Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 382 - Simbol Cinta


__ADS_3

Rokuro tidak menyangka apa yang baru saja ia lihat dengan kedua matanya, sesuatu yang seharusnya tidak boleh ia lihat di umurnya yang sudah menginjak dewasa, walaupun mereka sekarang melaksanakan hubungan pacaran tetapi tindakan seperti ini sudah keluar dari batasan dan hubungan tersebut tidak bisa dibilang sehat lagi, Rokuro tidak menyangka bahwa Haruka akan memiliki sesuatu yang sangat indah di bawah itu, warnanya yang terlihat begitu bening sehingga menarik nafsu besar di dalam dirinya sampai dosa [Lust] muncul.


"Rokuro... aku tidak menahannya lagi... itumu sudah besar... mari... hari ini adalah hari yang cukup aman bagi diriku, aku tidak akan hamil kok..." Haruka tersenyum, senyuman itu menandakan dirinya yang sudah mempercayai Rokuro lebih dari apapun sampai ia rela mengorbankan keperawanannya.


Rokuro perlahan-lahan mendekati Haruka untuk melihat lebih dekat lagi, Haruka sudah menantikannya dan pikirannya entah pergi kemana sampai ia memiliki keberanian tinggi untuk meminta Rokuro melakukan suatu hal yang mesum.


"Jika kau menginginkan itu maka... Baiklah, Haruka." Rokuro memegang kedua lutut Haruka sehingga mereka dikejutkan dengan ledakan kembang api yang muncul di atas langit, ledakan yang tercipta melalui kembang api itu otomatis membuat mereka terkejut bahwa sampai sadar kembali.


Pikiran mereka yang tadinya mesum kembali sadar ketika melihat ledakan kembang api yang begitu berisik dan terlihat indah, sepertinya perbuatan mesum mereka akan berhenti sekarang juga dengan suasana yang sangat canggung dan bahkan Haruka sampai menutup tubuhnya kembali dengan handuk.


***


"... ...!" Kou melompat-lompat untuk memberitahu Honoka bahwa pembukaan acara sudah di mulai, Honoka menatap keluar jendela sehingga ia bisa melihat kembang api yang bermunculan dimana-mana, sepertinya hari ini adalah hari yang cukup menyenangkan untuk bisa merasakan kembali seluruh kedamaian ini, tidak lama lagi perayaan orang tua dimana Kou pasti akan merasa sedih ketika mengingat kedua orang tuanya.


"Kou." 


Kou menatap Honoka dengan wajah penasaran, Honoka mulai meraih kedua tangan Kou dan mencoba untuk mengajak dirinya keluar karena ia ingin menikmati musim sejuk ini bersama Kou sebelum ia memikirkan sesuatu tentang Korrina, beruntungnya Minami menghubungi mereka melalui layar virtual sehingga Honoka langsung menjawab dirinya dengan menyentuh layar itu dan terlihatlah gambar Minami di layar tersebut.


"Honoka, Kou, bagaimana jika menghabiskan waktu bersama di tempatku? Ibuku baru saja mengijinkan-nya, kita rayakan kedatangan musim sejuk ini bersama-sama! Dimana, Haruka?" Tanya Minami.


"Ahhh... Kakak sedang tidak berada di sini, ia sibuk di tempat lain tetapi tawaran itu apakah masih berlaku untuk kami?"


"Tentu saja, mari-mari!"


Minami mengundang Honoka dan Kou untuk menikmati makan malam bersama bahkan ia sendiri menawarkan mereka berdua untuk menginap di rumahnya karena hari ini cukup spesial, itu artinya liburan untuk semua Legenda. Honoka dengan senang hati akan menerimanya dan ia juga tidak lupa untuk memberitahu Haruka nanti karena hari ini ia tidak ingin mengganggu waktu Haruka bersama Rokuro yang sedang bermesraan.


Tanpa menghabiskan waktu lainnya, mereka berangkat menuju rumah Shiratori Shira untuk menginap, Honoka tidak lupa untuk mengunci dan mematikan seluruh sistem di Comi's Corporation untuk menghemat tenaga, kemudian mereka pergi bersama-sama dengan naik ke dalam mobil yang dikendarai oleh Honoka. Pemandangan yang mereka lihat terlihat begitu indah bahkan Honoka terpaksa untuk melewati jalan luas yang dipenuhi dengan pasangan berbeda-beda sehingga Kou mulai mengetuk jendela beberapa kali untuk memperingati Honoka.


"Kenapa, Kou? Melihat sesuatu yang menarik?" Honoka melebarkan matanya dan hampir saja menabrak sesuatu karena ia dikejutkan dengan Haruka dan Rokuro yang sedang bergandengan tangan selagi menikmati camilan yang sama, mereka terlihat begitu serasi dan romantis entah kenapa sehingga Honoka juga ikut senang ketika melihatnya. 

__ADS_1


Kou bertepuk tangan untuk menunjukkan rasa senangnya kepada Kakaknya yang akhirnya memiliki seorang pacar yang dapat menjaga dirinya dari dekat, kesenangan Haruka sudah pasti akan meningkatkan sekarang bahkan berkali lipat, ia tidak perlu lagi merasa sedih dan kesepian karena Korrina yang sudah pergi selama lima tahun dan tidak pernah kembali tanpa memberi kabar apapun, Honoka sekarang mencoba untuk tidak menghiraukan mereka dengan menginjak agar untuk mempercepat perjalanannya menuju rumah Shira.


Mereka tidak melihat sampai akhir karena Haruka dan Rokuro bertujuan untuk melanjutkan sesuatu yang belum dilaksanakan sebelumnya karena ledakan kembang api yang mengangggu mereka, setelahnya suasana terasa sangat canggung, untungnya Rokuro dapat dengan mudah memperbaikinya dengan mengajak Haruka ke suatu tempat karena suhu udara bertambah dingin, mereka setuju dengan satu sama lain untuk melanjutkan apa yang seharusnya mereka lanjutkan di pemandian air panas tadi.


[Love Hotel], untungnya Honoka tidak sempat untuk melihat Haruka dan Rokuro pergi menuju hotel cinta selagi bergandengan tangan, tidak lama kemudian mereka sudah masuk ke dalam hotel itu yang memiliki ruangan sangat luas bahkan dipenuhi dengan pasangan yang terlihat mewah dan dewasa, rasa gugup terus menyerang diri mereka masing-masing bahkan jantung mereka berdetak tanpa henti.


Rokuro sangat gugup bahkan ia tidak bisa memfokuskan pikirannya yang terus mengingat alat kelamin Haruka yang begitu indah, ia juga bisa melihat tubuhnya memiliki beberapa garis merah yang melambangkan kutukan Comi, entah kenapa kutukan itu terlihat begitu indah karena memiliki motif yang sama seperti bunga dan gambaran lainnya, semoga saja kutukan itu tidak melukai dirinya dan ia ingin sekali menanyakannya kepada Haruka.


Haruka mengalihkan pandangannya kepada Rokuro dan ia dikejutkan dengan asap yang keluar melalui kepalanya itu, mungkin karena tubuhnya yang berkeringat dan merasakan suhu panas karena efek dari pemandian air panas jadi asap keluar dari kepalanya, Haruka mengeluarkan sapu tangan lalu ia mendekati Rokuro untuk mengusap rambut dan wajahnya yang berkeringat, pandangan mereka saling bertemu sehingga wajah mereka mulai memerah sampai melepaskan asap yang sama karena suhunya terus bertambah panas.


"Sepertinya pemandian air panas tadi cukup dahsyat ya... kita sampai mengeluarkan asap melalui kepala kita masing-masing."


"Terima kasih..."


Mereka menghabiskan sedikit waktu untuk memesan sebuah minuman dingin agar suhu tubuh mereka bisa menurun, Rokuro menempati minuman dingin itu dengan kepalanya untuk mendinginkan kepalanya yang terasa terbakar karena terus membayangkan tubuh telanjang Haruka yang begitu indah, entah kenapa ia merasa beruntung untuk memiliki dirinya, jika ia menawarkan keperawanannya maka ia pantas untuk dijadikan sebagai istri di masa depan, itu artinya Shimatsu dan Comi akan menjadi satu keluarga yang. 


Pikiran Rokuro terus bercampur aduk sehingga ia menatap Haruka yang baru saja menghabiskan minuman dingin-nya itu, tanpa menghabiskan waktu lebih lama lagi Rokuro sebagai seorang pria memimpin untuk memesan kamar paling atas agar tidak ada satupun orang yang dapat mengganggu dirinya, tersedia satu ruangan pas yang terisi kasur hati dengan lampu berwarna merah muda, pantas untuk malam pertama mereka.


Ketika mereka masuk ke dalam kamar itu, suasana hati Haruka malah membaik sehingga rasa gugup itu menghilang seketika karena dapat melihat pemandangan yang begitu indah di hadapannya, ia mulai menghampiri jendela besar di hadapannya lalu melihat pemandangan yang dipenuhi dengan cahaya partikel musim sejuk dan cahaya yang berasal dari semua gedung bahkan ia bisa melihat gedung Co.Corp yang sudah tutup, kemungkinan besar Honoka dan Kou saat ini sedang pergi, itu yang Haruka pikirkan.


Haruka memeriksa kamar mandi dan ia dikejutkan dengan luasnya yang begitu besar terutama bak mandi yang sangat ia sukai, sudah saatnya untuk melanjutkan rencana dengan keberanian tinggi di dalam dirinya, ia harus bisa meneruskan keturunan Comi terutama Ibunya yang mampu melakukan pergerakan pertama bahkan sampai memiliki delapan anak sampai sekarang.


"Rokuro, aku akan mandi duluan..."


"Mandi? Ahh... ya..."


"Jangan mengintip... kupukul loh."


"Terserah." Rokuro melepas jas-nya lalu ia menempatinya di atas kasur yang begitu besar, ia terus menatap kasur itu sampai pikirannya mulai memunculkan beberapa gambaran tentang dirinya yang akan bersenang-senang bersama Haruka dalam melakukan observasi terhadap tubuh satu sama lain, pasti rasanya akan sangat nikmat karena ia sendiri sudah boleh melakukannya karena memiliki umur yang lebih yaitu 19 tahun.

__ADS_1


Rokuro duduk di atas sofa selagi menyilangkan kedua lengannya, pikirannya terus terpengaruh dengan dosa Lust dan semuanya sudah terlambat karena Haruka yang mengajak dirinya dulu, otomatis seorang pria pasti akan tertarik dengan seorang wanita yang mengajak dirinya untuk melakukan sesuatu yang dewasa seperti mengambil keperawanan seorang gadis. Rokuro sadar bahwa pintu kamar mandi terbuka sedikit, rasa ingin mengintip tiba-tiba meningkat tinggi tetapi ia mencoba untuk menahannya karena ia harus melakukannya sekarang agar dapat memiliki Haruka sepenuhnya.


"Bodoh..." Haruka mematikan lampu sehingga Rokuro menatap ke depan dan melihat Haruka yang sudah telanjang duluan, hal itu membuat wajah Rokuro memerah bahkan ia sampai tidak ingin mengalihkan pandangannya.


"Kenapa kamu tidak menyerang diriku terlebih dahulu di kamar mandi...? Aku sudah siap kapanpun..."


"Apa...?"


"Kenapa kamu tidak masuk ke dalam kamar mandi? Aku sudah memberimu tanda yaitu pintu terbuka untuk membiarkan dirimu masuk..."


"Apa...!?"


"Kamu tidak mencintai diriku ya... padahal aku ingin kau memimpin semuanya..."


"Bukan begitu, aku mencintai dirimu, Haruka... seharusnya kau tahu bahwa aku juga memiliki harga diri sebagai seorang pria untuk tidak mengintip seseorang yang sedang mandi!"


"Kenapa... kenapa kamu tidak ingin membuat pergerakan yang pertama... aku... aku sangat-sangat mencintai dirimu..." Haruka mulai menangis, rasa sedih dan kesepian-nya muncul secara tiba-tiba sehingga ia memiliki perasaan menyakitkan karena tidak ingin ditinggalkan oleh seseorang yang ia cintai.


"Aku sangat takut... kesepian... bahwa suatu hari nanti... kamu akan meninggalkan diriku..." Rokuro mulai mendekati Haruka lalu ia menggenggam kedua bahunya dan menatap kedua matanya dengan tatapan serius.


"Tidak perlu merasakan hal itu... aku disini..."


"Aku sudah terlalu mencintai dirimu sehingga aku tidak ingin kita berpisah... ini adalah pertama kaliku untuk merasakan perasaan untuk memiliki seseorang sepenuhnya hanya untuk diriku saja! Aku tidak tahu harus apa... aku tidak ingin merasakan kesepian lagi tanpa dirimu..."


"Jangan menangis..." Rokuro menghapus air mata Haruka.


"...sudah tugasnya seorang pria untuk menjaga gadis yang ia sangat cintai. Aku berjanji untuk tidak pernah meninggalkan dirimu karena kamu adalah gadis satu-satunya untukku, aku akan menerobos seluruh pertahanan yang menjaga diriku untuk mencoba meraihmu, kau tidak perlu bersikap pesimis... manfaatkan lah semua ini dengan benar..." Rokuro terlihat serius dan perkataan serta tatapannya itu sudah cukup untuk membuat Haruka kembali senang, ia sampai tersenyum lebar dan memeluk Rokuro erat, sangat erat sehingga ia tidak ingin melepaskannya.


"Aku sangat mencintaimu, Rokuro, aku ingin selalu bersama dirimu untuk selama-lamanya." Perkataan Haruka adalah sebuah penentang tentang cinta mereka berdua yang benar-benar asli dan serasi, cinta ini tidak akan bisa hancur karena sudah di gembok dengan bahan yang sangat ketat.

__ADS_1


Setelah itu mereka menghabiskan waktu bersama dengan saling bercinta dan menikmati malam musim sejuk ini bersama-sama dengan penuh kedamaian dan juga cinta yang begitu hangat.


__ADS_2