
Planet yang mereka tempati saat ini sudah hancur sampai bentuk planet tersebut berubah drastis hanya karena satu pukulan yang mengubah bentuknya menjadi pipih hampir seperti piring raksasa yang berputar di luar angkasa.
Banyak sekali korban elf berjatuhan dan tentunya dampak dari setiap wilayah yang berada dalam planet itu bertambah sangat kacau sampai terjadi guncangan tanpa henti saat ini karena Demetra yang berubah menjadi Golem.
Ako dan Hinoka langsung melepaskan banyak sekali sihir yang mengenai wajah Demetra, ia langsung mengamuk dengan mengayunkan kedua lengannya besarnya ke arah mereka berdua.
Hinoka mencoba untuk mengubah sebagian tubuh Demetra menjadi ledakan langsung terganggu oleh satu pukulan yang mengenai tubuhnya itu sampai terjatuh ke dalam tanah.
"Hinoka! Apakah kau bisa mengubahnya menjadi ledakan yang besar?!" Tanya Koizumi yang melihat pertahanan dari Demetra cukup keras sekali karena dilapisi God Lenergy.
"Bisa saja... tetapi aku harus melakukannya secara bertahap! Meledakkan tubuhnya secara langsung akan memiliki daya ledakan yang masih belum aku kendalikan...!" Peringat Hinoka.
Koizumi sempat melompati waktu untuk menendang wajah Demetra sampai memberikan efek kepada dirinya, "Grrrraaahhhh...!!!"
Demetra membuka mulutnya lebar untuk melepaskan pusaran petir yang mengandungnya suhu es dan kobaran api di dalamnya, tetapi Konomi berhasil menghentikan serangan itu dengan menghantam dagunya sampai mulutnya tertutup kembali.
Koizumi menarik keluar belatinya lalu ia menggunakan semua kapasitas Lenergy yang ia serap di dalam tatonya untuk mengubahnya menjadi serangan gelombang tebasan yang mengenai tubuh Demetra.
Ako melepaskan banyak sekali panah es yang berhasil membekukan tubuh batunya itu, Konomi melakukan hal yang sama dengan melepaskan tembakan peluru energi agar mereka bisa mengulur waktu sampai Hinoka menggunakan ledakan itu.
Hinoka berada di belakang mereka selagi memejamkan kedua matanya itu, ia mulai menunjuk salah satu anggota tubuh Demetra yang akan ia ubah menjadi ledakan dengan mengendalikan realitas itu sendiri.
Demetra mampu menahan semua serangan sihir itu dengan mengeraskan tubuhnya sampai mendapatkan sihir pelindung seperti penghalang yang terbuat dari bongkahan es, kobaran api, dan listrik yang mengandung dorongan magnet.
Pada akhirnya, mereka tidak menyadari serangan yang ia lakukan secara diam-diam dengan menciptakan gumpalan sihir dalam mulutnya lalu meluncurkan sihir itu ke depan sampai mengenai tubuh mereka.
Karena ukurannya yang begitu besar dan tebal sampai mengandung empat elemen sihir di dalamnya, mereka menerima efek pengurangan yang berbeda sehingga kobaran api dalam gelombang itu menyebabkan ledakan besar.
Ledakan itu hanya mempengaruhi ketiga gadis kecuali Hinoka yang kebal dengan ledakan apapun sampai ia melihat kedua teman dan sepupunya terluka cukup parah.
"Teman-teman...!" Hinoka menatap Demetra yang mulai mengangkat kedua tangannya lagi untuk menghantam daratan.
Hinoka secara refleks memindahkan sihir realitas ledakan yang ia pasang dalam tangan Demetra ke dalam sihir yang akan ia keluarkan selanjutnya, ketika kedua tinjunya menghantam kembali daratan.
Planet itu tidak hancur melainkan menumbuhkan daratan atau gunung runcing besar yang mencoba untuk menusuk tubuh kecil mereka, untungnya Hinoka berhasil meledakkan semua itu dalam waktu yang pas.
Admon masih memperhatikan mereka semua bertarung, ia merasa cukup puas dengan ciptaannya sendiri tanpa mengandalkan Grimoire of Earth.
"Golem itu sudah mencapai kesempurnaan secara seratus persen... sungguh menakjubkan, aku tidak menyangka tinggal lama di tubuh ini akan meraih kembali semua kekuatan itu."
Demetra maju ke depan, mengepalkan tinju kanannya yang akan ia lepaskan menuju daratan lagi tetapi seseorang langsung menahannya menggunakan empat tangan.
"Nobu!" Ako memasang tatapan senang ketika melihat Shinobu baru saja datang, kali ini ia menahan pukulan itu menggunakan kedua tangan asli dan buatannya.
"Nrrgghhh...!" Shinobu mulai tertekan dengan kekuatan murni milik Demetra sampai kedua lengan aslinya bergetar lemas karena merasakan tekanan besar di dalamnya.
Demetra tersenyum lalu ia menyentil tubuh kecil Shinobu sampai ia terpental ke belakang, perhatiannya teralihkan sampai wajahnya menerima banyak sekali tebasan tombak dari Konomi.
"Nyamuk...!!!" Teriak Demetra keras yang mencoba untuk menangkap tubuhnya itu tetapi Konomi melesat ke belakang sampai Koizumi berhasil mengayunkan belatinya yang mampu meretakkan jari-jarinya.
"Kak Anastasia!" Shinobu mulai memanggil Anastasia yang sibuk merapalkan sihir peningkatan untuk mereka semua.
"Tolong amankan semua Elf yang masih hidup... aku tidak ingin melihat banyak korban berjatuhan lagi!" Kata Shinobu sampai Anastasia mengangguk.
"Baiklah!" Anastasia terbang menggunakan sapu terbangnya untuk mengamankan semua Elf yang bertahan.
Setelah itu Ako menyambut Demetra dari belakang Konomi dengan menembak satu panah es besar yang mengenai kening Demetra sehingga Koizumi maju ke depan lalu menginjak panah itu dengan tendangan yang mengandung bekas sihir es Lucia.
Mereka yang sudah menyerang secara bersamaan tetap mendapatkan serangan yang sama seperti nyamuk, ketika Shinobu maju ke depan lalu menginjak-injak wajah Demetra dengan kedua kakinya yang sudah terselimuti zirah teknologi.
Tubuhnya tetap menerima tamparan yang mendorongnya ke belakang sehingga ia berhasil menangkap tubuh kecilnya itu dengan tapaknya, "Nyamuk...!!! Nyamuk...!!! Nyamuk...!!!"
Demetra langsung memegang tubuh Shinobu menggunakan kedua tangan sampai ia bisa merasakan tekanan besar yang mencoba untuk menghancurkan tubuh kecilnya yang tidak berdaya.
__ADS_1
"Grrgghh...!!!" Kedua mata Shinobu langsung berubah tajam seketika sampai kedua tangan Demetra terdorong ke belakang oleh aura cahaya emas yang muncul dalam tubuhnya.
"Gaaaahhhhhhh!!!" Demetra meluncurkan gelombang Elemental dalam mulutnya yang mengenai tubuh Shinobu sampai menyebabkan ledakan besar.
Ledakan itu menyebabkan asap besar yang menipis sampai menunjukkan siluet Shinobu yang tidak lama kemudian menunjukkan aura emas yang menyelimuti tubuhnya dengan tambahan aura Crimson yang mengelilingi keemasan dari auranya.
Rambut Shinobu bergerak seperti mengikuti arus angin, ia mencoba untuk mengombinasikan cahaya dengan sihir Crimson, ketika ia membuka matanya Demetra langsung terdorong ke belakang.
Dorongan itu memberikan Ako kesempatan untuk membekukan kedua kakinya sampai Demetra tidak bisa bergerak, Koizumi maju ke depan lalu melihat kedua tangan Demetra mengarah kepada dirinya.
Kedua tangan itu menerima jeda karena tembakan peluru energi dari Konomi, "Rasakan ini...!!! Aku tidak terkalahkan...!!!"
Demetra mencoba untuk mengenai mereka semua dengan gelombang sihirnya lagi, tetapi Koizumi menghentikan waktu lalu mengangkat kaki kanannya atas sekali sampai mengumpulkan banyak tenaga di dalamnya.
Ketika waktu kembali berjalan, Koizumi langsung menurunkan kakinya yang terangkat itu sampai menjadikannya sebagai tendangan penuh tenaga sampai meretakkan keningnya itu.
Demetra terdorong ke belakang dengan mulut yang tidak sengaja menggigit sihirnya sendiri sampai terjadi ledakan di wajahnya itu.
Shinobu berada di atas daratan, perlahan-lahan mendekati musuhnya dengan langkah pelan yang ia lakukan, "Aku tahu kalian pasti bisa menahannya lama..."
"...kalau begitu, aku minta tolong. Membutuhkan waktu cukup lama untuk mengubah sesuatu yang kuat dan besar menjadi ledakan." Kedua tapak Hinoka memancarkan cahaya Crimson.
"Aku...!!! Tidak terkalahkan...!!! Dengan kekuatan dewa ini...!!! Kekuatan dewa itu mutlak!!!" Demetra melepaskan sihir gelombang campuran elemen menuju arah Shinobu.
Shinobu langsung mendorongnya kembali menggunakan kedua tapaknya sampai ia bisa merasakan dorongan besar di dalam gelombang itu.
"Roooooaaarrrr...!!!" Shinobu melepaskan raungan Beast yang menggema sampai gelombang itu langsung terdorong kembali menuju Demetra sedikit demi sedikit.
Gelombang itu langsung meledak tepat di wajah Demetra karena ia tidak bisa mendorongnya lebih jauh lagi untuk mengenai tubuh Shinobu yang kecil tetapi memiliki kekuatan bagaikan monster di dalamnya.
Demetra langsung melancarkan beberapa pukulan untuk menindih Shinobu yang menghindari semua itu dengan mudah, ia langsung terbang melewati pukulannya itu dengan kecepatan cahaya.
Shinobu langsung tiba tepat di hadapan Demetra, ia melakukan satu putaran yang di campur dengan tendangan sampai mengenai wajahnya itu.
Koizumi langsung mengayunkan kedua tinjunya sampai mengenai kepala Demetra cukup keras sampai meninggalkan lubang di keningnya itu.
Demetra terjatuh di atas tanah dengan kedua tangan dan kakinya yang menyentuh daratan, Koizumi dan Shinobu mulai menghindari semua serangan yang tercipta dari kristal tiga Elemental itu.
Serangan Elemental yang disebabkan oleh ketiga Saint di dalam tubuh Demetra serta campuran serangan dari Demetra sempat menekan mereka berdua sampai Koizumi dikejutkan dengan tembakan petir dan api yang pasti akan menyebabkan ledakan besar.
Shinobu langsung mendorong Koizumi mundur sampai dirinya sendiri yang menerima serangan itu sampai tubuhnya terbakar dan menerima ledakan itu.
"Aaagggghhhhh...!!!" Shinobu menjerit kesakitan.
"Shinobu...!!!" Koizumi memasang tatapan kesal ketika ia tadi terjatuh ke dalam perangkap serangan Demetra, ia tidak sendirian karena mendapatkan banyak dari ketiga Saint itu.
"Brengsek...!" Koizumi memegang erat belatinya lalu ia menghindari tembakan panah es di belakang yang langsung mengenai wajah Demetra yang sedang tertawa sampai membekukannya.
Es yang membekukan wajah Demetra langsung hancur ketika menerima tekanan dan dorongan dari depan yang disebabkan oleh Shinobu dengan aura emasnya yang bertambah besar.
"Apa...!?" Demetra memasang tatapan kesal, ia melihat rambut Shinobu bergerak sangat cepat karena auranya itu yang menghembus seperti angin bagi rambutnya.
Kali ini ia menggunakan kekuatan peningkatan yaitu Light of Hope dengan tingkatan seratus sampai Koizumi tersenyum bangga bahwa ia bisa terus bertambah kuat.
"Kekuatan yang sama dengan Shinji... ternyata garis keturunan Shiratori tetap menyebar ke dalam darah daging itu sendiri sampai cahaya mereka bertambah semakin unik setiap waktunya..." Kata Admon..
Shinobu muncul tepat di hadapan Demetra lalu menyentuh wajahnya sampai melepaskan laser emas besar yang meretakkan wajahnya itu sampai meninggalkan banyak lubang
"Nyamuk sialan...!!!" Demetra langsung melepaskan banyak sekali gelombang sihir menuju arah Shinobu yang menghindarinya dengan kecepatan tak kasat mata.
Shinobu terus bergerak mengelilingi tubuh Demetra yang mencoba untuk melukai dirinya sampai melupakan pemberontak lainnya yang sedang mengisi kekuatan penuh mereka untuk melepaskan serangan secara bersamaan.
Shinobu langsung mencengkeram tangan kiri Demetra lalu mengerahkan semua tenaga dan kekuatannya untuk mengangkat tubuh besar Demetra sampai mengejutkan semua temannya.
__ADS_1
"Dia mengangkatnya...!?" Ako memasang tatapan kaget.
"Sepertinya benar... kita tidak bisa melihat sesuatu dari penampilan atau sampul..." Kata Konomi.
Shinobu memutarkan tubuh Demetra lalu ia membantingnya ke atas daratan dengan ekspresi serius yang ia pasang kepada Demetra, ia mulai merasa sangat kesal sampai bangkit dari atas tanah.
Demetra melebarkan matanya ketika melihat Koizumi muncul di depan dengan menendang wajahnya dua kali lalu bergantian dengan Shinobu yang menghantam dagunya sampai ia kembali bangkit.
Ako mulai membidik menuju arah kaki kanannya lalu melepaskan ribuan panah yang membekukannya, Konomi hanya menyerang kaki kirinya agar Demetra tidak bisa bergerak sama sekali.
Ako dan Konomi terus menekan Demetra dengan serangan jarak jauh sampai fokusnya hancur karena Koizumi dan Shinobu yang ikut menyerang juga dari jarak dekat.
Shinobu muncul di sebelah Hinoka sampai mengejutkan dirinya yang hampir saja menjentikkan jarinya untuk meledakkan semua sihir realitas ledakan yang sudah ia pasang ke dalam tubuh Demetra.
"Kakak... masukkan sihir realitas ledakan itu ke dalam tinjuku saja." Shinobu mengulurkan lengan kanannya yang sudah diselimuti dengan tangan buatannya itu sebagai zirah.
"Kamu ingin menciptakan efek besar yang dapat menghancurkan musuh dan memulihkan planet ini...?"
"Itu benar." Shinobu mengangguk, melihat Hinoka meraih kembali semua sihir yang sudah tertempel di dalam Demetra lalu memindahkannya ke dalam tinju kanannya itu.
Shinobu memperbesar aura emasnya lalu ia melesat menuju arah Demetra yang terus tertekan oleh serangan jarak jauh kedua temannya serta pengalihan dari Koizumi dengan serangan jarak dekat.
"GOLDEN...!!!" Shinobu langsung mengepalkan tinju kanannya sekuat tenaga sampai memancarkan cahaya panas dan cerah melebihi matahari serta bintang paling cerah.
Cahaya itu sudah cukup untuk mengembalikan bentuk planet itu yang berbentuk pipih kembali menjadi bulat, Shinobu mengarahkan serangannya kepada dada Demetra.
"...OVERDRIIVEEEEEEE!!!" Shinobu menghantam dadanya sekuat tenaga sampai terjadi suara bising yang sangat amat keras, pukulannya itu langsung menciptakan ledakan emas yang besar.
Ledakan sebagai pengakhiran untuk Demetra serta pemulihan untuk planet tersebut, Anastasia yang baru saja membawa semua Elf itu pergi dari planet tersebut sempat melihat cahaya cerah di belakangnya bahwa mereka telah berhasil.
"Anak-anak... sungguh mengejutkan, kalian masih bisa memenangkan pertarungan dengan melawan Golem ciptaan dewa tanah ya?" Anastasia tersenyum bangga.
"Mungkin kalian memang eksperimen yang cocok untuk mempercepat proses... aku yakin mereka sudah menganggap diriku juga sebagai salah satu anggota tim." Anastasia pergi untuk mengamankan semua Elf yang ia bawa.
***
Pukulan Shinobu berhasil menghancurkan tubuh Golem Demetra yang artinya nyawanya sudah ia pindahkan ke dalam dunia kematian karena kristal itu mengubah wujudnya menjadi Golem.
Setidaknya gangguan sudah hilang, awalnya ia ingin pergi bersama mereka karena sudah menghancurkan Grimoire Of Water, tetapi masalah yang Demetra sebabkan tidak bisa dimaafkan.
Planet yang ia hantam sampai menjadi pipih serta semua korban Elf yang tak bersalah mati begitu saja, untuk sekarang semua kehancuran yang disebabkan oleh Demetra kembali pulih seperti semula karena kekuatan Golden Sunshine.
Pukulan Golden Overdrive tadi memiliki dua efek berbeda yang dapat Shinobu pilih, ledakan emas untuk membunuh Demetra serta memulihkan planet itu kembali dan mengubur semua korban ke dalam tanah dengan dedaunan emas yang melakukan pekerjaan tersebut.
"Hah... Hah... Hah..." Shinobu memasang tatapan lelah karena ia menghabiskan semua yang ia miliki demi menghancurkan Demetra dan memperbaiki semuanya.
Tubuhnya tidak bisa ia kendalikan lagi, ia hampir saja terjatuh tetapi Koizumi menangkap dirinya, "Kita istirahat dulu saja..."
"Pada Saint... mereka melarikan diri!" Peringat Ako yang mencoba untuk membidik mereka tetapi ketiga Saint itu menghilang dengan perpindahan sihir mereka masing-masing.
...
...
Admon menerima kristal yang Demetra gunakan kembali, tetapi bentuknya sekarang menjadi bulat dengan aura coklat yang mengelilingi serta cahaya campuran elemen di dalamnya.
"Lihatlah ini... sebuah bentuk dan ciptaan yang menginjak kesempurnaan tinggi."
"Bertahun-tahun lamanya aku menunggu hal seperti ini... semua kekuatan dengan mengorbankan Saint itu, kekuatan Saint tersebut sudah menambahkan kegunaan dari kristal bulat ini!"
"Terlihat sangat indah bukan...?"
"Dengarlah baik-baik, Demetra..."
__ADS_1
"...pengorbanan dirimu untuk menyempurnakan kekuatan ini tidak akan menjadi sia-sia!"