Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1099 - Resolusi Akhir


__ADS_3

Zeindall melihat Shinobu dengan kekuatan barunya mulai melangkah menuju arah dirinya dengan ekspresi kesal, banyak sekali campuran aura di sekitar tubuhnya terutama lagi tatapan mengerikan itu tidak memperlihatkan ketenangan apapun.


Entah apa yang Zeindall rasakan saat ini karena semua itu memiliki perbedaan yang tercampur menjadi satu sehingga memunculkan rasa takut kepada dirinya, ia langsung memunculkan sihir Void melalui keempat tangannya.


"J... Jangan mendekat...!!!" Shinobu muncul tepat di sebelah Zeindall selagi menahan semua tangannya itu sehingga seluruh sihir Void yang coba ia gunakan berubah menjadi partikel cahaya emas yang membentuk daun.


"Bantulah diriku untuk bisa melampaui Brimgard ketika aku bertemu dengan dirinya nanti." Bisik Shinobu sehingga memicu rasa kesal kepada Zeindall yang langsung melancarkan serangan menuju arah dirinya.


"Kau menanggapi diriku hanya sekedar cobaan...!? Jangan meremehkan diriku karena aku adalah adik dari Abang Brimgard Zio!!!" Zeindall melancarkan banyak sekali serangan kepada Shinobu.


Shinobu menangkis semua itu menggunakan kedua lengannya sehingga serangan Zeindall terus melesat sampai ia hanya mengurangi seluruh tenaga dan kekuatannya ketika menerima sinar cahaya yang dilepaskan oleh dirinya.


Shinobu menghantam dada Zeindall sehingga ia melebarkan kedua matanya lalu tubuhnya terpental ke belakang dengan mengeluarkan banyak sekali benda tajam di dalamnya karena kemampuan Santet yang ia masukkan dalam pukulannya.


"Apa yang kau lakukan...?!"


"Tanduk ini... memperingati mereka yang mencoba untuk melawan diriku akan melemah, semua itu karena Golden Spirit yang sudah menyelimuti tanduk Pegasus ini." Jawab Shinobu.


"Kedua sayap emas ini juga membantu menstabilkan seluruh kekuatanku yang tercampur antar kebaikan dan kejahatan, bukannya itu keseimbangan yang menarik?"


"Hanya saja aku perlu pelan-pelan, aku baru saja membuka kunci menuju jalan baru sampai tidak ingin berisiko untuk menghancurkan semuanya..."


"...Pegasus membutuhkan proses yang pelan dan halus maka aku harus menyesuaikan semuanya agar bisa menjadi seperti Korrina Comi yaitu perwujudan dari Pegasus itu sendiri dalam wujud Legendanya." Shinobu mengepalkan tinju kanannya.


Shinobu mengetahui kemana Zeindall akan menyerang, ia langsung menahan banyak sekali pukulan dari belakangnya menggunakan tapak kanannya yang begitu emas, "Hraahhhh...!!!"


Zeindall terus melancarkan serangan yang beruntun tetapi Shinobu menahannya dengan cepat sampai pandangan Zeindall tidak melihat apapun kecuali cahaya yang menyilaukan pandangannya.


Sihir Void yang terlepas dari serangan Zeindall terus berubah menjadi partikel cahaya yang mengelilingi tubuhnya, Zeindall langsung melancarkan keempat lengannya sekaligus untuk mencoba menangkap dirinya.


Tubuh Shinobu langsung tembus seketika karena ia juga dapat menggunakan Golden Astral untuk mengubah tubuh dan keberadaannya menjadi seperti makhluk halus yang tidak bisa diserang sama sekali.


Zeindall mengerutkan dahinya kesal lalu ia merapatkan giginya karena saking frustrasinya tidak bisa menyentuh Shinobu sama sekali, walaupun dia masih menyesuaikan kekuatan itu.


Dirinya mendapatkan bantuan dari hasil perjuangan yang lain seperti sihir cahaya, kemampuan Astral, ilmu hitam dan kenal, dan yang lain-lain sehingga saat ini ia masih merasa belum puas karena tidak cukup untuk menghentikan Brimgard.


"Bagaimana kau bisa menghindar dan menahan seperti itu...?"


"Sejak kecil aku memang sudah belajar untuk tidak berpikir sampai membiarkan tubuh ini bertindak dengan sendirinya, dan tentunya cahaya juga adalah bagian dariku bersama dengan makhluk halus."


"Tidak seperti Kakek, daya kekuatan dan kecepatanku benar-benar seimbang dan setara sampai yang aku butuhkan adalah resistensi serta daya tahan agar bisa melanjutkan tugasku untuk mencari jawaban yang terpendam!"


"Omong kosong...!!! Ketangguhan itu absolut, ketangguhan yang akan menjadi resolusi terakhir!!!" Seru Zeindall keras yang langsung melepaskan sihir Void besar melalui tubuhnya sampai ia langsung diselimuti dengan kemampuan dari Void.

__ADS_1


"Semua kehidupan memiliki awal, maupun sehebat apapun dirimu... walaupun sudah berkuasa sebagai yang kuat, aku hadir untuk menetralkannya." Shinobu mengulurkan kedua lengannya ke depan.


Zeindall melesat maju menuju arah Shinobu yang langsung menyelimuti tubuhnya dengan cahaya dari Golden Spirit sehingga seluruh kemampuannya menginjak titik nol sampai seluruh sihir Void yang melindungi tubuhnya menghilang seperti tidak pernah ada.


"Golden Spirit... kau akan menginjak titik nol untuk sementara, jika aku bisa mengakses Golden Spiritual maka rasanya kau tidak akan pernah memiliki sihir Void!" Shinobu mengangkat Zeindall ke atas langit.


"Ketangguhan? Apakah kau bisa menghentikan ini?" Tanya Shinobu yang mulai mengangkat lengan kanannya ke atas lalu ia menurunkan tinju kirinya sampai menyentuh daratan.


"ROAAARRR...!!!" Shinobu meraung keras sampai ia melesat ke atas langit lalu menghancurkan dada Zeindall menggunakan satu pukulan yang melepaskan Pegasus emas melalui punggungnya itu.


Hantaman itu langsung menghancurkan tubuh Zeindall sampai berkeping-keping sehingga menyebabkan ledakan cahaya yang dapat semua orang rasakan di dalam ruang ketiadaan itu.


Shira menatap ledakan cahaya indah yang langsung membentuk seekor elang yang melesat ke atas langit sampai menabrak seluruh tubuh Zeindall yang berkeping-keping.


"Shinobu... kau memang perwujudan dari kebanggaanku, lihatlah sekarang dirimu yang dulunya selalu di anggap remeh..."


"...dengan perjuangan dan usaha yang kau jalankan, semua itu memberikan hasil memuaskan untuk dirimu, tetapi lebih hebat lagi kau terus berjuang dan belajar tanpa henti."


"Mungkin aku juga harus mengikuti jalanmu yang cukup menakjubkan." Shira tersenyum serius lalu ia menatap Brimgard yang masih berlutut di atas tanah selagi menundukkan kepalanya.


Shinobu melirik ke belakang hanya untuk melihat Zeindall pulih secara instan tetapi seluruh kekuatannya masih berada di titik nol karena efek dari Golden Spirit, "Jika saja aku memiliki kemampuan untuk menghapus sejarahmu."


"Jika Brimgard memiliki inti kehidupan dalam sebuah sejarah maka kau juga tidak jauh berbeda, di titik itulah aku harus belajar." Shinobu menatap Zeindall yang masih terlihat kaget.


"Gaaghh...!" Zeindall bangkit dengan lubang besar di dadanya yang tak dapat disembuhkan karena pukulan tadi benar-benar meninggalkan bekas luka karena semuanya dicampur dengan cahaya dan ilmu hitam.


"Apakah kau mulai menyesali pilihan yang diberikan oleh Nenek Korrina...? Jika kita semua bekerja sama maka tidak ada lagi yang namanya perbudakan karena kita bisa menghentikan Zephyra bersama-sama."


"Diam kau, semua ini bukan tentang perbudakan melainkan kita bangsa Zerdian serta penghuni Kountraverse menginginkan kemenangan hanya untuk terlepas dari layer ini..."


"...masih ada kehidupan baru di luar layer ini yang kemungkinan memiliki eksistensi lebih tinggi dari kita semua yang disebut sebagai Higher Being...!"


"Ketangguhan itu... ABSOLUT!!!" Zeindall melepaskan banyak sekali sihir Void yang langsung mengepung Shinobu dari arah berbeda agar dirinya tidak bisa melancarkan serangan apapun atau melakukan pergerakan yang ceroboh.


Shinobu menarik nafas dalam-dalam lalu ia melancarkan satu tendangan ke belakang sehingga mengenai wajah Zeindall, "Apakah aku harus mencoba untuk melepaskan semuanya agar bisa menghapus dirimu?"


Zeindall merasa kesakitan sehingga ia langsung berlutut di atas tanah selagi menutupi perutnya yang dipenuhi luka, Shinobu sempat mengalihkan pandangannya kepada Brimgard yang berhasil bangkit lalu melepaskan materi gelap yang menyebar menuju mereka semua.


Kuro, Shira, dan Haruki langsung memunculkan banyak sekali perisai dan pertahanan di hadapan mereka untuk menahan serangan materi gelap itu yang terus membesar tanpa batas.


"Lepaskan semua kekuatan kalian sampai titik akhir...!!!" Seru Kuro yang mencoba untuk menyerap semua materi gelap itu menggunakan kedua tapaknya yang memiliki lambang Greed.


Shira dan Haruki mencoba sekuat mungkin sampai menyebabkan kedua lengannya bergetar tanpa kendali apapun, urat mereka juga terus menonjol keluar karena cobaan keras yang mereka lakukan.

__ADS_1


Materi gelap itu menghilang secara instan lalu berubah menjadi kobaran api surga yang mengejutkan ketiga Legenda itu, mereka menoleh ke belakang lalu melihat Korrina yang mengulurkan lengan kanannya ke depan.


"Maaf karena sudah memberikan tugas yang berat kepada kalian bertiga, teman-teman."


"Kerja sama terakhir, kita harus melakukannya sebisa mungkin... pertukaran terakhir itu adalah sebuah tanda dimana Ragnarok akan usai."


Korrina memperlihatkan beberapa pasukan yang khususnya menyerang dari jarak jauh mulai datang,  "Legends Never Dies...!"


""Legends Never Dies...!!!"" Mereka berempat langsung melesat secepat mungkin dari arah yang berbeda untuk melawan Brimgard.


Brimgard melepaskan teriakan keras lalu ia menabrak mereka semua dengan tubuhnya yang besar sampai mereka terpental ke belakang lalu kembali bangkit hanya untuk melancarkan serangan yang beruntun.


Kuro dan Korrina menyerang Brimgard dari depan dengan melancarkan banyak sekali serangan menggunakan senjata mereka sedangkan Brimgard sendiri menerima serangan lainnya dari Haruki dan Shira.


Tekanan itu memberikan Brimgard kesulitan untuk menghadapi keempat Legenda yang mengerjakan kekuatan penuh mereka, Kuro menghantam wajah Brimgard sampai ia terdorong ke belakang lalu menerima tendangan kombinasi yang dilakukan oleh Shira dan Haruki.


Mereka berempat langsung menghindar ke sebelah kanan dan kiri sampai Brimgard menerima sambutan dari serangan peluru energi dan jutaan panah yang di lepaskan oleh Ako dan Konomi.


Kuro dan Shira melesat menuju arah berat sedangkan untuk Korrina dan Haruki, mereka memilih jalur timur untuk menyerang Brimgard secara koordinasi sampai tubuhnya langsung menerima tabrakan Leviathan yang dilepaskan oleh Hana.


Keempat Legenda itu melancarkan satu serangan secara bersamaan sehingga mengenai tubuh Brimgard yang langsung merasa frustrasi sampai tubuhnya melepaskan banyak sekali materi gelap yang menghempas merek semua ke belakang.


Brimgard melesat secepat mungkin menuju arah pasukan yang menyerang dirinya dari jauh lalu meratakan mereka sekaligus dengan melepaskan serangan Nothingness, untungnya Konomi dan Ako berhasil menerima perlindungan dari Korrina.


Tubuh Brimgard langsung terpental ke belakang karena tsunami yang dilepaskan oleh Hana, ia juga membentuk semua tsunami itu menjadi ratusan Leviathan yang menyerang dirinya sampai menyebabkan Brimgard tergeletak di atas tanah.


Brimgard langsung menerima gigitan Leviathan yang mengunci dirinya untuk tidak bergerak, Ako dan Konomi juga terus menyerang dirinya dengan serangan jarak jauh sampai ia terus tertekan dengan tenaga yang melemah.


"Ketangguhan...!!!"


"Itu...!!!"


"...ABSOLUT!!!" Seru Brimgard keras lalu pandangannya melihat keempat Legenda melesat menuju arah mereka dengan serangan terakhir mereka yang akan dilepaskan.


Dalam waktu yang bersamaan Zeindall juga mengalami waktu kesulitan dimana Shinobu mengepalkan tinju kanan emasnya itu yang dikelilingi dengan Neutron Emas.


"Golden...!!!" Shinobu melesat menuju arah Zeindall.


"...Neutron...!!!" Neutron emas itu menyatu dengan pukulannya sampai tinjunya terlihat seperti cahaya yang sangat menyilaukan.


"...OVERDRIVEEEEE!!!"


Brimgard dan Zeindall dapat melihat semua serangan itu mendekati dirinya sehingga mereka memasang tatapan kesal l, "Ketangguhan itu..."

__ADS_1


""...ABSOLUT!!!""


__ADS_2