
Shira melihat daging di hadapannya membentuk mulut tetapi ia berhasil menangkap kedua temannya untuk menghindari mulut tersebut sebelum ia di makan.
"Keledai kampung... kalian tidak akan pernah bisa menemukan lumpur yang kalian cari." Zoiru mulai tertawa dan duduk di atas udara selagi mengangkat kakinya ke atas kaki lainnya.
"Brengsek...!!! Brengsek...!!!" Shira sekarang kehilangan kesabarannya sampai ia mengepalkan kedua tinjunya lalu maju ke depan untuk memukulnya.
Namun, Zoiru menghilang seketika dan muncul tepat di belakang Shira sehingga Shira menoleh ke belakang dan meluncurkan satu gumpalan emas yang menyebabkan ledakan tepat di hadapannya.
"Bagus, bagus, berusahalah lebih keras lagi, Shira. Usaha adalah kunci untuk menghancurkan kemustahilan dan melampaui segala hal." Zoiru tersenyum selagi menyilangkan kedua lengannya.
"Hah... hah... hah..." Shira merasa lelah karena Lenergy dan kekuatannya yang terus di hisap oleh isi tubuh Bamushigaru bahkan ia sendiri tidak yakin berkah dari surga akan bertahan lama.
"Pada akhirnya, yang harus aku lakukan hanya menunggu dirimu untuk membuat diriku kagum lagi, Shiratori Shira."
"Menunggu dirimu untuk menggunakan kekuatanmu yang tidak berguna seperti itu, sudah tidak lagi dapat memuaskan diriku."
"K-Kau... sialan...!" Shira mencoba untuk melawan tetapi tubuhnya terasa seperti menolak dirinya untuk melakukan sesuatu sampai ia sendiri mencoba sekuat mungkin untuk melawan.
"Ada apa? Saat kau berhenti bergerak, yang bisa kau lakukan hanyalah membiarkan dirimu di lahap oleh daging-daging itu." Zoiru muncul di belakang Shira dan menendang kepala bagian belakangnya sampai ia terhempas ke depan.
Shira berubah menjadi cahaya lalu ia bersembunyi di balik tembok daging selagi mengumpulkan nafas.
"Ketemu kau, Shira. Kau cukup buruk dalam bermain petak umpet ya." Zoiru mulai tertawa dan melihat Shira melarikan diri lagi dengan terbang secepat mungkin.
Zoiru menangkap kaki Shira dan ia langsung menoleh kepada Zoiru lalu melepaskan sinar cahaya tajam yang mampu memotong kedua lengannya itu sampai Shira kembali bebas.
Semua luka yang Zoiru terima kembali pulih, melihatnya saja membuat Shira merasa frustrasi dan kesal karena ia tidak tahu harus apa sekarang.
"Ugh..." Kuro membuka kedua matanya dan ia bisa melihat Haruki berbaring di sebelahnya dengan kondisi yang sama-sama terluka.
"Oi, Haruki... bangun..." Kuro mulai memulihkan kondisi dan ia kembali sadar, kali ini terlihat seperti sesak nafas berada terlalu lama di dalam tubuh Bamushigaru.
Haruki bisa melihat Zoiru yang sedang mempermainkan Shira sampai tubuhnya dipenuhi luka karena menerima beberapa serangan dari Zoiru.
"Kita harus membantunya..." Kata Haruki yang kembali bangkit tetapi Kuro menghalang dirinya karena jika mereka mendatangi Zoiru lagi maka itu sama saja dengan bunuh diri.
"Biarkan Shira seperti itu... dia sangat keras kepala dalam menghadapi kematian dan kesakitan, garis keturunan dirinya akan membantunya untuk terus bangkit..." Kata Kuro.
"Untuk sekarang kita memikirkan sebuah rencana agar bisa keluar dari tempat ini..." Haruki langsung setuju dengan perkataannya karena ia sendiri lelah bertarung melawan Zoiru.
"Kau benar-benar keledai Legenda yang berbeda, seharusnya, kau sudah kehabisan kekuatanmu sejak tadi karena di makan oleh semua daging Bamushigaru." Kata Zoiru.
"Aku masih mempunyai kekuatan yang cukup untuk membunuhmu... dan aku tidak tahu arti dari menyerah atau mati... kamus apa itu?" Tanya Shira sehingga tubuhnya mengeluarkan banyak sekali cahaya.
Zoiru bisa melihat Shira melepaskan semua sihir cahayanya melalui aura dan tubuhnya, semua sihir itu terbang ke arah berlawan sampai mengenai dinding dan lantai daging itu.
__ADS_1
Zoiru tidak menerima semua sihir itu karena tubuhnya melepaskan udara yang berhasil memindahkan semua cahaya itu sampai ia hanya bisa menertawakan Shira.
"Kau buta ya? Aku sudah tidak mengerti dengan dirimu yang mencoba untuk menyerang sesuatu..." Kata Zoiru sambil duduk di atas udara dengan mengangkat kakinya lagi.
"Kau membidik ke arah---" Zoiru melebarkan matanya ketika melihat jantung yang mengurung Ophilia di dalam hampir saja terkena oleh sihir cahaya itu.
Haruki dan Kuro melihat Zoiru muncul tepat di depan jantung Ophilia lalu menghapus semua sihir itu sehingga mereka merasakan sesuatu yang janggal sekarang.
BAAMMMMM!!!
"Haruki... kau lihat tadi?" Tanya Kuro.
"Ya... ternyata benar... Kou bilang bahwa jantung yang mengurung Ophilia adalah inti dari kebangkitan Bamushigaru." Jawab Haruki.
"Jadi Bamushigaru memang bangkit secara paksa, itu lah kenapa dia masih lemah kata Zoiru... lemah saja sudah mengerikan seperti ini, apa yang terjadi jika bangkit secara sempurna."
Haruki dan Kuro mulai bergerak secara diam-diam mendekati jantung Ophilia, di sisi lainnya Shira bangkit selagi mengulurkan lengannya untuk mempersiapkan beberapa serangan lagi.
Shira mencoba untuk mencari Zoiru yang menghilang entah kemana, tatapannya terlihat lelah bahkan ia sampai berlutut di atas lantai daging itu dengan kekuatan yang terus di makan oleh Bamushigaru.
"Berkah surga itu... sepertinya akan hilang sebentar lagi..." Shira terus mengumpulkan nafasnya bahkan tubuhnya sampai dipenuhi keringat.
Zoiru muncul di hadapan Shira lalu ia memegang kepalanya dan menendang wajahnya menggunakan lututnya sampai wajah Shira dipenuhi dengan darah, mata kanannya mulai hancur.
"Sepertinya kekuatan itu tidak cukup untuk membunuh diriku, ya?" Tanya Zoiru, melihat Shira yang terluka cukup parah.
Zoiru melihat Shira mencoba untuk melepaskan sihir lain tetapi ia langsung memegang tangannya dan meremukkan tulang di dalamnya sampai meringis kesakitan.
"Ohh... kau tidak menjerit, sepertinya keledai sepertimu sudah terbiasa merasakan kesakitan." Kata Zoiru, melihat Shira mengerutkan dahinya selagi merapatkan giginya itu.
"Sudah waktunya untuk pulang, Shiratori Shira... setelah kau di makan, aku janji akan menjelajahi masa lalu dan masa alternatif untuk memakan kedua orang tuamu juga." Perut Zoiru memunculkan mulut yang besar.
"Kalian semua akan berkumpul sebagai keluarga di dalam perut Bamushigaru..." Zoiru tersenyum, Shira tidak bisa melakukan apa-apa lagi kecuali menatap mulut yang terus terbuka dan tertutup.
"Yang akan mati adalah kau sekarang, Shiratori Shira! Tidak ada kesempatan lagi...!"
"Aku tidak yakin soal itu!" Seru Haruki.
Suara Haruki langsung menarik perhatian Zoiru dan Shira, mereka menatap Haruki bersama Kuro yang sudah menyentuh ujung jantung itu menggunakan pedang mereka masing-masing.
"Ini bukan satu-satunya hal yang mungkin terjadi..." Kata Kuro sambil memotong daging jantung itu pelan-pelan.
"Apa yang akan terjadi jika kami memotong jantung ini ya?" Tanya Haruki dengan senyuman serius.
"Apa...!?" Zoiru terkejut melihatnya, ia tidak menyangka bahwa Kuro dan Haruki akan menemukan kelemahan Bamushigaru sementara karena wujudnya yang masih belum sempurna itu.
__ADS_1
"Aku ingin tahu, apakah itu mungkin akan menguntungkan bagi kami?" Tanya Kuro selagi mengancam Zoiru dengan memotong jantung itu pelan-pelan.
"Kami sudah tidak sabar..." Haruki tersenyum lebar.
"Apakah tubuhmu akan kembali seperti biasanya dimana luka mutlak yang di sebabkan oleh keris Kou akan muncul lagi?" Tanya Kuro.
"Oi! Berhenti dulu...!" Zoiru langsung menjauhi Shira, mencoba untuk tidak melakukan pergerakan bodoh karena ia sendiri sudah berada di dalam keadaan sekak.
"Tampaknya sudah jelas bahwa kekuatanmu akan menurun setelah aku menghancurkan jantung ini... kau akan kembali memiliki tubuh dengan luka mutlak." Kata Haruki.
"Mari kita melakukan sumpah lagi... aku sudah memberi kalian kesempatan hidup selama ini, apakah kalian tidak akan membayarnya?" Tanya Zoiru.
"Rasanya aneh... tetapi kami sudah melakukan sumpah terlebih dahulu kepada Kou Comi!" Seru Kuro yang mulai mempercepat tangannya untuk memotong jantung itu sampai putus.
Shira bangkit, melihat kedua temannya berhasil mengancam Zoiru sampai membuat dirinya panik seperti itu, ia mendapatkan kesempatan untuk memulihkan tubuhnya sendiri.
"Ini pertama kalinya aku melihatmu panik seperti itu, kau tampak sangat terganggu dan malang melihat peliharaanmu itu mati bukan?" Tanya Haruki.
"Brengsek kalian...!!!" Zoiru merapatkan giginya.
"Menarik sekali... apakah kau pikir kami akan mendengarkan apa yang sumpah kau katakan itu?!" Seru Haruki yang mempercepat memotong daging jantung itu.
"KELEDAI SIALAAAN!!!" Zoiru maju ke depan, mencoba untuk menghentikan mereka tetapi Haruki dan Kuro menggunakan kekuatan penuh sampai mereka berhasil memutuskan jantung itu.
Jantung itu meledak dan menjatuhkan Ophilia yang masih pingsan, Kuro segera menangkap dirinya lalu ia melihat Zoiru terjatuh di atas daging itu dengan tubuh yang setengahnya terbakar dengan api hijau.
***
"GROOOOOOOAAAAGGGGGHHH!!!" Bamushigaru menjerit kesakitan sampai ia tidak bisa melakukan serangan apapun kecuali menjerit kesakitan ketika jantung Ophilia telah di putuskan.
Tubuhnya mulai memunculkan beberapa lubang kecil yang mengeluarkan banyak sekali darah sampai Bamushigaru terus menjerit kesakitan, membuat semua pasukan terlihat kebingungan.
"Sekarang kesempatan kalian semua...!!! Lepaskan semua serangan kalian secara keseluruhan!!!" Seru Kou yang melihat sebuah tanda bahwa mereka berhasil memutuskan segel jantung itu untuk melemahkan Bamushigaru.
Di dalam tubuh Bamushigaru, Shira melihat Zoiru berubah menjadi daging dan menghilang begitu saja sampai mereka mulai bertambah waspada.
"Hati-hati, dia bisa saja muncul kapan pun dan dimana pun..." Peringat Shira yang telah kembali pulih seperti biasanya berkat cahaya di dalam jantungnya.
"Kali ini sepertinya berbeda." Kata Kuro.
"Kita sudah menghancurkan jantung segel itu dan mendapatkan Ophilia, solusi terakhirnya adalah melarikan diri secepat mungkin dari dalam perut Bamushigaru." Ucap Kuro yang mulai melihat sekelilingnya.
"Ayo kita melarikan diri secepat mungkin...!" Seru Shira yang mulai terbang pergi meninggalkan tempat itu.
""Ya!""
__ADS_1