Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 141 - Tingkat Kesempurnaan


__ADS_3

"Uck..." Asuka mundur beberapa langkah sambil memegang erat mata kanan-nya yang memiliki tanda [Oath] itu. Melihat Asuka yang terluka cukup parah mampu membuat Akina dan Chiara mulai merasakan emosi amarah yang tinggi dimana ia langsung menyerang mereka semua dengan seluruh kekuatan mereka yang mampu membasmi pasukan Oather.


Beberapa pasukan Oather tidak mampu menahan serangan Akina yang terasa berbeda, mereka berakhir menjadi potongan daging kecil yang terbakar habis oleh sinar cahaya bunga matahari Chiara. Padahal mereka semua sudah sempat menahan serangan Akina dan Chiara hanya saja berkat efek suci yang berubah menjadi efek negatif, serangan yang mereka lancarkan mampu menghancurkan pertahanan mereka dengan mudah.


Serangan Akina dan Chiara terlihat jelas telah berubah dengan sangat drastis, Einz segera melapor kepada Rxeonal bahwa mereka berdua perlahan-lahan akan berubah menjadi wujud [Fallen Angel] dimana mereka mengubah kesucian mereka menjadi sumber kekuatan yang tidak terbatas, intinya kekuatan mereka berasal dari semesta Xuusuatouri yang saat ini dijaga ketat oleh Yuuna dan Megumi bersama pasukan-nya.


Rxeonal mengalihkan pandangan-nya ke arah semesta Xuusuatouri dan ia bisa melihat semesta itu mulai diselimuti dengan kegelapan dimana ia bisa merasakan sumber kekuatan yang tidak terbatas di dalam tubuh Akina dan Chiara, Rxeonal segera melepaskan seluruh pasukan-nya untuk menghancurkan semesta Xuutouri tetapi Akina bersama Chiara mencegat mereka bersama pasukan malaikat yang berada di fase perubahan [Fallen Angel].


"Chiara... Akina... Asuka sayang kalian..." Kata Asuka dengan nada yang lemah, ia mulai bernafas berat karena tanda Oath itu mulai melukai-nya dengan pelan-pelan.


Akina bersama seluruh pasukan Fallen Angel-nya mulai melancarkan beberapa serangan bertubi-tubi dengan kekuatan dan tenaga yang tidak terbatas, kekuatan dan tenaga mereka begitu besar membuat serangan mereka memiliki daya rusak yang dahsyat serta dengan mudah menghancurkan tubuh Iblis seperti kaca yang pecah.


Pasukan Giblis segera melakukan kemampuan fragmentasi dan adaptasi-nya untuk bisa merasakan kekebalan ketika terkena semua serangan Fallen Angel itu dan ternyata semua pasukan Giblis itu berhasil menahan dan bertahan seluruh serangan malaikat itu lalu menyerang kembali dengan kekuatan yang lebih besar.


"A-Apa...!?" Chiara melebarkan matanya ketika melihat pasukan Giblis yang ada di depannya mulai terbelah menjadi jutaan, mereka berdua dikepung oleh semua pasukan Giblis itu.


Seluruh pasukan Giblis tidak lagi diam, mereka menyerang pada waktu hampir bersamaan. Pertempuran sengitpun terjadi antara pasukan Giblis dan pasukan Malaikat di wujud [Fallen Angel] mereka. Akina dan Chiara mulai melakukan serangan kombinasi bersama yang tidak terkalahkan, Akina bersama Chiara sama-sama tersenyum lebar ketika menikmati pertarungan melawan seluruh pasukan Giblis itu.


Luar angkasa mulai dipenuhi dengan kelopak bunga matahari dan wisteria, semua kelopak bunga itu mampu menempel pada tubuh pasukan Giblis itu, serangan Akina dan Chiara mulai memiliki daya rusak yang lebih besar dari sebelumnya. Dengan mereka berdua saling bergandeng tangan lalu melakukan kemampuan tarian bunga kebajikan yang mampu menciptakan dorongan di depan-nya.


Tarian mereka mampu menciptakan serangan kombinasi besar yang menghancurkan seluruh Giblis di sekitar mereka, tubuh tersisa mereka mencoba untuk melakukan regenerasi tetapi Chaira segera membakar habis tubuh mereka menggunakan laser dari bunga matahari-nya.

__ADS_1


Pertarungan tidak berlangsung lama dan tidak memiliki hasil apapun kecuali seri, kedua belah pihak telah mengalami banyak keguguran terhadap pasukan tetapi pasukan Rxeonal masih bisa terus bertambah sedangkan Akina tidak.


Kondisi Asuka begitu buruk, dia tidak bisa melihat dengan mata kanan-nya serta tidak bisa menggerakkan lengan kanan-nya yang diselimuti dengan aura hijau, seluruh tubuhnya dipenuhi luka tetapi dia masih bisa bertahan setelah kehilangan begitu banyak kekuatan dan darah. Walaupun kondisi Asuka separah ini, ia masih terus maju dan berjuang sebisa mungkin untuk menghabisi beberapa pasukan Oather.


"Asuka... bisa....!" Nafas Asuka terasa berat, ia menarik pelatuk senapan pistol-nya yang mampu menghancurkan tubuh pasukan Oather yang ada di depan-nya, tetapi lengan kiri Asuka mulai gemetar lemas karena dia sudah tidak bisa menahan kutukan Oath itu lagi.


"Seperti hari ini adalah hari dimana kau akan merasakan penderitaan dari kutukan itu, gadis kecil..." Kata seorang pemimpin pasukan Oather yang mulai menghadapi Asuka dengan kedua pedang tajam dan berduri. 


"Asuka tidak akan kalah. Asuka akan membawa-mu ke dunia kematian...!" Tubuh Asuka memancarkan cahaya suci dan ia segera menciptakan sebuah pedang tajam yang terbuat dari bunga mawar di tangan kanan-nya.


Asuka segera membidik kepala pemimpin itu dengan pistol-nya sambil bernafas semakin berat, "Ingin mencoba untuk membunuh ras Oather...? Apa yang kau harapkan? Kami semua bisa melakukan reinkarnasi dan regenerasi tanpa batas!" 


"Sepertinya kau masih punya semangat tinggi untuk bertarung, malaikat. Bukannya lebih baik jika kau mengakhiri penderitaan-mu itu dengan merasakan kematian oleh sang pemimpin yang bernama Zeth!" Pemimpin itu memperkenalkan dirinya dengan nama Zeth, rambut pendek yang berwarna putih itu mulai memanjang dan mencoba untuk mencekik leher Asuka tetapi Asuka berhasil memotong semua rambut itu menggunakan pedang-nya.


Asuka menembakkan sebuah bunga mawar besar ke arah Zeth, bunga mawar itu mencoba untuk melahap dirinya tetapi Zeth berhasil menebas bunga itu menjadi dua. Tampak Asuka yang melayang di angkasa sedang menutup mata. Rambutnya sedikit naik beterbangan di angkasa karena gravitasi yang terdapat di sekitarnya terasa seperti gravitasi tempat tinggal-nya.


"Mungkin ini semua berkat latihan-ku..." Ungkap Asuka.


Dahi Asuka tampak terdapat sebuah tato kesucian merah muda bergambar dua sayap malaikat dan cincin malaikat, hawa yang dilepas oleh Asuka mampu menekan napas Zeth terasa sesak saat melihat dirinya dimana ia mulai tidak terpengaruh dengan kutukan Oath-nya lagi berkat tato yang terdapat di dahi-nya.


"Hawa suci ini...!? Apakah dia salah satu dari mereka...!?" Zeth melebarkan matanya dan menolak untuk percaya melihat cahaya merah muda yang dilepaskan oleh Asuka serta sayap-nya mulai bertambah menjadi dua dengan jumlah empat yang berkibar dengan cepat sambil memancarkan cahaya yang sangat terang.

__ADS_1


Beberapa pasukan Giblis mulai gemetar ketakutan ketika merasakan cahaya yang dilepaskan oleh Asuka, cincin malaikat yang terdapat di atas kepala-nya mulai berubah menjadi mahkota ratu. Akina dan Chiara tersenyum serius melihat Asuka yang akhirnya menggunakan wujud kesucian yang selalu ia simpan pada saat keadaan darurat muncul.


"Seraphim Angel Form!?" Kata Akina dan Chiara bersama dimana Asuka segera melepaskan cahaya merah muda di sekitarnya, membuat beberapa pasukan Giblis dan Iblis langsung terbakar dengan cahaya kesucian tingkat kesempurnaan tersebut.


Zeth merasa terancam serta kesal, dia menolak untuk percaya melihat Asuka yang memiliki wujud dari tingkat kesucian terakhir malaikat yaitu [Seraphim Angel], wujud itu adalah wujud yang paling suci untuk malaikat bahkan ia bisa kebal dengan efek atau sihir apapun lalu mengubah semua serangan musuh menjadi milik-nya sendiri.


"Dengan ini Asuka berada di tingkat para Dewa dan Dewi!" Seru Asuka, sebuah cincin mahkota merah muda muncul di belakang sayap-nya lalu berputar, memberikan dirinya kekuatan dan tenaga yang tidak terbatas.


Hawa jahat yang terdapat di dalam diri pasukan musuh mampu membuat tubuh mereka terasa berat karena hawa dan cahaya yang dilepaskan oleh wujud Asuka, Mortem mulai terkesan bahwa terdapat seorang malaikat di zaman seperti ini memiliki wujud tingkat kesucian terakhir.


Chiara dan Akina segera muncul di sebelah Asuka dan bersedih untuk membantu dirinya untuk mengalahkan Zeth bersama seluruh pasukan Oather-nya. Seluruh pasukan Giblis dan Iblis tiba-tiba mulai tertarik dengan cahaya kesucian Asuka, bukan hanya pasukan musuh tetapi Shira juga ikut teralihkan karena cahaya itu terasa jauh lebih kuat dari dirinya.


"Cahaya dan esensi ini... Hebat sekali, ternyata malaikat memang lebih ahli dalam sihir cahaya dan kesucian!" Shira mulai merasa semakin bersemangat karena dirinya masih belum bisa disebut paling terkuat karena terkalahkan oleh wujud terakhir dari kesucian Malaikat.


Asuka mulai memberi kecupan di bibir untuk Chiara dan Akina, memberi mereka berdua sebuah perlindungan cahaya kesucian tingkat sempurna yang mampu bersatu dengan baik bersama cahaya negatif dari wujud [Fallen Angel], sepertinya wujud Seraphim Angel ini dapat memberikan efek peningkatan untuk rekan-rekannya serta dapat menyatukan keburukan dan kebaikan menjadi satu.


"Asuka akan berjuang! Akina dan Chiara juga...! Harus berjuang...! Malaikat akan terus maju!" Seru Asuka dimana ia mulai mengangkat kedua lengan-nya.


Chiara dan Asuka menutup wajah mereka karena merasa malu diberi kecupan bibir oleh Asuka yang terasa manis di bagian bibir-nya.


"Yoooo....!" Seru mereka bersama dengan nada yang canggung.

__ADS_1


__ADS_2