
Korrina dan Akina yang tadinya ingin melakukan pekerjaan mereka sebagai guru tiba-tiba terhambat ketika kedatangan sebuah surat pernikahan tentang Arata dan Ophilia, siapa yang sangka bahwa berdua belum menikah dan pernikahan-nya itu terlalu cepat sampai Korrina mulai khawatir bahwa dirinya yang harus lagi mengurus acara-nya.
"A-Ada apa ini...? Apakah ini kebetulan apa sudah direncanakan dari awal...!?" Kata Korrina sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan, ia mulai membaca surat itu dan ternyata ia mulai merasa lega bahwa acara pernikahan itu sudah direncanakan dari awal oleh keluarga Phoenix.
Keluarga Phoenix adalah keluarga yang lumayan terkenal karena memiliki kaitan dengan para dewa dan juga memiliki hubungan yang kuat dengan hewan surgawi yaitu [Phoenix]. Awal mula terbentuknya keluarga ini adalah karena seorang ras Legenda yang namanya masih di rahasiakan.
Legenda itu mencoba untuk menjalin kontrak dengan seekor Phoenix dengan cara mengalahkannya, awalnya dia selalu kalah, tapi karena kegigihannya membuat Phoenix tertarik dan akhirnya dia meminjamkan kekuatan yang hampir setara dengan para dewa, dengan syarat tidak boleh digunakan untuk kejahatan... yah, mungkin menolak untuk datang ke acara pernikahan itu sepertinya akan terasa cukup tidak sopan.
"Aku benar-benar harus ikut sepertinya... Aku juga penasaran dengan keluarga Phoenix ini." Korrina menutup layar virtual tersebut.
"Wahhh...!!! Ternyata kak Arata benar-benar akan menikah, sepertinya hari esok adalah hari yang cukup membahagiakan untuk mereka berdua!" Kata Akina sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat senang.
"Arata... Jangan-jangan sang Legenda legendaris lain-nya yang memiliki kekuatan Seven Deadly Sins itu...?" Reslaine mulai berbicara hingga Korrina dan Akina melebarkan mata mereka karena tidak menyangka bahwa dirinya akan mengenal sesosok orang yang memiliki kekuatan Seven Deadly Sins.
"T-Tunggu, bagaimana kau bisa mengetahui Arata!?" Tanya Korrina.
"Apakah kau meremehkan diriku, Korrina...? Aku sudah mengetahui banyak Mortal yang hebat di alam semesta ini termasuk seorang Legenda yang bernama Shiratori Shira itu...!"
"Hohhhh~ Hebat, apa yang aku harapkan dari ibu Reslaine...!" Kata Korrina sambil bertepuk tangan beberapa kali dengan mulut yang terbuka lebar.
***
Hari esok telah tiba, pernikahan Arata dan Ophilia diadakan di sebuah kediaman Phoenix berada... Untungnya Ophilia memberitahu Korrina tentang koordinasi tempat kediaman Phoenix hingga ia tiba di tempat itu bersama kedua anaknya yaitu Honoka Dan Haruka dengan pakaian mewah mereka.
Akina datang menyambut Korrina dengan pakaian mewah yang sama, hitam serta dasi kupu-kupu yang berwarna merah... Entah kenapa harus ada persyaratan dalam menggunakan pakaian mewah untuk menghadiri acara pernikahan ini, Korrina merasa tidak nyaman menggunakan pakaian mewah itu.
"Ugh... Terasa ketat sekali..." Kata Korrina sambil mengusap-usap pakaian-nya itu, Akina terkekeh dan tersipu seketika melihat Korrina yang hampir terlihat seperti seseorang laki-laki, untungnya sesuatu yang menonjol di dadanya itu membuat dirinya terlihat seperti seorang gadis.
"Menurutku itu sangat cocok untuk-mu, Korrina. Jenis kelamin-mu sudah tidak bisa ditebak sekarang, mungkin saja kau itu gadis atau mungkin saja kau adalah pria yang cukup imut dan tampan." Akina terkekeh pelan dan Korrina menatap-nya dengan ekspresi yang datar.
"Ha... ha... ha..."
__ADS_1
Akina membawa Korrina bersama Haruka ke dalam ruangan untuk memberi tiket masuk ke dalam acara pernikahan Arata dan Ophilia, Akina seketika mulai sadar bahwa Honoka tidak bisa terlihat dimana-mana... Hanya Haruka bersama Korrina saja yang datang, tetapi Akina sekarang sadar dimana tempat Honoka beristirahat.
Akina menatap belahan dada Korrina yang terdapat kepala Honoka di sana sedang tersenyum kecil, "Dia sangat suka tempat empuk itu ya?"
"Ya... Cukup tidak nyaman..." Korrina menghela nafas.
Setelah memberikan tiket, Haruka memberitahu Korrina bahwa dia benar-benar ingin pergi ke toilet jadi mereka berdua sama-sama mencari toilet yang entah itu dimana tempat-nya jadi Korrina mulai membuka pintu satu demi satu hingga melihat Arata dan Ophilia yang sedang bermesraan sambil berpelukan di dalam sebuah ruangan yang sepi.
Keduanya terus memeluk erat satu sama lain sampai pintu menampakkan sosok Korrina yang masuk, ia terpaku melihat Ophilia dan Arata sedang beradegan mesra, tanpa bersuara... mereka lantas keluar secepat mungkin agar mereka tidak terganggu.
"Apakah pernikahan-nya sudah selesai...? Apakah mereka sudah sah...?" Korrina mulai berbicara dengan dirinya sendiri, "Mama...!!! Toilet...!!!" Kata Haruka sambil menginjak-injak tanah.
"I-Iya." Korrina membawa Haruka pergi untuk mencari toilet.
Sementara itu Arata melepaskan pelukan hangat-nya dan mereka berdua saling menunjukkan sebuah senyuman lalu dilanjutkan dengan sebuah ciuman di bibir, tidak ada satupun orang yang sekarang masuk ke dalam ruangan itu karena Arata menyegel pintu tersebut agar tidak ada orang yang bisa masuk.
Beberapa menit kemudian, acara pernikahan di mulai dimana mereka berdua mengucapkan sumpah mereka untuk menjadi suami-istri yang setia sama mati, semua orang mulai bertepuk tangan dan beberapa dari mereka bersorak ria sambil melempar beberapa kelopak bunga... Pernikahan-nya berjalan cukup baik sampai Korrina dan Akina menikmati acara pernikahan itu.
"Korrina... Ternyata kamu benar-benar datang" Ophilia tersenyum.
"Tentu saja! Karena sudah sah dan menikah lebih baik kalian membuat sebuah teman untuk anak-anakku..." Bisik Korrina kepada Ophilia sambil mengedipkan matanya.
"H-Hehhhhh!?" Wajah Ophilia berubah menjadi merah.
"Ahahaha! Selamat menikmati."
***
Setelah masuk ke kamar-nya, Ophilia melempar ke arah kasur dan langsung berbaring.
"Setidaknya buka lah sepatu mu Ophili-." Sebelum Arata menyelesaikan perkataannya Ophilia menarik Arata ke kasur lalu memeluknya dan menekan kepala Arata ke dalam dada-nya.
__ADS_1
"O-Oi Ophilia, aku sulit untuk bernapas." Arata berusaha untuk keluar dari pelukan Ophilia tapi dia malah memegang dada Ophilia.
"Ah~ Arata bukannya kita belum pernah melakukan hal itu?" Tanya Ophilia sambil menggoda Arata.
"Cih, kalau begitu." Arata menarik kedua tangan Ophilia dan setelah itu membalikkan posisi Ophilia menjadi berbaring lalu mencium-nya dengan ganas.
"Mmm?!! Tu- Arat-" Arata terus mencium dan memasukkan lidahnya ke dalam mulut Ophilia setelah itu Arata mulai menyentuh dada Ophilia dan berganti mencium bibirnya menjadi mencium Leher Ophilia.
"Tu-tunggu, Arata, jika kau melakukanny- hmmf!!" Arata menghisap kuat leher Ophilia hingga meninggalkan bekas disana.
"Heh, jadi kelemahan-mu itu ada di leher ya, lalu bagaimana kalau di telinga?" Arata mulai mencium dan menjilat telinga Ophilia.
"Mmmffhhh!!" Ophilia mulai menggeliat ketika telinga-nya di jilat oleh Arata.
"Ternyata bagian sensitif-mu banyak juga ya, sayang." Arata kembali mencium bibir Ophilia lagi dengan ganas dan kedua tangannya mulai melepaskan baju Ophilia.
"To-tolong, jangan terlalu kasar Arata, aku baru pertama kali melakukan hal yang seperti ini." Ophilia berusaha untuk menutup badannya yang sudah terlanjur telanjang oleh Arata.
"Tenang saja Ophilia, aku tidak akan terlalu kasar." Arata meraba paha Ophilia dan mulai membuka celananya sedikit dan mulai merangsang Ophilia sambil meremas dada-nya.
"Ngomong-ngomong, Arata, hari ini adalah hari dimana kau dapat melakukan apapun yang kau suka dengan tubuh-ku... Aku mohon... Berikanlah aku kehidupan di bagian sini..." Kata Ophilia sambil menunjuk perut-nya sendiri.
Dengan semua teman-teman Shira yang perlahan-lahan mulai bertunangan dan menikah hingga membuat keluarga sendiri, generasi baru kali ini muncul untuk Touri... Konflik yang ada dan sering bermunculan seperti konflik kecil masih bisa diatasi, saat ini... Tidak ada satupun konflik besar yang berani untuk muncul sekarang.
Sepuluh tahun sudah berlalu... Semua orang sudah memiliki generasi baru mereka sendiri, Arata dan Haruki sekarang sudah memiliki sebuah keluarga dan generasi baru mereka... ya, itu adalah anak mereka yang sekarang sudah berusia sekitar 8 sampai 10 tahun. Honoka-pun sudah menjadi seorang gadis kecil yang kuat sekarang, dia berumur 9 tahun, sama seperti anak Arata dan Haruki.
Akademi Yuzu saat ini sudah bangkit ketika Korrina dan Akina menjadi seorang guru disana, sekarang... Akademi itu benar-benar membutuhkan murid baru, untungnya Korrina mengenal beberapa anak yang sudah siap untuk masuk dan belajar di dalam akademi yang bernama Yuzu itu.
"... ..." Reslaine menempati beberapa formulir tepat di depan Korrina dimana ia membutuhkan sepuluh murid untuk bisa menciptakan sebuah kelas yang spesial.
"Apakah kau sekarang bisa...? Membantu Yuzu kembali bangkit...?"
__ADS_1
Mini Arc - The Yuzu Academy