
"Mrrrraagggghhhhh!!!" Mereka berdua sama-sama mengamuk dan melepaskan kekuatan yang berbeda, kekuatan Minami bisa dibilang berskala kecil dibandingkan dengan Kuharu tetapi kecepatannya meningkat dan melewati berbagai tingkatan tertentu. Semua kekuatan yang dilepaskan oleh Kuharu tidak dapat menghentikan Minami yang memancarkan cahaya menyilaukan melalui seluruh tubuhnya itu, mereka perlahan-lahan mulai berjalan mendekat dengan tubuh yang terasa berat karena menahan tekanan dari kekuatan yang terlepas itu.
Minami merapatkan giginya yang mulai bertaring dan kedua matanya terlihat sangat tajam sehingga rambutnya dalam sekejap memanjang sehingga menunjukkan lambang semesta yang muncul di keningnya itu, "A-Apa...!?" Kuharu seketika merinding ketika melihat Minami dalam sekejap berubah menjadi sesuatu yang berbeda, urat menonjol melalui kening Minami dan merapatkan giginya lebih keras lagi sehingga ia mengepalkan kedua tinjunya lalu mengaung keras seperti hewan yang mengamuk.
"C-Cih!" Kuharu tiba-tiba tertekan dengan cahaya yang Minami lepaskan, seketika ia terlempar ke belakang dengan cepat dan ia menggunakan kemampuan waktu tetapi kemampuan itu terkalahkan dengan kecepatan cahaya Minami yang berada di atas tingkatan berbeda. Kuharu menciptakan meteor Crimson yang besar tetapi Minami menendang lengannya, Kuharu kembali dikejutkan dengan Minami yang tiba-tiba muncul menjadi dua, kecepatannya begitu cepat sehingga Minami yang berada di jarak cukup jauh itu masih menampakkan diri dan perlahan-lahan berubah menjadi cahaya.
Minami bergerak cukup cepat bahkan sampai mengejutkan Kuharu karena ia bisa melihat Minami yang bermunculan dimana-mana dan berubah menjadi cahaya seketika, pergerakan cahaya yang cukup cepat bahkan sampai meninggalkan jejak tubuh untuk sementara. Minami mencakar wajah Kuharu lalu ia melakukan salto untuk melemparnya ke atas. Setelah itu Minami muncul tepat di atas Kuharu dengan kedua kaki yang menginjak langit-langit begitu cepat sehingga serangan dari tendangan dan cahaya bergabung menjadi satu lalu mengenai perut Kuharu beberapa kali.
Kuharu dengan kesal-nya menciptakan kubus waktu yang menjebak Minami di dalam, Kuharu mengontrol kubus itu dengan membanting-nya ke atas daratan sehingga Minami memuntahkan darah yang sangat banyak, Minami berhasil menghancurkan kubus itu dengan kecepatannya dan ia berhasil melompat ke belakang lalu melancarkan serangan lain yang dilancarkan oleh hewan emas di sekitarnya.
Semua hewan itu menyerang Kuharu secara langsung dan mencoba untuk menabrak dirinya tetapi Kuharu berhasil menahan semua serangan itu dengan menghentikan waktu sehingga Kuharu melesat ke arah Minami dan mendekati dirinya, ia bisa melihat Kuharu berada tepat di hadapannya dan mencoba untuk melancarkan beberapa serangan tetapi Minami menahan semua serangan itu dengan mudah. Mereka sekarang mulai saling mengadu kekuatan sehingga menyebabkan wilayah itu berguncang dahsyat dengan kekuatan yang sangat besar.
Mereka berdua sempat tersenyum ketika saling beradu kekuatan, "RASAKAN INI SIALAN!!! SHINING JUSTICE: PUNCH!!!" Tinju kanan Minami memancarkan seluruh cahaya sehingga membutakan mata Kuharu untuk sekejap, Minami mengenai wajah Kuharu dengan satu serangan dari tinjunya itu sehingga ia terlempar ke belakang lalu menimbulkan ledakan emas dengan asap emas yang bermunculan di hadapannya.
"Hah... hah... hah..." Minami merasa lelah ketika ia terus mengumpulkan seluruh cahaya dari alam, angkasa, makhluk hidup, dan bintang. Serangan tadi masih belum cukup untuk mengalahkan Kuharu yang berjalan ke depan dengan luka yang perlahan-lahan sembuh karena bantuan dari pengunduran waktu yang aktif kepada diri sendiri, "Mungkin aku sudah terlalu hati-hati mendekati dirimu... jika begini saja kecepatan yang kau miliki akan menurunkan, aku tidak bisa kalahkan dari siapapun karena aku sekarang sudah menjadi keturunan yang aku benci yaitu Comi. Eternal Comi."
__ADS_1
"Brengsek... sebenarnya tubuhmu itu terbuat dari apa...?! HAHHHHH!?" Kedua mata Minami memancarkan cahaya merah dan ia langsung melesat menuju arah Kuharu lalu melancarkan satu serangan yang berhasil meninggalkan luka cakar di pipi kanannya, Kuharu memperlambat waktu sehingga Minami terkena efek kemampuan itu sehingga satu tendangan lutut mengenai perutnya sampai ia memuntahkan darah segar, "Ugagghhhh!!!" Minami mencoba untuk melancarkan serangan lainnya tetapi Kuharu melompat waktu dan berhasil menghantam wajah Minami sampai ia terlempar ke belakang.
"Hohhh... Apa yang terjadi dengan kecepatanmu tadi, Minami? Batasan ya...? Malang sekali, tubuh kecil itu tidak dapat menampung semua cahaya yang kau simpan itu ya...?" Kuharu tersenyum puas, Minami kembali bangkit sambil menunjukkan ekspresi yang kesal dan ia mulai melancarkan serangan lain tetapi Kuharu menyambut serangan itu dengan satu tendangan yang mengenai wajahnya sampai ia terlempar ke belakang.
Tendangan tadi sangat kuat bahkan sampai membakar setengah dari pakaian Minami dan menunjukkan setengah dari pakaian dalamnya saja, nafas Minami mulai merasa kacau dan tidak beraturan karean tubuhnya tidak bisa menampung lebih banyak cahaya lagi. Minami mendarat dengan seimbang selagi menatap Kuharu dengan tatapan yang terlihat sangat kesal karena ia tidak memiliki cukup waktu untuk menghentikan Kuharu yang memiliki fisik yang cukup kuat untuk menerima semua serangan yang Minami lakukan.
"Jelas sekali, kau sudah mencapai batasmu... Mortal seperti dirimu... kelemahan itu dekat ya, batasan. Walau begitu, aku cukup terkejut kau bisa jadi sekuat ini dan mengalahkan seluruh kemampuan waktu yang aku miliki." Perkataan Kuharu membuat Minami kesal bahkan ia mengaung keras seperti singa, "BUKAN KAU YANG MENENTUKAN INI BERAKHIR!!! AKU MASIH BELUM SELESAI!!! TIDAK ADA ARTI UNTUK MENYERAH!!!"
Minami merapatkan giginya lalu ia mengepalkan kedua tinjunya sehingga ia menciptakan aura emas yang memancarkan cahaya yang jauh lebih silau lagi, tubuhnya mulai bergetar penuh dengan kekuatan yang tidak stabil karena batasan itu mencoba untuk menghentikan dirinya. Lengan Minami sempat menonjolkan beberapa urat karena ia berusaha keras untuk tetap bertahan dan berjuang, cahaya itu membakar baju bagian perutnya sehingga menunjukkan perutnya itu yang memiliki lambang bintang dan bulan yang bersatu.
Minami melesat menuju arah Kuharu lalu melancarkan beberapa serangan yang mengenai Kuharu, Minami berhasil mengenai Kuharu tetapi serangan itu tidak berjalan lama sebelum Kuharu meluncurkan gelombang Crimson besar yang mengenai seluruh tubuhnya dan melemparnya jatuh ke atas daratan dengan kondisi kritis, "Minami! WAKTU HABIS UNTUK DIRIMU!!!"
"Serius... kau keturunan Shiratori benar-benar menyebalkan dan menakutkan soal tekad yang tidak bisa hilang, kalian tidak pernah mengetahui arti dari kata menyerah sehingga aku memiliki sebuah ide untuk memberi dirimu kedamaian yang sangat cocok dan pantas untuk dirimu, Minami..." Kuharu menginjak wajah Minami cukup keras sampai Minami masih sempat untuk menatap dirinya dengan tatapan yang mengancam, "Astaga... baiklah, Minami, aku mengerti. Kau ingin dunia yang damai bukan? Beruntungnya dirimu, jam pasir yang berada di kening ini akan membawa dirimu menuju tempat yang aku maksud dengan damai."
Minami mencoba untuk bangkit tetapi tidak bisa karena seluruh tulangnya sudah patah ketika menerima semua serangan itu, entah kenapa ketika bertarung melawan Kuharu yang identitas aslinya adalah wujud Eternal dari Haruka membuat dirinya mengingat perkataan Yuriko bahwa seluruh orang yang berkaitan dengan Comi benar-benar kutukan, ia tidak bisa menyalahkan-nya kepada siapapun tetapi ia hanya bisa menyalahkan dirinya yang sangat lemah dan tidak berguna ketika mencegah sebuah masalah sebelum bertambah parah.
__ADS_1
"Aku... benar-benar... tidak berguna..." Pandangan Minami yang buram melihat jam pasir yang berada di kening Kuharu mulai membesar dan bahkan menyedot tubuhnya perlahan-lahan di mulai dari kakinya yang ikut berubah menjadi pasir, pasir itu masuk ke dalam wadah dari jam pasir tersebut, "Aku akan memberimu kedamaian di dalam jam pasir ini, satu detik di sana sama dengan satu jam di situ, kau akan menghabiskan waktu yang sangat lama di dalam sana, Minami. Menikmati kedamaian dan keindahan dari jeritan dirimu yang dipenuhi dengan kesenangan bagi telingaku..."
"...apa... itu...?"
"Kau ingin tahu...? Yahhh, mungkin aku akan memberitahu dirimu saja sebagai pertanyaan terakhir yang bisa aku dengar darimu, Minami. Jam pasir ini adalah dunia yang aku ciptakan, dunia yang tidak ada batasnya dan tentunya berkaitan dengan waktu... kau pasti tahu istilah tentang [Loop] 'kan? L-O-O-P. Aku memasukkan dirimu ke dalam tempat yang bisa aku sebut damai dan indah BAGIKU, entahlah tentang opinimu itu..."
"...bersiaplah untuk merasakan kedamaian yang bernama [Time Eternity: Death Loop]." Kuharu langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat sadis sehingga ekspresi Minami terlihat takut dan terkejut ketika mendengar istilah dari peristiwa yang akan terulang dan itu adalah kematian yang akan Minami rasakan untuk selama-lamanya di dalam jam pasir itu, "T-Tidak... jangan... bu... bunuh saja aku... jangan gunakan... cara itu..." Minami terlihat ketakutan bahkan tubuhnya mulai dipenuhi dengan keringat.
Kuharu hanya bisa diam dan tersenyum sambil melihat Minami yang bergetar ketakutan dengan ekspresi yang terlihat sangat ketakutan, "T-Tidak... jangan...!!! AKU MOHON!!! JANGAN MASUKKAN AKU KE DALAM [DEATH LOOP]!!! AKU MOHON---" Minami berubah menjadi pasir dan semua pasir itu masuk ke dalam jam pasir yang mulai berputar kembali dan muncul tepat di kening Kuharu.
"Sama-sama, Minami, itu adalah kedamaian yang akan kau rasakan..." Kuharu tersenyum.
"...kematian seumur hidup dan abadi, satu detik disana sama dengan satu jam, itu artinya kau akan merasakan semua kematian yang disediakan dengan cara berbeda-beda, ahahaha..."
"...HAHAHAHAHAHA!!! HAAAAAHAAAAAAHAAAAAAA!!! AKU BERHASIL...!!! AKU HANYA PERLU MENYINGKIRKAN SISANYA SEKARANG...!!!"
__ADS_1
"Tunggulah..."
"...aku datang."