
Brimgard melepaskan ledakan materi gelap yang menyebar di sekitarnya sampai Haruki langsung dikejutkan dengan beberapa serangan yang mengenai tubuhnya itu, "... ...!!!"
Sayap Brimgard mulai bergerak cukup cepat sampai dua tanduk dikenangnya bertambah semakin panjang karena merespon kekuatan Brimgard yang selama ini ia kunci, "Kita memiliki kebiasaan yang sama..."
"...kebiasaan buruk yang membawa kelemahan kita semua masing-masing dimana Zerdian dan Legenda akan selalu melakukan pemanasan sebelum melawan hidangan utama mereka." Brimgard menggerakkan kedua bahunya.
Shira langsung terjatuh di atas tanah karena menerima tekanan Brimgard yang mengacaukan kestabilan tubuhnya, terutama lagi Haruki yang dapat merasakan banyak sekali tekanan dimana tubuhnya terus mengeluarkan banyak keringat dingin.
"Shichiro Haruki, aku akan membalas semua ketangguhan itu...!!!" Tubuh Brimgard melaksanakan aura hitam keunguan yang langsung menyebar di dalam ruangan ketiadaan itu sehingga semua orang dapat merasakan tekanan dan dorongan yang lewat.
Haruki menyilangkan kedua pedangnya untuk menahan semua dorongan yang berdatangan dari hadapannya sampai ia sendiri bisa merasakan perbedaan kekuatan lainnya yang dihasilkan oleh Brimgard.
Untungnya Haruki masih memiliki kestabilan dengan tubuhnya itu sehingga ia merasa percaya diri bahwa kekuatannya masih cukup mengimbangi dirinya, "Apakah tujuan kita melawan Brimgard..."
"...hanya untuk menahan dirinya sampai Ragnarok telah usai?" Tanya Haruki dengan dahi yang ia kerutkan ketika melihat Brimgard langsung menghantam keempat tinjunya secara bersamaan.
Terjadi banyak sekali ledakan kekuatan di sekitar mereka berdua sampai menyebabkan Shira untuk terpental ke belakang karena ia tidak bisa menerima kekuatan sebesar itu.
Untungnya ia langsung di tangkap oleh pasukan Legenda lainnya yang mencoba untuk membantu dirinya, "Terima kasih, dan berhati-hatilah untuk mendekati medan tempur di hadapan kita."
Haruki menatap Brimgard yang baru saja menaikkan persentase kekuatan itu, pikirannya serasa seperti berbicara kepada dirinya sendiri bahwa semua yang ia lihat adalah kemustahilan dimana ia sendiri tidak tahu kenapa harus melanjutkan ini.
Tetapi hatinya mengatakan sesuatu yang berbeda berdasarkan harga dirinya itu, ia perlu membawa tekad Arata lalu mencoba sebisa mungkin untuk melawan Brimgard agar dirinya bisa terus tertahan untuk tidak meratakan pasukan Touriverse.
Brimgard melesat maju menuju arah Haruki sehingga mereka langsung melancarkan banyak sekali serangan yang saling berbenturan, Haruki memasang tatapan yang terlihat kesulitan karena setiap serangan itu terasa begitu berat.
Tetapi tubuhnya tetap mengikuti semua pergerakan Brimgard agar dirinya sendiri tidak kalah begitu cepat ketika melawan persentase kekuatannya yang baru.
Brimgard menyatukan kedua belati menggunakan tangan tambahan itu lalu ia memutar tombaknya hanya untuk melepaskan tebasan menuju arah Haruki yang berhasil menahannya menggunakan kedua pedang itu.
Benturan dahsyat langsung terjadi dimana pusaran lubang hitam dan Nothingness langsung mengelilingi tubuh mereka, "Dengan persentase kekuatan yang aku buka agar bisa lanjut lebih tinggi..."
"...bergembiralah karena sudah bertahan sejauh ini, Shichiro Haruki!" Brimgard melebarkan matanya sehingga kedua tinjunya melepaskan materi gelap yang langsung mementalkan Haruki ke belakang dengan luka besar di bagian perutnya.
Haruki tergeletak di atas tanah lalu ia melihat Brimgard memutarkan tombak itu beberapa kali sampai melepaskan materi gelap ke arah yang berbeda di sekelilingnya.
__ADS_1
"Menghindar...!!! Haruki...!!!" Teriak Shira keras yang langsung melepaskan banyak sekali tembakan cahaya yang terpental karena mengenai semua materi gelap itu.
"Ck...!"
Brimgard melompat ke atas lalu ia berputar hanya untuk melepaskan satu tebasan yang begitu lebar dan besar menuju arah Haruki sehingga Shira dapat melihat tekanan mematikan menghampiri dirinya juga.
Shira menoleh ke belakang dimana ia bisa melihat banyak sekali pasukan Legenda yang terlihat ketakutan, ia melepaskan semua Lenergynya hanya untuk memunculkan tembok emas besar yang langsung meledak di hadapannya.
"Hah... Hah... Hah..." Shira berlutut di atas tetapi beberapa Legenda mulai melindungi dirinya agar ia tidak diserang oleh pasukan Kountraverse secara diam-diam.
Haruki berhasil melompat tinggi ke atas langit untuk menghindari tebasan gelombang itu, ia langsung menerima sambutan dari tembakan materi gelap yang mengenai tubuhnya beberapa kali.
Haruki menoleh ke atas langit hanya untuk melihat Brimgard yang melepaskan gelombang materi gelap melalui keempat tapaknya itu sehingga Haruki langsung melepaskan semua kekuatan yang terdapat di dalam dirinya.
"Mengubah dunia, serangan terakhirku...!!! Disrupter Vengeance!!!" Haruki melepaskan gelombang non-tipe yang mampu membatalkan seluruh kekuatan dan energi sihir musuh dengan akurasi 100% mengenai musuh tersebut.
Kemampuan ini juga dapat menegasikan kekuatan dan durabilitas musuh sehingga menembus semua bentuk, formasi, wujud, maupun ukuran.
Brimgard langsung membelah tubuhnya sampai mengorbankan wujud Humanoid itu untuk menerima gelombang tersebut sehingga Haruki melebarkan matanya ketika melihat Brimgard berada di hadapannya.
"Ketangguhan itu sudah mengecewakan diriku... kau kehilangan banyak kekuatan hanya dengan melepaskan kekuatan sebesar itu!!!" Brimgard menghantam perut Haruki sehingga tinjunya terlepas keluar melalui punggungnya.
Semua batasan yang ia coba hancurkan menyebabkan dirinya menerima risiko yang sangat besar dimana ia sudah tidak bisa menggerakkan tubuhnya lagi, "Berakhir---"
Tubuh Haruki langsung tertarik ke belakang oleh akar emas yang mengikat kedua kakinya sampai ia berhasil terlepas dari serangan Brimgard yang hampir saja membunuh dirinya.
Brimgard mengangkat alisnya ketika melihat Haruki bertahan hidup karena akar itu langsung menyinari tubuhnya dengan cahaya alami dimana ia langsung pulih sedikit demi sedikit dimana tubuhnya sudah tidak bisa ia gerakan sama sekali.
"... ..." Brimgard memasang tatapan serius ketika seseorang mencoba untuk menyerang dirinya dari belakang, dan ternyata itu adalah Shinobu yang sudah menyiapkan diri untuk melawannya.
Brimgard menghilang dengan cepat lalu Shinobu ikut menghilang juga hanya untuk menghindari serangan yang dilakukan oleh dirinya, mereka muncul dalam waktu yang bersamaan selagi melancarkan satu serangan.
Serangan itu berupa tendangan yang langsung mengenai wajah mereka masing-masing, Shinobu dan Brimgard langsung memegang erat tapak mereka saling mendorong satu sama lain ke belakang.
Tatapan mereka langsung bertemu, "Ternyata kau memang sesuai dengan informasi yang aku dapatkan, kau adalah ancaman yang harus dihentikan."
"Apakah informasi Zephyra selalu akurat untuk seorang budak yang ia kendalikan sebagai pion dalam peperangan ini?" Tanya Shinobu.
__ADS_1
"Kau mengetahuinya...!?"
"Tentu saja, siapapun di pandanganku ini hanya sekedar buku yang dapat aku baca dengan mudah, masih sampul saja sudah terisi banyak kebenaran di dalamnya sepeti sinopsis dalam buku."
"Zephyra memang licik sekali ya, Koneko membenci dirinya karena sudah memberitahu kalian bahwa akulah ancaman yang harus diselesaikan terlebih dahulu."
"Justru yang kau harus waspadai adalah Zephyra itu sendiri, apakah Zerdian memang budak dalam segi takdir dan Dewi yang menanggapi layer ini sebagai fiksi?" Tanya Shinobu.
"Kau tidak memiliki kewajiban apapun untuk berbicara seperti itu, lagi pula aku tidak begitu peduli siapa yang dijadikan oleh budak selama Kountraverse meraih kemenangan..."
"...terutama lagi Zerdian seperti diriku akan menerima perbudakan itu selama mereka dapat memberikan apa yang aku inginkan yaitu ketangguhan."
Shinobu langsung memasang ekspresi jijik ketika mendengar jawaban seperti itu, entah kenapa ia merasa begitu mual sampai dirinya tidak bisa berkata-kata lagi.
"Sangat menyedihkan...!!!" Shinobu menendang perut Brimgard sampai kakinya langsung patah tetapi ia memilih untuk melawannya dengan cara lain yaitu menghilang.
"Sakti."
"Ya."
"Haunt!" Shinobu menggunakan kemampuan Haunt untuk mencoba memberikan sedikit tes dengan perasaan takut Brimgard yang sudah pasti akan pecah pertahanannya karena roh yang ia lepaskan.
"Terror..." Shinobu menggunakan kemampuan yang bernama Terror dimana jika seseorang mencoba untuk bersikap tidak sopan dan membicarakan dirinya maka penampakannya akan bermunculan di sekitar orang yang mengatakannya.
"Kemana kau, Shinobu Koneko!? Awalnya aku mencoba untuk mengincar dirimu terlebih dahulu, tetapi menghindari sebuah pertarungan bukanlah ketangguhan sejati!!!"
Pandangan Brimgard memperlihatkan banyak sekali hantu, ruh, atau arwah yang terus bermunculan di sekitar dirinya seperti mencoba untuk menumbuhkan rasa takut kepada dirinya.
Walaupun Shinobu tahu bahwa dirinya adalah seorang Dewa Kountraverse serta petarung yang hebat, ia juga sudah merencanakan sesuatu yaitu mengembangkan seluruh bawahannya.
Dengan menjadi penguasa segala ruh ia berhasil memperkuat segala hantu atau arwah bahkan bisa saja menumbuhkan rasa ketakutan kepada Dewa yang menyebabkan dirinya untuk menolak melakukan sesuatu.
Brimgard langsung melepaskan banyak sekali materi gelap di sekelilingnya dimana semua hantu itu tidak terpengaruh sama sekali, "Itu hanya sekedar ilusi yang mencoba untuk menakut-nakuti ya..."
"Shinobu Koneko...!!! Dasar kau pengecut, perlihatkan---" Brimgard melebarkan matanya ketika melihat jutaan Shinobu yang mengepung dirinya dengan wujud sangat mengerikan dimana tubuhnya dipenuhi banyak darah.
"Hampir sama seperti kau mengganggu makhluk halus, mereka benar-benar akan datang dan sangat marah sampai mencoba untuk memberikan pelajaran pada orang yang tidak sopan itu." Kata Sakti.
__ADS_1
"Baguslah..."
"...semua ini cukup untuk menahannya agar merasa ketakutan!"