Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 447 - Alam Sumber Kekuatan


__ADS_3

Graylad melepaskan beberapa kayu tajam ke arah mereka dan Marie segera menghancurkannya menggunakan senjata yang ia munculkan.


Lyazen hanya bisa menjaga jarak dengan membantu Marie dari belakang dengan menciptakan beberapa objek yang mungkin dapat membantu dirinya untuk bertarung.


Mereka tidak memiliki pilihan lagi untuk melarikan diri karena Graylad telah menandakan mereka sebagai perusak alam.


"Percuma saja...!!!" Seru Graylad keras.


Daratan yang di injak oleh Marie melepaskan beberapa batang pohon yang menyerang dirinya bahkan sampai membuatnya terlempar ke belakang dan memuntahkan beberapa darah.


Batang yang terasa begitu keras bahkan rasanya juga begitu kasar sampai meninggalkan luka tebas dan tusuk kecil di kulitnya.


"A-Apa itu tadi...?!" Marie menatap ke bawah.


Ia melihat beberapa tumbuhan dan pohon yang memanjang dan melesat menuju arah dirinya.


Mencoba untuk mencabik-cabik tubuhnya dan kemungkinan besar bisa menghancurkannya karena semua tumbuhan dan pohon itu sangat keras dan kasar bahkan sudah cukup untuk memutuskan lengan dan menghancurkannya dengan satu tindihan.


"Lalytros Soul Taker! Hancurkan musuhku!" Seru Marie.


Ia mengeluarkan empat bilah pedang berputar yang dikendalikan oleh dirinya secara telepati, dapat digunakan dalam pertempuran jarak dekat dan jauh.


Senjata yang ia lepaskan juga mampu menembakkan bola energi ke arah target yang ia inginkan, empat bilah pedang itu berhasil menghancurkan sihir yang dilepaskan oleh Graylad bahkan sampai membuat amarahnya bergejolak tinggi.


"Berani-beraninya kau...!!! Jangan hancurkan alam!!! Lestarikan lah alam atau ibu alam akan membunuh dirimu!!!"


Graylad mulai melarikan diri dari semua serangan bilah pedang itu yang berputar ke arah dirinya, ia mulai menangkis semua serangan itu dengan menciptakan pohon yang cukup banyak bahkan sampai membuat keempat bilah pedang itu terlempar ke belakang.


Lyazen melihat Marie dan Graylad mulai bertarung dari jarak yang cukup jauh, kesempatan yang ia dapatkan mulai bertambah untuk menciptakan objek berbahaya yang dapat membuat dirinya lengah dan terkecoh.


Dengan cepat Lyazen terus menyentuh tanaman yang dilepaskan oleh Graylad dan sempat melihat beberapa akar yang mencoba untuk menyerang dirinya tetapi Lyazen langsung menghancurkan semua akar itu menggunakan gergaji mesin yang ia ciptakan dan dialirkan Lenergy untuk memiliki kekuatan besar yang dapat menghancurkan semua akar itu.


Lenergy yang ia miliki mulai terkuras karena menggunakan gergaji mesin itu ditambah lagi dengan menciptakan objek lainnya yang digunakan sebagai perangkap, semakin lama objek itu bertahan maka semakin besar Lenergy yang dimiliki Lyazen berkurang.


Otomatis jika ia tidak mampu mengendalikan dirinya dan Lenergynya lebih lanjut lagi maka semua objek yang ia berhasil ciptakan akan hancur dan menghilang begitu saja.


Graylad melakukan beberapa putaran ke belakang dan ia tiba-tiba menginjak akar yang mengeluarkan seperti kayu yang terbelah menjadi dua, ketika ia menatap ke bawah, terjadilah sebuah ledakan besar yang ditimbulkan oleh objek ledakan yang diciptakan oleh Lyazen.


Marie tersenyum lalu menggunakan kesempatan itu untuk menyerang tetapi ia dikejutkan dengan Graylad melompat ke atas dan berada tepat di hadapannya dengan melancarkan satu serangan yang secara refleks ia tahan menggunakan kedua lengannya.


"Huggghhhhhh!!!"

__ADS_1


Marie terlempar ke belakang dan terjatuh menuju hutan sampai menghancurkan semua pohon itu.


Membuat Graylad semakin kesal bahkan ia mulai membuat seluruh pohon yang hancur itu menjadi batang yang tumbuh tajam dan memanjang lalu melesat ke arah Marie.


Mencoba untuk menusuk tubuhnya tetapi ia diselamatkan dengan empat bilah pedang yang berputar.


"Hah... hah... kekuatannya besar sekali...!"


Marie mulai melompat dan punggungnya tiba-tiba terkena serangan listrik yang mengejutkan dirinya


Sepertinya listrik yang dilepaskan Whiterice mulai bertambah luas dan ia langsung melarikan diri ke arah Lyazen agar mereka bisa bekerja sama untuk mengalahkan Graylad.


Ketika Marie mencoba untuk mendekati Lyazen, ia bisa melihat beberapa akar yang menghantam tubuhnya dan mencoba untuk memperlambat pergerakannya menuju Lyazen.


"Kau akan di hukum oleh ibu alam... ibu alam tidak menyukai seseorang yang bermain-main dengan alam bahkan sampai merusaknya."


"Terutama diriku yang sudah menjadi pencinta alam! Aku sangat mencintai alam... keindahan yang dimilikinya tidak dapat disetarakan oleh apa pun itu terutama."


"Alam sangat lah berbahaya karena hukuman yang tertera di dalamnya."


Graylad mengatakannya dengan perasaan sedih bahkan air mata mengalir keluar melalui kedua matanya membuat Marie dikejutkan dengan beberapa tumbuhan yang terus bermunculan dan mencoba untuk membunuhnya.


Lyazen melihat Graylad yang memanjat seluruh pohon itu selagi menyerang Marie, Marie berhasil melepaskan gelombang sihir di bawah daratan yang membantu dirinya untuk terlempar ke atas langit.


Serangan tersebut ditujukan untuk melukai musuh sebanyak mungkin dengan rentang serangan sesingkat mungkin tetapi tubuh Graylad dilindungi dengan alam dan zirah yang terbuat dari kayu yang begitu keras.


Lebih keras dari baja karena ia berada di wilayahnya sendiri. Alam memberi dirinya kekuatan yang begitu besar dan semakin terlukanya alam maka kekuatan yang diperoleh Graylad akan terbakar, memberi dirinya kekuatan yang jauh lebih mengerikan.


"T-Tidak mungkin...?! Bagaimana bisa serangan yang aku lepaskan dapat ia tahan dengan mudah...?!"


"Bukan kekuatannya saja yang besar tetapi pertahanannya juga sama-sama mengerikan!"


Marie dikejutkan dengan seluruh pohon yang ia lihat mulai berubah menjadi akar tajam yang melesat menuju arah dirinya dan berhasil menusuk pinggang dan bahu kanannya.


"A-Ackk..." Lyazen menunjuk Marie lalu ia menciptakan sebuah objek yang sama seperti perban.


Perban biru itu dengan cepat mulai membalut seluruh lukanya untuk memperlambat pendarahan yang ia dapatkan.


Graylad menatap Lyazen dengan tajam dan ia dikejutkan dengan seluruh tumbuhan yang ia ciptakan mulai memunculkan beberapa objek yang membentuk senapan.


Secara bersamaan semua senapan itu mulai melepaskan peluru yang cepat dan mencoba untuk menembus pertahanan Graylad.

__ADS_1


Melihat seluruh tumbuhan yang ia cintai berubah menjadi senapan membuat dirinya merasa semakin kesal.


Melawan hukum alam adalah aliran sesat, itu yang ia pikirkan sampai melepaskan beberapa bibit menggunakan zirahnya itu dan semua bibit itu langsung menumbuhkan tumbuhan baru yang memiliki mulut sekarang, tumbuhan itu langsung melahap semua tembakan peluru itu.


"Hukum alam itu mutlak...!!! Jangan sekali-kali kalian melawan ibu alam!!!"


Graylad mulai mengepalkan kedua tinjunya sehingga zirah yang menyelimuti kedua lengannya mulai menciptakan senjata bor yang dapat meninggalkan luka lubang sekaligus menghancurkan organ di dalam tubuh mereka.


"Entah kenapa kekuatan dan pertahanan yang ia miliki bertambah begitu besar... apakah penambahan sumber kekuatan setiap detik? Atau sesuatu yang berkaitan dengan alam?"


"Bagaimana jika aku menciptakan wilayah ini menjadi wilayah es saja dengan sihir [Freezing Tempest] tetapi hasilnya akan lama... aku mungkin tidak akan memiliki tenaga dan Lenergy yang tersisa di dalam tubuhku." Ungkap Marie selagi mengatur nafasnya yang terasa lelah.


Graylad menghancurkan seluruh objek yang diciptakan oleh Lyazen untuk memperbaiki alam, setelah itu ia menatap Lyazen dan melompat menuju arahnya selagi mengarahkan kedua lengannya tepat di wajah Lyazen.


Lyazen mulai mengeluarkan beberapa granat tetapi semua granat itu langsung di lempar oleh Graylad dan meledak di dalam lautan sehingga ia tidak memiliki pilihan lain selain menerima takdir di hadapannya yang dapat membuatnya terbunuh.


"Freeze Tempest!" Marie memunculkan serpihan es yang melesat menuju arah Graylad sampai membekukan zirah termasuk kedua senjatanya itu.


Dengan cepat Marie menghancurkan zirah yang ia kenakan itu menggunakan bilah yang berputar dan berhasil bahkan sampai mendorong Graylad ke belakang, bilah pedang yang berputar itu mulai memutuskan kedua lengannya dan telinganya.


Kerusakan yang ia dapatkan cukup besar karena menerima serangan serpihan es milik Marie yang ia ciptakan dalam waktu yang tepat sehingga membuat Graylad tidak menyangka bahwa Marie memiliki sihir es.


Di saat itulah, Graylad sadar bahwa ia lengah dan bahkan sebagian dari anggota tubuhnya telah putus, membuat dirinya tersenyum dan menangis karena keindahan alam benar-benar hebat.


"Keindahan alam... entah kenapa aku sangat menyukai keindahan alam... sangat indah... ketenangan yang diberikan juga cukup hebat." Anggota tubuh Graylad yang putus mulai terpasang kembali berkat bantuan dari akar.


setelah itu Graylad bangkit dan menciptakan zirah yang jauh lebih besar dan mematikan sekarang sampai membuat Marie melepaskan serangan lainnya.


Ia berhasil menghindarinya lalu melepaskan satu serangan tinju yang mengenai perut Marie dan Lyazen sampai mereka terlempar ke belakang dan mengenai beberapa pohon yang sudah dialirkan oleh listrik Whiterice.


""Arrrrgggghhhhhh!!!""


Walaupun rasa sakit, seorang Legenda tetap harus bangkit, tidak peduli jika musuh bertambah kuat mereka harus tetap bangkit.


Marie bangkit lalu menyerang Graylad dengan melepaskan mengendalikan empat bilah pedang itu yang berputar tetapi pedang itu mulai menusuk zirah Graylad dan menyangkut sampai Marie tidak bisa menggerakkannya lagi.


"A-Apa...?!"


"Kau sudah membuat diriku menangis..."


"...itu artinya ibu alam menangis melihat tindakan kalian yang sudah menghancurkan alam lebih lanjut lagi, aliran sesat seperti kalian harus merasakan..."

__ADS_1


"...amarah dari hukum alam!!!"


__ADS_2