
Ogun menghentikan pergerakannya hanya untuk berlutut di atas tanah selagi menyentuh dadanya sendiri yang terasa begitu menyakitkan, "Begitu ya... kau memang memiliki ilmu yang cukup aneh."
"Inilah kenapa dia meminta kami semua untuk membunuh dirimu sebelum kau berevolusi menjadi sesuatu yang lebih mengerikan..." Ogun menutup mulutnya sendiri tetapi ia terus memuntahkan banyak sekali silet.
"Apa yang sudah kau perbuat...? Seenaknya membunuh Ibu dari kedua teman yang aku sayangi terutama lagi membunuh Nenek dari Kak Koizumi!" Shinobu menggenggam kedua tinjunya sampai kedua matanya memancarkan cahaya emas.
"Tidak bisa dimaafkan... Ragnarok, terutama lagi mereka semua yang sudah membunuh satu sama lain hanya karena perbudakan dari Zephyra...!!!" Shinobu memunculkan aura emasnya lalu ia menghentikan ritual Santet itu karena sudah batasnya.
Ogun melompat ke belakang lalu ia melihat pasukan Legenda mencoba untuk menyerang dirinya, tetapi ia berhasil membunuh mereka satu per satu menggunakan pukulannya yang langsung memberikan kematian.
"Fuhhhh..." Shinobu menenangkan tubuh dan pikirannya lalu ia melihat Ogun mencoba untuk menyerang dirinya, tetapi ia sudah menghindarinya lebih cepat sampai dirinya sudah berada di belakang Ogun.
"Cepat sekali... terutama lagi refleks dan instingnya sebagai segala hewan dapat merasakannya dengan mudah, kalau begitu aku harus berhati-hati...!" Ogun menoleh ke belakang lalu ia melihat Shinobu sudah menghilang dari lokasi tersebut.
Ogun dikejutkan dengan cahaya yang terlepas dari atas langit ketika melihat Shinobu mengacungkan kedua lengannya hanya untuk memunculkan Supernova yang besar.
"Golden Supernova...!!!" Shinobu melempar Supernova itu menuju arah Ogun yang langsung memukulnya dengan satu tinju tetapi perutnya menerima satu tendangan dari Shinobu.
Ogun terpental ke belakang lalu ia melepaskan banyak sekali dorongan dan tekanan melalui kedua tinjunya tanpa henti, Shinobu menghindari semua itu bahkan ia langsung melompat keluar dari dalam tubuhnya itu.
"Astral sialan...!!!" Ogun terus melancarkan jutaan pukulan ke depan yang melepaskan banyak sekali dorongan yang mencoba untuk menghentikan Shinobu tetapi ia berhasil menghindarinya.
Tubuh tanah liat lainnya muncul di belakang Shinobu sampai ia kembali merasukinya lalu melepaskan satu pukulan yang mengenai punggung Ogun sampai ia meringis kesakitan ketika tulangnya patah.
Ogun melompat ke belakang lalu ia melancarkan satu pukulan yang melepaskan dorongan berbentuk naga menuju arah dirinya, tetapi Shinobu hanya perlu melepaskan Shining Justice melalui mulutnya.
Dorongan itu tertekan oleh sihir gelombang emas yang mengarah kepada dirinya sampai mengejutkan Ogun seketika, "Sialan... kau memang gadis yang sangat menyebalkan...!!!"
Ogun mencoba sebisa mungkin menyimpan kekuatan dan potensi aslinya, ia hanya perlu melompat ke depan lalu mengejar Shinobu dengan melancarkan banyak sekali pukulan dan tendangan.
Shinobu dan Ogun melepaskan satu pukulan yang saling berbenturan sehingga menyebabkan ledakan besar di sekitarnya, "Apa...!? Aku kira pukulanku berhasil membunuh dirimu...!?"
"Tinju emas ini mengandung Astral di dalamnya agar bisa melindungi diriku, terutama lagi dari pukulan yang dinamakan sebagai Fist of Endless Path...!!!" Shinobu menendang perut Ogun lalu ia mencekik lehernya.
Setelah itu Shinobu mulai membanting tubuhnya di atas tanah beberapa kali lalu melempar dirinya ke arah lain dengan melepaskan Golden Supernova yang membawa Ogun ke atas langit.
__ADS_1
"Golden Solar System...!!!" Shinobu mengulurkan kedua lengannya ke depan sampai memunculkan tata surya yang mengelilingi lengannya lalu terlepas menuju arah Supernova itu.
Tidak lama kemudian, terjadi tabrak yang langsung melepaskan big bang emas besar di atas langit sehingga cahayanya sempat menyilaukan beberapa pasukan yang sedang bertarung.
Shinobu melebarkan matanya ketika melihat Ogun melayang di atas langit dengan kedua lengannya yang bertato naga, "Secret Arts of Dragon Path...!!!""
Ogun mengepalkan kedua tinjunya lalu menyatukan kedua tapaknya hanya untuk membukanya sedikit demi sedikit sampai melepaskan dorongan besar yang membentuk naga sampai mengincar Shinobu.
"Light of Hope...!!! Tingkatkan tak terbatas...!!!" Shinobu menyelimuti kedua lengannya dengan Astral emas lalu ia menghantam naga tersebut sampai berubah menjadi embusan angin yang mengenai wajahnya.
"Kau memang petarung yang tangguh, aku pantas memberikan dirimu pujian yang baik karena rasanya Kakek tua sepertiku dipermainkan oleh anak kecil berambut emas dan setengah kucing!" Ogun dan Shinobu melesat ke atas langit.
Shinobu melancarkan satu pukulan yang berhasil Ogun tahan, tetapi hasilnya ia terpental ke belakang sampai kedua lengannya mulai patah, "Benar-benar menakjubkan, tangan kecil itu menghasilkan sesuatu yang dapat merusak tulang-tulang ini."
Ogun menyuntik dirinya dengan jarum yang membantunya pulih kembali sampai ia dapat merasakan keringanan dalam tubuhnya, ia mencoba untuk menyerang Shinobu yang langsung menghilang dengan menipis.
Shinobu langsung muncul kembali di hadapan Ogun sampai mengejutkan dirinya dengan sebuah pukulan yang mengenai dada Ogun lalu menghempas dirinya ke belakang dengan bekas luka emas di dadanya.
"Sialan... kau... Shinobu... Koneko...!!!" Ogun mencoba untuk menyerang Shinobu dengan melancarkan pukulan dari Fist of Endless Path, tetapi kecepatan Shinobu menyelamatkan dirinya dari pukulan kematian itu.
Shinobu mencoba untuk menyerang Ogun tetapi kekuatannya menurun karena tubuh tanah liat itu tidak bisa menyesuaikannya lagi, pada akhirnya leher Shinobu menerima satu tendangan sampai ia terpental menuju daratan.
Shinobu mulai menghubungi Demetrio secepatnya sampai ia menciptakan tubuh tanah liat lainnya, Ogun langsung menghancurkan semua pembentukan tanah liat itu agar ia tidak merasukinya.
"Dengan ini kau tidak akan bisa melalukan apapun kecuali menerima takdir kematian itu, Shinobu Koneko!!!" Ogun terus menghancurkan banyak sekali tubuh tanah liat itu sampai Shinobu mulai kesulitan untuk bergerak.
Shinobu terpaksa melompat keluar dari dalam tubuh itu lalu mencoba sebisa mungkin merasuki tanah liat yang membentuk dirinya, tetapi Ogun terus melepaskan banyak sekali dorongan yang berhasil menghancurkan semuanya satu per satu..
Demetrio yang baru saja membantai pasukan Gems menggunakan wujud planet itu mulai melihat Shinobu dalam masalah di wujud Astral itu yang terus menghindar serangan Ogun lalu mencoba merasuki tubuh kosong.
"Shinobu Koneko, dalam masalah... mungkin sudah saatnya aku membantu dirinya dan melawan ras Myrmidon satu ini yang memberikan hukuman kematian." Dengan wujud planet itu Demetrio segera mendatangi mereka.
Shinobu melihat Ogun melepaskan satu dorongan naga menuju arah dirinya tetapi ia langsung melesat ke atas langit, "Buto ijo...!"
Buto ijo muncul di hadapan Shinobu hanya untuk menghantam semua dorongan itu lalu menyerang Ogun dengan mencoba untuk menginjak dirinya tetapi ia berhasil membunuhnya dengan satu pukulannya.
__ADS_1
"Monster apa itu...? Tubuhnya besar hampir seperti Orc, tetapi yang membedakannya adalah warna dari tubuhnya berwarna hijau seperti ras Goblin di Kountraverse!"
"Genderuwo...!!!" Shinobu memunculkan hantu lainnya menggunakan kedua tapaknya sampai menyerang Ogun tetapi hantu itu berhasil dikalahkan dengan satu pukulan lain.
"Brengsek...!" Shinobu melebarkan matanya ketika dikejutkan dengan planet yang mendatangi Ogun dari atas langit.
"Uwah... apa itu!" Shinobu menunjuk ke atas sampai Ogun hanya bisa diam lalu menertawakan trik murahan seorang anak kecil yang mencoba untuk mengalihkan pandangan seseorang.
"Tidak, itu lihat di atas...!"
"Hahaha! Jangan berpikir kau akan---"
"Pocong!" Panggil Shinobu sehingga pocong itu muncul di hadapannya hanya untuk meludahi wajah Ogun sampai menyebabkan kebutaan total untuk pandangannya sendiri.
"Cih...! Sekarang bawahan apalagi yang kau---" Tubuh Ogun langsung tertindih oleh Demetrio yang berwujud planet sampai menyebabkan sedikit kehancuran kepada tubuh mereka berdua.
"Apakah aku terlambat, Shinobu Koneko...?" Tanya Demetrio yang memperlihatkan senyuman lebar dalam wujud planetnya.
"Hahaha~ mengerikan sekali jika kamu tersenyum dalam wujud planet..." Shinobu mulai menertawai Demetrio sampai ia memunculkan tubuh baru untuk dirinya gunakan.
"Mari kita akhiri Myrmidon sialan ini...!"
***
Vania memunculkan pelindung darah yang menyelimuti tubuhnya untuk melawan semua serangan jarak jauh yang dilakukan oleh Grace menggunakan tembakan kristalnya itu.
Vania melebarkan matanya ketika melihat pelindung dari darah yang ia keraskan retak sampai tidak lama lagi akan hancur lalu membiarkan dirinya menerima beberapa serangan mematikan yang akan dilakukan oleh Grace.
Vania melepaskan banyak sekali sihir darah ke depan tetapi Grace menghapus semuanya menggunakan tebasan lubang hitam yang dilakukan oleh pedang tersebut, "Dia sepertinya memiliki kontrol penuh dengan tubuh itu..."
"Kau tidak akan pernah bisa melarikan diri...!" Grace melompat menuju arah Vania lalu ia bisa menerima banyak sekali sihir darah yang mencoba untuk menerobos pertahanan dari tubuh berliannya.
Vania melempar kapak itu ke depan tetapi Grace menghancurkannya menggunakan pedang itu sampai Vania terpaksa harus mundur dan memikirkan rencana lain bersama Yusa yang sudah tepar.
"Aku harus memikirkan sesuatu sebelum disedot ke dalam lubang hitam itu..."
__ADS_1
"...tetapi caranya apa?"