Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 153 - Setengah dari Kesempurnaan


__ADS_3

"Grrrrrrrhhh...!!!" Shira mengerang keras, membuat Rxeonal di tekan oleh tekanan yang ia lepaskan sampai cahaya hitam Shira mulai menjalar luas di sekitarnya. Beberapa matahari muncul di sekitar semesta Touri itu membuat dirinya terus bertambah kuat tetapi serangan Shira tidak dapat melukai Rxeonal karena tubuhnya yang sudah kebal dengan serangan yang sama.


Rxeonal menghantam wajah Shira sampai ia terlempar ke belakang dengan ekspresi yang kaget, ketiga wujud-nya kalah telak dengan wujud sempurna yang dimiliki oleh Rxeonal. Semua matahari yang ia ciptakan mulai perlahan-lahan Rxeonal hancurkan menggunakan satu ayunan dari jari-nya saja.


Semua usaha Shira mengerahkan kekuatan penuh pada beberapa serangan bertubi-tubi yang menembus tubuh Rxeonal berakhir sia-sia setelah Rxeonal memiliki tubuh yang kebal terhadap serangan-nya di wujud saat ini. Dengan ini Shira harus mencari cara lain untuk bisa naik ke puncak yang lebih tinggi dari Shira.


Shira sekarang bisa mengerti dengan situasi yang ia hadapi, berkat dari kemampuan Vampire, Oather, dan Giblis... Rxeonal sudah sepenuhnya mengalami peningkatan tinggi sampai ia tidak bisa merasakan serangan apapun yang Shira lancarkan, karena kematian-nya tadi mampu membawa dirinya ke puncak yang jauh lebih tinggi dari dirinya.


Itu artinya Shira hanya harus mendorong seluruh tubuhnya untuk membangkitkan wujud yang jauh lebih kuat dari wujud yang ia gunakan saat ini, dengan satu kesempatan terakhirnya yang bisa saja membawa dirinya ke puncak kemenangan untuk melawan Rxeonal tapi hanya satu cobaan yang bisa Shira lakukan... Jika Rxeonal terbunuh dan kembali bangkit, itu artinya Touri sudah akan memiliki takdir kehancuran yang benar-benar tidak bisa di ubah.


"Aku sepertinya harus mencari cara lain untuk membunuh dirinya... Percuma saja aku membunuh dirinya jika hasilnya tetap sama... Dia itu abadi dan memiliki banyak kemampuan yang hebat, bisa saja kebangkitan selanjut-nya mampu membawa dirinya ke puncak segalanya." Ungkap Shira sampai mengepalkan kedua tinju-nya.


Rxeonal melancarkan beberapa serangan kepada Shira tetapi semua serangan itu menembus tubuh Shira dan tidak memberikan dirinya efek apapun, mereka saat ini berada di puncak kekuatan yang sama dan salah satu dari mereka harus bisa naik ke puncak yang berbeda untuk bisa saling melukai.


Shira dan Rxeonal mulai bertarung, mereka saling bertukar serangan yang sama-sama setara... Tubuh mereka sama-sama kebal ketika terkena oleh serangan apapun. Perang antar semesta masih terus berlanjut, kedua belah pihak sama-sama telah kehilangan banyak prajurit yang sudah gugur.


Ketika Shira bertarung dengan Rxeonal, ia tidak memiliki semangat apapun untuk melanjutkan-nya karena dirinya sudah tidak bisa lagi mendapatkan wujud yang jauh lebih kuat dari wujud yang ia gunakan.


"Shira... Apakah kau dengar, nak...? Shira...?" Shira tiba-tiba mendengar suara Shuri yang berada di dalam dirinya, mereka berdua masih bertarung tetapi Shira lebih fokus dengan suara Shuri yang terdengar jelas oleh kedua pendengaran-nya.


"Ibu...?" Ungkap Shira.


Sekarang Rxeonal-lah yang terus menyerang Shira tanpa henti, Shira hanya bisa diam sambil menahan semua serangan itu karena fokus-nya telah teralihkan kepada Shuri yang berbicara di dalam dirinya. Mungkin saja semua ini adalah imajinasi-nya yang ia rasakan.


"Untuk bisa naik ke puncak yang jauh lebih kuat dari raja Iblis itu... Kau harus bisa menghancurkan pembatas wujud ketiga itu."


"Gampang untuk-mu mengatakannya, bu... Tubuhku bisa saja hancur jika aku mencoba untuk mendorong ketiga wujud ini untuk mendapatkan wujud baru lainnya...! Aku sudah menghancurkan semua batasan yang menghalangi-ku tetapi batasan satu ini benar-benar tebal..."


"Ada apa ini...? Ini bukan anak-ku yang aku kenal jika kau mencoba untuk membuat alasan... Bukannya kau masih menyimpan beberapa tipe cahaya lain-nya...? Bukannya Korrina memberi dirimu sesuatu ketika kau terluka cukup parah...?" 


"Kamu seharusnya tahu bahwa kau bisa melakukannya jika kau benar-benar mencobanya, Shira... Masih banyak wujud, kemampuan, dan bahkan kekuatan yang harus kau miliki untuk bisa menjadi seorang Mortal yang sangat kuat. Kau bahkan belum mendapatkan julukan sebagai seorang Legenda yang legendaris...!"


"Ketika aku bertarung dengan dirinya sebelumnya... Pada saat aku mengerahkan sihir kekuatan penuh-ku, aku menggunakan semua yang aku miliki. Aku sudah tidak memiliki cara lain untuk bisa menghancurkan pembatas wujud selanjutnya!"

__ADS_1


"Itu karena wujud ini bukan wujud alami seorang Saint Legenda tetapi esensi cahaya-mu sendiri... wujud esensi cahaya yang sedang kau gunakan saat ini adalah tingkat tiga dicampur dengan wujud Saint Legenda tingkat empat yaitu Saint Revolution... digabungkan lagi dengan sihir peningkatan wujud yaitu Light of Hope tingkat sempurna... seratus kali!" Kata Shuri.


"Satu sihir peningkatan wujud sudah kau sempurnakan... Masih ada dua wujud ditambah dengan satu wujud yang belum kau gunakan saat ini... Esensi cahaya-mu itu sudah bisa disebut sempurna tetapi tingkatan-nya belum karena masih terdapat dua tingkat lagi agar kau bisa menyempurnakan wujud itu secara keseluruhan..."


"...Wujud Saint Legenda bisa masuk ke beberapa fase yang berbeda, intinya kau masih jauh untuk bisa mendapatkan wujud paling tinggi atau sempurna dari wujud Saint Legenda... Sekarang, gunakan-lah wujud yang kau dapatkan dari Korrina...! Kau sudah pasti bisa mengontrol sihir cahaya yang mengandung [Sacred] di dalam-nya...!"


"Sacred...!?" Shira mulai ingat bahwa dia dulu pernah berlebihan memakan rambut Korrina sampai dirinya mendapatkan kutukan Eternal dan juga sihir kuno Sacred, tetapi ia hanya menggunakan sihir kuno itu dengan cahaya berbeda dari Korrina yang bisa menggunakannya secara keseluruhan.


"Kali ini, gali jauh di dalam hati Legenda kau untuk bisa menemukan jawabannya...!" Kata Shuri.


"Baiklah...!!! Ayo, kita coba...!!!" Shira melebarkan matanya dimana ia memancarkan cahaya besar di sekitar tubuhnya, Rxeonal terdorong ke belakang dan mulai melihat Shira melepaskan tekanan besar yang membuat Rxeonal terkejut tetapi ia tidak memberikan Shira kesempatan untuk meningkatkan kekuatan-nya.


Shira merapatkan gigi-nya, kemarahannya pada diri sendiri telah melonjak tinggi karena ia masih bisa disebut lemah karena tidak bisa membunuh Rxeonal secara keseluruhan, dia masih harus mengandalkan orang lain seperti ibu-nya sendiri. Tubuh Shira mengeluarkan cahaya emas yang begitu menyilaukan, membuat Rxeonal tercengang.


"Kau...!? Apakah kau mencoba untuk melampaui batasan-mu lagi...!? Dasar parasit sialan...!!!" Rxeonal mengerahkan seluruh kemampuan-nya untuk menyerang Shira tetapi semua serangannya tidak memberi efek apapun kepada Shira melainkan semua serangan itu berubah menjadi partikel emas yang memberi dirinya kekuatan yang jauh lebih besar.


Seluruh meteor yang berada di sekitarnya hancur menjalar luas kemana-mana sampai semesta Touri mulai retak karena dikejutkan oleh kekuatan Shira yang terus meningkat setinggi-tingginya, ia menatap tajam Rxeonal sampai kedua pupil-nya berubah menjadi warna biru tua, suaranya kali ini menggema kemana-mana hingga menggetarkan seisi semesta.


"Ada apa, Shira...!? Apakah kau ingin semua teman-temanmu dan bahkan istri terbunuh dengan sia-sia!?" Seru Shuri.


Shira mulai mengingat kematian ibu-nya serta seluruh pasukan yang terbunuh dengan sia-sia karena semua itu disebabkan oleh Rxeonal dan Mortem yang menyebabkan konflik perang antar semesta. Hal itu membuat dirinya mengamuk sekeras mungkin dan meningkatkan seluruh kekuatan-nya cukup drastis.


Aura emas yang dilapisi dengan biru tua yang menyilaukan membungkus tubuh Shira, aura itu melepaskan gelombang besar di sekitar-nya sampai melewati perbatasan Touri. Kekuatan Shira benar-benar menarik perhatian seluruh dewa dan dewi yang ada di Kamitouri sampai dewa takdir cukup tercengang melihat takdir yang dimiliki oleh Shira.


Semesta itu bergetar semakin hebat sampai Shira mulai mengerang keras dan terus meningkatkan kekuatan-nya setinggi apapun sampai batasan tidak bisa menghalangi dirinya lagi. Otot lengan dan perut-nya mulai bertambah kekar sampai urat-urat menonjol keluar dari semua otot itu, membuat Rxeonal tidak terlihat terkesan atau ketakutan.


"Kau tidak akan bisa menghancurkan pembatas wujud itu jika kau hanya menaikkan kekuatan Lenergy-mu... Kau harus mencari-nya lebih dalam lagi..."


"Gragggghhhhhhh...!!!" Teriak Shira lebih keras sampai kedua penglihatan-nya mulai gelap dan membawa dirinya ke sebuah tempat dimana ia hanya melihat cahaya putih di sekeliling-nya. 


Shira mulai sadar ketika dirinya dipindahkan sebuah tempat yang terlihat sangat asing, "Ada apa...!? Tempat apa ini...!?" Tanya Shira yang mulai terbang mengelilingi tempat itu.


"Tadi aku sedang berada di medan perang... Mungkin saja ini yang ibu maksud tentang mencari jawaban itu lebih dalam lagi..." Shira mulai berhenti terbang dan mencoba untuk mencari tahu tentang tempat itu.

__ADS_1


"Shira..." Panggil seorang laki-laki yang mulai menghampirinya, tubuhnya mulai dibentuk melalui partikel emas yang muncul di hadapan Shira.


"Hmm...!?" Shira mulai berada di posisi bertarung-nya ketika melihat seorang laki-laki dengan rambut putih yang datang untuk menghadapi-nya.


"Siapa kau!?" Tanya Shira.


Laki-laki itu tersenyum, "Aku tidak menyangka bahwa kau yang akan terpilih untuk bisa menyempurnakan seluruh kemampuan cahaya-mu... Aku benar-benar bangga dengan dirimu, nak."


Shira melebarkan matanya ketika ia sadar bahwa laki-laki yang berhadapan dirinya selama ini adalah Ayah-nya yang bernama Shukaku, "Sangat lega dan senang untuk bisa bertemu dengan dirimu, Shira. Tapi aku lebih memilih untuk bertemu di tempat yang cukup menyenangkan untuk dilihat."


"Sangat menyenangkan juga untuk melihat dirimu yang menendang semua bokong musuh-musuhmu itu..." Shukaku tersenyum.


Shira tidak bisa mengatakan apapun karena ia benar-benar terkejut ketika melihat sesosok Ayah-nya untuk pertama kalinya dalam seumur hidupnya, ingatan yang mengingatkan dirinya tentang semuanya tidak mampu memperlihatkan Shukaku dengan jelas tetapi sekarang... Shira bisa melihat Shukaku secara keseluruhan.


"Aku merasa bangga dan senang untuk melihat dirimu lahir kembali menjadi seorang Saint Legenda dengan pencapaian sejauh ini... Kau bahkan mampu menyempurnakan esensi cahaya-mu berkat bantuan dari ibu-mu sendiri."


"Kau... bagaimana bisa kau berbicara denganku...?" Tanya Shira.


"Apa yang terjadi sebenarnya...?"


Shukaku segera menepuk bahu-nya dan menatap wajahnya dengan ekspresi yang terlihat serius, "Mungkin itu semua karena tiga wujud yang kau gabungkan menjadi satu... Ketiga wujud yang kau gabungkan itu adalah pencapaian yang gila dan berbahaya sampai tidak ada nama yang pas untuk wujud tersebut... Lebih baik untuk memberinya nama [Legendary Essence]."


"Intinya masih terdapat banyak misteri dengan potensi wujud itu dan sekarang... Kau harus bisa menghancurkan pembatas-nya dan mengeluarkan wujud baru yang lainnya untuk bisa meraih kesempatan menang...!" Kata Shukaku.


"Percuma saja...! Aku sudah mencoba segala cara...! Aku sudah mendorong semua-nya jauh dari batasan-ku saat ini... Aku hanya tidak bisa melakukannya dengan sendiri, aku masih lemah karena aku membutuhkan kekuatan yang lain..." Jawab Shira.


"Sendiri...? Kau memiliki Ayah, nak." Shukaku tersenyum lebar, ia mulai berubah menjadi wujud yang sama persis dengan Shira sampai dirinya mulai dikejutkan dengan wujud yang sama itu.


"H-Hebat sekali, Ayah...!"


"Namaku adalah Shiratori Shukaku...! Ingatlah, nak... Kau harus membawa nama Shiratori menuju kejayaan!" Shukaku berubah menjadi partikel putih dan segera merasuki tubuh Shira sampai penglihatan-nya mulai kembali.


"Ayaaaaaahhhhh...!!!" Teriak Shira keras.

__ADS_1


__ADS_2