Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 977 - Selama Ini


__ADS_3

"Lapor, Komandan! Kita tidak melihat adanya keenam Legenda itu yang mencoba untuk menyerang lagi, termasuk dengan semua robot yang hilang entah kemana!" Ucap salah satu tentara yang melihat kondisi bumi.


Tidak ada sisa apapun dari ledakan tadi, semuanya sudah hilang sampai seluruh pasukan aliansi yang menjaga jarak dengan ledakan bumi itu tidak melihat keberadaan Legenda apapun, yang mengartikan semuanya sudah mati.


"Bagaimana kondisimu di sana, pesawat luar angkasa nomor 1-3?" Tanya salah satu tentara kepada seseorang yang sedang mengendarai pesawat itu dari jarak dekat.


"Semuanya sudah aman... apa yang saya lihat hanyalah logam-logam kecil yang dihasilkan oleh robot-robot itu... tunggu, tidak!" Pengemudi itu memperbesar kamera ke arah beberapa tulang yang terpisah.


John memasang tatapan kaget ketika melihat tulang yang tidak hancur sama sekali karena serangan tadi, "Tulang apa itu...?!"


"Tulang itu dihasilkan oleh para Legenda... sekarang sudah jelas bahwa mereka mati, hanya menyisakan tulang itu yang bisa dibilang sulit hancur oleh senjata kuat kita." Jawab seorang Fallen Angel.


"Kemenangan sudah terlihat jelas, sekarang kau bisa mencoba kekuatan penuh dari gelombang laser itu kepada alam semesta Yuusuatouri bukan?"


Ketika malaikat itu memberitahu John bahwa semua tulang yang terpisah itu adalah tulang dari Shinobu yang lainnya menyebabkan perasaannya terasa begitu senang.


Seluruh tentara menatap satu sama lain dengan tatapan senang dan penuh rasa bersyukur bahwa mereka berhasil sampai tidak perlu mengurusi masalah keenam Legenda itu karena mereka mati menerima serangan senapan laser dari Mars.


"Apakah itu artinya kita menang!? Senapan yang sudah kita rakit dalam waktu lama untuk memusnahkan segala bangsa asing demi menaikkan derajat Manusia!?"


"Keenam gadis brengsek itu...!!! Mereka telah kalah...!?"


"Kita menang...!!!"


John hanya bisa tersenyum senang sampai ia mulai mengepalkan kedua tinjunya bahwa derajat Manusia akhirnya meningkatkan drastis ketika mengetahui persenjataan terakhir mereka dapat memusnahkan apapun.


Termasuk mengalahkan Shinobu bersama yang lainnya sampai ia menyiarkannya langsung kepada seluruh umat Manusia Mars bahwa mereka tidak perlu takut dengan yang dinamakan bangsa Legenda.


"Itu artinya kita hanya perlu mengisi ulang tenaga dan berpesta sebelum memulai kehancuran Yuusuatouri...!!! Mari kita minum-minum...!!!" Teriak John keras sampai seluruh umat Manusia Mars mengadakan pesta besar.


***


"Lihatlah..." Kata Shinobu yang selama ini berada di pesawat 1-3.


"Manusia memang mudah percaya diri ketika melihat hasil yang memuaskan... mereka lengah begitu cepat sampai ini adalah kesempatan kita untuk mengutak-atik persenjataan mereka."


Shinobu berhasil mencuci otak pengemudi dari pesawat tersebut agar ia bisa memberitahu yang lainnya bahwa semuanya sudah terjaga aman, bisa dibilang Manusia itu sudah menjadi boneka yang dapat ia gunakan karena The Mind.


Ketika serangan yang datang dari Mars mengenai bumi, mereka semua berlindung di dalam pesawat itu lalu melompat tinggi secepat angin sampai masuk ke dalam pesawat 1-3 lalu membunuh semua tentara di dalamnya kecuali pengemudi yang dicuci otak.


Serangan tadi tidak memberikan efek apapun karena Lenergy mereka membantu untuk menahan semua serangan itu sampai rencana Shinobu berhasil untuk mengelabui mereka, sisanya adalah pergi menuju planet Mars untuk mengurus hal yang kecil.


"Fuhhh... akhirnya, kita sudah sejauh ini mencoba. Rencanamu selalu berjalan dengan baik ya, Koneko~" Hinoka mengelus kepala Shinobu.


"Kalau begitu, bersiaplah untuk mengenakan pakaian pihak aliansi... kita akan menyamar." Kata Shinobu sambil meminta Cyber untuk melakukan Hack kepada sistem di dalam pesawat itu.


Shinobu bersama yang lainnya langsung mengenakan pakaian pihak aliansi yang pas untuk dikenakan karena semuanya pakaian itu khusus perempuan, Cyber juga membantu untuk merajut pakaian Shinobu agar muat pada tubuh kecilnya.


"Kita akan membagi tugas?" Tanya Konomi.


"Itu benar... kita akan terbagi menjadi tiga tim untuk mengurus beberapa hal yang perlu disingkirkan sebelum memusnahkan umat Manusia Mars." Kata Shinobu sambil menekan beberapa tombol di depan mesinnya.


Kacamatanya juga dapat membentuk mesin yang ia mau, dirinya segera mengeluarkan sesuatu yaitu sebuah rambut buatan atau bisa disebut sebagai [Wig] untuk memperkuat penyamaran.


"Kamu memang sudah menyiapkan semuanya ya, Nobu... sungguh gadis yang pintar." Ako terkekeh.


"Begitulah... kacamata ini bisa menampung beberapa mesin yang aku inginkan."


"Untungnya aku membawa mesin yang bisa menciptakan sebuah benda apapun." Shinobu menekan tombol hitam di mesin tersebut sampai membentuk kembali menjadi kacamata.


Mereka semua sudah mengenakan berbagai macam aksesoris untuk memperkuat penyamaran, ternyata hasilnya cukup bagus karena mereka tidak terlihat mirip dengan diri mereka yang sebenarnya.


Hanya saja ukuran tinggi Shinobu sangat kecil sampai semua orang bisa saja mencurigai dirinya, tetapi dia berpikir cepat dengan mengubah tubuhnya menjadi kucing agar ia bisa dibawa oleh Anastasia.


"Kalau begitu kartu identitas kalian..." Shinobu mengulurkan lengan kanannya, mereka semua memberikan kartu identitas yang di dapatkan dari Manusia pihak aliansi.


"Cyber... tolong Hack sistem mereka dan daftarkan kita semua ke dalam tentara yang mengurusi berbagai bidang pekerjaan." Perintah Shinobu selagi memegang lima kartu yang langsung discan oleh kacamata itu.


"Beri saya satu menit untuk mendaftarkan." Kata Cyber.


"Baiklah, kita mulai pembagian tugasnya." Shinobu mulai memunculkan sebuah hologram yang menunjukkan planet Mars berserta dengan beberapa bangunan modern.

__ADS_1


"Anastasia, kamu mau berbicara sekarang?" Tanya Shinobu kepada Anastasia.


"Tentu saja..."


"...jadi terdapat beberapa ruangan yang menyimpan berbagai macam senjata berbahaya karena dapat menyebabkan ledakan melebihi nuklir biasa seperti tadi."


Anastasia menunjuk sebuah bangunan di sebelah barat lalu ia menunjuk ruangan bawah tanah, "Manusia itu menyimpan cairan Vile Energi di dalam ini..."


"...kita perlu menghancurkannya agar mereka tidak bisa melawan bangsa asing dengan cairan berbahaya ini, semakin kau melawan maka semakin kuat luka yang disebabkan oleh energi ini."


"Tetapi aku dengar dari John bahwa bangunan ini dijaga cukup ketat, di bagian bawah kita akan bertemu dengan banyak sekali robot Manusia ciptaan Malaikat."


"Di bangunan ini... bisa dibilang ruangan pengendalian yang dapat mengarahkan serangan tembakan senjata mematikan terdapat di dalam Mars."


"Seseorang perlu memeriksanya lalu mengendalikan koordinasi agar senapan laser itu tidak melepaskan gelombangnya menuju Yuusuatouri, bisa dibilang kekuatan penuh saja sudah cukup."


"Satu lagi adalah ruang pengendalian pakaian yang mereka kenakan..."


"Aku dengar John baru saja mendapatkan kabar dari Fallen Angel bahwa pakaian baru mereka dapat menyerang serangan fisik lalu mengubahnya menjadi sesuatu yang menguntungkan bagi mereka."


"Baiklah, itu sudah cukup." Kata Shinobu yang mulai menandai ketiga bangunan itu.


"Kalau begitu langsung aku bagi saja... aku dan Anastasia akan memeriksa bangunan yang menghasilkan Vile Energy ini..."


"...Konomi dan Hinoka akan memeriksa ruangan pengendalian untuk mengubah koordinasi atau mungkin menahannya menggunakan ini." Shinobu memberikan alat yang dapat kerusakan sistem dan teknologi kepada Konomi.


Konomi menerimanya, "Kamu hanya perlu menancapkan alat itu kepada lubang kunci yang ada dalam mesin pengendali itu."


"Koizumi dan Ako akan memeriksa ruangan pengendali pakaian itu... matikan semua sistem itu, setelah kita mengurus semua itu maka serangan kejutan akan dimulai."


"Aku akan memberitahu kalian kapan akan menyerang." Kata Shinobu yang mulai menekan kacamatanya untuk meminta Tech mempersiapkan pasukan Mecha Neko bergerak menuju planet Mars.


"Semoga beruntung... cobalah untuk tidak tertangkap basah, aku tidak ingin John melarikan diri menggunakan roket pesawat."


Mereka semua mengangguk lalu melihat pesawat 1-3 telah mendarat di tempat pendaratan sampai tentara yang mengemudi itu mengajak mereka semua langsung menuju ruangan pemeriksa sebelum masuk ke dalam kota.


Pengemudi itu berhasil melewati pemeriksaan, sekarang hanya Shinobu bersama yang lainnya sampai tentara itu langsung menghentikan mereka lalu menanyakan soal kucing yang ia pegang.


"Kita ini Manusia... seharusnya mencintai alam dan makhluk hidup, ketika melawan bangsa Legenda tadi, aku menemukan kucing ini terjebak di dalam bangunan yang runtuh."


"Mungkin karena refleks jadi aku membawa dirinya... tenang saja, tanggung jawab kucing ini tentunya ada padaku." Kata Anastasia sampai penjaga itu mengulurkan lengan kanannya untuk meminta kartu identitas.


Anastasia memberikan identitas itu kepada penjaga tersebut lalu ia segera menempelkannya kepada sebuah mesin untuk mencari daftar yang menunjukkan wajah dan datanya.


Beberapa detik kemudian, layar di hadapannya menunjukkan Anastasia yang berhasil masuk ke dalam daftar tentara aliansi berkat bantuan Cyber yang sudah mengendalikan sistem di dalam planet Mars tanpa diketahui oleh para Hacker.


Mereka semua berhasil melewati pemeriksaan sampai tiba di kota yang begitu modern sampai menunjukkan banyak sekali warga yang sedang merayakan kemenangan mereka melawan Shinobu dan lain-lain.


"Berpencar." Kata Shinobu di dalam wujud kucing itu sampai mereka segera berpencar menuju bangunan yang sudah ditandai untuk mengurus hal kecil.


Anastasia menggendong kucing itu lalu bergegas masuk ke dalam bangunan yang menghasilkan banyak Vile Energy di sana, semua penjaga langsung hormat kepada dirinya karena mereka tahu dirinya mendapatkan tugas sebagai penjaga juga.


"Ganti shift... sekarang bagian diriku untuk menjaga." Kata Anastasia sampai para penjaga menunduk lalu bergegas pergi menuju pesta untuk minum bir.


"Koneko."


"Iya." Shinobu melompat lalu berubah kembali menjadi wujud Legendanya hanya untuk membuka pintu yang terjaga ketat di hadapannya.


Shinobu melihat pintu itu hanya bisa terbuka dengan mengombinasikan beberapa digit, tetapi ia langsung membukanya secara paksa dengan menempel alat yang langsung merusak sistem keamanan itu.


Pintu mulai terbuka lebar sampai memberikan Anastasia jalan untuk masuk ke dalam sampai menuruni beberapa tangga dengan Shinobu yang mengikuti dirinya dari belakang.


Anastasia baru saja sadar bahwa dirinya berduaan dengan seseorang yang sudah menyebabkan umat Manusia punah setengahnya, ia juga memiliki kesempatan emas untuk menghentikan dirinya sekarang juga.


Tetapi karena saking penasarannya dengan apa yang akan ia perbuat selanjutnya membuat dirinya terus menahan diri karena serangan yang dilakukan secara tiba-tiba juga akan menyebabkan dirinya malah diserang balik oleh Shinobu.


Ketika Anastasia tiba di dalam ruangan bawah tanah, ia bisa melihat tabung besar di hadapannya yang mengandung banyak sekali cairan hijau di dalamnya atau bisa disebut juga dengan Vile Energy.


"Baiklah, jika seperti ini... kita bisa---" Wajah Shinobu langsung menerima sebuah pukulan dari seseorang di belakangnya sampai mengejutkan Anastasia seketika.


"Koneko!" Anastasia melebarkan matanya ketika mengetahui seseorang yang menyerang dirinya adalah Shinobu palsu yang terbentuk dari senar pemberiannya kepada John.

__ADS_1


Anastasia tidak begitu tahu bahwa senar itu akan disimpan dalam ruangan ini mungkin untuk dijadikan sebagai penjaga lainnya yang tidak membutuhkan istirahat.


"Aaaagggghhh...!!!" Shinobu memuntahkan banyak sekali darah ketika menerima sebuah pukulan dari boneka yang berbentuk seperti dirinya.


Shinobu mencoba untuk melawan boneka itu tetapi ia terus tertekan sampai tubuhnya menerima banyak sekali luka dari serangan tersebut, Anastasia hanya bisa melihat dengan tatapan kaget.


"Sial... apa yang harus aku lakukan...?"


"Ahhhh...!!! AAGGGGHHH!!!" Shinobu menjerit keras ketika boneka itu menghantam dadanya sampai tulang rusuknya hancur.


"Koneko...?!" Anastasia memasang ekspresi bersalah ketika melihat Shinobu ternyata kalah telak ketika melawan boneka itu.


Melihat Shinobu yang terus dihajar dan disiksa oleh Anastasia hanya membuat dirinya bertambah semakin bersalah karena tujuannya adalah ia sendiri ingin mengkhianati kelima pemberontak itu ketika mereka mencoba untuk meraih kristal kekacauan itu.


"Kakak... sakit sekali..." Ucap Shinobu dengan tubuhnya yang dipenuhi darah sampai kedua air matanya mengalir deras melalui kedua matanya.


Anastasia mengepalkan kedua tinjunya lalu ia menghindari Shinobu yang terlempar ke arah dirinya, ia langsung menabrak tembok di belakangnya sampai pandangannya mulai buram seketika.


Boneka itu mengepalkan tinju kanannya sampai tabung yang berisi dengan Vile Energi itu memberikan kekuatan untuk kedua tinjunya sampai memancarkan cahaya hijau.


"Kuat sekali... sialan...!" Shinobu mencoba untuk menahan serangan yang akan dilakukan oleh boneka itu.


Boneka tersebut melesat maju ke depan lalu melancarkan satu pukulan untuk mengakhiri Shinobu...


Tetapi...


Anastasia langsung menghalangi Shinobu lalu mengeluarkan sebuah perintah untuk menghentikan serangan itu tetapi pukulan boneka itu terarah kepada perut Anastasia sampai tinjunya menebus perutnya lalu keluar dari belakang punggungnya.


"... ...!!!" Anastasia melebarkan matanya sampai mulutnya mengeluarkan banyak darah termasuk dengan lubang besar di perutnya yang meninggalkan luka bakar dari Vile Energy.


Boneka itu berubah kembali menjadi senar biasa sampai menyebabkan Anastasia terjadi di atas tanah dengan kesakitan yang ia rasakan dalam perutnya sendiri, "Agggghhh...!!!"


"Aaaaaahhhhhh...!!!" Anastasia menjerit kesakitan ketika ia baru saja dipukul oleh bonekanya sendiri.


"Kakak...!?" Shinobu memasang tatapan kaget sehingga ekspresinya berubah menjadi sedih karena ia baru saja membiarkan Anastasia terjatuh ke dalam masalahnya sendiri.


"Gawat... kenapa semuanya menjadi seperti ini...?" Batin Anastasia.


"Kakak... maafkan aku...!!! Kenapa...!? Kenapa kamu menghalangi jalanku...!?" Tanya Shinobu dimana matanya mulai berkaca-kaca sampai mata buatannya mengeluarkan oli.


"Aku... ingin membantu dirimu... bukannya tujuanmu masih belum selesai untuk memusnahkan umat Manusia...?"


"Tapi... aku... maafkan aku..." Shinobu menundukkan kepalanya sampai ia mulai menangis karena dirinya baru saja membiarkan Anastasia terluka cukup parah.


"Hweeeeeeeehhhhhhh...!!! Maafkan Koneko...!!!" Shinobu menangis sampai air matanya mengalir cukup deras sampai menetes di wajah Anastasia sampai menyebabkan dirinya bertambah semakin bersalah.


"Tenang... saja... luka ini tidak bisa menghentikan diriku begitu saja..."


"...kamu harus... memeriksa ruangan medis untuk mengambil... sesuatu yang dapat menyembunyikan luka bakar ini..."


"Hweeeeeeeehhhhhhh...!!!"


Shinobu terus menangis cukup keras seperti anak kecil sampai Anastasia mulai mengusap kepalanya untuk menenangkan dirinya agar ia mau mengambil sebuah ramuan yang menyembuhkan luka Vile itu.


"Koneko, tenang saja..."


"HWEEEEHHHHH.... Tidak bisa...!!!"


"Koneko... aku baik-baik saja..."


"Hiks... Hweehhhhh.... Hehehe..."


"... ...!?" Anastasia sempat mendengar suara yang berubah begitu cepat, yang awalnya menangis sekarang terdengar seperti tawa kecil.


"Hiks... Hehehe... Hehehe..."


"Hahaha..."


Anastasia menatap ekspresi Shinobu sehingga ia dikejutkan dengan kedua matanya yang begitu merah serta senyuman jahatnya.


"Hehehe..."

__ADS_1


"Ko-Koneko...?"


__ADS_2