
"Kau tidak seharusnya menahan diri walaupun aku adalah adikmu!!!" Seru Shuan keras sehingga ia melepaskan pusaran angin emas melalui Golden Neptunus.
Minami menangkis semua itu dengan ekornya, "Itu masih belum cukup, kakak! Jika kau ingin melihatku menguasai semua kekuranganku maka kau harus lebih tegas dan mengerahkan semuanya kepadaku!!!"
"Jangan memedulikan tentang diriku juga..." Ketika Shuan mengatakan itu, Minami hanya bisa diam dan memasang tatapan kesal kepada dirinya.
"Dengar! Ini adalah satu-satunya cara yang ampuh! Lepaskan semuanya atau tidak, tidak ada kata untuk menolak bagi kedua pilihan itu...!"
"Kakak, aku tahu kamu sangat menyayangi diriku sampai tidak mau melukai diriku tetapi ketika aku berhasil menguasai semua kekuranganku... Hasilnya akan memuaskan."
"Jika kau terus memperlakukan dirimu dengan lembut maka prosesnya akan lama dan aku tidak akan mendapatkan hasil apapun!"
"Hahhhh!!!" Minami langsung menggunakan Golden Nature, menyebabkan Shuan terdorong ke belakang dan terjatuh sehingga ia melihat gelombang cahaya yang begitu besar meledak tepat di belakangnya.
Minami melayang ke atas langit, Shuan merasa puas sekarang karena latihan yang sebenarnya telah di mulai sehingga ia langsung mengerahkan semuanya dengan menggunakan Golden Solar System.
"Kita akan mencari tahu apakah aku bisa menguasai kekuranganku dan menginjak tingkatkan yang setara denganmu, Kakak. Kerahkan semuanya dan jangan memberikan diriku rasa belas kasihan!!!" Seru Shuan keras.
Minami menunjuk ke depan sehingga kucing emas yang begitu besar muncul tepat di belakangnya dengan mulut yang terbuka lebar bahkan sirkuit sihir emas yang berputar mulai muncul tepat di kedua tapak Minami.
"Full Force...!"
"Shining...!!!"
"...Justice!!!" Seru Minami keras sehingga ia bersama kucing emasnya melepaskan gelombang emas yang begitu tebal dan besar ke arah Shuan.
Shuan langsung merapatkan gigitnya dan mengepalkan kedua tinjunya, memberi dirinya semangat untuk menahan serangan itu, hanya menggunakan kedua tapak tangannya.
Gelombang itu menyentuh kedua tapak Shuan dan mencoba untuk mendorong dirinya masuk ke dalam inti dari Korona matahari.
"Aku harus melakukan...!!! Aku tidak akan mengecewakan dirimu, Kakak!!!" Shuan mencoba untuk mendorong gelombang itu ke depan dengan mengerahkan seluruh tenaganya.
Shuan mulai mengingat tentang semua kekalahan dan kegagalannya, ia berjanji untuk memperbaikinya terutama lagi menjadi seorang Neko Legenda yang tidak menderita seperti Minami.
"Jika Kakakku menderita dan merasakan beban yang begitu menyakitkan sejak kecil... Mimpinya menginginkan diriku untuk menjadi Legenda layak tanpa harus merasakan kesakitan..." Ungkap Shuan.
"Jika aku bertambah lebih kuat..." Shuan memejamkan kedua matanya sehingga ia mengingat perkataan Minami dan Shira secara bersamaan.
""Kekuatan muncul sebagai respons terhadap kebutuhan, bukan keinginan""
"Jika saja aku mengerti sejak kecil...! Semua kesalahan dan kegagalan yang aku lakukan pasti seluruh teman-temanku datang, hanya untuk menolong dan memperbaiki kesalahanku!"
""Kekuatan muncul sebagai respons terhadap kebutuhan, bukan keinginan! Kau harus menunjukkannya!""
"Semua orang berusaha keras dan selalu mempersiapkan diri demi masa depan, demi konflik yang akan terjadi di masa depan...!!! Seharusnya aku lebih berusaha dan lebih bersikap positif...!!!"
__ADS_1
"Kakak... Kau selalu saja bisa bertahan menghadapi apapun bahkan kau sendiri pernah mengalahkan Dewi waktu, hanya untuk menyelamatkan temanmu sendiri...!"
"Tidak ada tantangan dan masalah yang muncul dengan tanda-tanda tetapi ketika waktunya telah tiba, kau selalu saja siap siaga dalam menghadapi..."
"Kau menjadi sang Legenda layak... Legenda yang di tunjukkan sebagai Legenda yang akan terus berjuang dan bangkit demi tujuannya sendiri... Seorang ibu alam emas..."
"Aku tidak bisa menjadi seorang Legenda yang sama sepertinya... Aku sendiri yang berpikir seperti itu..." Shuan masih bertahan menahan serangan itu tetapi pikirannya saat ini berpindah ke suatu tempat.
Ia terus berbicara dengan dirinya sendiri dan kedua telinganya hanya bisa mendengar perkataan Minami dan Shira.
""Kekuatan muncul sebagai respons terhadap kebutuhan, bukan keinginan""
"Tidak...!!! Aku harus menjadi kuat...!!! Aku harus bangkit...!!! Aku harus berusaha lebih keras lagi...!!! Jika aku tidak berjuang..."
"Maka Kou..."
"Kamu hanya perlu percaya dengan dirimu sendiri."
"Kou akan mati..."
"Aku tidak bisa mengandalkan amarah dan rasa kegagalanku...! Walaupun memiliki banyak kesalahan dan kegagalan, bangkitlah... Tetap bangkit walaupun jatuh...!!!"
"Itu adalah cara kami...!!! CARA SHIRATORI!!!" Tubuh Shuan langsung terkena sihir Shining Justice yang membawanya masuk ke dalam matahari yang sangat dalam.
Tubuhnya terbakar dengan kepanasan yang begitu dahsyat bahkan ia tidak bisa merasakan kembali tubuhnya itu, Minami hanya bisa diam dengan ekspresi serius bahwa Shuan pasti merencanakan sesuatu.
Tata Surya emas mulai bermunculan di sekitar Shuan lalu mengeliling lehernya, sihir Minami mampu membawa Shuan ke dalam inti dari Korona matahari sehingga apa yang Shuan rasakan hanyalah rasa sakit dan ia mencoba untuk menguasai rasa sakit tersebut.
Minami melebarkan matanya ketika melihat Korona matahari itu mulai berguncang begitu dahsyat bahkan Methode dan Shou bisa merasakannya dengan jelas, cahaya dari matahari itu terlepas kemana-mana.
Gelombang dari laharnya juga bahkan terlepas kemana-mana, Minami menunjukkan ekspresi yang terlihat bangga karena ia percaya bahwa Shuan pasti akan menemukan jawaban yang ia cari untuk dirinya sendiri.
"GRAAAGGGGGHHHH!!!" Shuan menjerit keras dan jeritan terdengar begitu mengerikan, seolah-olah monster di dalam dirinya yang mengaum keras, mencoba untuk menahan semua tekanan dan kepanasan dari inti matahari.
Tubuh Shuan bahkan menyerap seluruh cahaya itu tanpa ada batasan yang menghalangi dirinya, Minami menyadari sesuatu yang berbahaya bahwa Shuan telah berlebihan melepaskan begitu banyak kekuatan.
"Oi!!! Cepat berlindung!" Seru Minami kepada kedua sepupunya, mereka semua menciptakan pelindung cahaya yang begitu besar karena matahari yang mereka lihat mulai terlihat tidak stabil.
Minami tercengang ketika matahari itu mulai terhisab secara pelan-pelan dan mengecil begitu saja, ia tidak mengetahui apa yang terjadi tetapi Shuan pasti yang menyebabkan hal itu terjadi.
Methode melebarkan matanya ketika melihat matahari itu mulai terbelah menjadi dua, menunjukkan dua bola biru dengan warna abu-abu yang berputar mengelilingi tubuh Shuan.
"Oi!!! Shucchi!!! Hentikan!!! Hentikan sekarang juga...!!!" Minami bisa merasakan hal yang sangat tidak stabil di hadapannya sehingga Shuan tidak menjawab sama sekali melainkan mengeraskan suara raungannya itu.
"ROOOOOAAAGGGGGHHHHH!!!" Shuan melepaskan teriakan terakhir sehingga terjadi ledakan Supernova yang mampu menghempas Minami bersama kedua sepupunya.
__ADS_1
Minami masih bisa menahan serangan itu dengan melepaskan seluruh kekuatan penuhnya, Shou dan Methode melakukan hal yang sama sehingga mereka dikejutkan dengan Korona matahari yang hancur begitu saja.
"Jangan-jangan ini!?" Methode merinding ketika melihatnya.
Minami tersenyum serius ketika mengetahui Shuan telah membuka potensi dari tata Surya, wujud yang berada di tingkat lebih atas lagi dengan Golden Solar System.
Terlihat Shuan melayang di atas langit dengan aura yang terlihat begitu terang dan tatapannya yang memancarkan cahaya yang sangat amat terang, rambutnya yang emas di akhiri dengan warna biru dengan warna abu-abu.
Tubuhnya diselimuti dengan aura dari bintang [Neutron], melihatnya saja membuat Minami merasa bangga bahwa Shuan telah berkembang bahkan ia bisa melihat kedua bintang neutron yang melayang di kedua bahunya.
"Adikku berhasil... Dia berhasil menciptakan sesuatu yang begitu besar dan baru, jika Papa melihatnya maka dia akan terkejut." Minami memasang senyuman yang begitu lebar, Shou dan Methode mengerti sekarang bahwa Shuan telah menguasai cahaya dari bintang neutron.
Amarahnya yang begitu kuat juga dapat dikuasai, memberikan hasil yaitu kekuatan dan kemampuan dari bintang neutron yang begitu dahsyat dan hebat karena kecepatan serta cahayanya.
Minami mencoba untuk mendekat dan ia merasakan tekanan yang begitu kuat sehingga ia hampir saja tertarik menuju Shuan karena aura dari neutron itu memiliki tekanan dan gravitasi yang begitu kuat.
"Shucchi, kontrol... Jangan lepaskan semuanya, jika kau menggunakan wujud itu di kota permohonan maka semuanya akan hancur dalam kedipan mata." Ucap Minami, Shuan mengangguk pelan sehingga ia menghilang tekanan gravitasinya yang kuat itu.
"Nrrgghhh..."
"Apakah kamu masih berpikir aku memperlakukan diriku lembut? Lihatlah dirimu sekarang, menghancurkan matahari dan memunculkan bintang neutron..." Minami tersenyum, merasakan kebanggaan yang tidak bisa di jelaskan dengan perkataan.
"GRRRRGGGHHH...!!!" Shuan terlihat kesulitan untuk menguasai kekuatan barunya itu bahkan Minami bisa merasakan dirinya yang tertarik ke arahnya seperti magnet tetapi ia masih bisa menahannya.
"Dengar, Shucchi! Kau harus memenangkan dirimu, wujud seperti itu menimbulkan banyak beban dan stres untuk tubuh serta pikiranmu, kau bisa saja menjadi seorang penghancur!" Peringat Minami.
"Fokus... Coba fokus...! Fokus dengan energi neutron itu!" Shuan merapatkan giginya, mencoba untuk menguasai kekuatannya tetapi semuanya gagal begitu saja sehingga kekuatannya menghilang dalam sekejap.
"Hah... Hah... Hah..." Walaupun Shuan gagal untuk menetapkan kekuatan itu, Minami menghampiri dirinya dengan senyuman bangganya.
"Aku benar-benar bangga kepadamu, adik kecil."
"Maafkan aku... Karena aku, matahari itu aku hancurkan..."
"Tidak, bawa santai saja. Kau tidak perlu khawatir soal kehancuran dan Supernova yang kau ciptakan tadi. Kumpulkan nafas dan tenaga ya, kau perlu istirahat panjang sekarang." Minami membantu Shuan untuk menyeimbangkan tubuhnya.
"Golden Solar System yang meningkat dan mengalami perkembangan... Neutron bisa di bilang cahaya yang begitu kuat bahkan kepanasan yang terkandung di dalamnya juga sangat panas, melebihi matahari."
"Bagaimana jika kita beri nama [Golden Solar System: Neutron Ascension]?"
"Itu nama yang bagus... Jika saja aku bisa menahan kekuatan itu, aku bisa bertarung lebih lama lagi denganmu."
"Whoaa... Tenang dulu, dengan kekuatan tadi kakak bisa saja mati loh."
"Bohong..."
__ADS_1
"Ahahaha~"