
Minami melompat-lompat setiap loteng rumah yang ada, dia saat ini sedang dalam perjalanan untuk pergi ke rumah Korrina. Seragam yang diberikan oleh Korrina sudah langsung ia pakai, terasa cukup nyaman dan dia juga tidak sabar untuk memulai hari pertama-nya sebagai murid baru dari akademi Yuzu.
Sebuah ikan mentah dan masih hidup di gigit di mulut-nya karena terburu-buru sampai melupakan sarapan, dia terlalu bersemangat untuk segera bertemu dengan Haruka dan Honoka. Tetapi Shira tidak lupa untuk memberikan dirinya sebuah kalung emas yang digunakan, mungkin saja kalung itu memiliki arti.
Setelah melakukan lompatan terakhir, Minami mendarat di depan gerbang rumah Korrina yang sangat besar sambil menekan bel beberapa kali tanpa sedikit jeda, Korrina sudah menjawab-nya melalui sebuah rekaman suara yang terletak dengan bel itu tetapi Minami terus menekan bel itu tanpa henti karena dia mengharap Haruka untuk datang.
Sebuah bantal melayang ke arah Minami sampai mengenai wajah-nya dan membuat dirinya terjatuh di atas tanah dengan ekspresi yang terlihat kaget, "Berisik, kucing garong!" Kata Haruka sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.
Beberapa menit kemudian, Haruka menghampiri Minami yang sedang menggerakkan ekor-nya dengan cepat sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat tidak sabar. Honoka bisa terlihat dan saat ini sedang bersembunyi di belakang dirinya dengan ekspresi yang terlihat malu sedangkan Haruka wajah-nya terlihat cukup tidak bersahabat karena dia masih ngantuk.
"Kau tidak ada pertahanan jika seperti itu, Haruka!" Minami mencoba untuk menendang Haruka tetapi dia segera menggunakan sihir lompatan waktu yang membawa dirinya tepat di belakang Minami sambil menguap, "Hentikan, jangan menghabiskan tenaga-mu itu, Minami."
"Ughhh... Kalian aku Minami sang Neko Legenda yang mengendalikan cahaya ilahi akan mengalahkan-mu dengan Ultra Shining Flash!!!" Minami mencoba untuk menyerang Haruka tetapi dia menghentikan-nya dengan menahan kening-nya lalu menguap lagi dan lagi.
"Kalau begitu kau tidak akan menyerah sepertinya...!" Minami melompat mundur lalu ia tiba-tiba memancarkan cahaya putih sampai Haruka mulai berhenti menguap dan merasa mengantuk, "Aku memanggil cahaya yang lebih terang dari keputihan... Aku akan mengubah segala dunia dan realita ini menjadi tempat yang bisa aku kendalikan secara sepenuhnya..."
"...Light of Justice...! Light that is brighter than White! Keputihan yang akan membawa keadilan...!!! Ada yang tegak tetapi itu bukan adilan...!!! Tetapi yang tegak adalah gelombang cahaya-ku!!! Shining Justice...!!! Terbukalah!!!" Minami menunjuk Haruka menggunakan telapak tangan-nya yang diselimuti dengan cahaya putih hingga rambut Haruka mulai melayang dan itu membuatnya hanya bisa menatap dirinya dengan ekspresi yang datar.
"Dasar tukang ngayal, tapi akan aku beri nilai satu untuk sihir yang masih dalam proses penyempurnaan itu." Haruka mengacungkan jempol-nya.
Dengan ini mereka bertiga pergi menuju akademi Yuzu itu, Korrina mengantar mereka berdua dengan sebuah pesawat yang melaju cukup cepat. Sesudahnya mereka sampai di akademi yang terletak cukup jauh, hampir di luar kota Ghisaru yang sekarang sudah sangat besar sih tetapi mereka sekarang sudah bisa pergi sendiri ke akademi itu.
Korrina menurunkan mereka bertiga di depan akademi itu yang sudah dipenuhi dengan murid baru dan juga para senior, Korrina memberitahu mereka untuk masuk saja karena mereka semua pasti akan menyambutnya dengan baik, ia sekarang harus menempati pesawat-nya itu di tempat yang tertentu.
__ADS_1
Minami mulai mendekati Honoka dan Honoka langsung menghalang Minami dengan tubuh Haruka, "Minami, aku minta maaf ya, Honoka masih belum bisa diajak berteman."
"Tidak apa-apa, lagipula Minami pasti akan menjadikan dirinya sebagai budak-ku. Ayo, Honoka! Mari kita merasakan cahaya ilahi bersama-sama!" Kata Minami hingga Honoka tidak menjawab-nya melainkan dia terus menutup wajah tepat di punggung Haruka karena saking malu dan takut-nya.
Tanpa menghabiskan waktu lainnya, mereka masuk ke dalam akademi itu dengan ekspresi yang terlihat terkesan karena tempat itu sangat besar serta menyediakan banyak fasilitas yang cukup baik. Minami menunjuk sebuah gambar besar yang menunjukkan Korrina dan itu langsung membuat Haruka bersama Honoka terkejut.
"Itu Mama!?" Haruka melebarkan matanya ketika melihat Korrina pada saat dia berusia sekitar 12 tahun.
"Mama... imut..." Honoka tersenyum ketika melihat gambar tersebut, Minami mulai mendekatkan wajah-nya kepada Honoka sambil tersenyum karena melihatnya tersenyum sudah membuat dirinya juga ikut, Honoka langsung menyadarinya hingga ia segera menutup wajah-nya lagi punggung Haruka.
Seorang guru yang sedang duduk di atas kursi mulai melihat wajah-wajah baru, ia segera memanggil mereka bertiga untuk mendekati dirinya karena setiap murid baru harus memiliki sebuah kartu peserta yang menunjukkan dirinya sebagai seorang murid dari akademi Yuzu.
"Kalian sepertinya murid baru uya, dengan melihat warna dari seragam kalian... Sepertinya kalian bertiga adalah murid baru dari kelas A-10 ya..." Guru itu mulai mengambil beberapa kartu peserta di dalam sebuah laci, Haruka mulai melihat sebuah nametag yang tertulis [Miyuki Souya], dengan nama marga-nya Haruka bisa mengenal guru itu.
"Selamat datang di Akademi Yuzu ya~ Kalian dengan senang hati akan menerima murid-murid yang berkualitas dan pasti akan membawa nama akademi ini, kartu yang akan aku berikan kepada kalian adalah kartu resmi peserta akademi Yuzu." Miyuki memberi mereka bertiga sebuah kartu peserta yang menunjukkan identitas mereka sebagai murid dari akademi Yuzu.
Minami menatap kartu itu yang mulai menyinari wajah-nya hingga kartu itu sekarang menunjukkan wajah Minami dan identitas-nya, ia langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat kagum ketika melihat kartu itu memiliki teknologi yang cukup canggih. Haruka dan Honoka terlihat biasa saja karena mereka sudah menebak itu adalah teknologi buatan Korrina.
Sesudah mereka mendapatkan kartu peserta itu, mereka segera masuk ke dalam ruangan kelas itu dan melihat beberapa murid yang sedang duduk dan saling berinteraksi, Hana melihat Haruka yang datang lalu ia segera menyambut dirinya dengan sebuah senyuman.
"Haruru~ Selamat pagi~"
"Hanacchi, yo, pagi!"
__ADS_1
"Mina juga selamat pagi." Hana tersenyum kepada Minami.
"Nyahahaha! Selamat pagi pengikut-ku yang paling setia, Hana!" Kata Minami sambil menghalang mata kirinya, "Mataku... Ack... Mataku akan mengeluarkan cahaya ilahi---"
"Honoka, selamat pagi~" Hana tidak menghiraukan Minami ketika dia mulai mengayal, Honoka tidak menjawabnya karena dia masih merasa malu. Hana sepertinya masih harus berusaha lebih keras untuk bisa mendapatkan perhatian dirinya.
Haruka, Honoka, dan Minami yang baru saja datang mulai duduk di tempat yang masih kosong, Honoka duduk disebelah Haruka dan melihat Hana yang duduk di sebelah kirinya, ketika menyadari hal tersebut Honoka langsung memeluk lengan Haruka dan menutup wajah-nya dengan menggunakan lengan Haruka.
"Hanacchi tidak akan melakukan sesuatu yang buruk kepada dirimu loh, Honoka. Jangan takut." Kata Haruka sambil membelai rambutnya.
Haruka mulai melakukan sihir telepati dengan mereka semua untuk bisa secepatnya berteman dengan Honoka jika tidak maka dia akan menjadi magnet untuk Haruka dan Korrina, lebih buruknya Honoka bisa saja sembunyi di balik rok Korrina selama pelajaran dimulai jadi lebih baik mereka harus berteman dengan Honoka secepatnya.
"Tidak usah malu dengan kami, Honoka." Kata Mitsuki yang berdiri di depan meja belajar Haruka, Honoka semakin memeluk erat lengan-nya hingga tubuhnya merinding ketakutan ketika mereka semua mulai mengepung dirinya.
Seorang laki-laki mulai mendekati Hana, "Kakak, sudah aku bilang untuk tidak berkeliaran sendirian." Kata adik Hana yang bernama [Shitmatsu Rokuro].
"Hohhh... Sepertinya kau wajah yang baru, perkenalkan nama-ku adalah Haruka dan adik-ku yang pemalu ini bernama Honoka." Haruka mulai memperkenalkan dirinya bersama Honoka kepada Rokuro.
"Ahh, senang bertemu denganmu... Aku adalah adik-nya Hana, namaku adalah Shimatsu Rokuro jadi salam kenal ya." Rokuro terkekeh hingga Honoka mulai memeluk Haruka erat karena malu untuk berbicara dengan mereka semua yang melihat Honoka terus menerus.
"Bukannya dia terlalu pemalu?" Tanya Rokuro.
"Begitulah adikku. Ayolah, Honoka... Mereka tidak akan menyakitimu, kalau mereka menyakitimu maka Kakak akan mengubah mereka semua menjadi bayi kok." Kata Haruka sambil tertawa dan menarik kepala Honoka agar ia bisa menatap mereka semua.
__ADS_1
"Iiiii... Iiiiiii....! Kyaaaa....!" Teriak Honoka keras sambil menghalang wajah-nya.