pertarungan itu dapat melihat banyak sekali aura merah yang tersebar kemana-mana termasuk dengan cahaya cerah.
"Hebat sekali... padahal baru saja bertemu, Koizumi sudah berani untuk menantang Korrina yang memiliki pengalaman besar." Ucap Ophilia.
"Semoga saja dia bisa bertahan selama sepuluh detik, kecepatan mereka saat ini bisa dibilang kurang dari satu." Kata Arata selagi memperhatikan pertarungan mereka yang berjalan instan sekali.
Wajah Koizumi menerima satu tebasan dan pukulan dari Korrina sehingga ia berhasil menerima luka yang lumayan sakit, tetapi ia menyerap seluruh luka itu menggunakan Greed hanya untuk mengubahnya menjadi sumber kekuatan.
Ketika Korrina mencoba untuk melakukan serangan lainnya, Greed membantu Koizumi untuk beradaptasi sampai ia sendiri dapat melihat jelas serangan yang akan dilakukan oleh musuhnya.
Koizumi berhasil menahannya menggunakan lengan kirinya sampai berdarah lalu ia membalasnya dengan satu tebasan yang merobek pipinya Korrina, setelah itu mereka langsung melancarkan serangan tanpa henti menuju arah satu sama lain.
Kedua lengan mereka meninggalkan banyak sekali luka robek kecil karena kedua senjata yang saling berbenturan itu, tidak lama kemudian mereka memfokuskan banyak sekali tenaga dan Lenergy ke dalam senjata itu.
Setelah itu mereka melancarkan satu tebasan yang saling berbenturan sehingga menyebabkan pintu surga mulai retak, "Tidak buruk!"
Mereka melesat ke belakang lalu Koizumi mulai melepaskan tebasan gelombang Crimson menuju arah dirinya tetapi ia berhasil menangkisnya sampai Korrina menyerang balik dengan melepaskan gelombang tusukan Crimson.
Jumlah dari tusukan itu banyak sekali sampai menyebabkan Koizumi mulai tertekan menahan dan menangkis semua serangan tersebut, "Ha---hhh!!!"
Korrina melebarkan matanya ketika pukulan yang awalnya ia lepaskan tiba-tiba sudah mengenai wajah Koizumi sampai menembus, tetapi ia sadar bahwa seseorang yang dirinya pukul hanyalah sebuah Replay.
"Dia juga memiliki kemampuan yang sama seperti ilusi ya..." Korrina tersenyum bangga lalu ia merasakan keberadaan Koizumi di belakangnya yang berhasil menusuk punggungnya.
Tetapi tusukan itu tidak mengenai tubuhnya yang asli karena ia sempat menciptakan sebuah ilusi yang mengelabui dirinya, Koizumi memasang ekspresi kesal sehingga ia melihat Korrina di atas langit yang mulai menendang wajahnya.
Korrina muncul di belakang Koizumi lalu ia menebas punggungnya sampai robek dan menyebabkan dirinya untuk terpental ke atas langit juga, ketika Koizumi mencoba untuk melompati waktu ia gagal total ketika Korrina mengetahui kemana ia akan pergi.
Replay yang ia lepas telah gagal untuk menipu dirinya, "Aku juga sama sepertimu, Koizumi... sebuah Replay melalui rekaman waktu tidak akan menipuku lagi!"
__ADS_1
Korrina muncul di atas langit lalu ia menusuk perut Koizumi sampai ia terpental menuju daratan, tusukan itu menyebabkan pendarahan besar melalui perutnya tetapi ia masih bisa bangkit dengan tekad yang kuat.
Korrina mengangkat Kerisnya ke atas hanya untuk mengumpulkan sihir Crimson yang membesar lalu ia lepaskan sampai membentuk pedang Crimson besar yang mencoba untuk menyerang dirinya.
Koizumi mulai menahan ujung dari bilah pedang itu menggunakan tapak kirinya yang langsung berlubang tetapi sihir itu tidak berhasil menembus pertahanan Greed yang ia pasang di tangan kirinya yang menyedot semua kekuatan itu.
Korrina memperhatikan Koizumi dari jauh bahwa ia memang mengandalkan kekuatan melalui dosa, "Koizumi! Cobalah untuk meningkatkan kekuatanmu lebih lanjut lagi...!!!"
Koizumi berhasil menghilang pedang besar itu menggunakan sihir Greed tetapi wajahnya tetap menerima sebuah pukulan dari Korrina sampai ia terdorong ke belakang lalu melihat dirinya menghilang.
Koizumi menoleh ke belakang lalu ia menahan semua tebasan dan tusukan yang dilepaskan oleh Korrina melalui kerisnya, "Nenek ternyata memang sekuat yang dibicarakan oleh Mama..."
"...jadi ini rasanya untuk bertarung melawan seseorang dengan pengalaman besar ya." Koizumi memperkuat belatinya dengan semua Lenergy yang ia serap melalui pedang Crimson tadi.
Kedua mata Koizumi memancarkan cahaya merah karena ia sudah menyesuaikan tubuhnya dengan semua serapan yang ia dapatkan dari Korrina.
Keris yang Korrina pegang berhasil ditangkis menggunakan belati sampai terpental ke arah lain, setelah itu Koizumi menghantam perutnya menggunakan tinju kiri, "Huggghhh...!!!"
Belati Koizumi bersinar cerah lalu ia menebas dada Korrina sampai ia terpental ke belakang dengan darah yang mengalir deras melalui bekas lukanya itu, "Dia dapat menggunakan Greed dengan baik..."
Korrina berputar lalu ia menarik kembali Kerisnya hanya untuk melakukan serangan balik tetapi Koizumi langsung terbang ke atas langit lalu berhasil menipu dirinya.
Korrina yang terbang ke atas berhasil menghancurkan tubuh Replay Koizumi sampai ia dikejutkan dengan Replay itu mulai membentuk menjadi Koizumi asli yang menebas mata kanannya sampai hancur.
Korrina terhempas menuju daratan tetapi Koizumi melompat keluar dari dalam daratan lalu melancarkan serangan tebasan beruntun sampai merobek punggungnya tanpa henti.
"Nrrgghh..." Korrina bisa merasakan kesakitan dari serangan Koizumi yang diperkuat berkat bantuan Greed.
Korrina terhempas ke belakang lalu perutnya menerima satu tusukan dari Koizumi sampai ia memuntahkan banyak sekali darah lalu berhasil menyembuhkan semua luka itu secara instan.
Korrina membalas serangan dengan menebas wajah Koizumi sampai meninggal luka tebasan, tetapi ia langsung menerima serangan balik dari Koizumi dimana mata kanannya langsung hancur lagi.
Latih tanding itu mulai berubah menjadi latih tanding paling brutal karena mereka tidak memedulikan luka jika sudah menguasai sihir pemilihan regenerasi yang kuat.
Mereka sudah kehilangan banyak daging bahkan tulang mereka juga sampai patah karena menerima tebasan, salah satunya adalah organ juga yang pecah dan robek karena serangan senjata mereka.
"Mereka benar-benar bertarung seperti saling membunuh satu sama lain ya..." Kata Shira.
"Tradisi latih tanding Comi memang seperti itu, tidak peduli luka sefatal dan sebesar apapun... kita sudah menguasai pemulihan yang efektif." Jawab Shinobu yang sering bertarung seperti itu dengan Koizumi.
"...pertarungan ini sudah berjalan selama tiga detik, apakah Koizumi akan bertahan sampai sepuluh detik ya?" Tanya Shinobu yang dapat mengukur kecepatan tak terhitung mereka.
__ADS_1
"Yah, semoga saja dia lulus..."