
"Ck..." Shinobu bisa melihat kekacauan yang ditimbulkan oleh Demetrio di sekitarnya, banyak sekali sihir yang mencoba untuk menyerangnya secara diam-diam tetapi semua itu berhasil ia tahan dan hindari.
"Mau planet ini mati atau tidak... itu adalah keputusanku karena kau berada di dalam wilayah kekuasaanku sendiri yang memberikan banyak kekuatan!"
"Yang mana yang lebih aku suka? Pikirkan itu baik-baik...!" Tubuh Demetrio berubah menjadi batu sampai ia melompat keluar dari dalam daratan lalu mencoba untuk menyerang dirinya diam-diam.
Shinobu masih terlihat tenang seperti biasanya karena ekornya sendiri yang bergerak sampai menghantam wajah Demetrio yang cukup sehingga ia terpental ke belakang lalu menerima serangannya sendiri.
Serangan yang dilakukan oleh Demetrio seharusnya tidak bisa berefek pada dirinya sendiri tetapi karena Shinobu yang memasukkan Lenergy alami ke dalamnya, ia malah menerima kesakitan.
Demetrio terjatuh di atas tanah, menghentikan semua serangan sihirnya yang tidak berguna lagi bagi dirinya sampai ia perlu menggunakan rencana alternatif untuk membunuhnya itu.
"Kau sudah tamat, Demetrio. Tidak ada yang namanya perbudakan dalam kebebasan yang mengaitkan kedamaian..."
"... ...!!!" Demetrio mengerutkan dahinya sampai ia mulai mengeraskan tubuhnya dengan sihir tanah yang sudah dilapisi sebanyak-banyaknya.
Demetrio melihat semua teman Shinobu yang saat ini memperhatikan pertarungan mereka, mungkin jika ia berhasil menangkap salah satunya seperti Konomi yang masih pingsan bisa memberikannya sebuah kesempatan.
"Kau sungguh mencintai jalanmu sendiri ya... sayang sekali kau dan aku memang berbeda dalam cara memandang kedamaian..."
"...kalau begitu, tindakanku selanjutnya mungkin akan---" Perut Demetrio menerima satu tekanan dari tendangan yang Shinobu lakukan sampai ia memuntahkan banyak darah lalu terpental ke belakang.
Shinobu mengangkat lengan kanannya ke atas sampai memunculkan pohon emas yang menahan lemparan Demetrio sampai tubuhnya menabrak pohon itu lalu terjatuh.
"Berdiri, Demetrio." Shinobu membungkus tubuh Demetrio menggunakan cahaya daun yang membantu dirinya untuk bangkit.
"Kau memang... brengsek ya... Shinobu Koneko, aku tidak menyangka kau akan menerima semua kekuatan ini." Demetrio meringis kesakitan, ia diam-diam mengumpulkan semua harapan dan kekuatan dari para Legenda fanatik.
Shinobu muncul di hadapan Demetrio, "Kenapa kau memiliki pemandangan seperti itu? Untuk apa kau memperbudak banyak sekali ras hanya karena untuk memberikan dirimu kekuatan?"
"Itu karena... jika aku tidak menerima kelautan maka perbuatan yang aku lakukan tidak akan bisa tercapai dengan mudah, apa yang aku butuhkan adalah kekuasaan dan kekuatan untuk menjaga kedamaian itu!"
"Zenzaku... kau sempat membicarakan seseorang dengan nama seperti itu, dia siapa?" Tanya Shinobu.
"Dia yang memegang segala dunia... alasan kenapa kita selalu menerima masalah dan konflik berbeda, semua itu disebabkan oleh dirinya yang berada di balik semua ini...!"
"...apa yang ia lakukan bisa dibilang mengerikan, dia sendiri yang sudah memasang labirin tanpa jalan keluar sampai menyelesaikan semua masalah dalam Touriverse!"
"Entah takdir seperti apa yang ditampung oleh alam semesta lainnya tetapi aku hanya memedulikan alam semesta ini... bersama dengan semua pengikutku yang mau menyembahku."
"Tetapi sebagian dari mereka merasa terpaksa, kau harus menghentikannya atau semua usaha yang kau lakukan hanyalah sekedar paksaan yang mengubah pikiran mereka semua."
"Kau tidak memiliki kewajiban atau hak untuk mengatur diriku... inilah yang aku inginkan selama ini, hanya membutuhkan satu orang yang berkuasa atas segala hal sampai dia yang mengaturnya."
__ADS_1
"Tapi sayangnya... aku tidak akan bisa menjaga kedamaian itu sebelum menyelesaikan satu halangan." Demetrio mengepalkan tinju kanannya lalu ia melancarkan satu pukulan kepada Shinobu.
Pukulan yang ia lepaskan menuju dada Shinobu langsung hancur sampai mematahkan tulangnya seketika, "... ...!?"
"GAAAAAHHHHHHHH!!!" Demetrio menjerit keras selagi menyentuh lengannya yang patah karena memukul tubuh Shinobu sembarangan, ia sudah memperkuat daya tahannya sementara untuk menanyakan sesuatu dari jarak dekat.
Tetapi ia sepertinya masih mau melawan, melihatnya seperti itu membuat Shinobu menunjukkan taringnya tetapi ia kembali menenangkan pikirannya.
"Hei, Demetrio." Panggil Shinobu.
"Cobalah liat wajahku..."
Demetrio yang sedang berlutut selagi memegang tangan patahnya itu memasang tatapan mengancam ketika melihat wajah Shinobu.
Namun, malah ia sendiri yang terlihat kaget sampai tubuhnya mulai merinding melihat tatapan tajam Shinobu dengan ekspresi yang terlihat sangat mematikan, "Kau ini ya..."
"Kau itu hanya pengecut yang licik... mengandalkan julukan dan kekuatan Pemberian dari seluruh pengikutmu yang kau paksa masuk." Shinobu menendang wajah Demetrio cukup keras sampai menghancurkan tengkoraknya.
"Apakah kau pernah berlatih sekalipun?"
"Tentu saja... tidak pernah! Aku lahir sebagai seorang Dewa bukan mortal yang harus berusaha dari nol, itu sangat melelahkan!!!" Seru Demetrio yang berhasil menumbuhkan tulang patahnya dengan bantuan sihir tanah.
"Kau mungkin bisa bertambah lebih kuat jika berlatih, sel Legenda justru akan merespon mereka yang terus melaksanakan latihan sampai kekuatan yang diperoleh itu bisa bertambah lebih kuat..."
"...itulah kenapa mortal sendiri bisa bertambah kuat hanya dengan usaha murni, jika saja kau tidak buta ketika melihat harapan yang aku pancarkan."
"Sialan...!!! Aku tak menyangka harga diriku yang aku pegang akan hancur karena bocah kerdil seperti dirimu... ditambah lagi kau adalah seorang gadis...!!!" Demetrio menghantam daratan beberapa kali.
"...kemudian rasmu adalah Neko Legenda...! Kenapa aku bisa dipermalukan oleh sesuatu yang begitu rendah...!?" Demetrio merapatkan giginya sampai tubuhnya mengeluarkan banyak sekali aura.
"Baiklah, kau tidak memberikan diriku pilihan lain!" Shinobu memasang tatapan yang mengancam sampai ia mulai melancarkan satu serangan ke depan tetapi Demetrio masuk ke dalam daratan.
Demetrio terbang keluar dari dalam daratan sampai ia menerima banyak sekali harapan dan kepercayaan semua pengikut dewa, semua itu ia gunakan sebagai peningkatan kekuatan sampai tubuhnya memancarkan berbagai macam cahaya.
"Semua kekuatan para ras yang mempercayai Dewa telah memberikan diriku peningkatan yang lebih besar...!!!" Seru Demetrio keras sampai ia mengguncangkan daratan lalu melepaskan berbagai macam sihir.
"Semua pengikut Dewa...!!! Berdoalah kepadaku agar aku bisa menerima kekuatan kalian!!!" Teriak Demetrio keras sampai seluruh Legenda fanatik mulai menyentuh kedua tapak mereka untuk memohon dan berdoa akan keselamatan Demetrio.
Semua itu ia terima dengan senang hati sampai keuangan dan God Lenergynya membesar lalu mengejutkan mereka semua kecuali Shinobu yang perlu tenang dalam menghadapi situasi apapun.
"Ahhhhh...!!! Ya...!!! Ini dia kekuatan yang dapat mengabulkan segala kebahagiaan!!!" Demetrio melepaskan aura yang membesar melebihi planet Lemia sampai Shinobu terus menahan semua tekanan yang ia lepas.
"Shinobu Koneko...!!! Aku mengakui dirimu sebagai musuh yang paling menyebalkan sampai mendorong diriku sejauh ini...!!!"
__ADS_1
"Maka akan aku persembahkan kepadamu, kekuatan yang pernah Kakekmu gunakan yaitu Shiratori Shira...!!!"
"TOURIVERSE'S HOPE!!!" Seru Demetrio keras sampai Shinobu bisa melihat banyak sekali arus kekuatan yang berdatangan melalui arah yang berbeda, semuanya berasal dari setiap wilayah, planet, dan alam semesta.
Demetrio melepaskan dorongan besar yang bergerak dalam hitungan nol detik kepada Shinobu yang langsung menahannya menggunakan kedua tangannya, ia melihat Demetrio mulai mengisi penuh God Lenergy untuk melancarkan satu pukulan dengan kekuatan Touriverse's Hope.
"Makhluk rendahan dan pembawa sial seperti dirimu tidak akan bisa menerima kepercayaan atau harapan semua Touriverse...!!!"
"Tidak seperti Korrina Comi atau Kou Comi, kau hanyalah monster rendahan yang mereka semua benci...!!! Itulah kenapa kau tidak bisa menggunakan kemampuan sehebat ini!!!"
"Kepercayaan dan harapan yang kau terima hanya dari kedua teman dan sepupumu itu...!!! Tidak lebih karena semua orang menganggap dirimu sebagai musuh dan ancaman bagi segala umat!!!"
Demetrio melesat maju menuju arah Shinobu untuk membugarkan tubuhnya sebelum menggunakan satu serangan terakhir yang dapat menghentikan Shinobu untuk selamanya agar ia tidak memberontak lagi.
"Bersiaplah kau, Shinobu Koneko!" Demetrio muncul di hadapan Shinobu lalu melancarkan pukulan yang mementalkan dirinya ke belakang.
Demetrio kembali muncul di atas langit dengan tinju yang ia angkat ke atas, semua kekuatan dari Touriverse's Hope masuk ke dalam kepalan pukulannya sehingga ia bisa merasakan semua kekuatan yang menyebar luas pada tubuhnya.
Shinobu memejamkan kedua matanya sampai ia mulai melebarkan kedua lengannya lalu menerima banyak sekali kekuatan harapan dana kepercayaan yang di dapatkan oleh setiap alam yang berada di berbagai macam tempat.
Semua alam mengeluarkan banyak kekuatan alami yang merasuki tubuh Shinobu sampai memperkuat dirinya lebih jauh lagi untuk melawan Touriverse's Hope yang dipegang oleh Demetrio.
Tubuh Demetrio juga bahkan sampai melepaskan kekuatan alami yang merasuki tubuh Shinobu karena ia yang sudah menguasai kekuatan sihir dari alam, "Hohhhh... jadi begitu ya..."
"...kau menggunakan alam untuk memberikan dirimu kekuatan yang sangat besar agar bisa menandingi harapan Touriverse!? Sungguh menyedihkan...!!!"
"Teman-teman, kita lepaskan semua kekuatan kita untuk memberikan Shinobu harapan yang ia butuhkan untuk melawan Demetrio." Suruh Koizumi yang langsung melepaskan semua kekuatannya kepada Shinobu.
Mereka semua mengangguk lalu menyetujuinya, semuanya mengulurkan kedua lengannya ke depan sampai memberikan Shinobu kekuatan yang mengejutkan dirinya seketika sampai ia menoleh ke belakang.
"Semuanya..." Shinobu tersenyum penuh rasa terharu karena ia memang memiliki kepercayaan asli yang kecil tetapi semua itu sudah jauh lebih dari cukup karena mereka yang menemani dirinya dari kecil.
"Nature's Hope...!" Semua kekuatan yang terima dari harapan alam berpindah ke dalam pukulannya sampai ia bersama Demetrio melakukan kuda-kuda bertarung lalu melesat menuju arah satu sama lain.
Mereka berdua melesat keluar dari planet Lemia, Demetrio yang terus menjauh karena pukulan yang ia lakukan pasti akan menyebabkan kehancuran dahsyat pada Yuusuatouri sampai ia tidak sabar melihatnya.
"Ini adalah ancaman dan peringatan bagi mereka yang tidak mau memberikan diriku harapan...!!!" Seru Demetrio keras yang melesat maju menuju arah Shinobu dengan kecepatan setara dengannya.
"Percuma saja harapan dan kepercayaan sebanyak itu jika kau memaksa mereka untuk melakukannya...!!!"
"Sebuah paksaan tidak akan mengaitkan sesuatu yang baik!!!" Seru Shinobu keras selagi melesat ke arah Demetrio seperti bergerak di angka nol detik.
Secara bersamaan mereka mengerahkan semua kelautan yang disimpan lalu melancarkan satu pukulan dalam waktu yang tepat sampai tinju mereka saling tertarik menuju satu sama lain.
__ADS_1
"TOURIVERSE'S HOPE!!!"
"NATURE'S HOPE!!!"