Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 22 - Keadilan


__ADS_3

Seluruh sumber Lenergy Rionald tiba-tiba hilang karena hantaman Shira yang fatal sekali hingga menyebabkan punggung Rionald meledak dan hancur, "Nrggghhhh... Saint sialan...!!!" Rionald mencoba untuk berdiri dan melawan balik tetapi ketika ia mencoba untuk mengeluarkan sebuah sihir, ia tidak bisa karena sumber Lenergy-nya telah habis dan hancur.


Shira hanya bisa diam selagi menatap Rionald dengan ekspresi yang terlihat seperti serius, ia memiliki rasa kasihan juga kepada Rionald karena ia tahu bahwa semua Legenda ketika bersama bisa saja menjadi seorang ras terkuat di seluruh semesta, Rionald ini kuat jadi sangat sia-sia untuk mati karena sikap dan perbuatannya yang bodoh itu. Shira terlihat seperti ingin mengampuni-nya, "Pertarungan selesai, Rionald. Aku memenangkan pertarungan ini dengan adil..."


Shira mulai membalikan badannya, Rionald mencoba untuk merangkak kepada Shira tetapi ia tidak bisa karena kondisi Rionald sedang berada di kondisi yang sekarat, ia sudah tidak bisa lagi merasakan seluruh tubuhnya, "B... Bagaimana... Bisa... Saint Legenda yang tidak memiliki... Gelar... Super Elite atau... Apapun itu... Bisa mengalahkanku..."


"Yang lemah bisa menang jika mereka bekerja keras dan berusaha keras melawan seseorang yang berada di atas mereka. Strategi juga bisa mengalahkan seseorang yang berdiri di atas Legenda yang lemah, di tambah lagi kalian yang kuat memiliki sikap sombong dan meremehkan, jadi kalian melupakan tujuan kalian sebagai Legenda ya itu bertambah kuat..." Shira mengepalkan kedua tinjunya lalu ia bergerak menghampiri Megumi dengan ekspresi yang terlihat tegas.


Shira menatap Megumi yang sedang berada di kondisi sekarat, ia menunjuk Megumi lalu ia memberi Megumi beberapa sumber Lenergy dan juga sihir penyembuhan yang ia pelajari bernama Light Blessing of Recovery. Shira meluncurkan bola cahaya yang melesat menuju arah Megumi dan bola cahaya itu mulai masuk ke dalam tubuhnya hingga perlahan-lahan seluruh tubuh Megumi mulai kembali pulih dengan pelan, "... ..." Shira mengangkat Megumi dengan gaya menggendong seorang putri yang cantik, ia melihat seluruh tubuh Megumi yang bersinar, itu artinya seluruh tubuh Megumi perlahan-lahan mulai kembali pulih.


"Uhuk... Uhuk... Uhuk..." Shira mendengar suara batukan Rionald, ia melirik ke belakang dimana ia melihat Rionald yang sedang batuk dan mengeluarkan beberapa darah, ini adalah momen terakhir bagi Rionald karena sebentar lagi dia akan mati, "Kita masih bisa pulang... Beruntung sekali bagi kita berdua karena planet ini masih bertahan dan utuh walaupun kita bertarung seperti habis-habisan, apa yang aku pikirkan dari pertarungan tadi adalah planet ini akan berakhir dengan kehancuran, tetapi sepertinya aku salah karena planet ini sangatlah kuat..." 


"Kau seharusnya berpikir apa yang telah kau perbuat selama ini, Rionald. Aku akan menunggu-mu untuk berubah dan meminta maaf kepada kami semua, termasuk dengan semua Neko Legenda yang kau bunuh itu." Shira berjalan pergi selagi menggendong Megumi dan ia mendengar suara batukan Rionald yang mulai terdengar keras. Rionald mulai terdengar menangis dan Shira tidak memperdulikannya karena ia hampir saja membunuh Megumi.


"Aku mohon... Tolong... aku..." Shira masih tidak mau mendengar apa yang Rionald katakan, ia terus berjalan ke depan meninggalkannya sendiri sampai mati, "Aku... memohon... kepadamu... Shiratori... Shira..." Ketika mendengar perkataan itu, Shira langsung berhenti berjalan selagi menaikkan kedua bahunya karena ia merasa cukup kasihan mendengar suara Rionald yang terdengar lemah.


"J... Jangan... tinggalkan.... aku... sendiri... seperti... ini..."


"Cih..." Perasaan kesal dan belas kasihan Shira mulai saling bertengkar di dalam tubuhnya karena ia ingin menyelamatkan Rionald dan ingin meninggalkannya sendiri agar ia bisa sadar atas semua kesalahan yang telah ia perbuat, "Uhuk... Kasihanilah... aku... Kumohon..." Shira terus mendengar suara Rionald yang terdengar lemah sekali, ia mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat karena kedua perasaannya terus tercampur dan ia bingung ingin memilih perasaan yang mana, "Aku mohon... Selamatkan... lah... aku..."


Shira melirik ke belakang selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, "Kau pikir sendiri, Rionald! Berapa banyak Legenda yang sudah kau siksa sampai mati meminta belas kasihan kepadamu, Hah...!? Ratusan!? Ribuan!? Lihatlah dirimu sekarang yang meminta belas kasihan kepada diriku!" Teriak Shira keras selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, ia kembali melirik ke depan dan mulai berjalan pergi meninggalkan Rionald lagi.


"Aku... menyesal... aku mohon... berilah.... belas... kasih... kepadaku..." Rintih Rionald.


"Bajingan...!" Shira mulai menunjuk Rionald dan setelah itu ia menggunakan sihir penyembuhan-nya yang bernama Light Blessing of Recovery. Seluruh tubuh Rionald mulai bersinar hingga semua luka-lukanya mulai sembuh dengan pelan, Rionald mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut karena Shira benar-benar mengampuni-nya, "Itu adalah ampunan terakhirmu, Rionald. Aku telah memulihkan semua luka-lukamu. Sihir penyembuhan tadi mampu membuat kondisi-mu pulih kembali hingga mampu membuat kembali pulang dan menyadari atas semua kesalahan yang kau perbuat."


"Kau pikirkan apa yang kau akan lakukan selanjutnya, tetapi... Jika kau melakukan sesuatu yang tidak bisa dimaafkan lagi maka kau akan aku bunuh tanpa segan."


"Kau bisa menghancurkan apapun, tetapi kau tidak bisa menghancurkan diriku, Legenda." Ucap Shira sehingga Rionald mulai menatap wajahnya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat ketakutan, "S-Sebenarnya kau ini siapa...?!"


"Aku adalah Saint Legenda yang bisa dijuluki dengan nama Saint Light, aku adalah harapan bagi semua masalah yang ada di semesta Yuusuatouri... Aku adalah cahaya yang mampu menyinari kegelapan yang telah melumuri semesta Yuusuatouri, aku adalah jawaban untuk semua makhluk hidup yang menangis demi mendapatkan kedamaian abadi."


"Hah...?" Rionald bisa melihat ekspresi Shira yang terlihat sangat menakutkan dan itu membuat seluruh tubuhnya terasa lemah hingga bulu kuduk-nya mulai mengacung, ia juga mulai berkeringat dingin sehingga jantung-nya mulai berdetak dengan sangat cepat, "Aku adalah pelindung bagi semua makhluk hidup yang tidak mampu melindungi diri mereka sendiri, aku adalah keadilan dan kebenaran."


Shira mulai menaikkan seluruh auranya hingga ia bersinar dengan sangat cerah, "AKU ADALAH SEORANG SAINT LEGENDA...!!! SHIRATORI SHIRA!!!" Teriak Shira keras hingga mampu membuat Megumi perlahan-lahan bangun dari pingsan-nya, ia terbang ke atas dengan pelan dan meninggalkan Rionald sendirian, "Faktanya... Aku sudah tidak mau melanjutkan pertarungannya denganmu lagi, Rionald. Kau tidak ada apa-apanya tanpa sihir petir yang kau miliki itu."


"Grrrgghhhh..." Rionald merasa cukup tersindir dan kesal ketika ia mendengar perkataan Shira, "Dasar Saint Legenda yang berkata apapun yang kau mau...!!! KAU AKAN MATI DENGAN TANGAN SANG RAJA YANG MAHA KUASA!!!" Teriak Rionald yang mulai meluncurkan gelombang petir hitam yang meluncur menuju arah Shira, Rionald melakukan pergerakan yang sangat ceroboh dan bodoh walaupun dia sudah diberi ampunan bagi Shira dan dia masih tetap menyia-nyiakannya.


Shira melirik ke belakang lalu ia menatap sihir yang sangat kuat itu selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, "DASAR BAJINGAN TOLOL!!!" Murka Shira keras hingga ia meluncurkan Megura Light melalui telapak tangan kanannya, gelombang cahaya itu mampu menghapuskan sihir milik Rionald dan hal itu membuatnya terkejut, "M-MUSTAHIL...!!!"

__ADS_1


BAAMMMM!!!


Seluruh tubuh Rionald langsung terkena sengat oleh gelombang sihir yang Shira luncurkan, perlahan-lahan seluruh tubuh Rionald mulai terbakar habis hingga tidak menyisakan debu, "TIDAAAAAAAAGGGGHHHHH!!!" Teriak Rionald keras hingga gelombang cahaya itu menyentuh daratan dan mulai meledak, ledakan gelombang itu mampu menimbulkan asap yang banyak sekali.


KABOOM!!!


"Benar-benar bodoh..." Shira mulai berubah menjadi wujud biasanya lalu ia terbang pergi meninggalkan tempat itu dengan kecepatan yang biasa, "Jadi ini rasanya untuk melihat daratan dari atas sini ya...?" Shira membulatkan kedua matanya ketika ia mendengar suara Megumi, ia melirik ke arah Megumi yang sedang tersenyum selagi melihat pemandangan langit dan daratan dari atas langit, "M-Megumi...!?"


"Terima kasih... Karena sudah menyelamatkanku..." Megumi tersenyum tulus, ia mulai tersipu merah. Shira mulai meneteskan beberapa air mata ketika ia melihat Megumi yang masih hidup dan berbicara seperti biasanya, Megumi melihat Shira seperti menangis dan itu membuatnya khawatir, "S-Shira...?" Megumi melihat mata kiri Shira yang dipenuhi dengan darah, ia sadar bahwa Shira telah kehilangan penglihatan bagian kirinya yang mengartikan bahwa mata kirinya telah buta dan tidak akan bisa kembali lagi kecuali menggunakan sihir penyembuhan tingkat dewa.


"Kau mengorbankan mata kirimu... Demi menyelamatkan-ku ya...? Terima kasih..." Megumi tersenyum lalu ia menggerakkan ekornya hingga membuat Shira tersenyum puas bahwa ia berhasil melindungi senyuman tulus Megumi, "Sama-sama."


Beberapa menit kemudian, Shira dan Megumi melihat hutan labirin dimana mereka pertama kali bertemu di hutan itu, "Apakah kau mengingat hutan sialan itu...?" Tanya Shira dan Megumi tersenyum lalu ia mengangguk pelan-pelan, "Jelas... Aku tidak akan pernah melupakan hari-hari dimana aku bertemu dengan sang pahlawan yaitu dirimu." 


"Melihat pemandangan dari atas... terasa sangat berbeda dan aneh... Walaupun aku bisa lompat setinggi mungkin, aku tidak bisa melihat pemandangan daratan dari atas dengan waktu yang sangat lama seperti ini." Ucap Megumi dengan nada yang terdengar pelan, ia menatap daratan dengan ekspresi yang terlihat tenang. Wajah Megumi terlihat seperti kedamaian bagi Shira sendiri.


"Um... Shira..." Megumi memanggil nama Shira dengan gugup dari depan, "Ya...?" 


"...Terima kasih."


"Karena sudah menyelamatkanku." 


Shira hanya bisa mengangguk dan tersenyum dengan sangat tulus, ia tidak merasa menyesal dalam menyelamatkan Megumi, "Aku hanya bertarung dan menang melawan Rionald, itu saja... Tidak terlalu penting kok."


"Ohh... I-Iya..." Shira merasa sedikit malu dan tersipu untuk diberitahu hal itu oleh Megumi sendiri, "Maafkan aku jika suatu saat aku mengatakan sesuatu yang buruk kepadamu, Shira... Aku terkadang tidak bisa mengontrol-nya, walaupun kau sudah melakukan semuanya demiku... Aku selalu kebingungan untuk membalasnya dengan apa, maafkan aku..." Ucap Megumi dengan nada yang terdengar imut bagi kedua telinga Shira.


"Aku takut nanti mengatakan sesuatu yang membuatmu kecewa dan marah terhadap diriku yang ceroboh dan bodoh ini... Aku benar-benar tidak bisa mengontrol emosi dan perasaanku ini... Jadi... Jadi..." Suara Megumi membuatnya terdengar seperti dia seolah-olah akan menangis sebentar lagi, Shira tidak bisa membiarkannya, jadi dia mulai berbicara, "Tidak... Maafkan aku jika aku pernah bertingkah kasar kepadamu... Maafkan diriku juga yang lemah karena aku berakhir dipenuhi dengan banyak sekali luka ketika selesai bertarung melawan Rionald." Shira mulai mengalah.


"Tidak...! Kau tidak bersalah!" Megumi secara refleks memotong perkataan Shira, "Aku ingin dirimu untuk terus mengatakan hal buruk atau kasar kepadaku!"


"Tidak aneh kok untuk dirimu mengatakan hal seperti itu."


"Megumi..."


"Aku, aku bodoh dan keras kepala... Dan tidak mengatakan apa yang kurasakan... jadi terkadang aku bersikap seperti itu, jadi..." Ucap Megumi dengan nada yang terdengar cukup gugup, "Tetapi bukan itu yang sebenarnya aku rasakan!" Lanjut Megumi.


"Aku ingin kamu... Mengetahui tentang hal itu."


"Baiklah, aku akan mengingatnya." Shira bisa merasakan kelegaan Megumi. Seolah-olah ketegangan yang terus berlanjut sejak Shira terbang dan menggendong Megumi layaknya seperti seorang putri, "Baiklah, bisakah aku mengatakan sesuatu yang sedikit mengganggu?" Tanya Shira.

__ADS_1


"Ya... Silahkan."


"Aku mencintaimu."


"Ehh...?"


"Aku mencintaimu, bukan sebagai teman, melainkan sebagai seorang gadis."


"Uh... Uh..."


"Mungkin... Itu merepotkan bagimu, tetapi aku ingin kamu tahu, Megumi."


"... ..." Megumi mulai tersipu dengan sangat merah layaknya wajah Megumi memiliki warna yang sama dengan tomat yang sudah matang, Megumi berhenti berbicara ketika Shira baru saja mengajukan perasaan cinta-nya kepada Megumi. Terdapat keheningan yang canggung, Persis ketika Shira menjadi gugup, dia mengejutkannya.


"Hiks... Hiks..." Shira melihat Megumi menangis, "Megumi?" Shira menatap wajah sedih Megumi dengan ekspresi yang terlihat kebingungan dan juga khawatir, "Ini bukan... mimpi...? Ini kenyataan 'kan...?" Tanya Megumi dengan nada yang tersedu-sedu. 


Shira mulai mencubit pipi-nya sendiri dan ia bisa merasakan kesakitan-nya sehingga mereka sadar bahwa mereka sedang tidak bermimpi melainkan semua ini adalah kenyataan, "Tidak. Semua ini adalah kenyataan."


"Aku... Aku... mencintaimu..." Balas Megumi, "Aku mencintaimu... juga..." Lanjut Megumi lagi karena ia belum selesai untuk membalas perasaan cinta Shira kepada dirinya sendiri, "Aku mencintaimu, Shira!" Megumi tersenyum dengan sangat lebar selagi membuka mulutnya.


Sambil menangis, Megumi berbicara dengan sekuat tenaga. Suaranya terbawa melalui bagian dalam langit, Shira merasakannya bukan hanya dengan telinga dan satu matanya saja, tetapi dengan seluruh tubuhnya, "Aku... merasa lega dan senang untuk mendengar jawaban itu." Shira tersenyum dengan sangat lebar sekali memejamkan mata kanannya.


"Iya~" Megumi mulai menggerakkan telinga dan ekor-nya dengan sangat cepat, Shira merasa lebih lega daripada bahagia, "Jadi kita berdua merasakan hal yang sama seperti ini."


"Ya, benar."


"Itu artinya kita berkencan... 'Kan...?" Tanya Shira, ia masih tidak yakin.


"Ya... Mulai dari sekarang hingga selamanya."


"Begitu ya..." Shira mulai tersenyum dengan sangat lebar hingga ia mulai mengeluarkan suara tawa, "Hehe... Hehehehehe...!!!" Rasa kebahagian yang selalu Shira tahan mulai bergejolak tinggi hingga membuat Megumi menunjukkan ekspresi yang terlihat bingung.


"HAHAHAHAHAHAHA!!!" Shira mulai tertawa terbahak-bahak hingga membuat Megumi terkejut karena Shira tertawa layaknya seperti seseorang yang telah kehilangan akal sehat mereka, "K-Kenapa...?" Megumi mulai tersipu lebih merah lagi.


Shira tidak bisa berhenti merasakan kebahagian yang ia rasakan saat ini, "Megumi... Aku mencintaimu...!!! AKU SANGAT MENCINTAIMU!!!" Teriak Shira keras hingga ia mulai memeluk Megumi dengan sangat erat. Shira mulai kehilangan kendali dan keseimbangannya dalam terbang, ia mulai berputar di atas langit layaknya seperti angin topan.


"Whoa...!!! Wahhh...!!! Wahhhhhhh!!!" Teriak Megumi ketakutan, "HAHAHA!!! Aku merasa lega mendengar Megumi juga mencintaiku!!!"


"I-Iya...! Aku mencintaimu...!"

__ADS_1


"Aku mencintaimu juga, Megumi!"


"Hehehe~" Shira mulai mengendalikan keseimbangannya dalam terbang, ia bisa saja menabrak daratan dan untungnya ia kembali menyeimbangkan tubuhnya yang tadinya berputar seperti angin topan.


__ADS_2